
***
"Selamat pagi mama." sapa Rey melihat mama nya di ruang makan sedang memotong-motong apel.
"Pagi sayang." sahut mama lembut.
"Awal bangun, mana Rani?" lanjut mama bertanya.
"Ada ma, lagi berpakaian." sahut Rey singkat.
"Jam berapa semalam mama pulang?" tanya Rey lagi.
"Eum jam 12, kamu nggak ke kantor hari ini." kembali mama bertanya.
"Nggak ma, hari ini Rey dan Rani siap-siap pindah ke rumah sendiri."
"Secepat itu akan pindah." ujar mama bersedih.
"Yah, kan mama tahu kita udah lama kali tinggal disini." sahut Rey menjelaskan.
"Ya tapi mama senang Rey dan Rani tinggal di sini, untuk selama nya pun mama oke." ujar mama tersenyum.
"Bukan gitu juga ma, Rey juga ingin seperti yang lain mereka sudah menikah tinggal bersama dan bisa hidup mandiri." ujar Rey kembali menjelaskan.
"Iya, iya mama ngerti kok, hehe." sahut mama tersenyum.
"Sayang sini sarapan dulu." ujar Rey melihat Rani melangkah ke arah ruang makan.
***
Hari semakin sore, mobil melaju cepat. Perjalanan yang melelahkan.
"Kak, kita kemana ini sebenarnya, ini bukan jalan ke rumah yang akan kita tempati." Rani membuka pembicaraan.
"Udah sayang diam aja, kalau sayang ngantuk sayang tidur aja, entar dah sampai kakak bilang." sahut rey santai.
"Ya tapi ini bukan arah ke rumah kita." jawab Rani kembali meyakinkan.
Rey tak menjawab. Hanya tersenyum melihat tingkah Rani.
"Kita sampai." ujar Rey tiba-tiba sudah memarkirkan mobil nya di depan rumah yang lumayan besar itu.
"Kak... bukan nya rumah kita di..." ujar Rani melihat ke arah rumah di depan nya itu.
"Ini rumah baru kita sayang, sayang suka?" tanya Rey tersenyum.
"Iya suka, tapi rumah yang di pondok sari sana yang pernah Rani singgah waktu itu, bukan nya kita akan tinggal disana?" tanya Rani mulai penasaran.
"Rumah itu terlalu kecil untuk kita tempati, jadi kakak menjual nya dan membeli rumah ini." sahut Rey menjelaskan manja.
Rani tersenyum dan memeluk Rey.
"Terimakasih kakak." ujar Rani sangat manja.
"Iya sayang, ini kunci nya sayang yang buka kan pintu nya."
"Iya." sahut Rani tersenyum manja.
***
"Sayang, udah biar disitu aja dulu baju-baju nya biar nanti kakak masuk kan ke lemari." ujar Rey melihat Rani yang tak berhenti berkemas-kemas sedari tadi.
"Sini makan dulu, kakak dah masak tadi." ujar Rey.
"Kakak masak apa?" tanya Rani melihat ke Rey dan melangkah mendekati suami nya.
"Hanya mie, hehe. Ini sayang makan dulu" sahut Rey tertawa.
"Sejak kapan kakak pandai masak mie? hehe." tanya Rani bercanda.
"Eum, sejak hari ini hehe. Gimana, enak?" tanya Rey berharap.
"Eum, gimana ya? di bilang enak nggak juga di bilang nggak enak pun nggak enak-enak kali, hehe." jawab Rani bercanda.
"Hu pasti enak tu kan, lihat aja itu makan nya gitu, hehe." timpal Rey kembali bercanda.
"Iya iya enak. Entar kalau sewaktu-waktu Rani mau makan mie Rani suruh kakak buatkan ya, hehe."
"Iya sayang, sip." sahut Rey dan mencium kening Rani.
***
Pagi yang cerah. Rey dan Rani masih tertidur di balik selimut. Suara bel di depan membangunkan mereka, menerka-nerka siapa yang datang sepagi itu.
"Kak, buka kan pintu lah." pinta Rani masih memenjamkan mata.
"Udah sayang aja yang buka, kakak masih ngantuk kali." ujar Rey kembali menutup tubuh nya dengan selimut.
"Kak, bangun lah. Rani takut, kita baru juga tadi malam tinggal di rumah ini masa sepagi ini sudah datang tamu sih, kak cepat lah bangun." setengah berteriak Rani bicara dan menggerak-gerak kan tubuh Rey.
"Zzzzz" dengkuran Rey.
"Ih, pemalas." gumam Rani kesal.
Bel tak berhenti berdenting. Rani merapikan rambut nya dan turun membuka kan pintu.
"Maaf anda mencari siapa ya?" tanya Rani sedikit ketakutan melihat wanita paruh baya berdiri di depan nya dengan tas di tangan.
"Maaf Nyonya, benar ini rumah Tuan Rey? saya pembantu baru di sini. Nama saya Ati, nyonya boleh panggil saya Bik Ati" jawab wanita tersebut.
"Owh, maaf Bik Ati saya tidak tahu soal nya suami saya nggak bilang kalau Bik Ati akan datang hari ini." sahut Rani sopan.
"Mari Bibik masuk dulu." ajak Rani masuk ke dalam rumah.
"Ya Nyonya terimakasih."
"Jangan panggil saya Nyonya, Bibik panggil saya dengan nama saja." ujar Rani memperjelas.
"Eh saya tidak berani Nyonya, eh maaf maksud saya... Nona. Saya panggil Nona saja." ujar Bik Ati
"Ya sudah terserah bibik saja, maaf Bik rumah nya masih berantakan, mari bibik duduk dulu" ujar Rani tersenyum.
"Iya, eh tidak apa-apa, bibik akan membereskan semua nya aja sekarang." jawab Bik Ati
"Tapi bibik baru aja sampai, istirahat dulu." pinta Rani sopan.
"Tidak apa-apa bibik sudah terbiasa."
"Ya sudah bik, saya ke kamar sebentar." Ujar Rani dan berlalu pergi.
BERSAMBUNG...