
***
"Rania..." panggil Mama memecah kan lamunan ku.
"Maa... mama sudah pulang" jawab ku manja.
"Kenapa ni, kok termenung anak mama" tanya mama lagi.
"Tidak ada, Nia hanya sedang memberi makan ikan saja" jawab Nia yang duduk di sisi kolam ikan.
"Nia oke?" tanya mama lagi, mungkin karna kemarin saat mama dirumah aku tidak keluar-keluar kamar jadi mama menanyakan nya.
"Nia oke ma, hehe" jawab ku tersenyum.
"Kak Rey mana? mama belum melihat nya sejak pulang tadi" tanya mama lagi.
Kak Rey. Kemana kakak ya, aku pun tidak tahu, setelah kejadian pagi tadi aku belum bertemu lagi dengan nya. Kata nya sih kakak tidak bekerja hari ini atau kakak masih dikamar nya ya, apa kakak sakit. Pikir ku yang belum menjawab mama.
"Maa... sudah pulang" Panggil Rey berdiri di depan pintu samping rumah.
"Iya, baru juga mama pulang" jawab mama tersenyum.
"Papa mana?" tanya Rey lagi melihat sekitar.
"Papa ada urusan, tadi setelah mengantar mama langsung pergi lagi" jawab mama.
"Owh" jawab Rey lagi dan berjalan menuju ke arah mama dan Rania.
"Rey, teman kan Nia, mama mau mandi dulu" pinta mama sambil menepuk pundak rey dan berlalu pergi.
"Ya ma" jawab Rey datar.
Kini Rey memandang Rani tak memindah-mindahkan pandangan nya ke arah lain, terus saja menatap Rani dan membuat Rani salah tingkah.
Rani sudah tak tahan dipandang terus sama kakak nya.
"Sekarang katakan apa yang kakak lihat?" tanya ku yang sedikit agak aneh dengan pertanyaan nya sih.
Rey tertawa menutup mulut nya, dan melihat sekitar memastikan tidak ada orang yang akan melihat dan mendengar nya menjawab pertanyaan Rani.
Aku yang masih sedang memberi makan ikan tak peduli yang dilakukan Rey.
"Mata nya, bibir nya" jawab rey sedikit menggoda.
"Hanya itu saja?" tanya ku lagi.
"Tidak" jawab Rey lagi
"Lalu apa lagi? katakan lah" ucap Rani sangat manja dan beralih menatap Rey.
"Hati nya. Apakah ada ruang untuk kakak disana?" tanya Kak Rey menunjuk jari nya ke arah dada ku dengan serius dan mata menatap ku dengan penuh harap.
Aku kembali memindahkan pandangan ku ke arah lain. Kini Rey memindahkan makanan ikan yang ditangan ku meletak kan nya ke sisi lain. Kini Rey memegang kedua tangan ku erat, dan menatap mata ku dalam-dalam, aku hanya mampu menuduk kan kepala. Tapi Rey kembali mengangkat dagu ku, dan kini kami saling pandang mata antara satu sama lain.
"AAAAAW " Bik Sum teriak dengan mata memenjam tak ingin melihat yang sedang kami lakukan, dan terus membalik kan arah untuk pergi.
Aku dan Rey terkaget dan saling menatap beberapa detik.
Mati aku, pikir ku dalam hati.
"Biiik, berhenti. Dan kemari lah" panggil Rey dan Bik Sum menurut berjalan mendekati mereka.
Mata Bik sum menunduk mungkin malu sudah melihat perlakuan kami yang tak senonoh tadi, bukan kah kami yang seharus nya malu Bik. Aku sudah tak tahu harus membuang muka kemana.
"Bibik pernah muda?" tanya Rey sambil sesekali tatapan nya melihat ku.
"Pernah" jawab Bik Sum datar
"Bik Sum pernah ciuman kan?" tanya Rey lagi
"Pernah pernah, eh pernah" sambil terkaget-kaget dengan jawaban nya sendiri karna Rey menanyakan hal aneh.
"Bukan sama Pak Uki kan?" tanya Rey lagi yang terlihat semakin gila dengan pertanyaan-pertanyaan nya ke Bik Sum.
Jauh di dalam hati kecil ku kini aku ingin tertawa terbahak-bahak dengan setiap pertanyaan nya Rey kepada Bik Sum.
"Bukan, Eh bukan bukan" jawab Bik Sum yang kini sudah melatah.
Rey tertawa, dan kembali melanjutkan bicara nya.
"Baik lah Bik. Bibik cukup tutup mulut saja tidak mengadu yang tidak-tidak ke mama papa" Lanjut Rey bicara.
"Tapi Tuan ini..." jawab Bik Sum membantah.
"Baik lah kalau mau selamat dari kemarahan Pak Uki malam ini sih" jawab Rey lagi yang sebenar nya dia menahan tawa.
"Jangan lah Tuaaan, Baiklah Bik Sum tidak akan bilang. Tapi lain kali kalian berhati-hati lah dan jangan suka bermacam-macam." jawab Bik Sum lagi dan kini pergi dari tempat kami yang masih sedang duduk.
Kini tatapan Rey kembali menatap ku dan tersenyum kecil, dan aku pun sama membalas senyum nya itu.
"Jadi bagaimana?" tanya Rey lagi.
"Bagaimana??" aku telihat bingung.
"Iya, Bagaimana?" tanya Rey lagi dengan mata melotot penuh harap.
"Apa??" tanya ku lagi yang semakin bingung.
Dan terlihat Rey memukul jidat nya sendiri. Pasti pikir nya kenapa aku tidak nyambung.
Hehe, aku sebetul nya nyambung sih cuma mau melihat sejauh mana kakak akan berjuang untuk ku.
BERSAMBUNG...