My Another Love

My Another Love
Hospital



Vallery mengerjapkan matanya berulang kali, kepalanya terasa sangat berdenyut dan saat ia mencoba untuk bangkit dari posisinya suara seseorang yang sangat dikenalinya pun terdengar.


"Jangan banyak bergerak, Vall..."


Itu suara Sophia yang menatapnya dengan tatapan prihatin.


"Ini dimana, Sophi?" tanyanya.


"Kami membawamu ke Rumah Sakit. Kau sempat pingsan dan tidak sadarkan diri."


Dahinya mengkerut. "Kami?" tanyanya heran.


"Ya, aku dan Kak Edward."


Vallery terdiam, dia memikirkan kejadian terakhir yang menimpanya, hingga dia bisa berakhir diranjang Rumah Sakit.


"Jangan terlalu dipikirkan, Vall. Semuanya baik-baik saja." ucap Sophia kemudian.


Tak lama, terdengar suara pintu yang dibuka, menampilkan sosok Edward disana dengan senyum yang tampak semringah.


"Syukurlah jika kau sudah sadar." tuturnya sembari masuk kedalam ruangan.


Vallery mengangguk dalam posisinya yang masih berbaring.


"Kak, aku keluar dulu. Aku titip Vallery ya." Sophia berujar pada Edward dan kemudian beralih pada Vallery.


"Vall, aku tinggal dulu ya. Aku harus melihat Ibuku. Kebetulan Ibuku juga dirawat di Rumah Sakit ini." Sophia mengelus pundak Vallery sejenak kemudian mulai berangsur menjauh saat Vallery mengangguki ucapannya.


"Salam untuk ibumu, Sophi."


"Okay..." jawab Sophia seraya menutup pintu dan menghilang dibaliknya.


Kini tinggallah Vallery yang berada dalam kamar rawat bersama dengan Edward yang menatapnya dengan tatapan teduh.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Kak?" Vallery mulai bertanya pada Ed.


Ed meraup kasar wajahnya sendiri, kemudian dia menarik kursi agar posisinya lebih dekat pada ranjang yang ditempati Vallery.


"Vall, kau tidak perlu memikirkan apapun. Jika kau lupa apa yang terjadi.... it's okey, tidak ada yang perlu kau khawatirkan." Jawaban Edward sangat tak jelas dan tak memuaskan keingintahuan dibenak Vallery.


Edward mengelus lembut rambut Vallery yang tergerai diatas bantal, tatapannya sangat meneduhkan, mengingatkan Vallery pada seseorang yang memiliki mata kehijauan.


"Josh?" Vallery terkesiap dan bangkit dari posisinya secara mendadak, membuat Ed sedikit terkejut-- lalu menarik perlahan tangannya yang masih berada dibantal yang tadi Vallery gunakan.


"Dimana Josh? Kak... dimana Josh?" Vallery menatap Edward penuh harap, agar lelaki itu bisa menjawab pertanyaannya, tentunya kali ini dia berharap jawaban yang bisa memuaskannya.


Edward menggeleng lemah. "Aku tidak tahu dia dimana." jawab Ed jujur.


"Tidak, tidak..." Vallery menggeleng keras. Airmatanya tiba-tiba menetes begitu saja. Secara tiba-tiba, ingatannya tentang beberapa jam kebelakang mulai muncul dan menghampiri kepalanya.


Edward menatapnya serius, tapi kali ini tatapannya tidak seteduh diawal tadi, kini tatapan Ed terlihat prihatin dengan kondisinya.


"Jangan terlalu banyak berpikir, Vall. Dia pasti akan menemuimu nanti." jawab Ed menenangkannya.


"Ya, dia pasti akan menemuiku. Dia pasti baik-baik saja." jawab Vallery yakin, tapi airmatanya terus mengalir dan membasahi pipinya yang pucat.


"Bagaimana dengan Kakakku?" tanyanya seraya menyusut airmatanya sendiri.


"I dont know, Vall. I'm so Sorry... aku hanya menyelamatkanmu." jawab Ed apa adanya.


"Kak...." Vallery kembali terisak.


"Sorry, Vall. Aku sudah melihat semuanya, aku juga sudah tahu siapa Alexa. Aku tidak bisa membantunya."


