My Boyfriend Is Not a Trans Gender

My Boyfriend Is Not a Trans Gender
Nyaris



Anarghya dan Amaranggana atau Amara tampak bahagia apalagi mereka terpisah dengan jarak yang tidak dekat. Amara lulusan fakultas ekonomi Universitas Princeton, memilih masuk ke PRC group New York bersama dengan sang papa, Kris Ruiz.


"Akhirnya bisa ke Jakarta juga setelah digojlok Daddy di PRC group. Beneran deh Daddy tuh! Anak cantik ini disuruh masuk dari awal coba!" adu Amara ke Anarghya.


"Oom Kris kan maunya kamu tahu seluk beluk PRC group dari bawah, bukan langsung naik jabatan, Mara. Dan sekarang kamu bisa tahu kan jeroannya PRC ?" senyum Anarghya ke kekasihnya.


"Iya sih." Amara memperhatikan seorang wanita mengenakan gaun batik yang tatapannya tidak pernah lepas dari David yang sedang ngobrol dengan Hoshi, Luca, Enzo dan Georgina.


"Siapa wanita itu, mas?" tanya Amara ke Anarghya.


"Oh dia itu suster Mentari."


"Kenapa dia menatap bang Dapid seperti itu?" Amara sama seperti Anarghya, suka-suka memanggil David dengan sebutan Dapid.


"Dia kan memang suka sama bang Dapid."


"Apakah dia salah satu yang kalian incar?" bisik Amara yang dijawab dengan anggukan Anarghya. "Bang Dapid sama mbak Dhita harus hati-hati itu."


"Kamu tenang saja, sayang. Kami sudah mempersiapkan diri meskipun harus bersabar" senyum Anarghya.


Hari ini Anarghya dan Amaranggana kompak mengenakan baju berwarna merah bahkan baju dokter bedah itu adalah rancangan Reana yang berprofesi sebagai desainer di waktu luangnya selain menjadi desain grafis di PRC group.



Bang Arga, jangan judes-judes



Neng Amaranggana Ruiz kesayangan mas Arga


"Kalian itu memang keras kepala deh mas. Tinggal minta bantuan kita, sekali tepuk, lenyap lah!" sungut Amaranggana.


"Itu kan kasus bang Dapid, kerjaan bang Dapid. Kita tidak bisa seenaknya bantu. Dhita menembak salah satu tersangka saja juga karena terpaksa."


Amara masih menatap diam-diam ke suster Mentari. "Menurut mu, apakah dia akan melakukan sesuatu disini?"


"Kalau dia berani melakukannya, berarti dia bodoh! Kita semua membawa senjata bukan? Berarti sama saja dia menyerahkan nyawanya." Anarghya membuka sedikit jasnya dan tampak Glock di pinggangnya. "Mas Hoshi juga kemana-mana pasti bawa baton."


"Tapi tetap harus kita awasi mas" ucap Amara yang masih memandang suster Mentari.


***


"Anandhita."


Anandhita yang sedang mengobrol dengan Faranisa dan Safira pun menoleh. Tampak dokter Rizal menghampiri gadis itu.


"Dokter Rizal" sapa Anandhita ramah namun sudut matanya bisa melihat kedua sepupunya bersikap siaga.


"Selamat ya, akhirnya menikah juga dengan letnan David." Dokter Rizal mengulurkan tangannya namun Anandhita mengatupkan kedua tangannya di dada.


"Terimakasih dokter Rizal" senyum Anandhita manis. Wajah dokter Rizal memerah melihat gadis pujaannya memberikan senyuman cantiknya.


Sebentar lagi sayang, kamu akan menjadi milikku.


"Sayang, kamu kok jauh dariku?" David pun menghampiri istrinya didampingi oleh Hoshi dan Enzo beserta Georgina. David pun memeluk pinggang ramping Anandhita dengan posesif. "Dokter Rizal" sapa David ramah.


"Georgina Dua!" seru suara wanita yang berusia tiga puluhan itu membuat Enzo dan istrinya menoleh. Tampak Joey Bianchi bersama dengan istrinya Georgina O'Grady Bianchi datang menghampiri.


"Aku permisi dulu" pamit dokter Rizal yang merasa waktunya tidak pas untuk berusaha menarik Anandhita. Sabar Rizal, sabar.


"Oh iya dokter. Silahkan" balas Anandhita sambil mengacuhkan dokter Rizal untuk bertemu dengan sepupu-sepupunya.


