
"Bang David jadi waria?" tanya Fayza bingung.
"Menyamar Fay. Dua bulan terakhir ini ada tiga orang waria yang dibunuh dengan cara ditusuk dengan alat penghancur es. Dan di dalam tubuh korban ada jejak GHB yang komposisinya berbeda dengan yang ada di Jakarta." Adrian menatap pasangan suami istri itu. "Dan menurut David, GHB itu hanya bisa didapatkan di black market Amerika Serikat atau di Amerika Selatan."
"Apakah pembunuhan ini pembunuhan berantai?" tanya Hideo.
"Dicurigai David itu karena ternyata sudah ada pembunuhan waria enam bulan lalu dan sejak itu setiap bulan hingga dua bulan terakhir ini ada empat orang korban."
"Tadi kamu bilang ada tiga korban, kenapa jadi empat?" tanya Fayza.
"Karena yang satu selamat dan sekarang sedang dilindungi oleh David dan timnya."
Hideo menatap Adrian. "Apa yang harus kita cari, Yan?"
"Apa saja. Ini file yang diberikan David kepadaku karena aku harus ke Melbourne besok untuk promosi Koenigsegg disana jadi aku tidak akan ada di Jakarta selama empat hari."
Adrian menyerahkan dua buah flashdisk ke Hideo. "Yang satu berisikan data semua korban, yang satu berisikan data semua pihak aparat yang terkait dengan kasus ini."
Hideo menaikkan sebelah alisnya. "Termasuk David?"
"Termasuk David" jawab Adrian tegas.
"Adrian, David itu calon ipar kamu! Dia sudah kenal sama Dhita dari SMA dan dia sudah lolos screening!" seru Fayza terkejut.
"Fay, bukan aku tidak percaya David tapi aku ingin mengetahui semuanya detail. Ohya, Hideo, disana juga ada Safira dan Dhita karena mereka mengikuti simposium yang sama pada tanggal 5 sampai 9 Maret."
Hideo mengangguk. "Jika masih ada yang kurang, aku minta padamu atau David?"
"Aku atau Arga saja. Jangan David."
"Baiklah. Biar nanti anak buahku yang akan terbang ke Singapura menyelidiki semuanya."
"Thanks Hideo" ucap Adrian.
***
Apartemen David dan kwartet jomblo
David, Jimmy dan Toro sama-sama terpaku melihat layar tv led besar di hadapan mereka. Mereka bertiga ditambah dua orang dibelakangnya menatap tidak percaya akan hasil pencaharian mereka selama ini.
"Sepupu? Seriously?" bisik Toro tidak percaya.
"Dokter Farah Aulia saudara sepupu dengan Calista alias Cecep?"
"Ya Tuhan" bisik Fajar.
"Tapi kok waktu itu dia seperti tidak mengenali ya?" Faajr tidak percaya melihat pohon silsilah yang ditemukan oleh Jimmy.
"Berarti jawabannya pada dokter Farah, Dave. Mau tidak mau kita harus mengkonfrontir rivalnya Dhita."
"Apa alasannya ya Let, Dokter Farah tidak mengatakan apapun soal Calista?" tanya Toro.
"Mungkin dia malu punya saudara sepupu berbeda?" Fajar menatap Toro.
"Bisa jadi. Gimana Dave? Besok kita tanyakan ke dokter Farah?" Randy menoleh ke arah David.
"Besok kita ke koroner. Jangan lupa malamnya kita menyamar lagi Ran." David menyeringai jahil ke Randy.
"Oh no... oh no ... oh no no no no" dendang Randy menirukan lagu TikTok.
***
Hideo menghubungi asistennya, Jin Kawashima, untuk terbang ke Singapura dari Tokyo.
"Kamu sudah aku kirimkan file, Jin. Pelajari semuanya" pinta Hideo.
Jin Kawashima, pria berusia 35 tahun itu sudah sepuluh tahun mengabdi dengan Hideo Kojima Park. Dan dia bisa dibilang pria paling dingin dan kejam setelah Hideo.
"Aku tahu itu Jin tapi Adrian bilang kedua orang itu mungkin tidak terlibat tapi terkait oleh orang-orang psycho ini."
Jin tertawa kecil. "Tuan, apakah anda lupa anda juga psycho?"
"Aku sudah waras, Jin" kekeh Hideo. "Fay yang membuat aku waras dan juga janjiku kepada almarhum Opa Javier. Sebagai seorang pria, aku harus menepati janjiku bukan?"
"Saya bersyukur anda kembali bersama dengan nona Fayza meski dengan jalan yang berliku dan nyawa anda hampir melayang di bawah todongan Mr Sky." Jin mengingat bagaimana Hideo pasrah jika harus mati di tangan Ashley Sky.
"Ayah mertuaku itu memang deh" senyum Hideo yang sekarang bersyukur memiliki hubungan baik dengan Ashley.
"Besok saya ke Singapura tuan. Akan saya cari tahu apa yang menjadi penyebab terjadinya kasus itu."
"Terimakasih Jin. Toko perhiasan kita di Tokyo, serahkan pada Isao" ucap Hideo.
***
Adrian menerima panggilan dari Hideo yang mengatakan akan menyuruh asistennya Jin ke Singapura untuk menyelidiki semuanya.
"Thanks Hideo." Adrian menutup panggilan Hideo.
Anandhita duduk di sebelah kembarannya sambil membawa dua cangkir hot choco ke meja ruang tengah.
"Hideo?" tanya Anandhita.
"Iya, Hideo suaminya Fayza" jawab Adrian.
"Ada apa?"
"Tidak apa-apa. Hanya minta bantuan sedikit" senyum Adrian.
"Mas Adrian nggak minta bantuan macam-macam kan?" Anandhita menyipitkan matanya.
"Nggak dik. Minta bantuan normal kok" cengir Adrian.
"Jangan minta aneh-aneh, nanti Oom Ashley ngamuk lagi!"
"Nggak lah. Oom Ashley dah kompak kok dengan menantunya" kekeh Adrian.
"Duo F itu ya punya suami kok beda jauh. Haris penakut sama hantu, eh... Hideo mantan mafia, silver shining lagi. Ampun dah!"
"Lha kamu malah pacaran sama polisi kampret!" gelak Adrian.
"Iiissshhh mas Adrian nyebelin!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Lanjut Besok
Bonus Adrian Ramadhan