
Dokter Farah datang ke sebuah cafe yang terletak sedikit tersembunyi di daerah Jakarta Selatan. Tadi sore Dokter Rizal memintanya untuk bertemu disana karena ada yang ingin dibicarakan.
Setelah bertemu, dua orang dengan obsesi masing-masing itu saling memindai satu sama lain.
"Ada apa Rizal? Kamu masih belum bisa membawa pergi wanita itu?" tanya dokter Farah tanpa basa-basi.
"Kapan kamu bisa mengambil si polisi brengsek itu?" Dokter Rizal balik bertanya.
"Hei, bukannya kamu yang sudah memiliki banyak rencana untuk merebut wanita itu dari tangan Davidku?" Dokter Farah menatap judes ke arah dokter Rizal.
"Besok aku akan mendapatkan Anandhita ku."
"Besok kita ambil masing-masing bagian kita. Aku sudah tahu dimana apartemen keduanya" seringai Dokter Farah.
"Bukan hanya kamu saja yang tahu apartemen gadisku" balas Dokter Rizal.
"Siapkan obatnya, Zal. Kita ambil pasangan kita masing-masing" seringai dokter Farah.
"Besok, semuanya akan menjadi milik kita." Dokter Rizal mengangkat gelasnya yang berisi bir. Dokter Farah ikut mengangkat gelasnya dan keduanya melakukan toast.
***
"Apa mas yakin? Kita akan mengumpankan dua pengawal papa?" tanya Anandhita saat mereka berada di apartemen melihat bagaimana kedua pengawal Arya, Zacky dan Fitri mendapatkan makeup dari teman Faranisa yang berprofesi sebagai makeup artist untuk film-film Hollywood.
"Aku yakin mereka akan segera melakukannya karena seperti Hideo bilang, semakin tidak sabar semakin cepat kejeglongnya" kekeh David.
Faranisa memang berinisiatif untuk membawa Mary, temannya yang biasa dipakai studio-studio besar Hollywood sebagai makeup artist yang bisa merubah wajah seseorang dengan menggunakan bahan lateks. Wajah David dan Anandhita dicetak ala film mission impossible Dan nantinya akan dipakai oleh Zacky dan Fitri yang memiliki tubuh mirip dengan David dan Anandhita.
"Zacky, kamu siap kan kalau dibius" ledek David. "Mengingat mereka hobinya main bius orang."
Zacky hanya memberikan kode dengan jempolnya karena saat ini Mary dan asistennya sedang sibuk menempelkan wajah buatan itu.
"Nona Anandhita, tenang saja. Saya sudah ditraining oleh tuan Arya dan tuan Adrian" ucap Fitri.
"Kalian tenang saja. Kami akan selalu mengawal kalian." David dan Hideo memang sudah menyiapkan jam tangan yang dipasang GPS untuk nanti dipakai oleh kedua pengawal itu.
"Kita tidak tahu kapan mereka akan bergerak tapi sebaiknya kita selalu waspada." Anandhita menatap ke kedua pengawalnya.
***
Arya dan Anarghya memeriksa GPS yang sudah dipasang di jam tangan Zacky dan Fitri. Mereka ingin mengecek apakah berfungsi dengan baik peralatan yang dipesan khusus oleh Hideo.
"So far berjalan dengan baik nih peralatan dari Hideo. Nggak percuma punya keponakan mantan mafia" kekeh Arya.
"Oom, mas Hoshi dan Benji nggak tahu kan?" Anarghya menatap serius ke Oomnya.
"Kalau tahu ya meh piyee tapi Oom kan nggak minta bantuan si mulut cabe juga. Bisa rame tuh nanti!"
"Iya sih" sahut Anarghya sambil memeriksa ipadnya.
"Oom ingin semua kutu kupret yang jahatin Dhita dan si polisi kampret segera tertangkap, mokat lebih bagus."
"Idiiihh si Oom tuh!" kekeh Anarghya. "Tapi kalau nggak inget dosa sama gegeran keluarga besar, aku mau terjun sendiri sih habisi mereka."
"Oom sih pengennya mereka auto saling bunug satu sama lain. Kita bikin acara adu domba tapi kok ribet ya. Harus pakai mancing-mancing gitu. Mending Oom mancing di laut deh!"
