
Jika mengandalkan perasaan, Josh sangat tidak ingin menemui Edward untuk hal apapun. 1 hal yang akan dilakukannya jika bertemu dengan Edward lagi, hanya ingin membunuh laki-laki itu dengan tangannya sendiri.
Tapi, keadaan memaksanya untuk menemui Ed, mau tidak mau dia harus melenyapkan perasaan marahnya yang meluap-luap, menggantikan dengan logika yang biasa dia gunakan.
Tentu semua itu ada alasannya, yang tak lain adalah karena dia sudah mengetahui sebuah kenyataan. Dan terutama karena kedatangan Alexa malam tadi ke kediamannya.
Josh bisa saja membuka siapa Alexa didepan Vallery, tapi Josh masih memikirkan perasaan kekasihnya jika tahu siapa Alexa sebenarnya.
Maka dia memilih untuk tutup mulut dan menyelesaikan dengan sikap terbuka hanya dihadapan Alexa, karena kini mereka saling tahu lawan masing-masing.
Jika ditelisik sedikit kebelakang, sebenarnya Josh amat sangat menyayangkan kenyataan yang ada, dia sudah terlanjur menghargai Alexa sebagai Kakak dari kekasihnya.
Tapi, setelah mengetahui kenyataannya, Josh jadi berpikir, apakah sikap yang ditunjukkan Alexa selama ini pada Vallery adalah benar karena dia menyayangi sang Adik?
Entahlah ...
Maka, dengan sedikit berbesar hati, menurunkan ego dan mengesampingkan sedikit harga dirinya, mau tidak mau dia harus menemui Ed untuk membahas terkait siapa Alexa sebenarnya.
Barangkali, ia bisa memanfaatkan perasaan Edward yang sangat menginginkan Vallery, untuk melindungi Vallery dari Kakaknya sendiri.
Josh sempat bingung untuk memulai pembicaraannya saat bertemu dengan Edward, untunglah rivalnya itu pandai menyimpulkan situasi dan keadaan.
"Kau tahu, kenapa Alexa bisa mengetahui tentangku? Itulah poin utamanya." Tutur Josh dengan senyum penuh arti.
Saat Edward menyipitkan mata padanya, lelaki itu langsung menarik sebuah kesimpulan.
Jika Alexa pasti memiliki 'sesuatu' yang belum bisa dia jabarkan.
"Apa kau mengenal Madam Dylara?" Satu pertanyaannya membuat Ed terkesima.
"Itu Nenekku." Jawab Ed seraya menyunggingkan senyum.
"Nenek kandungmu?"
Ed terlihat mengernyit. "Apa maksudmu?"
"Aku pernah mendengar dari Vallery, kau menikah dengan Alexa karena sebuah perjanjian. Mungkin pernikahan itu menguntungkan pihak Alexa untuk penebusan Rumah orangtua mereka. Lalu bagaimana denganmu? Apa yang kau dapatkan dari pernikahan itu? Kenyataannya kau malah menginginkan Vallery 'kan?"
Ed terdiam. Tampak berpikir, kemudian dia mulai berujar kembali. "Apa pernikahanku ada kaitannya dengan kecurigaanmu pada Alexa?"
Josh menggeleng. "Bukan persoalan pernikahanmu, tapi lebih kepada alasannya. Kenapa kau setuju begitu saja untuk menikahinya jika kau sendiri tidak memiliki perasaan apapun?"
Edward justru balik bertanya pada Josh. "Apa kau tahu alasan dibalik persetujuanku itu?" Tanyanya.
Josh tersenyum miring. "Madam Dylara yang memintamu menikahi Alexa. Right?"
Edward tidak menjawabnya, dia diam seraya menatapi Josh yang ingin bersuara kembali. Dia akan diam sampai Josh menjelaskan semua pada dirinya.
"Menurut pemikiranku, kau menerima pernikahan itu karena kau ingin membalas budi kepada Madam Dylara, serta melupakan masa lalumu yang ... yeah ... i dont know. Tapi terlepas dari masa lalumu itu, kau sangat menghargai Nenek yang mengasuhmu kan, meskipun..." Josh sengaja menggantung kalimatnya. Dia ingin melihat reaksi Edward atas ucapannya.
Edward diam tapi tampak merubah posisi duduknya.
"Meskipun...Madam Dylara bukanlah Nenek kandungmu." Sambungnya.
Edward menghela nafas panjang mendengar ujaran Josh.
"Dia adalah Nenek kandung Alexa. Secara tidak langsung, dia yang sudah merawatmu lalu memintamu menikahi cucu kandungnya sendiri yaitu Alexa." kata Josh lagi.
