
Taufan bangun pagi-pagi dan langsung membuat sarapan untuknya. Sarapan sederhana yang hanya roti sandwich dengan suwiran ayam kukus diberi daun selada, mayonaise dan jagung manis.
Dirinya memang belum belanja banyak tapi baginya ini sudah cukup. Setelah menyiapkan sarapan untuknya, Taufan membuat sarapan yang sama untuk Natasha. Taufan memakai kotak makan yang dimilikinya untuk Natasha.
Sambil mengenakan jaket, Taufan keluar apartemennya dan menguncinya lalu berjalan menuju apartemen Natasha yang hanya berjarak satu blok.
***
Taufan menunggu dengan gelisah di depan apartemen Natasha. Dirinya masih maju mundur untuk menelpon gadis itu sebab dirinya tahu jam masuk PRC group adalah jam 8 pagi dan itu berlaku di semua kantor di seluruh dunia.
Taufan merasakan lehernya sampai pegal karena menunggu Natasha keluar. Tangannya yang satu memegang ponsel sedangkan satunya memegang paper bag berisikan kotak makanan untuk gadis cantik itu.
Kemana gadis itu?
Taufan berjalan mondar-mandir menanti gadis itu dengan sedikit merasakan dingin karena hawa Manchester memang dingin saat masuk musim gugur.
Hampir setengah jam Taufan menunggu hingga akhirnya pintu lobby apartemen Natasha terbuka dan tampak gadis itu itu keluar dengan mengenakan mantel dan topi. Wajahnya tampak cantik dengan makeup yang sesuai dengan bentuk mukanya.
"Natasha."
Gadis itu menoleh dan terkejut melihat Taufan berdiri di depan apartemennya.
"Taufan? Ngapain kamu disini?" tanya Natasha terkejut. "Bagaimana kamu tahu apartemen aku?"
"Tidak perlu tahu dari mana" jawab Taufan asal. Dirinya tidak mau Natasha tahu dirinya tinggal di apartemen seberang.
Natasha mengerenyitkan alisnya. Really?. Gadis itu lalu menuju basement apartemennya yang terdapat mobil-mobil para penghuninya. Taufan sendiri memilih mengikuti Natasha.
"Maaf Taufan, tapi aku harus ke kantor." Natasha menuju mobil Teslanya.
"Nat!" panggil Taufan lagi.
Natasha membalikkan tubuhnya. "Apa lagi, Fan?"
Taufan menyerahkan sebuah paper bag ke Natasha. "Buat mengganjal perut."
Natasha menatap Taufan bingung. "Apa ini Fan?"
"Buat kamu. Aku yang buat."
Natasha menerima paper bag itu. "Terima kasih, Fan. Maaf tapi aku harus ke kantor. "
"Oke. Hati-hati. Selamat bekerja."
Natasha mengangguk lalu masuk ke dalam mobil Teslanya yang diparkir di basement apartemen. Dan mobil bewarna merah itu pun keluar parkiran basement meninggalkan Taufan yang masih berdiri disana.
***
Natasha tiba di ruang kerjanya dan seperti biasa Poppy sang asisten sudah siap dengan berbagai jadwal yang harus dia bereskan hari ini. Keduanya pun memulai pekerjaan hingga jam menunjukkan pukul sebelas dan perut Natasha merasakan lapar.
"Poppy, minta tolong buatkan teh ke kantin dong. Kepalaku agak pening" pinta Natasha.
"Miss Neville sudah sarapan belum?" tanya Poppy sembari menghubungi kantin perusahaan.
"Hanya cereal karena aku bangun kesiangan."
"Makan dulu Miss. Nanti pingsan, bisa berabe" senyum Poppy.
Natasha teringat dengan paper bag yang diberikan Taufan. Paper bag yang diletakkan di meja kopi diambil olehnya dan mulai membuka isinya. Gadis itu terkejut melihat sebuah kotak makan disana dan segera mengambilnya.
Kotak makan itu dibukanya dan tampak sandwich berisikan ayam, lettuce, jagung manis dan mayonaise ada beberapa potong. Natasha melihat ada sebuah memo disana dan mulai membacanya.
Dearest, Natasha.
Sorry hanya bisa membuat ini tapi asal kamu tahu, aku serius membuatnya.
