Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 94 Something Or Nothing



Ku banting pintu serampangan.hatiku bergemuruh Queenara terus saja menjadi bayang-bayang kebahagiaanku dan Demas. Aku tak boleh menangis dan menyerah karna seorang Queenara.yang aku benci Demas tidak mau ambil sikap tegas hanya beralasan Queenara perwakilan rekan bisnisnya dan memintaku bersikap profesional.tapi apa dia tau kalau Queenara menyerangku secara tidak profesional.si ganjen itu bersembunyi di balik pekerjaannya untuk mendekati Demas.


Ku gabrukkan tubuhku di atas ranjang membayangkan besok suamiku akan melakukan sesi pemotretan dengan mantannya.rasanya ingin ku jambak rambut Queenara dan menariknya keluar dari F Company.ah tidak ! tepatnya keluar dari hidup Demas selamanya.


Terdengar suara pintu terbuka,Ah Sial !!! bukankah sudah aku kunci ? pasti Demas pakai kunci serep.Aku pura pura tidur memeluk boneka.


Lama tak ada suara,aku hanya merasakan nafas hangat lembut menerpa wajahku.bibir itu menempel di pipiku namun serta merta ku dorong tubuh kekar itu.


"jangan coba-coba menyentuhku sebelum kau selesaikan masalah pemotretan laknatmu itu besok !" semburku tak main main


Aku berdiri menjauh dari Demas yang masih duduk di ranjang,dia tersenyum menatapku Aku justru semakin kesal padanya.


"tak ada larangan untuk suami menyentuh istrinya Sayang"


"Aku melarangmu,kau dengar ?" bentakku


Demas bangkit dan aku baru saja akan bergerak namun terlambat tangan besar itu keburu mendekap tubuhku dan bibirnya mulai menghujaniku dengan kecupan basah.


Ku geleng gelengkan kepalaku dan ku coba melepaskan dekapannya,tapi sia-sia tangannya yang masih bebas bergerilya kemana-mana.


"sebegitu cintakah istriku ini kepadaku sehingga begitu cemburu kepada seseorang yang tak sebanding dengannya ? sedemikian besarkah rasa takut istriku akan kehilangan diriku ini sampai harus murka seperti ini ?" bisiknya seraya mengecupi leherku


"sungguh suamimu ini sangat tersanjung Sayang" bisiknya lagi


Demas membalikkan badanku menghadapnya di tatapnya Aku demikian teduh aku bahkan tak sanggup berlama-lama menatapi manik indah itu.


"Queenara something or nothing ?" desisku


"she is nothing" jawabnya tanpa keraguan


"Aku sudah memilikimu untuk apa aku melirik yang lain lagi Sayang ?" tandasnya


Pemberontakanku sedikit mengendur,Aku selalu kalah oleh rayuan gombal dan cumbuan suamiku yang dilancarkan bersamaan.


"Queenara tak lagi membuatku bernafsu,karna yang ada di diriku sekarang adalah milikmu,dan yang ada di dirimu adalah milikku,bukankah kita harus saling menjaga ?" terangnya


"Juniorku ini hanya nyetrum sama pawangnya"imbuhnya


lagi lagi Demas mengecupi leherku sambil tangannya meremas-remas puncak kembarku gemas,aku mendesis perlahan sambil kuraba kesayangannya yang sudah kembali menegang.memicu gairahku kembali membuncah.


"eeemmmhhh...." dasahku


"pemotretan besok kan bisa diakali,biar Queenara dulu yang diambil fotonya,setelah itu baru aku foto sendiri.nanti biar di edit pihak studio Sayang,tak perlu cemas" tuturnya


"tubuh dan hatiku ini hanya milik Freeya Aqila Hasbie Rasyid seutuhnya dan tak akan aku biarkan wanita lain mencoba menggantikannya" rayunya


Tak jubiarkan Demas bicara lagi,langsung ku pagut bibirnya dengan rakus,membuat nafas kami tersengal-sengal.kumainkan kesayangannya yang masih tersembunyi di balik piyama up and down,maju mundur membuat tubuh Demas bergerak mengikuti gerakan tanganku.


Dengan tak sabar Demas membalikkan badanku dan menyibak srlimut yang aku gunakan untuk mrmbalut tubuhku.aku berdiri dengan berpegangan dinding.dengan hati-hati Demas melesakkan kesayangannya dari arah belakang tanpa melepas piyamanya. setelah dirasa telah masuk sempurna Demas bergerak maju mundur di belakangku.


Gerakan maju mundur yang cepat itu menciptakan suara ceplakan-ceplakan erotis yang memacu gairah kami makin membara. erangan dan desahanmenggema di seluruh ruangan.kami bertempur bshkan jsuh lebih panas karna kami lakukan bukan di atas ranjang,hingga kami harus berpindah tempat dsn gaya,hingga fajar kami baru terkulai lemah dan terlelap.


\=\=\=\=\=\=\=\=




Sebuah Lexus LX berhenti memotong jalan tepat di depan Maserati yang ku kendarai. nampak sepasang kaki jenjang turun dari mobil itu,aku mendengus sebal saay sosok itu balik badan ternyata Queenara.sepertinya dia baru selesai pemotretan dia masih berpakaian sexy.dia melangkah cepat menghampiri mobilku dan menggedor-gedor kaca jendela mobilku.dia tampak begitu kesal.


Kulepas kacamata hitamku dan kuturunkzn jendela mobilku dengan santai.Aku lempar senyum termanisku kepada Queenara yang masih mengoceh tidak jelas.


"keluar kau !" teriaknya


Aku turuti perintahnya Aku turun dan bersandar di pintu mobil ssmbil bersedekap "ada apa ?"