"Why? Bagaimanapun dia adalah Kakakku. Kau pernah menikahinya. Kalian pernah bersama! Apa tidak ada rasa kasih sayang atau kemanusiaanmu untuk menolongnya?!" Vallery menumpahkan kemarahannya secara bertubi-tubi pada Edward. Dia memukuli dada Ed yang berada tak jauh darinya secara membabi buta.


"Vall, tenanglah..." Edward berusaha merengkuh tubuh Vallery yang mengamuk. Berusaha menenangkan gadis itu.


"Kau jahat, Kak! Kenapa kau hanya mempedulikan aku! Kak Alexa itu masih istrimu! Kalian belum resmi bercerai!" racau Vallery lagi.


"I know, I know ... Tapi jika aku membawanya ikut bersama kita, orang-orang dari Clan Dexa juga akan mengikuti, Vall. Itu akan membahayakanmu karena sebelumnya kau adalah tawanan Alexa!"


Vallery menggeleng keras. "Kakak tidak mungkin membahayakanku." lirihnya dalam pelukan Edward.


"Aku tidak tahu apa isi kepala Alexa, tapi dengan tindakannya yang membawamu pada kekacauan itu, itu menunjukkan jika dia ada dipihak Ayah kandungnya."


Vallery mendorong pelan dada Edward, agar dia mengurai pelukan itu, Edward membiarkan dan menatap netra kecoklatan milik Vallery. "Apa yang ingin kau tanyakan?" tanyanya


"Jadi, pria itu... dia... dia memang Ayah kandung Kakakku?"


Edward mengangguk.


"Kau juga tahu, Kak?"


Edward kembali mengangguk. "Aku juga baru mengetahuinya."


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


Keesokan harinya, Vallery bersiap pulang dari Rumah Sakit, dibantu oleh Edward dan Sophia.


"Kau akan pulang kerumah?" tanya Edward ragu-ragu.


"Aku tidak punya Rumah, Kak." jawab Vallery seraya memandangi pemandangan dari jendela kamar rawatnya.


"Rumah itu milik orangtuamu, Vall. Kau adalah satu-satunya anak kandung mereka."


"Tapi, Kak Alexa yang menebus rumah itu, kan?"


Edward menghela nafas panjang. "Ya, tapi sekarang aku tidak yakin jika dia menikah denganku hanya untuk menebus rumah itu. Nenek pasti sudah memberi tahunya lebih dulu tentang aku, sehingga dia juga mudah menyetujuinya."


"Entahlah, aku tidak bisa memastikan sejak kapan mereka berkomunikasi dan sejak kapan Alexa tahu jika Antoni adalah Ayah kandungnya."


"Aku akan pulang ke Apartemen Josh." jawab Vallery membuat Ed tercengang dan langsung berdiri menghampiri Vallery yang berdiri didekat jendela.


"Apa kau bercanda? Dia belum menjemputmu! Kau tidak bisa pulang kesana. Itu akan membahayakanmu. Orang-orang itu bisa saja mencarimu kesana, Vall."


"Aku tidak bercanda, Kak. Aku sudah berjanji tidak akan meninggalkan Josh. Aku harus kembali kesana. Disana tempatku untuk pulang."


Edward mendengus mendengar penuturan Vallery itu.


Selama beberapa menit mereka berdua larut dalam keheningan. Tidak ada yang mau memulai pembicaraan lagi.


Edward kecewa dengan keputusan Vallery-- karena Josh pun belum menjemputnya, untuk apa Vall pulang ke Apartemen Josh? Bahkan bisa saja sekarang Josh sudah dimakamkan. Bukankah kemarin Josh juga terkapar ditanah? Haruskah Ed mengatakan hal itu pada Vallery? Ed takut Vallery terluka jika mengetahui hal itu! Tapi dia juga tidak mau Vallery menunggu Josh dengan sia-sia.


Tak berapa lama, Sophia kembali masuk kedalam ruangan, sebelumnya dia diminta Edward untuk mengurus biaya Administrasi Vallery.


"Sudah?" tanya Edward pada Sophia yang melangkah masuk.


"Sudah beres, Kak. Ini kartumu..." Sophia menyerahkan kembali kartu hitam kepunyaan Edward.


"Thanks Sophi..." ucap Vallery sekilas menoleh kearah Sophia.


"No problem, Vall. Lagipula itu uang Kak Edward." jawab Sophia sedikit terkikik.


