Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 49 Apa Nama Hubungan Kita ?



"Ay,kita jadi nyepa nggak ?"tanya Qalila diambang pintu


"jadi dong,tapi gue mau nyelesaiin tugas gue dulu"kataku yang masih tepekur dengan berkasku


"Ay,lo nggak ada niatan gitu buat ceritaIn liburan lo"sindir Qalila


"liburan membawa petaka"keluhku


"masa hari sebelumnya nggak ada yang seru ?"pancing Qalila


Aku berdiri melangkah menuju rak belakang kursiku.kurapikan beberapa file yang hanya tinggal menunggu di ACC.kupandangi wajah sahabatku yang kini duduk di sofs dekat pot bunga.


"lo mau tanya soal berita online itu kan ?"


Qalila hanya nyengir menampakkan tampang sok polosnya.


"apa kali ini beneran bukan editan ?"tanya Qalila ingin tahu


Aku mengangguk lemah yang langsung disambut oleh teriakan Qalila


"what what what !!!! jadi kalian beneran kiss kiss ? OMG"serunya kegirangan


"nggak usah lebay deh,cuma menempel" tukasku


"gue mau meski cuma nempel"kata Qalila cengengesan


Aku meraih tasku di rak berkas "yuk jalan !"ajakku


"gue pamit Presdir dulu"


Pas saat kami keluar,Demas dan Haris baru keluar dari lift.seperti biasa Demas hanya menatapku sesaat dan meneruskan langkahnya memasuki ruangannya yang segera di susul Qalila.


"mau kemana ?"tanya Haris


"nyalon,badanku pegal semua,Ris"jawabku


Haris tersenyum "makanya jangan biarkan Presdir sakit dan terluka atau dia akan menyusahkanmu"


"sialan"makiku


"tapi kalau kamu nggak suka sama Presdir,kayaknya nggak bakalan mau deh disusahin"sindir Haris


Kutatap Haris dengan sangat tajam "itu rasa kemanusiaan Haris"geramku


"kemanusiaan ya ? itu tadi ada OB kesiram air panas kok nggak kamu tolongin"sergah Haris


"lo nggak usah muter mbulet njebak gue dengan kata kata lo deh"semprotku seraya kutimpuk lengannya pakai tas


"Ay,cinta ya cinta aja ngapain ditutupi"


"itu elo sama Qalila"tudingku


"aku nggak menutupi apapun dari Qalila,cuma nggak aku publish entar malah kamu suruh putus karna kamu merasa aku satu server sama Presdir"


Baru sedetik Haris buru buru menutup mukutnya dengan kedua tangannya,dia sadar telah kelepasan.


"tuh kaaaannn...bener kalian jadian"godaku


"please,Ay,jangan kasih tau yang lain apa lagi minta aku putus dari Qalila"rengeknya


rengekan Haris ini membuatku terkekeh,Haris semakin salah tingkah wajahnya memerah seperti jambu air.terlihat Qalila keluar dari ruangan Presdiir dengan wajah cerianya.


"yuks bebz !"ajaknya yang langsung menggandeng tanganku


Kutinggalkan Haris yang masih mematung untuk mrngikuti langkah cepat Qalila.baru memasuki taksi ponselku berdenting.


TING


Kurogoh tasku ternyata dari Demas


Mr Moody :


mau kemana ?


Aku :


nyalon


Mr Moody :


kenapa tak ngajak aku ?


Aku :


lama


nanti kamu bosan


Aku kembalikan ponsel ke dalam tas,ku edarkan pandanganku keluar jendela.sebel katanya sahabat tapi masalah sebesar ini Qalila bahkan sama sekali tidak cerita padaku.


"lo kenaapa bebz ? ddari Presdir ya ?"tanya Qalila


Aku diam


"Presdir bilang apa sampai lo terus jutek gitu ?"selidik Qalila


"diem,gue males ngomong sama orang asing"kataku .anyun


"orang asing apaan ?"tanya Qalila kayak orang linglung


"lalu apa kalo bukan orang asing ? elo jadian sama Haris aja nggak cerita sama gue"solotku


Qalila bukannya merasa bersalah malah terkekeh.Aku malah makin sebel merasa dipermainkan.kupukul pahanya dengan tas


"dasar lo,lo bukan sahabat gue"semburku


"eeelooo nggak usah deketin gue lagi ! kita tuh ke..mu..suhan"kelakar Qalila makin terkekeh


"bermusuhan mbambang"timpalku


"suka suka gue lah.mulut mulut gue"tawa Qalila


"sorry ya bebz,bukannya gue nggak mau cerita.tapi Haris mintanya gitu"terang Qalila


Kututupi telingaku tak ingin rasanya kudengar penjelasan yang sudah sangat terlambat ini.


