Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 78 Pengganggu



Kubuka pintu kamar hotel dengan masih menggendong Freeya.Freeya membantuku membuka pintu sekalinya pintu kembali tertutup ceklek.langsung ku sambar bibir Freeya yang sedari tadi melambaikan tangan ke arahku demikian dengan Freeya yang dengan rakus membalas ciumanku.


Kuturunkan Freeya dari gendonganku tanpa melepas ciuman kami.Freeya bersandar di dinding sambil mulai melucuti jas yang ku pakai.melepas rompiku dan menarik dasiku dengan kasar.Freeya menarik tubuhku semakin merapat hingga tak berjarak.aku bisa merasakan dadanya yang kenyal dan sintal.


Freeya sungguh liar dia sama sekali tak memberiku jeda untuk mengambil napas tangannya yang berada di belakang kepalaku terus menekan seolah tak ingin di lepas.mata kami yang sama sama terbakar gairah saling bertubrukan.aku suka mata ini.begitu buas dan liar.lagi kuraup bibir itu tanpa sisa.


"Sayang.....aku ganti baju dulu "bisik Freeya lembut


"iya Sayang"


Freeya berjalan ke kamar mandi dengan membawa baju tidur yang tergeletak di tempat tidur.aku keluar untuk mandi di kamar mandi lain.meski aku dan Freeya sudah resmi sebagai suami istri tapi rasanya masih begitu csnggung.apalagi buka bukaan dan mandi berdua.aku tak tau bagaimana cara memulainya.


Saat aku masuk lagi Freeya sudah bersiap dengan mukenanya.akupun segera memakai sarung dan peci.malam ini adalah pertama kali aku jadi imam seseorang.sekarang ada Freeya makmumku yang akan mengaminkan setiap doa doaku.


Selesai dzikir aku menoleh dan Freeya meraih tanganku kemudian mencium punggung tanganku lembut.Freeya membantuku melipat sajadah kemudian dia mulai melepas mukenanya.


Aku terbelalak karna ternyata di balik mukenanya itu Freeya memakai gaun tidur yang begitu transparan hingga mempertontonkan puncak kembarnya yang berbalut lingerie merah muda senada dengan gaun tidurnya.


Freeya menatapku dan tersenyum kontan kuangkat dagunya pelan.kudekatkan wajahku padanya dan berbisik lembut dengan bibir menempel di telinganya.


"Assalamualaikum ya babbarrohhman" salamku


"Wa'alaikumsalam ya babbarrohim"balas Freeya


Ku kecup ubun ubun Freeya cukup lama kuhirup wangi aroma rambutnya yang masih basah.bibirku turun ke kening,ku kecup lembut kening itu.Freeya otomatis terprjam. ku cium matanya yang terpejam kanan lalu kiri.kurasakan Freeya memegangi tanganku yang memegangi lengannya.


bibirku beralih ke kedua telinganya ku kecupi bergantian.berlanjut ke pipi.lembut ku hisap lubang hidungnya.ku lakukan sama persis seperti yang kubaca di dalam buku RISALAH JIMA'.kini baru lembut kunikmati bibir Freeya.ku kulum dan ku sesap dengan penuh kasih.ku lepas ciumanku Freeya menatapku resah seolah menuntutku untuk segera melanjutkannya.


Kuturunkan luaran gaun tidur Freeya kemudian dalamannys.kini aku bisa melihat jelas Freeya dalam balutan lingerie merah mudanya.tubuhku bergetar hebat.aku Demas Fabian terbiasa melihat pemandangan seperti ini dari wanita yang berbeda.kini tubuhku bergetar hebat di hadapan seorang Freeya Aqila Hasbie Rasyid.perlahan tangan Freeya meraih kedua tanganku dan disentuhkannya di kedua puncak kembarnya.aku tersentak,hangat ! tubuhku serasa menggigil saat tangan Freeya menekan tanganku pucuk nikmat itu terasa begitu keras namun kenyal.dengan nakal Freeya meremaskan tanganku di bagian itu. sungguh juniorku yang ada di bawah sana mulai menegang.


Tanpa komando ku serang leher dan tulang selangkanya dengan ciuman bertubi tubi. dan tanganku masih terus meremas benda kenyal itu.kasar kutarik tali lingerie merah muda itu mataku terbelalak mendapati pemandangan yang begitu indah di hadapanku.lagi lagi ku daratkan bibirku ke puncak dada yang begitu mencongok menantang.ku kulum dan ku jilati layaknya es krim.


"aaaahhh..."desah Freeya


Aku semakin terpacu mendengar desahan Freeya yang begitu menggairahkan.ku angkat tubuh Freeya dan ku rebahkan di atas tempat tidur ku lanjutkan aktivitasku sembari bergumam bersholawat.


Aku baru saja menurunkan segitiga pengaman yang jadi pelindung mahkota bunga Freeya,ketika terdengar suara pintu di ketuk.Freeya justru memelukku erat.seakan kode aku tak harus membuka pintu itu.namun pintu itu terus di ketuk hingga memaksaku bangkit.ku selimuti tubuh Freeya yang polos.



"kakak tampan,Shanum bubug sini ya ?"pinta Shanum polos


Aku melongo,Shanum mau bubug bareng kami ? oh no !!! tapi aku juga tak tau cara menolaknya.ku garuk kepalaku yang sama sekali tak gatal.


"siapa Sayang ?"tanya Freeya dari dalam


Aku menoleh Freeya sudah mengganti gaun tidurnya dengan piyama tebal.kini Freeya berdiri sejajar denganku.


"Shanum Sayang !"seru Freeya


Shanum memeluk Freeya bersama bonekanya


"Kak Bie,Shanum ikut bubug sini ya ?"


Seketika Freeya menatapku dengan gelisah aku tau artinya dia minta persetujuanku sementara aku hanya mengangkat kedua bahuku bingung.


"Kak Bie boleh ya ?"rengek Shanum


"gimana Sayang ?"tanya Freeya


"oke.....kita istirahat ! kita bubug bertiga malam ini"putusku


"yeeaaayyy.....!"teriak Shanum


Shanum berloncatan diatas tempat tidur sambil tertawa girang.aku duduk di sofa mengawasi Freeya yang ikut bermain bersama Shanum.huh ! sialan ! kenapa datang pengganggu yang tak terduga yang membuat kami gagal melakoni malam pertama.


terlihat Freeya mengeloni Shanum sambil bercerita.aku selalu terhipnotis dengan kelembutan dan sifat keibuan Freeya.


Shanum mulai tertidur,aku menyusul Freeya ke atas ranjang.ya tuhan......!!!! Freeya juga tertidur ?aku tak tega membangunkannya.aku berbaring di sisinya dan ku kecup bibirnya sebelum aku ikut memejamkan mata.


\=\=\=\=\=