Anarghya hanya menggelengkan kepalanya.
Semoga besok selesai semuanya. Aamiin.
***
David dan Anandhita keluar dari apartemen sembari bergandengan tangan seperti biasa. Keduanya lalu berpisah menuju mobil masing-masing setelah David mencium kening Anandhita dan wanita itu mencium punggung tangan suaminya.
David masuk ke dalam mobil HRV nya sedangkan Anandhita ke mini Cooper nya. Ketika Anandhita sudah berjalan meninggalkan parkiran apartemen, David pun masuk ke dalam mobilnya.
Tok! Tok!
David menoleh dan melihat dokter Farah mengetuk jendela mobilnya.
"Ada apa dok?" tanya David dengan wajah bingung setelah membuka kaca jendelanya.
"Aku ada perlu denganmu, Let."
Dokter Farah tersenyum puas. Ternyata mudah sekali mendapatkan dirimu. Rizal saja yang bodoh!
***
Anandhita sampai di rumah sakit tempatnya bekerja dan memarkirkan mobilnya di tempat khusus miliknya. Ketika ria keluar mobil, beberapa perawat dan dokter yang baru datang menyapa dirinya.
Seperti biasa Anandhita menyapa ramah semua orang dengan memberikan senyum manisnya. Ketika sedang mengambil tas dokternya, sebuah suara membuatnya menoleh.
"Dhita ..."
Anandhita pun menoleh dan wajahnya berubah sebal.
"Ada perlu apa lagi dokter Rizal. Bukankah Anda sudah dilarang masuk ke area rumah sakit ini?" Anandhita lalu mengambil tas dokternya dan mengunci mini Cooper nya.
"Maafkan aku..." Dokter Rizal langsung menyuntikkan GHB ke leher dokter cantik itu dan tak lama tubuh Anandhita pun melemas dan langsung digendong oleh dokter Rizal.
Akhirnya kamu akan menjadi milikku Dhita. Setelah sekian lama aku mengharapkan mu.
Dokter Rizal lalu memasukkan tubuh Anandhita ke dalam mobilnya yang terparkir sebelah mobil Anandhita. Dia beruntung tidak banyak orang datang sepagi ini di area parkir mobil jadi bisa bebas menggotong tubuh yang tak sadarkan diri itu.
Setelahnya, mobil Pajero hitam itu pun keluar dari area rumah sakit yang dibangun oleh Rani Pratomo itu.
***
Anarghya menatap layar iPad dengan senyuman smirk. Kena kau!
Anarghya Pradipta Giandra
"Sudah masuk jebakan Batman?" tanya Arya yang datang sambil membawa bubur ayam.
"Sudah Oom. Dua-duanya lagi."
"Lha anakku dimana?" tanya Arya lagi.
"Dhita di apartemen lah Oom, mengawasi dari sana. Ini bang Dapid lagi koordinasi dengan Oom Thomas dan Kapten Kosasih."
"Tapi Oom lihat hasil makeup si Mary memang keren. Tidak bisa membedakan mana Dhita asli sama karbitan."
Anarghya menoleh. "Karbitan? Ya Allah Oom... Nggak ada kata lain apa. Palsu gitu kek atau kawe."
"Suka-suka Oom lah!" sahut Anarghya cuek sambil memasukkan bubur ayamnya. Hari ini Anarghya memang menginap di rumah keluarga Ramadhan.
"Udah masuk perangkap mereka?" Amberley datang menghampiri kedua pria yang sedang asyik melihat iPad.
"Sudah sayang. Sebentar lagi kita akan bergerak, biarkan mereka menghalu dulu" jawab Arya sambil tersenyum.
"Semoga Zacky dan Fitri tidak diapa-apain sama orang-orang psycho itu." Amberley tampak gelisah membayangkan yang tidak-tidak.
'Ish, sayangku! Jangan berpikiran seperti itu lah! Bikin aku parno tahu!" protes Arya.
"Lha mas, yang namanya orang otak sengklek gitu kan sering tidak terduga lah pola pikirnya" jawab Amberley.
"Ini Zacky ke arah pantai indah kapuk?" ucap Anarghya. "Fitri malah ke area pondok indah. Ini gimana Oom?"
"Dave!" telpon Arya.
"Tenang Oom. Sudah dibuntuti kok."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️