"Terima kasih, Kak." ucap Vallery yang tertuju pada Edward, namun dia tidak merubah posisi sedikitpun untuk menatap wajah tampan Edward.


"Hemm..." Edward hanya bergumam untuk menyahutinya.


"Come on! Mari kita pulang." ucap Sophia dengan semringah.


Vallery mulai melangkah disisi Sophia.


"Jadi kau benar-benar akan pulang ke Apartemen Josh?" sarkas Edward dengan nada tak senang.


Vallery mengangguk lemah.


Edward menghela nafas panjang, kemudian dia mendekat kearah tubuh Vallery, Sophia sedikit menyingkir karena menyadari kondisi ini.


Edward memegang kedua pundak Vallery seraya menatap serius pada gadis itu.


"Vall, pulanglah kesana saat Josh menjemputmu. Aku--" Ed terhenti saat Vallery menggelengkan kepalanya secara berulang.


Edward memejamkan matanya sejenak, seolah mengumpulkan kesabaran untuk menghadapi sikap keras kepala Vallery ini. "Aku ... Aku tidak punya orang-orang yang bisa melindungimu seperti yang selama ini Josh sediakan untukmu. Itu artinya... jika orang-orang Clan Dexa mencarimu kesana, kau tidak memiliki penjagaan, Vall."


Vallery diam dan mencerna ucapan nada rendah yang keluar dari mulut Edward.


"Sebenarnya, Aku tidak berniat mengatakan hal ini, tapi ku rasa kau memang harus tahu jika saat aku membawamu pergi dari tempat itu kemarin, Josh terlihat tidak sadarkan diri. Dia mungkin telah tertembak."


Mata Vallery membulat dengan mulut terbuka. "Tidak mungkin." katanya lirih.


"Tapi begitulah kenyataannya, kau tanyakan saja pada Sophia. Dia juga melihatnya."


Vallery melirik Sophia dan gadis itu mengangguki ucapan Edward.


"Jadi, Josh bagaimana, Kak? Dia-dia..." mendadak Vallery tergagap dan tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


"Aku tidak tahu, Vall."


Vallery menoleh ke arah Sophia, seolah menanyakan hal yang sama.


"I dont know, Vall." Sophia tertunduk dan tak berani menatap mata Vallery yang terlihat sendu.


"Kak, aku mau mencari tahu keadaan Josh!" tiba-tiba Vallery berujar secara histeris, suaranya memenuhi ruang rawat, menggema penuh ironi dan memilukan.


Edward menarik tangannya untuk mencegah. "Keadaan belum kondusif, jika kau mencarinya, yang ada musuh Josh lah yang akan menangkapmu. Kau harus tenang!"


"Tidak, Kak. Aku tidak tahu kondisi Josh. Bagaimana bisa aku tenang?" pekik Vallery makin histeris.


"No! Biarkan dia yang mencarimu. Jika dia sudah sadar atau baik-baik saja, dia pasti akan mencarimu, Vall." kata Edward berusaha bijak.


Tapi bukan Vallery namanya jika mau menerima semua ucapan Edward begitu saja. "Itu tandanya aku tidak berusaha menemukannya, Kak! Bagaimana jika dia tidak menjemputku?" suara Vallery tidak lagi sehisteris tadi, tapi sekarang malah melirih dan sangat menyayat penuh kesedihan.


Edward menarik nafas dalam.


"Biar Aku-- aku yang akan mencari tahunya, Vall." ucap Ed dengan berat hati, walau sebenarnya diapun sakit hati melihat Vallery yang sangat menginginkan Josh, tapi dia juga tidak tahan melihat keadaan Vallery seperti ini.


...To be continue ......


_


Hy, Readers..


Makasih ya udah baca Novel ini sampai disini. Jangan lupa Vote, like dan berikan hadiah. Oh iya, dijadikan Favorit juga yuk🙏


Untuk Novel ini, berdasarkan deadline yang sudah aku susun, mudah-mudahan hari ini "My Another Love" bakalan End.


Jadi bener-bener tamat di akhir bulan.


Gimana endingnya yah?


Sad ending?


Happy Ending?


Nah, yang pengen tahu pantengin terus yuk... hari ini bakalan selesai konfliknya. Aku bakal up lagi nanti. Terima kasih ... 🙏🙏💕😻💕