My Boyfriend Is Not a Trans Gender

My Boyfriend Is Not a Trans Gender
Orang-orang Sekitar Mencurigakan



"Bagaiamana bisa mereka saling berkaitan?" tanya Travis bingung.


"Mereka berkaitan sebatas saudara sepupu jauh seperti neng Dhita dengan Abang bule Travis gitu lah."


Travis mendelik mendengar panggilan barunya. Abang bule Travis? Seriously?


"Itu DNA yang kamu dapat di sofa punya siapa?" tanya Arya.


"Punya Tasya, Calista dan suster Mentari."


"Apakah Aiptu Fajar ada disana dnanya?" tanya Anarghya.


"Tidak tapi saya juga mendapatkan DNA lainnya. Asal kalian tahu, saya dan Jimbong juga menemukan DNA dari orang terdekat kita."


"Iptu Randy kan?" tebak Anarghya.


"Bagaimana dek Arga tahu?" Toro menatap pria imut itu dengan wajah terkejut.


"Dek Arga?" wajah Anarghya tampak jutek mendengar panggilan yang diluar ekspektasi.


"Ya ampun Ateeengg! Jangan suka manggil seenaknya!" hardik David gemas. Semua anggota keluarga Anandhita tampak darting dengan pria dari forensik itu.


"Ini adalah data DNA yang berhasil kami pisah-pisahkan. Dan anda sekalian bisa melihat bahwa DNA kami tidak ada. Jadi hanya saya, Toro dan letnan David yang tidak kami temukan di lokasi tempat korban Calista ditemukan." Jimmy menyerahkan sebuah map berisikan hasil penyelidikan independen mereka.


"Apakah pak Kosasih dan Thomas tahu?" tanya Arya sambil membuka map.


"Belum pak Arya. Saya hendak memberikan jika sudah jelas semuanya."


Anandhita bersama dengan Travis membaca laporan itu.


"CCTV bagaiamana Jim?" tanya Arya. "Keberadaan suster Mentari disana sebagai apa?"


"CCTV milik Rainbow Nightclub sudah saya bongkar tapi memang saya tidak menemukan keberadaan suster Mentari secara spesifik tapi bukti DNA ada dan itu berupa sisa-sisa percintaan disana apalagi sofa itu berada di ruang yang bisa ditutup" ucap Toro dengan wajah bergidik mengingat dirinya harus membawa sofa itu menuju mobil labfor.


"Aku masih bingung hubungan antara mereka semua. Calista dan Farah memang saudara sepupu kandung, dengan Tasya?" tanya Arya.


"Sepupu tapi beda beberapa Oom Tante Uwak pakdhe budhe" jawab Toro.


"Siapa lagi itu Safira? Cantik nggak?" tanya Toro semangat. Biarlah nggak dapat Neng Dhita, dapat saudaranya juga boleh. Sudah pasti cantik juga kan?


"Sepupu kami" jawab Anandhita.


"Masih single.?" Toro menatap penuh harap.


"Sudah dobel. Kalau kamu mau dihajar suaminya, aku ikhlas kok" cengir Adrian.


"Duilah, kejam sekali kau kakak ipar" sungut Toro.


"Apa yang dilakukan oleh suster Mentari di Club yang isinya para transgender? Bahkan sampai melakukan hubungan sek*sual disana?" gumam Travis.


"Itu yang masih saya dan Jimbong selidiki karena saya sampai sekarang belum mendapatkan jawabannya" jawab Toro.


"Apa yang Randy lakukan disana" gumam David yang tidak menyangka menemukan DNA sahabatnya di TKP.


"Itu yang aku juga belum dapat jawabannya Let" ucap Jimmy.


"Masih banyak hal yang harus kita selidiki. Saya minta semua hasil penemuan ini, hanya kita semua disini yang tahu. Jangan sampai orang lain diluar dari kita-kita tahu dan menggagalkan penyelidikan." Hideo menatap tajam ke semuanya.


"Mereka semua bersaudara, dan apakah mereka tahu saling memiliki hubungan darah, itu yang harus kita cari tahu. Itu yang pertama. Kedua, apakah mereka saling bekerjasama dalam kasus pembunuhan berantai ini. Yang ketiga, apa motif dibalik peristiwa ini. Kalau Tasya aka Teddy Himawan dan dokter Rizal karena obsesinya ke Dhita, dokter Farah obsesi ke David. Tapi apakah ketiga orang yang berada diluar tiga orang sebelumnya kita curigai ini memiliki motif tersembunyi hingga terseret kasus pembunuhan." Adrian membaca catatannya.


"Oleh karena itu, kita harus menggali lebih dalam lagi." Arya menatap ke anak dan keponakannya. "Cukup kita saja yang tahu, keluarga besar, jangan sampai tahu terutama Hoshi dan Benji. Bahaya!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut Besok


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️