
Anandhita mendatangi ruang rawat David karena hari ini, Anarghya bilang pria itu sudah boleh pulang setelah hampir tiga Minggu dirawat. Tiga Minggu yang penuh dengan peristiwa berbagai macam!
"Pagi mas" sapa gadis cantik itu.
"Pagi cintaku" balas David sambil merentangkan kedua tangannya dan Anandhita pun masuk ke dalam pelukannya.
"Masih sakit nggak dada sebelah kanan?" tanya Anandhita sambil mendongakkan kepalanya.
"Bohong kalau aku bilang tidak sakit. Masihlah!" ucap David sambil mencium rambut gadisnya yang harum shampoo dan hair tonic.
"Kata papa, mending mas tinggal di rumah kita saja. Cari amannya."
"Tapi mas kan masih harus menuntaskan kasus ini, Dit."
"Kata Oom Thomas, sementara di-clear-kan karena pelaku sudah meninggal."
David mengerenyitkan dahinya. "Maksudnya semua dilimpahkan ke Teddy Himawan gitu?"
Anandhita mengangguk. "Sementara mas. Apalagi bukti-bukti yang kalian kumpulkan tidak ada yang langsung, semuanya serba kebetulan. Bukankah kata mas, dalam aksi kejahatan tidak ada namanya kebetulan?"
"Iya sih. Jadi pak Thomas membuat strategi begitu dulu supaya pelaku lainnya lengah?" David menatap gadis yang ada dalam pelukannya.
"Yup. Oom Thomas bilang, mas pasti maksud."
***
Seminggu Lalu
Jin Kawashima datang ke rumah sakit tempat David dirawat. Sejak kasus percobaan pembunuhan yang nyaris membuat nyawanya hampir melayang dan bisa bertemu dengan Ogan Abimanyu Giandra, Arya Ramadhan memerintahkan semakin banyak pengawal bayangan disana selain dua pengawal resmi yang menjaga depan pintu kamar David.
AKP Thomas dan Kapten Kosasih tidak memberikan anggota kepolisian karena takut rencana yang mereka susun akan bocor.
Jin datang dengan membawa berkas dan flashdisk yang sudah disiapkan olehnya hasil penyelidikan di Singapura.
"Maap gentlemen, kita harus melakukannya di kamar rawat inap David karena satu, David masih belum diberikan ijin Arga untuk pulang, kedua saya dan Fay, Shinichi serta Jin harus pulang ke Tokyo lusa." Hideo menatap semua orang disana.
Jimmy dan Toro sudah menyiapkan mini projector Dan menutup rapat kamar rawat David.
Sekarang Arya, Anandhita, Anarghya, Jimmy, Toro, Hideo, Adrian dan David mendengarkan hasil penyelidikan Jin di Singapura.
"Baik semuanya, kita semua berkumpul disini untuk meruntut kenapa kejadian ini terjadi. Tuan Hideo, saya hanya menemukan bukti tidak langsung di Singapura."
"Tidak apa Jin. Yang penting masih ada kejelasan alasan kenapa mereka melakukan hal ini." Hideo tersenyum.
"Baik. Inti dari semua peristiwa memilukan ini adalah mereka terlalu terobsesi dengan Letnan David dan nona Anandhita Ramadhan."
David dan Anandhita saling memandang satu sama lain. Apakah kita pernah menyakiti seseorang?
"Almarhum Tasya terobsesi dengan nona Anandhita sejak SMA. Dokter Farah sejak melihat anda di akademi kepolisian di Semarang."
"Appaa???" seru David. "Kapan itu?"
"Pada saat dia menjemput Almarhum Cecep di akpol" jawab Jin. "Ditambah saat simposium, dia melihat nona Anandhita membicarakan anda dengan nona Safira plus dia juga melihat wallpaper anda adalah letnan David. Lalu dokter Rizal pun melihat anda di ponsel nona Anandhita membuat dia juga ingin melenyapkan anda."
David merasa dirinya tambah pusing.
"Kamu ada masalah hidup apa sih Dave? Kok bikin banyak orang ngincar nyawa lu?" ledek Adrian.
"Aku sendiri nggak tahu" jawab David.
"Kayaknya dia kurang piknik deh" kekeh Anarghya durjana.
"Haaaiiisshhh!" David mengusap wajahnya kasar.
"Oke saya lanjutkan. Jadi dari simposium itu dokter Farah dan dokter Rizal sama-sama ingin mendapatkan kalian. Lalu almarhum Tasya mendekati mereka berdua. Ketiganya pun membuat rencana bagaimana menarik perhatian kalian berdua terutama dirimu Letnan David. Maka dilakukan pembunuhan pertama enam bulan lalu namun sayangnya bukan anda yang memegang kasus itu. Maka dilakukan pembunuhan kedua dengan memancing iptu Randy dengan menggunakan suster Mentari."
"Tunggu sebentar. Bagaimana suster Mentari terlibat?" tanya Arya Ramadhan.
"Whaaaattt?" seru David, Anandhita dan Anarghya.
