My Boyfriend Is Not a Trans Gender

My Boyfriend Is Not a Trans Gender
ABCD Murders



"Soto diblender?" Amberley bergidik membayangkan bentuk yang tidak dapat dijabarkan. "Kayak muntahan kucing tahu!"


Bima tergelak sedangkan anggota keluarga lain hanya melengos sebal. Arimbi menatap judes ke suaminya karena sering asal njeplaknya.


"Seriously Bima, kamu tuh kebanyakan ribut sama Hoshi jadi gini nih! Nggak heran kalau Arka ikutan kamu slengeannya!" omel Arya.


Semua keluarga Anandhita heboh saat membesuk David membuat pria itu terharu atas perhatian mereka. Keluarga inilah yang membuat David semakin cinta dengan Anandhita, karena bagi David mencintai gadisnya paket lengkap seperti ini adalah suatu berkah bagi dirinya yang seorang anak yatim-piatu.


"Yuk pulang, biarkan David istirahat" ajak Arimbi ke Bima, Hideo dan Fayza.


"Iya, kasihan dia cuma makan bubur sedangkan kita makan sushi segini banyak" kekeh Bima. Memang tadi pengawal Arya diminta untuk membeli makan malam untuk mereka semua dan diputuskan untuk membeli sushi yang banyak.


David sendiri untungnya tidak terlalu suka sushi, dia lebih suka makan ramen atau grilled Korea. Disaat para anggota keluarga makan, Anandhita dengan telaten menyuapi David saat makan malamnya datang membuat Bima dan Anarghya meledek dirinya.


"Makan sendiri kenapa Dave?" goda Bima.


"Sakit ini, Bim. Beneran deh! Lagian kan Didit kan dokter aku" cengir David.


"Modus!" ucap Anarghya.


"Salahnya pacar lu jauh" ledek David.


"Siapa memangnya pacarnya Arga?" tanya Fayza bingung.


"Amaranggana" sahut David.


"HAAAAHH? Kamu pacaran sama Amara?" seru Bima. Memang Anarghya sangat tertutup dengan kehidupan pribadinya.


"Memang kenapa?" tanya Anarghya cuek.


"Wah! Oom Kris tahu? Oom Bara tahu?" tanya Fayza.


"Tahu lah tapi kan mereka semua memang nggak koar-koar. Kalaupun ketahuan gara-gara Amara telpon saat si polisi kampret ini ada di sebelah aku!" tunjuk Anarghya ke David.


"Semoga langgeng ya Ga" senyum Hideo.


"Aamiin. Thanks Hyung" senyum Anarghya.


"Kalian semua pulang deh, ini sudah malam. Biar Oom Arya yang menemani David disini" usir Arya ke semua keponakannya.


"Papa tidak apa di rumah sakit?" tanya Anandhita.


"Papa disini saja sama David. Lagipula ada banyak hal yang mau papa bicarakan."


"Jangan yang berat-berat ya mas" ucap Amberley. "Kasihan David, sudah kena keplak Ogan Abi masih disuruh mikir pula."


"David kena keplak Ogan buyut Abi?" tanya Arimbi bingung.


"Aku ceritakan nanti mbak" senyum Anarghya. "Yang jelas, Ogan buyut julidnya nggak hilang-hilang."


"Bima, kamu bisa antar Fayza pulang? Oom juga ada perlu sama Hideo."


"Nggak masalah Oom" jawab Bima.


"Sayang, kamu tidak apa di rumah dulu? Aku ada urusan sama Oom Arya." Hideo menatap istri cantiknya.


"Tak apa, sayang. Mas Bima nggak papa muter jalannya antar aku?" Fayza menatap sepupu iparnya.


"Santai saja Fay" Arimbi yang menjawab. "Yuk kita pulang. Pasti Arka sudah bikin darting papi dan mami."


"Iya Shinichi juga pasti bingung mommynya belum pulang-pulang."


Akhirnya Anarghya mengantarkan Amberley dan Anandhita pulang, Bima dan Arimbi mengantarkan Fayza. Mereka semua diikuti oleh para pengawal bayangan yang diutus Arya.


***


"Jelaskan sama Oom, sudah sampai mana penyelidikan kamu di Singapura?" tanya Arya ke Hideo.


"Masih dipilah-pilah oleh Jin, asistenku. Dia sekarang berada di Singapura, di Marina bay hotel."


"Menurutmu, semuanya bermula dari sana, Hideo?" tanya David.


"Apa yang kamu temukan, Dave?" Hideo berbalik bertanya.


David tidak menjawab tapi memberikan ponselnya ke calon iparnya. Hideo hanya tersenyum misterius saat melihat hasil rekaman CCTV tersembunyi David.


"Ini baru praduga dan hipotesis aku ya Oom, David. Semua itu berhubungan dengan mu dan Anandhita." Hideo menatap serius ke David.


