My Boyfriend Is Not a Trans Gender

My Boyfriend Is Not a Trans Gender
One Down, Two to Go



Dokter Farah membawa Zacky ke sebuah rumah minimalis yang terletak di sebuah kompleks perumahan pantai indah kapuk Jakarta Utara. Rumah yang sudah dibelinya tiga bulan lalu dan rencananya akan menjadi rumahnya bersama dengan David Hakim Satrio. Bahkan dokter Farah sudah mempersiapkan suntikan serum untuk diberikan ke David agar melupakan semuanya termasuk Anandhita. Dokter Farah hanya ingin memiliki David seutuhnya untuknya.


Dengan sedikit kesulitan, Dokter Farah memapah tubuh Zacky yang memang tinggi dan kekar masuk ke dalam rumah dari sisi garasi dalam. Setelah susah payah, akhirnya dia berhasil meletakkan pria itu di sofa empuk ruang tengah.


Dokter Farah mengagumi wajah tampan David dan dengan lembut dia mengusap kulit halus itu dan pelan dia mencium pipi David dan terakhir bibirnya.


"Kamu sangat tampan Dave. Kenapa kamu tidak pernah mau melihatku? Apa sih cantiknya Anandhita? Hanya seperti itu saja kamu tergila-gila padanya. Masih mending aku. Denganku, kamu akan lebih bahagia." Dokter Farah semakin agresif dan memeluk David.


"Harummu benar-benar memabukkan Dave" ucap dokter Farah parau.


***


Sementara itu...


David bergidik mendengar ucapan dokter Farah dan mengucap minta maaf berulang kali dalam hati kepada Zacky yang bersedia mengorbankan diri menjadi umpan.


"Wah serem Let kalau musuhnya psycho gini" bisik salah satu anak buahnya yang mendengar dari earpiece di telinganya.


Jam tangan yang dipakai Zacky memang memiliki alat penyadap suara selain GPS. David dan beberapa anak buahnya dapat mendengar serta Jimmy pun bisa merekam semuanya.


David sengaja tidak membawa Aiptu Fajar karena dia tidak ingin terbongkar rencananya. Bahkan anak buah yang dibawanya adalah anak buah kapten Kosasih yang di Polda Metro Jaya.


David sama sekali tidak membawa pasukan dari polres Jakarta Selatan karena pasti suster Mentari mendengar dan akan mengacaukan semuanya. Rencananya, David ingin hari ini semuanya terselesaikan karena dia dan Anandhita ingin segera menikmati hidup tenang tanpa ada gangguan dari para psycho-psycho itu.


"Yang di pondok indah gimana?" tanya David ke iptu Yono yang sempat ingin menahan Anandhita usai melakukan penembakan kepada Tasya.


"Kami sudah sampai di lokasi, Let. Beneran psycho nih dua dokter gadungan. Saya akan melindungi nona Fitri, Let."


"Jaga Fitri, iptu Yono. Jangan sampai si Rizal apa-apain gadis itu! Bisa dihajar aku sama papa mertua!"


***


Area Pondok Indah


Rizal menggendong Fitri yang pingsan masuk ke dalam rumahnya tanpa mengetahui bahwa ada beberapa polisi yang sudah siap disana dibawah pimpinan Iptu Yono.


Tim yang dibawa Iptu Yono sudah siap di rumah sakit untuk membuntuti mobil Pajero milik dokter Rizal dan begitu mobil itu keluar, mobil milik tim polisi iptu Yono pun mengikuti. Menggunakan mobil mewah pinjaman dari koleksi Arya Ramadhan dan Bara Giandra, membuat Rizal tidak waspada karena mereka mengikutinya dengan rapi.


Dan kini iptu Yono menggunakan teropong super canggih merk Bushnell yang dipinjamkan oleh ipar David, Anarghya, yang bisa mendeteksi thermal tubuh orang bahkan tembus dari tembok.


Berapa harganya barang-barang ini? Baru tahu aku kalau keluarga David kaya raya.


"Anandhita... Akhirnya kamu menjadi milikku" suara dokter Rizal terdengar di earpiece Iptu Yono yang membuatnya merinding.


"Kalian, segera masuk pelan-pelan ke rumah itu!" perintah iptu Yono ke semua anak buahnya yang memakai Advanced Covert Acoustic Tube Bodyguard Earpiece Headset.


"Baik Ndan!"


"Jangan sampai dokter sinting itu macam-macam dengan nona Fitri!"


