My Boyfriend Is Not a Trans Gender

My Boyfriend Is Not a Trans Gender
Menikah



David akhirnya menyetujui untuk tinggal di rumah mewah Arya Ramadhan tanpa mengetahui bahwa calon mertuanya memiliki rencana tersendiri. Dukungan Ghani Giandra membuat Arya semakin yakin bisa menjalankan rencana mereka.


Amberley menyambut David yang datang bersama dengan Anandhita setelah putrinya menyelesaikan pekerjaannya. David diberikan kamar tamu lantai satu sedangkan kamar Anandhita di lantai dua.


"Arga bilang apa Dhita?" tanya Amberley kepada Anandhita.


"Masih harus makan lembut dulu ma, belum boleh macam nasi atau lontong. Lauk juga harus yang lembut. Biar lama-lama mas David jadi lelembut" gelak Anandhita.


"Aku dengar Didit!" teriak David dari kamarnya yang tidak tertutup rapat.


"Ih kamu tuh! Calon suami kok dibilang lelembut!" Amberley menoyor dahi putrinya yang masih tertawa.


"Kan tinggal panggil mbak Freya buat urus lelembut."


"Freya semenjak punya si kembar Gemini dan Gemintang sudah nggak urus penampakan" ucap Amberley soal kakak sepupu Anandhita yang bernama Freya Sky Lexington yang menikah dengan akuntan PRC group, Haris Lexington, dan dikaruniai dua anak kembar perempuan. Celakanya, keduanya pun sama dengan sang Daddy, takut hantu.


"Payah tuh duo G, sama kayak daddynya, jirihan" kekeh Anandhita. "Mbak Freya kebanyakan mbatin mas Haris soalnya."


"Tapi anaknya Falisha dan Aji Alhamdulillah normal ya." Amberley mempersiapkan acara makan malam dibantu pelayan dan Anandhita. Adrian sendiri masih bersama Arya mengurus perusahaan selama saudara kembar Anandhita itu liburan di Jakarta. Bukan tidak mungkin suatu saat Adrian mengambil alih Ramadhan Security Company setelah dia bosan bekerja di Koenigsegg.


"Radyta itu besar jadi ganteng lho" ucap Anandhita.


"Lha gimana, keturunan Turki tapi kulitnya ikut Aji, putih gitu."


Suara mobil masuk ke dalam halaman terdengar dan tak lama, Arya dan Adrian pun masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" sapa kedua ayah dan anak itu.


"Wa'alaikum salam. Sudah pada mandi kalian?" tanya Amberley yang melihat suami dan putranya berbeda pakaian dari berangkat tadi.


"Sudahlah, sudah Maghrib tadi di jalan. Kalian sudah sholat?" tanya Arya sambil mencium kening Amberley.


"Halo Pa" sapa David yang keluar dari kamar setelah menata baju-bajunya di lemari.


"Gimana keadaan kamu Dave?" tanya Arya serius.


"Masih belum dapat ijin makan yang keras-keras dulu dan spicy. Padahal aku kangen pecel Lele" keluh David sambil manyun.


"Ususmu biar bener dulu, cumi!! Sabarlah!" Hardik Adrian sebal melihat calon iparnya memasang wajah sok imut.


"Kalian tuh ribut saja. Ayo siap-siap makan malam. Dave, ini mama sudah buatkan bubur resep Oom Aidan. Setidaknya lebih enak daripada bubur rumah sakit." Amberley menyiapkan semangkuk besar bubur dengan taburan ayam dan udang kukus.


"Kalau resep dari Oom Aidan, pasti enaknya" cengir David. "Terimakasih mama."


"Sama-sama David."


***


Dua hari masih cuti di rumah Ramadhan, David melihat banyak kegiatan di rumah keluarga Ramadhan. Merasa bingung kenapa banyak orang lalu lalang, membuat dirinya yang sedang mengatur strategi untuk mendapatkan bukti langsung pun keluar kamar.


Dilihatnya Amberley tampak sibuk mengatur sana sini dan dilihatnya ada Arum dan Rani kakak ipar Amberley serta Davina, Falisha dan Freya yang juga Tante dan Sepupu Anandhita.


"Mama, Tante, mbak Freya, Falisha. Ada apa ini?" tanya David melihat bagaimana rumah besar itu ramai dengan rangkaian bunga.


"Kan besok ada acara besar" jawab Arum.


"Memang ada acara apa? Selamatan atau hajatan?" tanya David lagi.


"Dua-duanya" balas Freya.


"Memang papa dapat proyek besar ya jadi syukuran?" David menggaruk kepalanya bingung.


