
Butuh hampir 18 jam, pesawat pribadi keluarga Neville tiba di bandara Soekarno-Hatta dan rombongan dari Manchester itu pun dijemput oleh Bima dan Anarghya menggunakan beberapa mobil pribadi mereka.
Natasha bersama Taufan dan Tristan ikut dalam rombongan itu bahkan Tristan sampai harus ijin ke pelatih nya untuk tidak bermain Minggu ini. Lagipula siapa juga mau melarang cucu pemain legendaris dan anak pemilik saham klub Manchester United. Baru kali ini Tristan meminta ijin setelah dia hanya bisa melihat dari online setiap ada acara keluarga karena dia memilih untuk latihan dan bertanding.
Rombongan itu pun tiba di rumah duka keluarga Reeves dan tampak Mark Neville dan Levi Reeves sudah menunggu mereka. Levi menerima ucapan duka cita dari para sepupunya dan mereka pun masuk ke dalam rumah besar itu.
Ayame Agasa Reeves sudah dimakamkan kemarin bersebelahan dengan suaminya, Eiji Reeves di pemakaman San Diego Hills. Natasha dan Tristan didampingi Taufan mencari Hoshi dan menurut pelayan, sepupunya ada di belakang.
Natasha melihat Kakak sepupunya tampak bersama sepupu dan iparnya seperti empat Emir, David, Adrian, Aji, Haris, Hideo, Ega dan Travis. Rombongan New York diperkirakan baru sampai nanti malam.
"Mas Hoshi" panggil Natasha dan gadis itu melihat kakak sepupunya menangis. Melihat Natasha datang, Hoshi pun berdiri dan langsung memeluknya.
"Makasih sudah datang" ucapnya dengan nada bergetar.
Hoshi melihat Tristan dan langsung memeluknya lalu bersalaman dengan Taufan.
"Badai Topan, terimakasih sudah menjaga Natasha." Taufan menganggukan kepalanya.
"Saya nderek belasungkawa, pak Quinn."
"Terimakasih" ucap Hoshi pelan.
"Mas Hoshi, kamu sudah makan belum?" tanya Tristan.
"Udah... dikit."
Natasha langsung memeluk para sepupunya yang ada dan mereka rata-rata menanyakan bagaimana kondisinya pasca operasi usus buntu.
"Taufan mengurus kamu dengan baik kan?" tanya Ega yang seorang dokter anak.
"Alhamdulillah mas Ega."
"Syukurlah" ucap semuanya.
"Tinggal kapan halalin kamu, Nat" celetuk Enzo.
"Iya mas." Natasha berpamitan dengan para sepupu prianya untuk berkumpul dengan sepupu perempuannya.
***
Natasha menemui para sepupu perempuannya dan langsung memeluk Rina yang masih menangis. Rasa kehilangan keluarga Reeves sangatlah terasa. Kedua opa dan Oma yang menjadi mood booster, panggilan iconic dan cara keduanya saling menunjukkan kasih sayang satu sama lain dengan caranya, membuat para cucu sangat menyayangi dan mencintai keduanya.
"Mbak Rina, aku ikut berduka cita ya mbak." Natasha memeluk Rina erat.
"Makasih Natasha. Kamu jauh-jauh dari Manchester, mana habis operasi juga..." ucap Rina di sela-sela isakannya.
"Natasha, bagaimana operasi mu?" tanya Arimbi yang melihat sepupu cantiknya datang.
"Alhamdulillah udah membaik meskipun terkadang masih tidak nyaman."
"Efek dari operasi usus buntu memang begitu" sahut Anandhita.
"Oma Ayame sudah bersama dengan Opa Eiji" ucap Fayza.
"Kita benar - benar kehilangan semua tetua yang kita sayangi, hormati dan cintai" sahut Freya.
"Siklus kehidupan... lahir, kecil, remaja, dewasa, menikah, punya anak, menua dan meninggalkan dunia ini" gumam Rahajeng.
"Siap tidak siap, pasti suatu hari kita dipanggil pulang" sambung Mariana.
***
"Vi, Tante Ayame sudah tenang disana, sudah dijemput oleh Oom Eiji" hibur Arjuna.
"Iya Vi, kita bingung lihat kamu nangis seperti ini. Kasihan Tante Ayame kamu tangisi. Kamu nangis, Hoshi nangis, Yanti nangis, Rina nangis... Udah dua hari lho Vi. Matamu makin sipit itu" sambung Fuji.
"Tante Ayame nanti jalannya berat lho" timpal Bryan.
Levi menatap para sepupunya dengan mata bengkak. Semenjak sang mommy tidak ada, Levi tidak bisa berhenti menangis karena Ayame meninggal dalam pelukannya.
Dua hari sebelum Ayame berpulang, Levi dan Yanti datang dari New York atas permintaan Hoshi karena Ayame ingin bersama Levi yang mirip dengan Eiji.
Usai tahajud, Levi masuk ke dalam kamar Ayame dan sang mommy tampak segar masih mengenakan mukena. Meskipun harus tayamum jika tidak ada yang membantu berjalan menuju kamar mandi dan sholat di tempat tidur, Ayame tidak pernah meninggalkan kewajibannya.
Levi datang ke mommynya dan mereka berdua mengobrol banyak hingga Ayame minta sholat subuh berjamaah dengan Levi dan dituruti olehnya. Usai sholat subuh, Ayame bilang mengantuk ingin tidur tapi dipeluk Levi karena mengingatkan pada Eiji.
Levi pun menuruti permintaan sang mommy hingga setengah jam kemudian Levi baru menyadari mommynya tidak terdengar suara nafas nya. Levi panik dan membangunkan seisii rumah. Hoshi segera menelpon Anarghya dan Anandhita. Mereka semua datang dan menyatakan bahwa Oma Ayame sudah berpulang.
Hoshi adalah orang yang paling histeris mendengar Omanya tidak ada. Pria berwajah cantik itu menangis di sisi tubuh omanya dan tidak mau jauh-jauh. Karena setelah Opa Eiji tidak ada, Ayame memilih tinggal bersama Hoshi karena lebih dekat dengan Eiji dan setiap Minggu bisa menjenguk makamnya.
Dan kini keduanya sudah dipanggil pulang dan keduanya bersama di keabadian.
"Vi, setidaknya Oom Eiji ada yang jewer sekarang. Nggak kebayang bagaimana dartingnya Ogan Abi, Oom Javier dan Opaku saat nggak ada pawangnya" ucap Aidan mencoba bercanda agar Levi tidak terpuruk.
"Hah? Oh iya ya...Nggak kebayang Tante Agatha harus menyuruh Oom Javier sabar tingkat dewa ya" gumam Levi.
"Mereka sudah berkumpul Vi, generasi ketiga bertemu dengan generasi kedua" senyum Fuji.
"Dan mereka pun merusuh bersama disana" sambung Nathan.
Levi tersenyum tipis.
Selamat jalan mommy. Bahagia dengan Toyib Senior di keabadian ya... Nanti aku dan Yanti akan menyusul jika saatnya tiba...
***
Yuhuuuu Up Pagi
Maaf telat karena aku sendiri ngetik ini sambil mewek juga.
Makanya aku agak menolak membuat begitu detail kehilangan generasi ketiga karena akunya jadi brambangan ...
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️