"tidak usah sok polos ! kau pasti menekan Demas agar tidak foto denganku kan ?" dampratnya


Aku tersenyum "Demas suamiku kau lupa ? aku berhak meminta dia melakukan apapun" ucapku tenang


"kenapa ? kau takut aku mengambilnya ? kau takut kehilangan dia ?" semprotnya


"kalau iya memang kenapa ? aku tidak mau nasibku sepertimu yang kayak orang tidak waras mengejar suamiku.karna menyesal meninggalkan dia dulu" ketusku tenang


"tutup mulutmu!" bentaknya


Kutahan tangan Queenara yang dia layangkan untuk memukulku ku hempaskan tangan Queenara dengan kasar "singkirkan tanganmu dariku atau kau akan menyesal" gertakku


"aku akan lihat apa kau bisa menghentikanku mengambil kembali Demasku darimu" tukasnya tajam


Aku tersenyum " jangan coba-coba memancing di air tenang,karna sekali terusik air ini akan jadi tsunami yang akan menggulung keberanianmu" ucapku sambil kembali masuk mobil


"satu lagi,aku tidak menekan suamiku tapi dia sendiri yang memang tidak mau bertemu denganmu"sinisku


Ku lajukan mobilku meninggalkan Queenara yang masih berdiri di tengah jalan sambil berteriak tak jelas.ku gembungkan pipiku lalu ku hembuskan napasku pelan.setidaknya aku tidak terlihat kalah di depan Queenara.


Tiba di kantor,ruangan Demas kosong,Qalila dan Haris juga tidak ada di mejanya.Aku berjalan menuju ruangan Gerrald.


Tok


Tok


Tok


Ku ketuk pintunya tiga kali dan pintu terbuka secara otomatis.Gerrald tampak duduk di belakang mejanya dengan wajah tegang,bola matanya terus saja berputar tak tenang membuatku menatapnya penuh tanya,Aku berdiri di ambang pintu.


"em...mungkin masih di studio" jawabnya


"Wakil direktur boleh bicara sebentar ?" tanyaku sambil mendekati mejanya


Aku mencium wangi parfum yang begitu ku kenal,aku kembali melangkah kearah samping meja Gerrald.


"apa ? bicaralah !"


"Wakil direktur berkeringat ? apa begitu gugupnya menghadapiku ?" ledekku


Mataku terus berputar menyapu sudut-sudut yang bisa di gunakan untuk bersembunyi.aku awasi wajah Gerrald yang semakin tegang saat aku makin dekat dengan mejanya.


Dan alangkah terkejutnya saat ku lihat Kinar berjongkok di bawah meja berada diantara kaki Gerrald yang terbuka dengan celana di turunkan.reflek aku berbalik.


"kalian....kalian gila ! apa yang kalian lakukan ?" teriakku seraya ku tutupi mataku dengan kedua belah tanganku


"Kinar,cepat keluar dari sana atau aku akan menarik rambutmu !" ancamku


Tak lama Kinar berdiri disebelahku dengan wajah memerah,langsung saja ku jewer telinganya dengan kesal "bisa bisanya kalian main gila di kantor " seruku geram


"kami....kami cuma...."


"cuma apa ?" kupotong kata kata Kinar kesal


"kalian ini penggede perusahaan tapi memberi contoh tak baik" bentakku


"cantik itu bukan salah Kinar,aku yang minta" bela Gerrald


"diam kau ! nanti urusanmu dengan suamiku" bentakku


"masih mending ciuman,lha ini ? katakan padaku hukuman apa yang pantas untuk kalian ?"


Kinar dan Gerrald terdiam "oke kalian diam,aku yang akan menetapkan sanksinya.Kinar aku tugaskan kau di cabang Jambi selama satu bulan!" titahku


kontan mata besar Kinar membulat "bebz jangan begitu kejam kepadaku" pekik Kinar sembari mengoyak ngoyak tubuhku


"dan kau garangan,awas kalau sampai aku tau kamu nyusulin Kinar ke Jambi ! habis riwayatmu !" ancamku sambil lalu


Kinar berlari mengejarku,memohon-mohon padaku tapi tak ku hiraukan Kinar tak kenal seFUCKB9Y apa si Gerrald itu ?


"udahlah bebz,lo nanti bakalan berterima kasih untuk hari ini" kataku


"Gerrald itu Fuckboy,dia bahkan telah mengencani Queenara;"terangku


Kinar kembali melotot " dia bilang dia cuma cinta sama gue"


"bodoh kalo elo percaya sama dia,dia cuma mainin lo" ketusku


"brengsek tuh Gerrald" umpat Kinar kesal


"Gue nggak mau sahabat gue tersakiti"


Kinar memelukku.kami terpisah di lift.aku berjalan menuju studio.benar saja Drmas sedang melakukan sesi pemotretannya,suamiku tampan srkali meski selalu pasang ekspresi kaku.udah kayak mau foto KTP.dia baru tersenyum saat melihatku berdiri di belakang fotografernya sambil melambaikan tangan.




"suamiku fighting !" seruku girang


Aku menunggu sampai sesi pemotretan selesai baru ikut nimbrung berfoto.berpose sesuka hati sampai membuat fotografernya geleng geleng.


"Sayang gendong " rengekku


Demas tak berkata apa apa hanya berjongkok di depanku dan akupun naik keatas punggungnya.manja ku rangkul leher suamiku.tak kupedulikan setiap pasang mata mengawasi kami.


"Presdir so sweet sekali !" teriak mereka


.


.


.


.


.


..


.


.


HAPPY READING SEMOGA SUKA


TINGGALKAN LIKE KOMEN DAN VOTE KALIAN YA


BERI AUTHOR SARAN


TERIMA KASIH