"Iya, proyek besar" Falisha cekikikan bersama Freya.


"Apaan mbak?"


"Merit!" sahut kedua saudara sepupu cantik itu.


"Ooohhh. Siapa yang nikah? Adrian?"


"KAMU LAH!" seru para wanita disana membuat David terkejut.


"Oh aku... HAAAAHH? AKU? NIKAH?" teriak David.


"Iya, kamu nikah sama Dhita besok" senyum Amberley. "Kalian sudah kelamaan pacaran jadi kenapa nggak langsungan saja mumpung kamu disini."


"Semua sudah dibereskan sama papamu. Sudah kamu tenang saja, tinggal ijab qobul besok!" Amberley menepuk bahu David yang masih bengong.


"Ma, ini serius?" tanya David yang seperti mimpi karena akhirnya dia meminang gadis pujaannya.


"Serius lah Dave! Yang benar saja pernikahan jadi bahan mainan!" hardik Arum gemas.


***


Meskipun satu rumah, David dan Anandhita tetap harus dipingit bahkan gadis itu memilih makan malam di kamar.


Usai makan malam, Arya, Adrian dan David mengobrol di ruang tengah yang sudah disulap menjadi penuh dengan hiasan pernikahan. Berbeda dengan acara pernikahan lainnya, Anandhita meminta tidak ada acara Midodareni dan hanya ijab qobul yang dilakukan di rumah.


"Pa, kenapa aku harus menikah secepat ini? Aku pikir aku menikah setelah kasus ini selesai" tanya David menatap Arya dan Adrian.


"Melihat kalian pacaran sudah lama ditambah para penjahat itu masih belum tertangkap, papa kira jika mereka tahu kamu dan Dhita menikah, siapa tahu mereka menjadi sadar."


"Pa, namanya orang psycho itu otaknya nggak waras kalee" sahut Adrian.


"Lagipula dengan pernikahan kalian diumumkan, rencana yang disusun oleh Kapten Kosasih dan Thomas bersama kita semua bisa menangkap mereka dengan bukti bukan hanya praduga dan bukti tidak langsung." Arya mengacuhkan ucapan Adrian.


"Kalian sudah merencanakan ini ya?" David memicingkan matanya.


"Setidaknya kamu menikah dengan Dhita, kalian bisa menjadi mudah untuk melawan musuh-musuh kalian. Kamu jago berkelahi, Dhita jago tembak. Pas kan?" Arya menyesap teh wasgitel favoritnya dari jaman dia kecil.


"Oh I see, Pa. Aku paham maksud kalian semua." David tersenyum lebar.


"Ternyata dia nggak sekampret yang dibilang Ogan Buyut" kekeh Adrian.


"Sialan lu, Yan!" sungut David.


"Yuk, istirahat. Besok hari yang bersejarah buat polisi kampret ini" kekeh Arya sambil berdiri menuju kamarnya.


"Papa pun sama saja?" David melotot.


***


Pagi ini rumah mewah milik keluarga Ramadhan ramai dihadiri banyak kerabat dari Arya Ramadhan dan Amberley. Tampak keluarga Giandra, Yustiono, Blair, Reeves, Al Jordan, Hassan, Lexington dan Al Azzam pun datang.


Meskipun tidak semua bisa datang dan melalui live streaming, acara ijab qobul David dan Anandhita pun dilaksanakan dengan khidmat. Kapten Kosasih, AKP Thomas, iptu Randy, Aiptu Fajar, dokter Tini Srikandi, dokter Farah Aulia, dokter Rizal, Suster Mentari, Suster Mira, Jimmy dan Toro pun hadir.


Tampak Toro menangis tersedu-sedu di bahu Jimmy karena gadis idamannya.


"Aku patah hati Jimbong... Beneran patah hati" diantara isaknya.


"Elu bisa diam kagak sih! Tuh dilihat orang banyak!" desis Jimmy sebal. Toro pun mengangkat wajahnya dari bahu Jimmy dan tersenyum kikuk melihat pelototan kedua pengantin plus para keluarganya.


"Makanya elu nggak bakalan diterima keluarga Sultan ini karena kelakuan mu yang norak begini!" hardik Jimmy.


Sialan! Mereka malah menikah!


Tunggu saja tanggal mainnya. Sekarang kamu boleh berbahagia tapi tidaklah lama.


Tolol Tasya! Membunuh David saja tidak bisa, malah dia yang mokat! Tunggu saja David, nyawamu akan melayang sebentar lagi!


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaa


Maaf terlambat karena aku harus nyetir tadi


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Merit juga ya bang Dapid



Emang kok si Toro itu njelehiii neng