My Boyfriend Is Not a Trans Gender

My Boyfriend Is Not a Trans Gender
Cerita ke Arya



David meringis melihat tatapan tajam dari calon mertuanya. Kini di ruang VIP hanya ada Arya, Amberley, Anandhita dan Anarghya yang membutuhkan jawaban dari seorang David Hakim Satrio.


"Papa mau tanya apa dulu?" tanya David sambil meringis menahan sakit hasil operasi akibat efek bius yang diberikan Anarghya sudah mulai berkurang.


"Ogan Abi bilang apa?" tanya Arya penasaran sebab dia masih ABG saat Ogan dan Omanya meninggal.


"Opa bilang aku disuruh pulang, dibilang polisi kampret juga..."


Tanpa diduga Arya dan Anarghya tertawa terbahak-bahak.


"Ya ampun, Ogan julidnya nggak hilang-hilang" gelak Arya.


"Wah kalau opa buyut masih ada, bisa kompak aku. Satu server!" kekeh Anarghya membuat David cemberut.


"Lalu apa lagi?" tanya Amberley mengacuhkan dua pria yang masih tertawa geli.


"Aku nggak belok Pa. Aku tuh lagi menyamar tadi. Lalu Opa buyut bilang setuju kamu pacaran sama Amaranggana, Ga."


Anarghya melongo. "Opa bilang gitu?"


Arya dan Amberley terkejut. "Kamu pacaran sama Amara?" seru keduanya.


"Iya" cengir Anarghya.


"Kris dan Kirana tahu? Bara dan Gendhis?" tanya Amberley.


"Tahu tapi diam-diam sih karena kami merasa gimana pacaran dengan saudara tapi hati tidak bisa berbohong" jawab Anarghya.


"Tidak ada masalah sih karena kalian tidak ada hubungan darah." Arya menatap keponakannya.


"Lalu Opa bilang apa lagi?" tanya Anandhita.


"Opa merestui kita Dit" senyum David.


"Hohoho, Opa restui tapi papa harus tahu alasan kamu jadi banci!" pendelik Arya galak.


"Iya, Dave. Kamu hutang penjelasan" sambung Amberley.


David menghela nafas panjang. "Ini bakalan lama..."


Arya menarik kursi dan duduk di sebelah tempat tidur David. Tubuhnya disenderkan ke kursi sembari bersedekap menatap calon menantunya.


"Papa punya banyak waktu."


***


Berita tentang penembakan diluar Nightclub berhasil di take down oleh Bryan Smith dan putranya Benjiro yang kuliah di MIT seperti ayahnya. Hanya keluarga besar Anandhita yang mengetahui bahwa David ditembak oleh orang tidak dikenal dan dua anak buah Arya yang berusaha mengejar, gagal mendapatkan pelaku.


Pihak kepolisian sendiri diminta menutup semua akses dan hanya tim kecil David yang berada di TKP untuk mengolahnya.


***


Hideo Kojima Park yang sedang menemui Bima untuk membicarakan bisnis, sama-sama terkejut mendengar David ditembak.


"David ditembak?" ucap Hideo ketika membaca notifikasi ponselnya.


"Pasti gara-gara usut kasus tuh bocah!" ucap Bima. "Aku akan besuk nanti sore. Kamu datang?"


"Datang nanti bareng Fayza."


"Bagaimana kamu Hideo? Sudah bisa akur dengan Oom Ashley?" tanya Bima.


"Alhamdulillah. Meskipun harus benar-benar meyakinkan setiap saat karena tahu sendiri kan kita gimana" senyum Hideo.


"Kamu beneran siap mati saat ditodong sama Oom Ashley?" tanya Bima mengingat bagaimana dia harus ikut gegeran dengan mafia silver shining bahkan di klan Pratomo ada korban luka.


"Aku tahu perasaan Papa karena aku juga seorang ayah sekarang tapi anakku laki-laki. Pasti sangat berbeda jika itu anak perempuan, bungsu, amnesia, aku paksa nikah dan hamil ... " Hideo tersenyum miris. "Aku bejat sekali ya Bim."


"Well, kita punya dramanya sendiri, H" senyum Bima.


"Setidaknya Tuti sudah menghajarmu" gelak Bima mengingat bagaimana istri Rama itu membanting Hideo dan menghajarnya ketika tahu suaminya kena tembak.


"Keluarga kalian itu bar-bar" kekeh Hideo. "Thanks Bim. Kalian bisa menerima aku."


"Aku pun dulu di posisi yang sulit masuk ke keluarga jeng Arimbi tapi ya dasar aku bondo nekad jadi papi, Opa Ghani dan almarhum Opa Raka mau tidak mau Nerima aku lah!" cengir Bima. "Lagipula, kamu kan juga cinta mati sama Fayza kan?"


"Aku mencintai Fayza amat sangat bahkan aku akan melindungi dirinya dan Shinichi dengan nyawaku."


"Itu yang diminta oleh Oom Ashley."


***


"Jadi pembunuh berantai ini sudah membunuh tujuh orang?" tanya Arya.


"Iya pa. Dan tersangka yang aku curigai adalah dokter Farah Aulia dan dokter Rizal Lee" ucap David.


"Dan semuanya dimulai dari Singapura menurut mu?" tanya Anarghya. "Apakah sama dengan kecurigaan ku bang?"


"Itu yang masih digodok oleh Jimbong dan Toro. Kami baru bisa mengaitkan korban keempat itu dengan dokter Farah karena korban Cecep Sutisna aka Calista adalah sepupu dokter Farah."


"Lalu tiga waria itu bagaimana sekarang?" tanya Amberley.


"Ada Fajar yang menjaga mereka. Randy, Jimmy dan Toro bisa kok mengolah TKP aku" jawab David.


"Kamu semalam ngapain pergi ke Nightclub itu?" tanya Arya.


"Aku mencari petunjuk yang mengatakan pernah melihat dokter Rizal kesana. Aku tidak mungkin nongol dengan menunjukkan tanda pengenalku karena mereka pasti akan tutup mulut jadi aku menyamar lah tapi aku semalam memang tidak ada backup karena aku rasa Nightclub itu bukan di zona panas kasus" papar David.


"Untung kami pas lewat! Kalau nggak, di alam sana habis kamu dihajar Ogan Abi!" sungut Arya kesal mendengar David ceroboh.


"Iya Papa, David yang salah." David pun menunduk.


"Bang, apa elu ingat siapa dan apa orang yang nembak elu?" tanya Anarghya.


"Pakai masker hitam, kacamata hitam, Hoodie hitam dan aku tidak jelas siapa dia... Damn!" David mengumpat.


"Kenapa mas?" tanya Anandhita.


"Look, aku kan saat itu menyamar menjadi waria dan mama baru tahu itu aku saat di mobil kan?" David menatap Amberley.


"Iya, kalau mama nggak lihat dekat, mama nggak tahu kalau itu kamu."


"Tapi kok yang nembak aku tahu siapa aku."


"Hah?" Semua orang disana terkejut.


"Ga, kamu awalnya juga nggak tahu itu aku kan waktu masuk kamar operasi?" David menatap Anarghya.


"Iya. Pas aku masuk ruang operasi, elu kan masih make up lengkap."


"Orang itu sebelum nembak aku, manggil 'David Hakim Satrio' dan nama lengkap pula.!"


Semuanya terdiam mendengar fakta yang barusan mereka terima.


***


Yuhuu Up Malam Yaaaa


Lanjut Besok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️