
***
Acara pertunangan telah selesai. Para tetamu sudah beranjak untuk pulang semua.
Aku masih saja terduduk termenung di halaman samping rumah di luar. Rey yang melihat ku dari dalam rumah terus menghampiri dan membawa selendang tebal untuk menutupi punggung ku yang terpamer.
Aku tersentak sedikit kaget saat Rey menutup tubuh ku dengan selendang yang di bawa nya itu. Rey terlihat tersenyum bahagia saat ini.
"Sayang... ada masalah?" tanya Rey menatap ku dengan tangan memegang kedua tangan ku.
"Tidak ada, hanya terlalu capek saja." ucap ku seada nya dan tersenyum.
Mata ku tak bisa bohong, kalau sebenar nya aku terlalu banyak menyimpan masalah, dan Rey pun tahu itu.
"Sayang... plis jangan dengarkan yang dikatakan Aunti Lina dan Ameli. Kakak lebih kenal tunangan kakak, yang dulu adalah adik kakak sendiri." ucap Rey mengangkat wajah ku dengan tangan memegang dagu ku, karna melihat ku tertunduk.
Aku hanya tersenyum dan tak menjawab.
"Ekhem... Rupa nya di sini sedang bercinta." ucap Nenek yang tiba-tiba datang menghampiri kami.
"Eh, mana ada Nek. Kami hanya mengobrol." Ucap Rey membela dan terus melepas tangan nya yang sedang memegang tangan ku.
Nenek duduk disamping ku dan memeluk ku sangat erat.
"Plis tolong jangan bermesraan seperti itu di depan ku Nek, aku juga ingin memeluk nya seperti itu." Canda Rey dengan Nenek nya.
"Iiih... Apaan sih" jawab ku mencubit pinggang nya Rey.
Nenek hanya tersenyum.
"Kalian dengar ni, walau pun sudah bertunangan kalian masih belum sah untuk berdua-duaan. Pertunangan ini hanya sebagai pengikat saja." Ucap Nenek mengajari.
Aku dan Rey hanya mengangguk dan tak menjawab, kami saling bertatapan dan tersenyum.
Sangat Munafik kalau kami bilang sama Nenek kami tidak pernah berduaan dan tidak melakukan nya.
"Nia... balik lah ke kamar sayang dan tidur. Malam sudah sangat larut." pinta Nenek dan aku menurut untuk pergi setelah mencium pipi nya yang keriput itu.
"Hey... kamu mau kemana?" Tanya nenek kepada Rey yang ikut mau pergi masuk juga.
"Tidak, disini dulu duduk temankan Nenek." Pinta Nenek lagi kepada Rey.
"Tapi Nek, Rey juga mau tidur, sangat lelah sekali." Ucap Rey memelas.
"No, kemari dulu. Ada yang mau Nenek bicara." Jawab Nenek mengikut gaya seperti ku bicara kali ini menggunakan bahasa "No".
Thanks buat semua yang udah ikutan like dan coment dari kemarin-kemarin. Jangan lupa kalau ada kata yang tidak berkenan atau kurang jelas mohon komentar dari teman-teman pembaca semua, karna membuat novel itu tidak semudah yang dipikirkan. Terlebih harus mencari referensi-referensi dulu. Bukan apa yang hanya di pikirkan langsung untuk ngetik. Hehee...
Mohon kerjasama nya, kalau ada kata yang kurang cocok mohon untuk coment di kolom komentar ya teman-teman.
"Baik lah, katakan Rey akan mendengar." ucap Rey santai.
"Rumah yang di daerah Pondok Sari siapa yang jaga sekarang." Tanya Nenek to the point kepada Rey.
"Eum, tidak ada. Pak Uki dan Bik Sum sesekali datang membersihkan nya." Ucap Rey seada nya.
Aku paham yang di tanyakan nya sekarang. Ah, Nenek akan menyuruh ku untuk tinggal disana seperti nya. Mati aku. Gumam Rey dalam hati.
"Bagaimana?" Tanya Nenek lagi, yang Rey tidak mendengar yang dibicarakan nenek nya baru saja. Dia sibuk dengan pemikiran nya sendiri.
"Bagaimana? Apa Nek?" Tanya Rey tak paham.
"Nenek akan bicara dengan mama dan papa mu menyuruh mu untuk tinggal di sana." Ucap Nenek lagi memperjelas.
"Nek, Nek tapi kenapa ni? Kok tiba-tiba saja menyuruh Rey untuk tinggal disana sendiri." Ucap Rey tidak setuju.
"Kalian sudah tidak boleh tinggal serumah. Nanti apa kata para tetangga kan. Berbeda dulu dengan hubungan kalian masih berstatus adik-beradik." Ucap Nenek kembali memperjelas.
Nenek berlalu pergi untuk tidur setelah menceramahi ku panjang kali lebar kali tinggi, kali apa lagi ya. wkwkk...
Huufftt...
Ini akan sangat membosan kan kalau harus tinggal disana sendiri. Capek pulang bekerja tapi dirumah hanya sendiri.
Oke. Tidak masalah.
Tapi aku akan curi-curi untuk pulang kemari untuk melihat Tuan Putri ku. Hehe...
Pikir Rey Nakal.
"Reyyy... kemari dulu tolong bantu angkat ini sebentar." Panggil mama dari dalam rumah.
Ya Tuhan, apa lagi sekarang seperti nya aku tidak akan bisa tidur dan beristirahat malam ini. Begitu banyak orang-orang membutuhkan tenaga ku saat ini. Gumam Rey dalam hati, dengan wajah yang sudah terlihat sangat kelelahan dan ngantuk.
"Iya iya... Rey datang." jawab Rey dengan langkah yang sudah seperti orang setengah mabuk.
BERSAMBUNG...