My Boyfriend Is Not a Trans Gender

My Boyfriend Is Not a Trans Gender
Pola Pikir Taufan



"Bagaimana Natasha?" tanya Mark dari seberang sana ke Taufan. Ayah Natasha itu menelpon saat jam menunjukkan pukul satu malam waktu Manchester yang berarti jam tujuh pagi di Surabaya.


"Alhamdulillah sudah luluh, Mr Neville."


"Kapan kamu akan melamar putriku? Meskipun aku mengijinkan kamu tinggal satu apartemen dengan Natasha tapi tetap saja aku tidak tenang."


"Saya menunggu sampai Natasha benar-benar pulih Sir karena dia masih terasa sakit jika berjalan agak cepat."


"Kamu jangan macam-macam Fan!"


"Ya Allah, tidak Mr Neville. Saya tidak seperti itu." Cuma ciuman kan nggak papa ya papa mertua?


"Saya pegang kata-kata kamu ya Fan."


"Yes Sir."


***


Usai menjalankan ibadah paginya, Taufan pun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Natasha. Hari ini rencananya dia ingin membuat nasi goreng mentega yang tidak terlalu gurih. Pria itu mengambil nasi yang disimpannya di kulkas untuk dihangatkan di suhu ruang.


"Kalau cuma nasi goreng mah udah biasa" gumam Taufan sambil menyiapkan semua bumbu-bumbunya. Beruntung Natasha juga suka memasak jadi bawang merah, putih dan Bombay ada semua.


Sambil bersenandung Taufan membuat nasi goreng mentega lengkap dengan ayam potong dadu, telur dadar, wortel dan kacang polong.


"Bahagia tampak?"


Taufan menoleh dan tampak Natasha sudah segar dan cantik meskipun tidak menggunakan make-up.


Mengenakan sweater bewarna ungu, rambut pirang kecoklatan Natasha dibiarkan tergerai menbuat Taufan ingin membelitkan jemarinya di rambut tebal itu.



"Bahagia lah Nat. Bisa memasakkan makanan untuk orang tersayang itu sangat bahagia dan menyenangkan" ucap Taufan sambil meletakkan nasi goreng buatannya.


"Nasi goreng mentega?" tanya Natasha.


"Tidak suka?" tanya Taufan.


Natasha menggelengkan kepalanya. "Namanya tidak tahu terima kasih, sudah dimasakin masih komplain."


"Aku sengaja tidak terlalu asin membuatnya karena kamu kan masih proses pemulihan. Apalagi kita masih harus kontrol pagi ini."


Natasha mengangguk. "Hampir lupa kalau aku hari ini harus kontrol."


Natasha memicingkan matanya. "Fan, kalau kamu cuti lama gini, apa tidak dipecat mas Hoshi?"


"Ya aku akan standby di rumah sama kamu. Biar aku jadi bapak rumah tangga" cengir Taufan sengaja menggoda Natasha.


Natasha cemberut. "Ga jadi aku sama kamu!"


"Lho kok?"


"Siapa juga perempuan yang mau punya pasangan tidak mau bekerja?"


"Lho aku tuh kerja juga Nat. Bersih-bersih rumah, masakin, cuci baju, nyetrika, menyiapkan air panas untuk istri mandi kalau sudah sampai di rumah dari kantor. Suami idaman kan aku?"


"Dimana-mana, suami yang cari nafkah Fan."


"Tidak selalu. Ada kalanya istri lebih pintar mencari uang dan sebagai suami jika belum mendapatkan pekerjaan, harus tahu diri. Jangan istri banting tulang, suami malah ongkang-ongkang kaki tidak mau membantu pekerjaan rumah. Dalam pernikahan itu memang suami kedudukannya sebagai nahkoda kapal tapi kalau situasinya berbeda, harus ada kompromi antara keduanya."


"Maksudmu?"


"Maksudku, dalam pandangan aku, suami istri itu kedudukannya sama. Tidak ada aku, tidak ada kamu, yang ada itu kita. Bagaimana rumah tangga itu bisa langgeng karena kita yang membuatnya langgeng. Apalagi kalau sudah ada anak, akan lebih tertantang."


"Apakah itu teori kamu dalam berumah tangga?" tanya Natasha penasaran.


"Bukan teori sayang, tapi sudah janji diri aku sendiri." Taufan menatap mesra ke Natasha. "Meskipun lelah pulang kerja, jika aku bisa bantu pekerjaan rumah tangga, akan aku jabani. Aku tidak malu bekerja seperti kamu di rumah karena aku tahu bersih - bersih rumah sering tak ada habisnya."


"Kamu tidak tertarik memanggil pembantu?" pancing Natasha.


"Buat apa? Justru lebih seru membersihkan bersama-sama karena banyak manfaatnya kok. Satu irit uang pembantu, kedua membuat hubungan suami istri makin dekat."


Natasha hanya terdiam mendengar ucapan Taufan. Kita lihat saja jika sudah menikah, apakah benar-benar dilaksanakan atau tidak.


Gadis itu lalu menyantap nasi gorengnya dan menghabiskannya.


***


Yuuuhhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️