"Aku tuh heran, kok bisa-bisanya Enzo mendapatkan istri yang namanya sama dengan G ku" kekeh Joey Bianchi sepupu kandung Enzo. Joey adalah putra Josephine Al Jordan saudara kembar Marissa Al Jordan yang menikah dengan pria kembar juga Marco dan Mario Bianchi.


"Namanya juga jodoh, bang" cengir Enzo.


***


Arya dan Adrian memperhatikan ketiga orang yang mereka curigai bahkan saudara kembar Anandhita itu melihat Amara pun mengawasi suster Mentari.


"Susah kalau punya Sepupu satu gen bar-bar" gerutu Adrian. Berbeda dengan Safira, Amaranggana dan Faranisa termasuk bar-bar bahkan Nisa pernah menghajar seorang model pria yang hampir melecehkannya saat usia 16 tahun, nyaris membuat Fuji sang Daddy menariknya dari dunia model.


Amara sendiri benar-benar keturunan Oma buyut Vivienne Neville Arata. Selain mulutnya pedas seperti Hoshi, dia juga tukang berantem dari jaman sekolah membuat Kris Ruiz sang papa harus bolak-balik dipanggil pihak sekolah. Untung dia sekarang sudah jinak... sepertinya. Gimana mau jinak, wong pacaran sama Arga yang sama bar-barnya.


"Baguslah Pa, meskipun kita tidak minta bantuan secara langsung, keluarga besar tahu lah siapa saja yang perlu diawasi."


***


Seorang gadis bule cantik turun dari sebuah taksi dan segera masuk ke dalam mansion Ramadhan sembari membawa undangan. Rambutnya yang bewarna coklat, ia ikat rapi. Mengenakan gaun dan blazer hitam sembari menyeret kopernya, gadis itu tampak celingak-celinguk mencari seseorang.


Taufan Abisatya yang melihat gadis itu pun langsung menghampiri. Bahkan dari jauh pun Taufan bisa mencium harum lembut dari parfum gadis itu.


"Maaf nona. Anda mencari siapa?" tanya Taufan.


"Saya mencari Oom Arya dan Tante Amberley" jawab gadis itu.


"Kalau boleh tahu, anda siapa?"


Gadis itu menatap Taufan intens. "Kamu tidak kenal sama saya?"


"Maaf saya tidak mengenal anda."


"Bahkan janji kamu akan menikah dengan saya yang kamu buat saat kita kecil juga tidak ingat, Taufan Abisatya?"


Taufan terkejut. "Na... Natasha?"


"Halo Taufan. Dimana Oom dan Tante ku?"



Nah lho bang! Ditagih janji nikahin anak orang



Introducing Natasha Jennifer Neville.


***


Dokter Rizal memutuskan untuk pulang guna menyusun rencananya untuk menghabisi David. Dirinya merasa kesal Anandhita tidak mau bersalaman dengannya padahal dia sudah menyiapkan racun yang dia simpan di cincin modifikasi buatannya. Jika Anandhita tadi mau bersalaman dengannya, maka tangannya akan tertusuk jarum dari cincin itu dan dia bisa keracunan.


Dalam bayangan dokter Rizal, jika Anandhita keracunan, dia bisa memeras keluarga Ramadhan dengan dalih hanya dirinya yang memiliki penawarnya. Bahkan dia bisa memaksa David untuk berpisah dengan Anandhita.


Namun rencana tinggal rencana, Anandhita sama sekali tidak mau bersentuhan dengannya apalagi gadis itu selalu bersama dengan saudara-saudaranya, tidak ada celah baginya untuk mendekati berdua dengannya.


Dokter Rizal lalu menstater mobilnya lalu meninggalkan kediaman Ramadhan.


***


Dokter Farah Aulia masih belum bisa mendekati Anandhita karena gadis itu tidak pernah sendirian. Bahkan saat ke toilet pun, Anandhite lebih memilih ke kamar pribadinya dengan dikawal oleh para sepupunya.


Sial! Susah sekali mendekati gadis itu! Wajah Dokter Farah tampak geram karena tidak sesuai ekspektasi bahkan dia bisa melihat dokter Rizal pun pergi meninggalkan tempat pesta.


Dokter Farah mengedarkan pandangannya dan melihat suster Mentari yang menatap David penuh cinta.


Sialan! Cewek itu tidak tahu malu!


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


lanjut nanti


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️



Bang, diincar dua cewek psycho lho...



Neng Dhita yang selamat lagi...