My Boyfriend Is Not a Trans Gender

My Boyfriend Is Not a Trans Gender
Sindiran Natasha



Taufan benar-benar menemani Natasha lembur akhir bulan sampai gadis itu selesai bekerja bersama dengan Poppy McGee. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan Taufan khawatir akan keselamatan Natasha meskipun dia tahu bahwa semua keturunan klan Pratomo bisa bela diri dan menembak tapi tetap saja Natasha seorang perempuan yang menarik siapa saja. Taufan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu dengan gadis yang menumbuhkan rasa cinta yang sempat terkubur lama.


"Saya pulang dulu Miss Neville. Suami saya sudah menjemput di bawah" pamit Poppy.


"Iya Poppy. Hati-hati" ucap Natasha.


"Mari tuan Abisatya." Poppy mencondongkan tubuhnya dan berbisik. "Saya titip Miss Neville."


"Tentu saja Miss McGee."


Poppy tersenyum lalu keluar ruangan.


Natasha pun bersiap-siap untuk pulang dan mengambil mantelnya, begitu pula dengan Taufan yang sudah memakai jasnya.


"Yuk pulang" ajak Taufan yang membuat Natasha memicingkan matanya. "Oh astaga Natasaha, aku hanya ingin kamu selamat sampai di apartemen kamu."


"Aku biasa seperti ini, Fan." Natasha melangkah mendahului Taufan sembari membawa tas tangannya.


"Tapi hari ini tidak biasa Nat." Taufan berjalan mengekori gadis itu. Setelahnya Natasaha mengunci ruangannya dan keduanya pun berjalan menuju lift.


Natasha mengacuhkan Taufan yang berjalan di sampingnya. Mata hijau itu terbelalak ketika tangan Taufan menggenggam tangan kanannya.


"Nanti kamu hilang" ucap Taufan asal.


"Bagaimana bisa hilang? Aku berada di kantorku sendiri?" pendelik Natasha kesal karena Taufan sudah mulai pegang-pegang dirinya.


"Aku kan hanya berjaga-jaga." Taufan menoleh ke arah Natasha yang berusaha melepaskan diri dari genggaman pria itu. "Jangan membantingku, Natasha. Apa kamu tidak sayang dengan gaun rancangan desainer mu itu nanti robek?"


Natasha menatap judes ke arah pria yang selama 20 tahun dia tunggu tapi tidak seperti ini maksud dan caranya. Benar-benar menyebalkan.


Suara pintu lift terbuka dan keduanya pun masuk ke dalam. Taufan tetap menggenggam tangan Natasha dan mulai mengelus punggung tangan gadis itu dengan jempolnya.


Perasaan menggelenyar terasa di tubuh Natasha hanya dengan sentuhan sederhana itu. Taufan melirik ke arah Natasha yang tetap menatap lurus ke depan. Pria itu pun tersenyum tipis melihat pipi Natasha sedikit merona akibat perlakuannya ke tangan gadis itu.


Ting!


Pintu lift pun terbuka dan petugas keamanan yang bertugas jaga malam ini menyapa Natasha ramah yang dibalas gadis itu sambil tersenyum. Setelahnya keduanya berjalan menuju parkiran mobil yang berada di basement.


Ketika keduanya hendak mendekati mobil Tesla milik Natasha, Taufan melangkah ke hadapan gadis itu.


Natasha menatap Taufan dengan tatapan bingung.


"Kamu kenapa?" tanya Natasha dengan judes.


Taufan tidak menjawab namun tangan kirinya meraih pinggang Natasha dan gadis itu menabrak dada pria itu.


"Kamu mau ngapain?" tanya Natasha panik dan berusaha melepaskan diri. Sial, kenapa aku jadi tidak bisa melawan pria ini.


Taufan tidak menjawab dan langsung mencium bibir Natasha yang terkejut dengan keberanian pria itu.



Natasha merasa dirinya lemas dan ciuman Taufan adalah hal yang dia bayangkan sejak remaja hingga dewasa tapi bukan seperti ini, disaat dirinya berusaha move on dari pria yang melupakan janjinya, malah apa yang dia bayangkan dan harapkan dilakukan Taufan tanpa seijinnya.


Tanpa Natasha sadari, kedua tangannya pun terangkat dan mengalungkannya di leher Taufan. Keduanya saling berpagutan satu sama lain hingga Taufan melepaskan bibirnya dari bibir Natasha dengan nafas terengah.


"Natasha..."


Plak!


Natasha menampar Taufan dengan wajah memerah menahan emosi.


"Kenapa kamu cium aku?"


"Karena...aku tak tahan melihat wajah cantikmu" jawab Taufan dengan wajah tanpa bersalah.


Natasha mendengus kasar lalu berjalan lebar-lebar meninggalkan Taufan yang sedang mengusap wajahnya kasar.


"Nat! Maafkan aku tapi aku memang terpesona dengan dirimu." Taufan mengejar Natasha.


Natasha hanya menatap dingin ke arah Taufan. "Kamu pulang sendiri!"


Taufan mengambil alih kunci Tesla Natasha. "No, kamu pulang denganku!" Taufan membuka kunci mobil Natasha dan menatap gadis itu untuk mengintimidasi dirinya agar masuk ke dalam mobil.


Natasha menghentakkan kakinya pertanda dia kesal namun dia tetap masuk ke dalam mobilnya. Setelah gadisnya duduk manis dalam mobil mewah itu, Taufan pun masuk di sisi pengemudi dan mulai menstater mobilnya lalu berjalan keluar dari parkir basement.


***


Taufan melirik ke arah Natasha yang memilih melihat keluar jendela mengacuhkan dirinya.


"I'm sorry Nat tapi aku akan tetap tinggal di Manchester sampai hubungan kita jelas."


"Kita tidak ada hubungan, Taufan Abisatya."


"Aku menganggap sekarang kita sedang melakukan hubungan khusus antara pria dan wanita."


Natasha tertawa sinis. "Sekarang? Sekarang? Kemana kamu selama ini? Baru sadar setelah mas Hoshi marah padamu. No Taufan, kamu itu bergerak dan mulai melangkah karena kamu takut dengan mas Hoshi dan Daddy aku."


Taufan mengeraskan rahangnya. Natasha benar-benar ...


"Benar kan Fan?" Natasha menoleh ke arah pria di sampingnya. "Kamu kemari karena rasa bersalah dan kemarahan mas Hoshi, bukan karena kamu benar-benar mencintai aku seperti aku mencintaimu...dulu."


Taufan mencengkeram setir mobil dengan erat hingga jari-jarinya memutih.


Jalanku sangat sulit apalagi melihat Natasha tampak terluka akibat kebodohan ku.


***


Yuuuhhuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️