
***
Pagi ini, seperti biasa satu keluarga sedang sarapan pagi. Suasana sunyi, tidak ada yang memulai perbincangan baik dari mama atau pun papa, apalagi Rey yang terlihat sangat nikmat menyantap sarapan pagi nya.
"Tuan seseorang mencari Tuan muda Rey" ucap Bik Sum memberitahu Rey.
"Sudah Bibik suruh masuk tapi tidak mau, dia menunggu di luar di taman samping rumah" Lanjut Bik Sum.
"Baik lah Bik" Jawab Rey dan meletakkan sendok kembali dan menyudahi sarapan nya.
"Siapa Rey?" tanya Papa ingin tahu.
"Entah lah Pa, Rey akan pergi melihat dulu." jawab Rey.
Rey bergegas melangkah ke luar untuk menemui seseorang yang di bilang Bik Sum itu.
"Nia, selesaikan makan dulu, Mama dengan Papa akan berangkat bekerja" ucap Mama melihat ku yang celingak-celinguk mencari dan melihat siapa yang datang menemui kak rey pagi-pagi.
"Ya ma..." jawab ku.
"Ayuk Pa kita berangkat sekarang" Mama dengan Papa beranjak pergi berangkat ke kantor.
Mama mencium kening ku dan terus pergi.
Aku sedari tadi hanya masih saja celingak-celinguk ke sana kemari. Dan kini aku pun menyudahi sarapan dan beranjak mengintip lewat gorden jendela ke halaman samping rumah.
Siapa yang ditemui kakak kenapa orang nya tidak terlihat, pikir ku dalam hati.
Terlihat Bik Sum sedang membawa minum untuk mereka, aku terus memanggil Bik Sum dan meminta agar aku saja yang membawa kan nya untuk mereka. Bik Sum melarang takut Rey akan marah, karna dirumah ini Rania tidak boleh bekerja, apa pun itu.
Rania tetap tidak peduli dan terus saja mengambil nya di tangan Bik Sum, terus berlalu pergi. Bik Sum sudah tak mampu mengoceh lagi, semakin Bik Sum mengoceh semakin banyak yang di ocehi balik sama Non Rania.
Rania keluar dan menghidangkan minuman itu ke arah Kak Rey dan kawan nya yang ternyata lelaki.
gumam ku dalam hati.
"Kenapa Rani yang mengantar, Bik Sum mana?" tanya Kak Rey kesal.
"Sory lah kak, Bik Sum tadi sakit perut dan menyuruh Rani mengantar, hehe" jawab ku mencari alasan.
Terlihat Bik Sum melambai-lambaikan tangan nya ke arah Rey seakan mengatakan kalau Bik Sum tak bersalah tapi Rania yang keras kepala ingin mengantarkan nya.
Ya ampun Bik Sum ini pula, kenapa malah di situ. Aduh mati aku ketahuan kalau aku diam-diam mencemburui nya. gumam ku lagi di dalam hati.
Kini Rey hanya terlihat tertawa melihat tingkah adik nya Rania.
"Ini adik perempuan mu Rey?" tanya Faiz kawan Rey.
"Iyah" jawab rey datar
"Kau tidak pernah bercerita punya adik yang sangat cantik, imut-imut dan sexy seperti ini" puji Faiz sambil menatap Rania dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Rani cepat masuk." pinta Rey yang sudah terlihat kesal dengan yang dikatakan Faiz.
Rani paham kalau kakak nya sudah tidak suka keberadaan nya disana, dan Rani terus berlari masuk ke rumah.
Faiz terus saja mengalih-alihkan pembicaraan nya ke tentang Rania kali ini, Rey sudah terlalu jenuh menjawab nya.
"Kamu kalau tidak ada hal lagi boleh balik sekarang, Aku masih ada urusan" ucap Rey yang mulai sangat kesal dan terus berlalu masuk ke dalam rumah.
"Hey Rey, kita belum selesai membahas kontrak itu" jawab Faiz telat karna rey sudah duluan beranjak masuk.
BERSAMBUNG...