
PRC group Manchester, ruang kerja Natasha
Natasha menatap pria yang duduk di hadapannya dengan perasaan gelisah yang berusaha ditutupinya. Seminggu usai Poppy mengatakan bahwa Taufan Abisatya terpilih menjadi manajer di PRC group, Natasha memanggil pihak HRD.
Pihak HRD pun memberikan hasil test Taufan yang memang qualified di bidang pekerjaan yang ditawarkan apalagi pria itu gemblengan Giandra Otomotif Co dan Hoshi sendiri.
Natasha membutuhkan waktu seminggu untuk berhadapan dengan Taufan apalagi selama satu Minggu ini, Taufan tidak menemui dirinya sama sekali.
Entah apa yang ada di benak Taufan yang tidak menemui Natasha sama sekali membuat gadis itu bertanya - tanya.
"Apa kabar Taufan?" tanya Natasha basa basi.
"Alhamdulillah baik. Ada apa Nat kamu memanggil aku?" wajah Taufan tampak biasa saja tanpa ada ekspresi seperti sebelumnya. Tidak ada tatapan penuh cinta seperti biasanya.
Natasha sedikit terluka ketika mendengar nada bicara Taufan yang seolah mereka bukan sepasang kekasih. Apa Taufan sudah tidak mau dengan aku setelah kejadian itu?
"Ehem. Aku ingin memberitahukan bahwa posisi manager di PRC group Manchester ini akhirnya menjadi milik kamu. Pihak HRD sudah memberikan hasilnya dan memang kamu yang sesuai dengan qualified yang kita cari."
Taufan tersenyum. "Terima kasih, Miss Neville. Saya merasa terhormat bekerja di PRC group Manchester."
Natasha melongo. Miss Neville? Seriously?
"Kamu panggil aku apa?" tanya Natasha yang merasa aneh dipanggil seperti itu oleh kekasihnya. Apa kami masih sepasang kekasih?
"Miss Neville. Bukankah Anda boss saya?" jawab Taufan tenang. "Dan kita masih di kantor dan jam kerja."
Natasha semakin tidak nyaman dengan cara berbicara Taufan. "Seriously Fan. Kamu kenapa?"
"Saya tidak apa-apa, Miss Neville. Apa ada lainnya?"
Natasha menggeleng. "Kamu datangi bagian HRD dan efektif per hari ini kamu bekerja disini."
Taufan pun berdiri lalu mengulurkan tangannya. "Saya senang bisa bekerja disini bersama anda, Miss Neville."
Natasha menjabat tangan Taufan dan lagi-lagi dia terluka karena jabatan itu benar-benar resmi, tidak ada genggaman lembut ataupun usapan dari jempol Taufan.
"Semoga anda betah bekerja disini." Natasha pun akhirnya merubah sikapnya menjadi formal.
"Tentu saja." Taufan mengangguk hormat lalu pergi meninggalkan Natasha yang masih bingung dengan sikap pria itu yang berubah 180°.
***
Konsentrasi Natasha berantakan setelah melihat ekspresi dan sikap Taufan yang berbeda jauh dengan berapa bulan terakhir. Pria itu seperti tidak dapat tergapai, dingin dan seolah tidak ada perasaan apapun pada Natasha.
Apa Taufan berubah pikiran? Hingga tidak menemuinya? Sejujurnya Natasha tadi bahagia bisa melihat Taufan kembali tapi melihat sikap pria itu, Natasha meragukan perasaan Taufan sama dengan dirinya.
Ya sudah kalau memang seperti itu maumu Fan, aku akan melepaskan mu. Natasha merasa apa yang diucapkan oleh Taufan saat peristiwa di dapur itu hanyalah dorongan na*fsu semata saat memintanya untuk menikah dengannya.
Natasha menghela nafas panjang berulang kali. Maaf Dad, sepertinya aku tidak akan menjadi seorang pengantin.
Natasha menepuk pipinya berulang kali agar tetap semangat.
"Semangat Natasha! Pria itu bukan hanya Taufan Abisatya semata!" teriaknya. Beruntung ruang kerjanya kedap suara jadi tidak ada yang mendengar suaranya.
Natasha mulai melanjutkan pekerjaannya.
***
Sebulan kemudian ...