Semua anak buah iptu Yono yang memakai pakaian preman itu mengendap-endap untuk mengepung rumah minimalis yang mewah itu.



"Ndan, tersangka membawa nona Fitri naik ke lantai dua."


"Masuk ke dalam pelan-pelan." Iptu Yono berlari ke arah pintu belakang. "Kalian buka pintu depan pelan-pelan. Dua orang bongkar jendelanya sedangkan aku akan masuk dari belakang."


Semua anak buah iptu Yono mengikuti instruksinya dan bergegas naik ke lantai dua. Iptu Yono bersama dua orang lainnya berjalan pelan menuju kamar yang berada di ujung sesuai dengan titik GPS sedangkan anak buahnya yang lain berjaga-jaga di lantai satu dan luar rumah.


Iptu Yono mendengar suara kecupan di earpiece nya membuat dirinya meradang. Kurang ajar!


"SIAPA KALIAN!" teriak Dokter Rizal marah karena kegiatannya diganggu oleh tiga orang asing.


"Kami polisi! Dokter Rizal, anda kami tahan dengan tuduhan melakukan penculikan, penganiayaan dan upaya pemer*ko*saan!" bentak Iptu Yono yang bergegas mengambil selimut untuk menutupi tubuh Fitri yang setengah telan*Jang.


"JANGAN SENTUH ANANDHITA KU!" raung dokter Rizal yang sedang diborgol oleh dua anak buah iptu Yono.


"DIA BUKAN ANANDHITA MU! Dokter Anandhita sudah menikah! Dan wanita ini bukan dokter Anandhita!"


Dokter Rizal yang sudah diborgol berusaha menerjang iptu Yono. Beruntung dua anak buah iptu Yono sudah siap sedia hingga langsung menahan tubuh dokter yang sudah kehilangan kewarasannya.


"BOHONG! DIA ANANDHITA KU!" teriak dokter Rizal.


Beberapa anak buah iptu Yono pun naik ke lantai dua untuk membantu menahan dokter Rizal yang sudah mode marah.


Iptu Yono menarik lateks yang menempel di wajah Fitri dan tampak di balik topeng itu wajah asli gadis pengawal itu. Iptu Yono sempat tertegun melihat wajah manis dan asli pegawai Arya Ramadhan itu.


Dokter Rizal menatap horor ke iptu Yono.


"KEMBALIKAN ANANDHITA KU! KEMBALIKAN!" raungnya berulang-ulang seolah tidak waras.


"Bawa dokter gila itu! Dobel borgol termasuk kakinya juga!" perintah iptu Yono.


"Baik Ndan!" Semua anak buah iptu Yono yang naik ke lantai dua membawa dokter Rizal yang masih memberontak berusaha melepaskan diri.


"Bawa bajunya sekalian!" Seorang anak buahnya pun mengambil baju milik dokter Rizal yang berserakan.


"Tama! Kamu jaga depan! Aku akan berusaha membangunkan nona Fitri" perintah Iptu Yono kepada salah anak buahnya.


"Baik Ndan!" Tama pun berjaga di depan pintu kamar yang sudah jebol dan berusaha menutupnya sebisa mungkin.


Iptu Yono pun dengan tangan gemetar berusaha membetulkan posisi br@ Fitri.


Duh nasib jomblo! Belum punya pacar tapi sudah harus membenarkan br@ seorang gadis. - sungut iptu Yono sambil memalingkan wajahnya.


Lalu dia memasangkan celana panjang milik Fitri dan membenahi pakaiannya. Setelahnya iptu Yono duduk di tepi tempat tidur dan memberikan sebotol amoniak di hidung gadis itu yang diberikan oleh Jimmy untuk mempercepat kesadaran akibat GHB.


Tak lama, Fitri pun mulai membuka matanya pelan-pelan dan wajahnya terkejut melihat wajah seorang pria yang tidak tampan tapi memiliki mata yang teduh. Mata gadis itu terpaku dengan kalung polisi yang dikenakan iptu Yono.


"An...da po...Li...si?" bisiknya.


"Iya nona Fitri. Saya seorang polisi. Saya iptu Yono Hidayat. Alhamdulillah anda selamat."


Fitri tersenyum. "Te...Rima.. kasih." Gadis itu terlelap lagi.


Tampaknya efek GHB nya belum hilang. Brengsek! Dikasih berapa Mili sih komposisinya?


Iptu Yono lalu menggendong Fitri lengkap dengan selimut dan meminta Tama mengantarnya ke rumah sakit.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️