Love
T.A
Jantung Natasha berdebar saat membaca memo itu. Tidak dipungkiri, Taufan membuat misi move on nya berantakan.
Apa sih maumu Fan?
Natasha menatap chicken sandwich buatan Taufan dan ada rasa hangat yang masuk ke hatinya.
Natasha hendak memakan. sandwich itu tapi mengurungkan niatnya.
"Kata mbak Freya, biar nggak kena pelet, makanan yang dikasih harus dilangkahi tiga kali sambil baca basmalah. Eh beneran nggak sih? Kan nggak sopan ngelangkahi makanan?" gumam Natasha bingung.
"Miss Neville, itu cuma mitos" kekeh Poppy.
"Iya ya. Ya sudahlah, aku makan saja. Sudah lapar ini." Natasha lalu menggigit sandwich nya.
***
Jakarta, Indonesia
Hoshi kelimpungan kehilangan Taufan yang selama ini menjadi asisten yang bisa diandalkan. Hani pun sebenarnya juga kompeten tapi entah kenapa Hoshi merasa Hani agak kurang cekatan.
"Dih, gara-gara mengejar cinta yang telat, gue yang kelimpungan! Brengsek cumi satu itu !" omel Hoshi kesal.
Pria cantik itu melirik ke arah kalender. "Baru tiga hari ditinggal si Papan, udah jutek aku!"
"Papaaa!"
Sebuah suara anak kecil membuat Hoshi menoleh dan tampak putranya yang berusia empat tahun muncul di pintu ruang kerjanya.
"Lho? V sama siapa?" tanya Hoshi bingung melihat putra sulungnya, Valentino, atau biasa dipanggil V karena lahir tepat di hari Valentine.
"Sama mama dan adik Juliet." Hoshi dan Rina dikaruniai dua orang anak, V dan Juliet yang beda dua tahun.
"Dalam rangka?" tanya Hoshi sambil berjongkok menatap putra tampannya.
"Makan siang lah, papa Tiger" gelak Rina sambil menggendong Juliet.
"Lho mama macan nggak ke toko? Biasanya habis jemput V di sekolah langsung ke toko." Hoshi menghampiri istrinya dan memberikan ciuman mesra ke bibir peach Rina dan tak lupa mencium putri cantiknya.
V yang sudah biasa melihat kedua orangtuanya seperti itu hanya duduk di sofa sambil mengambil buku mewarnainya dari tas sekolahnya.
"Aku tahu kamu kelimpungan nggak ada Taufan. Hani yang cerita karena anak itu memang bukan Taufan." Rina pun ikut duduk sambil memangku putrinya. "Tapi harus diingat, kalau Natasha mau sama Taufan, otomatis mereka akan tinggal di Manchester karena Natasha bekerja disana."
Hoshi menatap Rina lalu bergantian dengan kedua anaknya. V itu benar-benar perpaduan dirinya dan Rina, meskipun lebih kuat darah Asianya. Juliet lebih mirip Rina, lebih agak Arab bule.
"Tampaknya kamu benar, mama macan." Semenjak memiliki anak, Hoshi dan Rina mengganti panggilan mereka menjadi papa Tiger dan mama macan, sudah tidak muka pucat dan cewek Arab kecuali kalau sedang berdua.
"Namanya life goes on, Hoshi."
"Kenapa jadi ingat lagunya BTS ya?" gumam Hoshi.
***
Manchester, Inggris
Setelah kemarin Taufan memberikan sandwich, hari ini, siang ini tepatnya pria itu mendatangi gedung PRC group lagi.
Resepsionis yang mulai hapal dengan wajah Taufan yang berbeda dengan pria bule disini, segera menghubungi Poppy, asisten Natasha.
***
"Taufan kemari?" tanya Natasha.
"Iya Miss Neville. Mr Abisatya hendak bertemu dengan anda. Apakah bisa atau ... boleh?" senyum Poppy.
Natasha hanya menghela nafas panjang.
"Suruh Taufan naik ke ruanganku."
Poppy mengangguk hormat lalu segera menghubungi resepsionis.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***
Visual anaknya Hoshi n Rina dewasa
Valentino 'V' Adipramana Reeves
Juliet 'J' Anastasia Reeves