Natasha datang ke kantor dengan semangat karena hari ini akan diadakan tender pembangunan sebuah rumah sakit di pinggiran kota Bury yang masih dekat dengan Manchester. Bury adalah kota tempat kelahiran opa buyut Natasha, Alex Neville yang memang asli Inggris.
Pagi ini Natasha melakukan meeting terlebih dahulu sebelum pergi melakukan tender. Semua pihak sudah bersiap sejak jam delapan pagi karena sejak kemarin, Natasha sudah meminta mereka semua ready termasuk dengan Taufan.
Natasha pagi ini mengenakan gaun model Sabrina bewarna putih dan sebuah kalung emas berada di leher jenjangnya.
Duh neng, dandannya ...
Rambut coklatnya disanggul model Perancis membuat semua pegawai pria di PRC group terpesona dengan kecantikan bossnya tak terkecuali Taufan yang harus menahan emosinya melihat Natasha berdandan seperti itu.
"Selamat pagi. Sebelum saya nanti berangkat ke kantor tata kota Manchester untuk mengajukan tender, ada baiknya kita persiapan dulu. Berikan semua laporan yang saya minta kemarin."
Semua bagian memberikan laporan baik dari keuangan, desain interior, sipil dan marketing. Taufan hanya menatap tajam ke arah Natasha yang seolah mengacuhkan tatapan itu.
Sialan kau Natasha! Kenapa harus dandan secantik itu sih!
***
Jam sembilan pagi meeting pun usai, Natasha bersiap pergi untuk tender dan kali ini dia mengajak Taufan sebagai kepala manajer marketing.
"Sini aku yang nyetir!" pinta Taufan dengan nada judes ke Natasha yang bingung. "Mana kuncinya Nat?"
Natasha tersenyum tipis. Sudah lama dirinya tidak dipanggil 'Nat' oleh Taufan.
Gadis itu menyerahkan kunci mobil Tesla nya. Taufan lalu mengambil kunci itu dan menghela masuk bossnya ke dalam mobil warna merah itu.
Di dalam mobil, Taufan menstater mobil itu dan segera melajukan menuju kantor tata kota. Natasha hanya diam saja sambil melirik bagaimana pria itu menahan amarah. Gadis itu hapal gerak gerik Taufan apalagi mereka pernah lama tinggal bersama.
Untuk bertanya, Natasha memutuskan untuk nanti saja usai mereka melakukan tender. Tak lama mobil yang membawa mereka pun tiba di kantor tata kota dan Taufan dengan wajah dingin menggandeng tangan Natasha usai keluar dari mobilnya membawa masuk ke gedung pertemuan disana.
***
Tender itu berlangsung alot tapi akhirnya PRC group berhasil mendapatkannya dan tentu saja Natasha tampak sumringah karena bisa membawa PRC group menjadi perusahaan kontraktor yang mumpuni.
Taufan tersenyum saat melihat wajah berseri Natasha usai penandatanganan perjanjian kerjasama antara walikota Manchester dan PRC group.
Usai acara disana, Natasha dan Taufan bersiap-siap pulang yang lagi-lagi tangan Taufan menggandeng tangan gadis itu menuju parkiran mobil tempat Tesla miliknya berada.
"Masuk Nat" Taufan membukakan pintu mobil bewarna merah itu. Natasha pun menurut. Taufan langsung membawa mobil itu menuju ke sebuah taman kota yang agak ramai di jam dua siang ini.
"Kamu mau fish and chips? Disitu ada yang jual." Taufan menunjukkan kios makan kecil.
"Mau. Kan kita belum makan dari tadi."
"Kita makan di mobil saja ya?" Natasha mengangguk dan Taufan pun turun dari mobil untuk memesan makanan khas Inggris itu.
Tak lama Taufan membawakan makanan yang berupa potongan ikan dory atau kakap dilapisi batter atau adonan tepung dan kentang goreng plus saus tartar.
"Tampaknya enak" senyum Natasha.
"Nat..."
"Ya?"
Taufan menyingkirkan piring berisi makanan itu ke jok belakang lalu menatap Natasha dengan wajah kesal.
"Ada apa Fan?"
"Kamu jangan berdandan seperti ini!"
" Kenapa?"
"Karena aku dibuat berantakan!" Taufan lalu Melu*mat bibir Natasha.
***
Kayaknya enak nyemplung panas-panas gini gak?
Gambar diatas cuma bonus.
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️