"Pemikiranmu boleh juga." Ucapnya sambil mencebikkan bibir. "Aku memang bukan cucu kandung Madam Dylara. Aku juga tahu Alexa lah yang Cucu kandungnya. Lalu, apa kaitannya semua ini dengan kecurigaanmu pada Alexa?" tanyanya.
"What?" Edward terkesiap dan bangkit dari duduk santainya.
"Satu-satunya anak kandung Madam Dylara adalah Antoni Dexa. Dan jika Alexa adalah cucu kandungnya, itu berarti
Alexa adalah anaknya Antoni."
Edward mendengus dengan wajah memerah. Dia benci harus berurusan dengan Josh karena mengingat siapa Josh sebenarnya. Tapi diluar dugaannya, justru dia malah menikahi anak dari seorang mafia, yang berarti sama seperti Josh.
Edward hanya bisa menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Ini semua terserah padamu. Tadi malam Alexa datang menemui Vallery. Tapi ku rasa, dia belum tahu jika aku sudah tahu siapa dia sebenarnya."
"Apa yang bisa ku lakukan?"
"Seperti yang tadi ku katakan diawal, aku memintamu menjaga Vallery, karena hari ini aku memiliki rencana besar. Aku akan menangkap Antoni, hidup atau mati, karena dia adalah orang yang membunuh Ibuku."
Edward mengangguk. "Lalu?"
"Alexa tahu aku adalah musuhnya. Dia juga tahu aku mencintai Vallery, dia mungkin saja memanfaatkan Vallery untuk mengalahkanku."
"Vallery sudah ku beri pengawalan, tapi aku yakin Alexa begitu licik. Jemput dia di kampus, sebelum Alexa yang lebih dulu! Aku tidak mau Vallery berada disisinya."
Edward memijat pelipisnya sendiri. "Tapi walau mereka bukan saudara kandung, aku yakin Alexa tidak mungkin menyakiti Vallery." Lirih Edward.
"Who's know, Ed? Tidak ada yang tahu hati dan pemikiran orang lain selain orang itu sendiri."
Edward kembali mengangguk. "Baiklah, aku tahu apa yang harus ku lakukan."
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
"Here we are ..." Kata Alexa sambil bersedekap dada disamping tubuh Vallery yang kebingungan.
"Kak, ada apa ini, Kak?" Alis Vallery bertautan satu sama lain, keningnya mengernyit, tatapannya berulang kali beralih dari Alexa dan Josh yang ada diseberang tubuhnya.
"Vall, seharusnya kau menuruti nasehat Kakak untuk meninggalkannya." Kata Alexa dengan nada penuh penyesalan.
"Kenapa? Aku tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Vallery bingung.
Inilah yang paling Josh hindari. Sejak awal dia sudah berusaha menjauhi Vallery, bukan karena dia tidak menginginkan Vallery, tapi justru karena perasaannya yang sangat besar untuk gadis itu, dia takut membahayakan Vallery. Dia takut Vallery bernasib sama seperti Ibu Kandungnya.
Dia pikir, kejadian tempo hari saat Vallery disandera oleh Mark akan menjadi yang pertama dan terakhir. Tapi nyatanya, hari ini Vallery akan berakhir dengan nasib yang sama dan yang paling memilukan adalah menjadi sandera dari orang yang dianggapnya sebagai Kakaknya sendiri.
"Lepaskan Ayahku, Josh!" Hardik Alexa dengan senyuman miring membuat Josh terkesima saat melihat sisi lain dari wanita itu.
Alexa cukup terang-terangan sekarang, mungkin dia sudah bisa membaca situasi jika Josh pastilah sudah mengantongi identitasnya yang sebenarnya.
Vallery menoleh kearah Alexa. Lagi-lagi ucapan Alexa membingungkannya. Ayah? Siapa yang dimaksud Alexa sebagai Ayah? Apa pria yang berada dalam cengkraman Josh adalah Ayah Alexa? Ada apa ini sebenarnya?
Josh tidak mungkin melepaskan Antoni begitu saja. Antoni adalah targetnya dan sekarang Antoni sudah berada ditangannya. Haruskah dia melepaskan Antoni begitu saja?
Alexa menggeleng pelan sambil tersenyum mengejek kearah Josh.
"Okay ... Okay, jika kau tidak mau melepaskan Ayahku. Maka jangan salahkan aku karena melakukan ini..." Alexa menarik Vallery secepat kilat, mengambil senjata dari balik blazernya dan menodongkan senjata itu tepat di pelipis Vallery, membuat mata Vallery membola karena tidak menyangka hal itu akan terjadi.
...To be continue ......