
Anandhita datang bersama dengan Arya dan Travis. James Blair kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan yang penting.
"Neng Dhita... Aa datang!" seru Toro sambil merentangkan tangannya untuk memeluk Anandhita namun kerah bajunya sudah ditarik oleh Adrian yang langsung melesat melindungi adiknya. "Heeekk...aku...tercekik" suara Toro.
"Eh kampret! Enak saja mau peluk-peluk anak aku!" Arya menatap judes ke Toro.
"Maap ayah mertua. Saya terlalu senang" cengir Toro.
"Ayah mertua gundulmu! Menantuku cuma David bukan elu Ateng!" cebik Arya kesal ada pria yang ngadi-ngadi dengan pede overload.
"Toro. Ayo beritahu hasil penyelidikan kamu." Hideo menatap tajam ke pria bertubuh gempal itu.
"Hyung, kok tahu saya pegang penyelidikan?" Toro terkejut mendengar ucapan mantan mafia itu padahal penyelidikan independen dirinya masih belum selesai baru 85%.
"Kamu kira aku tidak segera bergerak ketika mendengar dari Adrian. Ayo, reveal semuanya disini."
"Tunggu, Arga belum datang" sergah David. Tak lama pria imut itu datang dengan dandanan sudah rapi dan segar.
"Hai. Belum dibuka kan?" tanya Anarghya.
"Belum. Kunci pintunya, Ga!" perintah Arya.
Anarghya pun menutup pintu kamar David dan menguncinya.
Arya, Anandhita, Anarghya, Hideo dan Travis duduk di sofa sedangkan Jimmy dan Adrian duduk di kursi yang posisinya di sisi kiri kanan tempat tidur David.
"Baik. Saya mulai dari awal." Toro menatap serius ke semua orang. Jika sudah begini hilang sudah slengeannya.
"Bermula dari kasus pembunuhan korban Calista aka Cecep Sutisna, saya diminta oleh letnan David untuk memeriksa sofa dari Nightclub Rainbow. Saya pikir kenapa letnan capek-capek meminta saya menyelediki sofa yang penuh noda kemeshuman dan kemaksiatan."
Toro mengambil botol air mineral yang tersedia disana, membukanya dan meminumnya.
"Saya memeriksa semua DNA yang ada disana dan saya menemukan bahwa diantara DNA dari noda maksiat itu ada yang berhubungan kekeluargaan. Karena kepolisian kita semakin canggih, apalagi di forensiknya, kami bisa memeriksa dna berdasarkan garis darah seseorang."
"Maksudnya gimana Teng?" tanya Arya.
"Jadi dari situ bisa diurut pelaku kejahatan sebelumnya berdasarkan DNA. Bisa juga kerabat itu tidak memiliki hubungan tidak langsung seperti sepupu tapi yang namanya DNA akan selalu saling berkaitan jika satu keturunan karena DNA seseorang itu spesifik." Toro menghela nafas sebentar.
"DNA adalah singkatan dari deoxyribonucleic acid. DNA merupakan rantai molekul yang berisi materi genetik yang khas pada setiap orang. Tidak hanya pada manusia, tapi pada semua makhluk hidup memiliki DNA. DNA bisa bermanfaat untuk menunjukkan perbedaan satu organisme dengan organisme lainnya."
Semua orang disana menatap Toro bingung kecuali Hideo, David dan Jimmy yang sudah tahu sebelumnya.
"Apa yang kamu temukan, Aa Toro?" tanya Anandhita lembut yang membuat hidung Toro kembang kempis bahagia.
"B saja Teng! Dhita seperti itu kepada semua pasiennya" cebik David sebal.
"Ih letnan nyebelin. Nggak seneng lihat aku bahagia sedikiiiittt saja!" sungut Toro. "Aku lanjutkan ya. Nah dari hasil penyelidikan aku tuh menemukan bahwa adanya hubungan kekerabatan antara dokter Farah Aulia, Calista, Tasya, Aiptu Fajar dan suster Mentari."
"AAPPAAA?!" seru semua orang disana.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa
Lanjut lagi nanti 😁😁😁
Aku mau nyetir pulang ke Solo
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***
Insyaallah besok Rajendra mulai ada.
Awal Juni Fayza dan Hideo plus lanjutan Four Weather Girls.