
***
Rey sudah terlihat rapi dengan penampilan nya yang memakai jas akan berangkat ke kantor juga, setelah mengantar ku terlebih dulu.
Rey tersenyum, memang ciri khas nya yang peramah dan suka tersenyum. Tapi kali ini senyum nya begitu aneh dan sangat berbeda. Apa yang membuat hati nya begitu berbahagia sekali. Aku harus mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi semalam.
Rey masih dengan sikap seperti biasa, melayan ku bak seorang putri, membuka kan pintu mobil untuk ku.
Mobil terus menyusuri jalan, Rey mengemudi begitu santai kali ini, masih dengan wajah nya yang tersenyum. Rey masih belum membuka pembicaraan apa yang hendak di katakan nya kepada Rani, seperti yang di janjikan Rey tadi.
Aku terus menatap Rey tak memindahkan pandangan. Hati ku sudah tidak tahan melihat Rey hanya tersenyum saja sedari tadi sedang kan aku masih begitu penasaran dengan yang akan di ceritakan nya.
"Apakah semalam menyenangkan sekali?" tanya ku memulai pembicaraan
"No, tidak begitu menyenang kan dan sangat melelahkan." jawab Rey seada nya dan tersenyum ke arah ku
"Kakak ada perempuan lain?" tanya ku to the point
Rey menatap ku membelalak kan mata nya itu, roma wajah nya sedikit berbeda sekarang, seperti tidak suka dengan yang ku tanyakan itu.
Rey sama sekali tak menjawab. Terus dia kemudikan mobil tanpa bicara sepatah kata pun sekarang. Sesekali aku menoleh ke arah nya, berharap Rey tidak akan marah dengan yang ku tanya tadi.
"Maafkan Rani yang terlalu cemburu." ucap ku lirih dengan tatapan penuh harap ke Rey
Kembali terlihat senyuman di wajah Rey. Rey memberhentikan mobil nya secara tiba-tiba ke sisi tepi jalan. Menatap dalam kedua bola mata ku. Rey mencium pelan bibir ku, melumat nya sampai bibir ku benar-benar basah. Beberapa menit telah berlangsung, Rey masih enggan melepas kan bibir nya itu.
"Maafkan kakak yang tidak pulang tadi malam. Karna kakak hampir menabrak seseorang sepanjang perjalanan pulang kerumah." ucap Rey memulai pembicaraan
"Menabrak?" tanya ku terkaget
"Iya, seorang perempuan. Dia seorang pekerja kakak di kantor. Sedang di kejar 3 orang lelaki. Karna dia tahu seseorang yang memalsukan produk itu siapa." Bicara Rey lirih, berharap Rani mempercayai
"Tapi perempuan itu bagaimana, dia selamat?" tanya ku mulai panik
Rey mengangguk, membuat ku sedikit lega mendengar nya.
"Jadi bau parfum itu...?" tanya ku terpotong
"Kakak menggendong nya membawa masuk ke dalam mobil karna dia pingsan dan terjatuh di depan mobil kakak." ucap Rey cepat
"Kakak menjaga nya semalaman di rumah sakit, tadi pagi kakak sudah mengantar nya pulang ke rumah." Lanjut Rey menceritakan yang sebenar nya terjadi
"Siapa nama perempuan itu?" tanya ku penasaran
Rey sama sekali tak menjawab, mengalihkan pandangan ke arah lain. Rey kembali melaju kan mobil nya mengantar ku ke kantor.
Baik lah, tidak masalah. Aku mempercayai yang di katakan Rey. Tapi perempuan itu, dan Rey rela tidak pulang menjaga nya semalaman di rumah sakit.
Bukan sifat nya sama sekali yang peduli terhadap orang lain begitu saja kecuali keluarga nya sendiri. Bukan kah selalu nya dia menyuruh Fandi yang menjaga nya seperti yang sudah-sudah.
Aku sedikit merasa aneh, apa lagi dengan bau parfum itu, aku seperti pernah mencium nya di kantor Rey.
Tapi siapa?
"Sayang." panggil Rey memecahkan lamunan ku
"Ya." jawab ku masih dengan pandangan tak pasti
"Sudah sampai, Rani tidak akan turun." tanya Rey tersenyum
Ya ampun, ini sudah di depan kantor ku bekerja. Bagaimana aku bisa sebingung ini sekarang. Aku sih, terlalu banyak memikirkan yang aneh-aneh.
"Baik lah, terimakasih kak." ucap ku dan berlalu ingin turun
Rey menarik tangan ku pelan yang hendak membuka kan pintu mobil.
"Apa lagi?" tanya ku kebingungan
"Sabuk pengaman nya di lepas dulu." ucap Rey masih tersenyum
Owh ya ampun, kenapa aku begitu ling-lung sekali sekarang. Rey melepas kan sabuk pengaman nya, aku hanya mampu tersenyum saja.
"Sayang." sahut Rey lagi
Aku seperti nya tidak akan bisa turun dari mobil kali ini. Rey bertubi-tubi menahan ku. Kembali aku membalikkan badan ke arah nya itu.
Tatapan nya manis sekali. Ih, Kakak gatal lah, terpaksa aku mencium nya sekali di pipi. Dan secepat nya akan turun.
"Sayang." panggil Rey lagi yang membuat ku sudah semakin kesal
"Iyaaaa" jawab ku menghela nafas panjang dan menoleh ke arah nya kembali
"Nanti pulang nya kakak jemput." ucap Rey lirih dan mengedipkan mata ke arah ku
Aku tersenyum dan beranjak turun secepat nya. Boss akan memarahi ku kali ini, aku sudah telat 15 menit ke kantor.
Aduh, mati aku.
BERSAMBUNG...