"Keduanya ikut simposium di Singapura dan suster Mentari mengetahui ketiga orang tadi merencanakan sesuatu kepada kalian berdua dan menawarkan untuk mendapatkan informasi. Akhirnya keempat orang ini bekerja sama dengan kepentingan masing-masing. Suster Mentari sudah menyukai anda, letnan David, saat dia ikut Aiptu Fajar ke kantor."
David melongo. Apa aku memakai ramuan penarik hati wanita? Rasanya aku tidak memakai amortentia. Kapan aku ke Dungeon Alley?
"Pembunuhan pertama dilakukan oleh Dokter Rizal. Dia juga yang membeli GHB yang kalian selidiki. Dia juga yang membeli alat pemecah es batu."
"Buktinya?" tanya Hideo.
"Saya mendapatkan informasi dari seorang bandar di Singapura yang memasokkan GHB buat dokter Rizal selama di Singapura." Jin tersenyum. "Ayah dokter Rizal adalah kepala imigrasi jadi tidak ada pemeriksaan saat dokter itu masuk ke Indonesia."
"Apakah Farah, Tasya, Calista, Mentari dan Fajar tahu kalau mereka memiliki hubungan darah?" tanya Anarghya.
"Farah tahu dia memiliki hubungan dengan Calista tapi dengan Tasya, mereka berdua tidak tahu karena ayah Tasya memutuskan semua hubungan keluarga saat dia menikahi ibu dari Tasya dan mereka pun pindah ke Bangkok saat kenaikan kelas tiga. Padahal ayah Tasya adalah saudara masih saudara kandung dengan ayah Farah dan ayah Calista. Untuk Fajar dan Mentari, hubungannya adalah ibu mereka berdua masih bersaudara sepupu dengan ketiga ayah tiga orang itu."
"Jadi intinya adalah, semua itu berawal dari obsesi yang salah tempat." Arya Ramadhan menatap kesemua orang disana. "Jika sudah berhubungan dengan obsesi, semua jalan dilakukan."
"Lalu korban kedua, siapa yang membunuh?" tanya Jimmy ke Jin.
"Suster Mentari. Itu pun dia lakukan setelah memancing iptu Randy hingga terjadi kejadian itu. Karena sebenarnya, yang dibutuhkan Mentari adalah agar letnan David ditarik ke kasus itu tapi sayangnya tetap dipegang iptu Hasan."
"Korban ketiga?" tanya Toro.
"Dokter Farah."
"Korban keempat?" tanya Anarghya.
"Dokter Rizal."
"Calista?" tanya David.
"Dibunuh oleh Tasya. Korban keempat bahkan sempat disimpan di dalam lemari es kamar mayat forensik oleh dokter Rizal. Makanya saat ditemukan, kondisi rigor mortis mayat berantakan suhunya saat ditemukan oleh dokter Tini. Dan kali ini kamu kepancing masuk untuk mengambil alih kasus ini dari iptu Hasan."
"Tasya sendiri tampaknya melukai dirinya sendiri karena saat aku memeriksa barang bukti, hanya ada darahnya dia seolah menunjukkan dia diserang padahal dia menutupi kejahatannya." Jimmy akhirnya mengungkapkan pendapatnya.
"Anda betul, Jimmy. Tasya sengaja melakukan hal itu agar kecurigaan kalian tidak ke dirinya."
"Tapi dia melakukan kesalahan standar para pembunuh. Ketidaksabaran. Ingat kasus BTK di Amerika Serikat. Jika dia tidak kepancing egonya, kejahatannya tidak akan terungkap sampai kapanpun." Hideo menatap semua. "Aku pernah menjadi penjahat jadi tahu lah."
"Dasar mantan mafia!" umpat Adrian.
"Ini sudah hilang dua orang tinggal tiga orang dengan tujuan awal yang sama. Ada baiknya kita cooling down dulu. Namun kita semua harus saling waspada kepada ketiga orang itu." David memandangi satu persatu orang-orang disana.
"Kita mencoba main halus, Dave. Agar mereka bertiga saling membunuh satu sama lain. Tangan kita bersih" seringai Anandhita.
David pun tersenyum licik ke kekasihnya. "I have an idea."
***
Sekilas tentang kasus pembunuhan berantai BTK ( Bound, Torture and Kill ).
Dennis Lynn Rader (lahir 9 Maret 1945) adalah seorang pembunuh berantai Amerika yang dikenal sebagai BTK (singkatan yang dia berikan pada dirinya sendiri, untuk "mengikat, menyiksa, membunuh"), Pencekik BTK atau Pembunuh BTK. Antara 1974 dan 1991, Rader membunuh sepuluh orang di Wichita dan Park City, Kansas, dan mengirim surat ejekan kepada polisi dan surat kabar yang menjelaskan rincian kejahatannya. Setelah jeda selama satu dekade, Rader kembali mengirim surat pada tahun 2004, yang menyebabkan penangkapannya pada tahun 2005 dan pengakuan bersalah berikutnya. Dia menjalani sepuluh hukuman seumur hidup berturut-turut di Fasilitas Pemasyarakatan El Dorado.
Sumber Wikipedia
Yuhuuuu Up Malam
Maaf telat karena masih acara keluarga
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️