"Why? Aku dan Didit merasa tidak pernah menyenggol siapapun. Kami sangat menyembunyikan hubungan kami."


"Aku rasa kalian memang tidak sengaja membuat trigger seseorang... tidak lebih dari satu orang dan ketiganya ini..."


"Tiga?" seru Arya.


"Aku dan Jin merasa ini perbuatan tiga orang yang awalnya tidak saling berhubungan tapi mengetahui tujuan yang sama akhirnya bekerja sama." Hideo memandang kedua orang di hadapannya. "Apakah kalian pernah membaca ABC Murders karya Agatha Christie?"


"Pembunuhan yang sepertinya sesuai dengan urutan abjad tapi untuk menutupi pembunuhan yang sebenarnya?" tanya David. Dia sendiri bukan fans Agatha Christie, tapi Anandhita sangat menyukai novel ratu misteri itu dan tanpa sengaja meminjam novel itu saat tidak bisa tidur.


"Betul. Masing-masing pelaku mengincar kalian berdua. Yang satu terobsesi dengan mu, yang satu terobsesi dengan Anandhita."


Hideo melakukan panggilan video ke Jin dan pria berbadan tegap itu langsung menerimanya.


"Selamat malam tuan, tuan Ramadhan" sapa Jin.


"Jin, bisakah kamu menjelaskan teori yang kita bahas tadi?"


"Mr Angel itu adalah seorang dokter yang sangat terobsesi dengan salah satu dari anda, tuan David. Tanpa sengaja, saat di Singapura, dia mengetahui bahwa anda memiliki hubungan dengan nona Anandhita. Dan sejak itu dia ingin menguasai dan memiliki anda. Itu baru satu orang " papar Jin.


"Apa?" seru Arya.


"Saya lanjutkan ya tuan Ramadhan. Disaat yang bersamaan, orang kedua itu juga terobsesi dengan nona Anandhita, mengetahui anda adalah kekasihnya. Dia juga berusaha menghilangkan anda tapi dengan cara halus."


"Apakah orang ketiga juga sama?" tanya David.


"Iya tuan. Ini masih saya gali lagi tapi tuan Hideo sudah tahu siapa saja meskipun masih gambaran kasar" ucap Jin.


"Oke, thanks Jin. Begitu kamu sudah selesai, segera ke Jakarta" perintah Hideo.


"Baik Tuan."


Hideo mematikan ponselnya. "Jadi ada tiga orang yang so far kami ketahui. Mr Angel itu adalah dokter Farah Aulia. Pria yang membeli alat penghancur es adalah dokter Rizal dan yang menembak dirimu adalah Tasya."


Arya melongo sedangkan David bisa menduga arah bicara Hideo.


"Motifnya apa, Hideo?" tanya Arya.


"Obsesi dan cinta yang salah tapi ini masih hipotesis saya, Jin dan Adrian."


"Lalu bagaimana pelaku ketiga yang menembak David?" tanya Arya lagi.


"Dia juga jatuh cinta dengan Anandhita."


David dan Arya melongo. "Mereka baru ketemu di rumah sakit, Hideo!" seru David.


"Hasil penggalian kamu kurang dalam, Dave. Orang ini sudah jatuh cinta dengan Anandhita sejak SMA.."


"Astaghfirullah!" Arya teringat. "Dia anak yang selalu mengikuti Dhita kemana Dhita pergi... Papa baru ingat sekarang Dave!"


"Bukannya anak itu pindah saat naik kelas tiga?" tanya David.


"Betul. Dia pindah saat kenaikan kelas tiga dan kembali ke Jakarta dengan identitas berbeda." Hideo menunjukkan foto orang itu. "Bahkan dia sengaja menusukkan dirinya sendiri dengan senjata yang dipakai untuk menusuk para korban."


"Tapi nama di KTP adalah Tarmuji, Hideo." David membuka filenya lagi.


"Nama aslinya adalah Teddy Himawan. Dia mengganti namanya menjadi Tarmuji agar kamu tidak mengenalinya. Dia lah yang membunuh Calista agar kamu berinisiatif menjadi penjaga kamu, sedangkan pembunuhan korban-korban lain adalah perbuatan dokter Farah dan dokter Rizal."


"Apa alasan kedua dokter psycho itu membunuh korban-korban ini?"


"Menarik perhatian David dan Anandhita" jawab Hideo. "Tapi Tasya tidak sabar dengan cara mereka berdua untuk menarik dirimu agar lepas dari Dhita. Makanya dia menembak dirimu."


"GHB itu didapat dari siapa?" tanya David.


"Dokter Farah. Dan aku masih memegang rahasia lagi tapi masih aku pastikan dulu Dave."


Damn it!



Papa Arya Ramadhan muda



Bang David pusing



Bang Hideo yang mencari tahu


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Maaf terlambat


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***


Upcoming Novel



Only on Noveltoon