
***
Sepanjang malam aku menangis meneteskan air mata dengan tubuh tertidur diselimuti selimut tebal. Terbayang wajah Rey. Dari awal perjumpaan kami dan kenangan-kenangan manis pula indah untuk di kenang.
pelan tapi pasti aku memenjamkan mata. Mencoba menepis segala yang aku pikirkan.
Grek.
Suara pintu kamar hotel terbuka.
Aku yang sudah hampir terlelap tak begitu peduli lagi dengan Rey yang masuk. Malam sudah sangat larut.
**
Ini pagi yang sangat dingin, dengan kicauan burung di ranting pepohonan dan seruan ombak menghantam bebatuan tanggul.
Membuat ku malas untuk membuka mata. Dan, Pelukan ini sungguh sangat nyaman sekali membuat tubuh ku terasa begitu hangat.
Kenapa pelukan nya semakin membuat ku merasa aneh kali ini.
Blak.
Aku membelalak kan mata dan menoleh ke arah belakang ku.
Ya ampun, Rey memeluk ku lagi. Hiks hiks
Kenapa dia begitu dan sangat keras kepala sekali.
Tubuh ku tiba-tiba melemas dan tiba-tiba ingin memberontak lagi melepas peluk nya itu. Tak peduli Rey akan marah atau tidak, tapi aku tidak suka dengan perlakuan nya yang suka seenak jidat nya memeluk ku.
Belum lagi dengan ciuman nya yang tadi malam membuat ku sama sekali tak mampu bernafas.
Rey selalu mencari masalah dengan ku, bukan kah semua nya sudah selesai di antara kami.
Aku memberontak bangun terus duduk di tempat tidur menepis tangan nya yang memeluk ku. Tiba-tiba teriakan dari mulut nya terdengar begitu keras.
"Aduh sakit.. Aah" merintih nya dengan suara keras dan memegang tangan nya sendiri.
Owh ya ampun, aku baru ingat semalam ini memukul dinding dengan tangan kanan nya itu, dan aku mengenai tangan nya yang terluka itu.
Apakah dia akan memarahi ku kali ini. Lah, salah siapa juga menyuruh memeluk ku dari belakang. Gumam ku dalam hati berasa tak berdosa.
"Kenapa hanya melihat, bantu kakak bangun" ucap Rey sedikit manja.
Idih, memang suka kali mengada-ngada kan, bilang saja mau di perhatiin sama aku dengan memegang diri mu itu. Gumam ku dalam hati kesal.
"Kenapa masih diam, cepat lah bantu." ucap Rey lagi.
Rey menatap ku tersenyum.
Aku tahu, kau sedang memikirkan untuk memerangkap ku lagi kali ini. Sudah cukup yang kau perbuat semalam dengan mencium ku tak memberi ku ruang untuk bernafas sama sekali. Sudah lah kali ini tidak akan berhasil. Gumam ku dalam hati dengan bibir tersenyum lebar.
Selesai membantu dia bangun untuk duduk bersandar di sisi tempat tidur. Aku beranjak ke kamar mandi dan akan turun untuk sarapan.
Aku harus memakai baju yang di belikan Rey lagi. Kenapa semua baju yang di beli nya dengan model yang begitu aneh-aneh sekali. Kalau tidak memakai nya aku tidak punya baju lain yang harus ku pakai.
Kali ini dengan atasan off-shoulder masih dengan memamerkan dada ku dan lengan dan memakai nya dengan jeans.
Selesai berpakaian aku terus turun tak memperdulikan Rey yang masih di tempat tidur, yang sedari tadi tak menghentikan pandangan nya menatap ku.
**
Warna -warni payung menghiasi kaki langit di hamparan pasir yang membentang di garis Pantai Rainbow.
Di setiap payung yang berwarna-warni, tampak para wisatawan mancanegara duduk santai di atas bantal yang berbentuk kursi ditemani dengan kudapan dan minuman ringan.
Kini, deburan ombak mulai terdengar akrab di telingaku. Hotel yang menjadi nama pantai yang aku kunjungi terlihat di atas sana, begitu menakjubkan dan indah sekali.
Sepanjang jalan di tepi pantai sebelah ujung sana. sekitar 30 meter dari bibir laut telah terisi oleh motor-motor dan mobil wisatawan yang akan menikmati senja di Pantai Rainbow ini.
Aku merebahkan tubuh ku di atas bantal berbentuk kursi tidak lupa dengan Kacamata Keren ku, hihii.
Aku menoleh ke kiri dan kanan di sisi ku, hanya mampu tersenyum. Di sini sangat ramai sekali.
Kehadiran Rey datang mengagetkan ku. Dia membawa setangkai mawar putih dan mengarahkan tangan memberi kan nya untuk ku. Lama aku menatap nya tak mengambil.
"Ambil lah." ucap nya lembut.
Lalu aku mengambil dan pelan mencium nya. Rey tersenyum.
***
Pada dasarnya, warna putih selalu diasosiasikan dengan kedamaian, kesucian, dan kemurnian. Makna itu jugalah yang melekat pada mawar putih. Saat kamu memberikan mawar putih kepada seseorang, mawar putih menjadi lambang dari cinta sejati kamu. Biasanya, mawar putih digunakan oleh pria sebagai hadiah untuk melamar wanita. Mawar putih menjadi simbol untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius lagi, yaitu pernikahan*.
BERSAMBUNG...
***
Terimakasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu berkunjung membaca. Terimakasih atas apresiasi nya, di tunggu like & coment nya guys...
Mohon maaf baru sempat Up karna ada hal yang harus saya kerjakan dulu hari ini. Inshaallah kalau tidak berhalangan, malam akan saya Up lagi...
Terimakasih 😘