My Brother Is My Husband

My Brother Is My Husband
Kesal



***


Aku sudah menunggu nya lama di mobil lebih dari 15 menit. Belum juga Rey keluar dari rumah. Menyuruh ku menunggu di mobil sedari tadi kenapa, kalau hanya membuat ku menunggu seperti ini.


Itu, iya itu dia sudah keluar dari rumah setelah membuat ku menunggu begitu lama.


Aku sangat-sangat kesal kalau sudah berjanji dan menyuruh menunggu sebentar saja tapi tidak on time. Owh, tidak masalah kalau hanya untuk mengerjai ku. Kita lihat siapa yang akan merasa kesal kali ini.


"Maaf sayang, tadi papa menelpon, jadi kakak bicara dengan nya dulu." ucap Rey sudah masuk ke mobil


Aku tak menyahut sama sekali. Jangan kan untuk berbicara, melihat wajah nya saja begitu enggan sekali.


Rey terus mengendarai mobil nya. Tatapan nya lurus ke depan. Aku pun sama pandangan ku melihat keluar jendela mobil.


"Kakak antar Rani pulang, setelah itu kakak akan pergi keluar berjumpa Fandi sebentar. Ada hal yang harus kakak selesai kan." ucap Rey kembali membuka suara menatap ke arah ku


Berjumpa Fandi atau berjumpa dengan Dian, gumam ku dalam hati. Masih dengan kecemburuan ku yang tak pasti.


Oke. Tidak masalah, kita lihat saja siapa yang akan begitu kesal kali ini.


Mobil terus berjalan, aku sama sekali tak menyahut pembicaraan nya.


"Berhenti di sini." pinta ku melihat ke arah Rey


"Di sini?" Rey mengernyit kan kening


Tatapan ku begitu tajam menatap Rey dan Rey mendadak memberhentikan mobil nya. Mungkin takut aku akan bertingkah macam-macam.


Aku terus turun dari mobil tak memperdulikan Rey. Melangkah akan masuk ke cafe yang di seberang jalan sana. Tak pasti apa yang akan aku lakukan di cafe itu nanti. Dari pada aku harus melihat Rey sepanjang perjalanan pulang, lebih baik aku kemari ngopi-ngopi sejenak.


"Sayang, kenapa Rani ke sini?" tanya Rey mengikuti langkah ku


Aku sama sekali tak menyahut dan terus melangkah cepat. Rey berlari-lari kecil mengejar ku sedari tadi.


"RANIA." panggil seseorang lelaki dari arah yang tidak begitu jauh melihat ku masuk ke cafe


Sekilas aku melihat Rey terhenti melangkah yang tadi nya mengikuti langkah ku.


Laki-laki itu pun semakin mendekat dan hendak berbicara dengan ku. Sumpeh, aku sama sekali tidak mengenal laki-laki ini. Siapa dia?


Aku kembali melirik ke arah Rey. Rey sudah berdiri mematung tak menggerakkan langkah nya lagi. Menatap tajam ke arah ku.


"Rania kan?" tanya lelaki itu lagi


"Ya." jawab ku seada nya


"Sam, sammy. masih ingat kan." ucap laki-laki ini mengingat kan


Aku masih terlihat bingung dan sama sekali tak mengingat nya. Karna aku tidak begitu dekat dengan laki-laki di sekolah walau banyak yang hanya sekedar mengirimkan salam untuk ku dan bahkan mengirim kan surat cinta. Heh.


Tatapan ku kembali melihat Rey. Rey masih tak berpindah tempat dan menatap ku jeli dari jarak yang tidak begitu jauh.


Hmm, oke. Kenapa bisa begitu kebetulan sekali lelaki ini memanggil ku. Kita lihat siapa yang akan cemburu sekarang.


"Sam, kita duduk disana." pinta ku sok akrab, menunjuk ke arah meja yang kosong.


Padahal sumpeh, aku sama sekali tidak mengingat laki-laki ini siapa.


Rey terlihat melangkah mundur sekarang dan menuju ke mobil nya. Sebenar nya, berat hati Rani melakukan ini kak. Tapi Rani tidak punya cara agar kakak juga merasakan bagaimana yang Rani rasakan sekarang. Lebih sakit dari yang Rani perbuat sekarang.


Tapi semua ini bukan atas rencana Rani. Ini hanya kesengajaan saja yang terjadi secara tiba-tiba.


"Kamu bekerja di sini?" tanya ku biar tidak terlihat canggung karna sudah mengajak nya duduk dan mengobrol


"Tidak, tidak, bukan." jawab nya tersenyum


"Owh." jawab ku singkat dan sedikit tersenyum


"Kau bekerja dimana Rani?" tanya Sam lagi


"Fashion Designer Golden. Kamu?"


"Bwana Group." ucap Sam singkat dan tersenyum


"What?" sahut ku terkaget


"Kenapa Rani?" tanya Sam heran


"Tidak, tidak. Karna aku tidak pernah mendengar nama perusahaan selucu itu. Hehe... ya ya." Jawab ku mengelak


Ya ampun.


Kenapa mesti Bwana Group. Itu kan perusahaan Rey. Alamak, Ini adalah seorang pekerja Rey di kantor.


Pantas tatapan nya tadi melihat ku tidak suka.


Yah, biar lah. Biar dia merasakan cemburu.


BERSAMBUNG...


Terimakasih untuk semua pembaca setia, masih meluangkan waktu untuk singgah dan menunggu dengan sabar setiap episode² nya.


Jangan lupa Beri Ucapan Happy New Year, hihiii... 🍁