"gue nggak mau dengar apapun.terlambat kau mengerti ? terlambat"ujarku ketus


"bebz,lo makin cantik kalo sedang marah" goda Qalila


"diem lo!"


Di depan salon Kinar sudah menunggu,kami bertiga langsung memasuki salon.karyawan salon segera melayani kami.


"kenapa muka lo ditekuk gitu bebz ?"tanya Kinar yang sedang pijat wajah


"gue lagi males ngomong"jawabku


"Qal,bebebz kita dimarahin Presdir ya ? " tanya Kinar penasaran


"enggak,ini nyalon aja yang bayarin Presdir" jawab Qalila santai


"apa ??"seruku dan Kinar bersamaan


"iya,makanya tadi gue lama di ruangan Presdir"terang Qalila


"liat tuh bebz,saking perhatiannya sampai nyalon aja di bayarin"kata Kinar


"Presdir sudah banyak berubah.coba pertimbangkan deh"imbuh Kinar


"nggak cuma sekali juga Presdir nyelametin elo bebz"timpal Qalila


Aku terdiam kata kata kedua sahabatku ini ada benarnya juga.Demas menyelamatkanku tidak hanya sekali.dibalik sikapnya yang dingin dia sangat memperhatikanku.tak perlu jauh jauh.saat di Paris kemarin dia khusus membelikanku makanan muslim.mengganti gaun pemberian Tuan Pieter yang terbuka. melindungiku dari Salman dan brandalan.terakhir melindungiku dari sorotan wartawan.tapi selama ini aku selalu mengabaikannya.


"apa bebz ?"tanya Kinar


"rumah yang gue sewa sekarang juga sebelahnya itu milik Demas"terangku


lagi lagi Qalila dan Kinar mengekspresikan keterkejutannya "whaaaaaattttt "


"jadi kalian bersebelahan lagi ?"tanya Kinar


"yaps"


"sekarang kita bukan hanya bersebelahan tapi juga pelotot pelototan dari balkon" tawaku


"gue nanya,sebenarnya gimana perasaan lo sama Presdir ? atau lo masih belum move on dari Kail ?"tanya Qalila


"entahlah"jawabku datar


"lo tuh gimana sih bebz ?"tegur Kinar.


"gue aja bingung dengan perasaan gue sendiri"keluhku


"kita dukung elo sama Presdir,bebz"


Aku terdiam sejenak sahabatku ini memang paling bisa membuat hatiku campur aduk tak karuan.


"eh bebz,tau nggak sekarang di geng kita cuman gue yang jomblo"kataku


"maksud lo ?"tanya Kinar


"Qalila jadian sama Haris bebz,dan dia nggak cerita ke gue"


"what ? gue juga nggak dikasih tau,dasar Qalila penghianat"umpat Kinar


Qalila terkekeh "sorry bebz,Haris mintanya gitu"


"dasar penghianat.nggak setia kawan lo"maki Kinar lagi


Kami perawatan sambil bercanda,ketawa ketiwi membuat ricuh di dalam salon.kami ini mrmang biang onar.


Pukul 19.00 Aku pulang dari salon,kulihat rumah Demas sudah terang tumben jam segini dia sudah pulang.Aku melangkah memasuki pintu gerbang.


KKKRREEEKKK


Aku merasa heelsku menginjak sesuatu,Aku membungkuk meraih sesuatu di bawah kakiku,ternyata sekuntum mawar merah berbungkus plastik.ada kertas kecil yang terjepret dengan pita.kubaca tulisan di kertas itu.


I LOVE YOU FREEYA


Tiba tiba lampu taman menyala disusul oleh lampu tumbler yang ditata berjajar menghiasi kanan kiri jalan yang kulewati.


Aku memunguti kuntum demi kuntum mawar yang tersebar di depan jalanku.Demas sama sekali tidak menyerah.si batu yang dingin ini makin romantis saja.


"Demas jangan buat keteguhanku goyah" batinku


Aku berjalan menaiki 3 tangga penghubung pintu utama rumahku.di depan pintu bunga mawar merah tersebar lebih bnyak sementara tanganku sudah tak dapat menampung mawsr merah itu.ku kumpulkan mawar merah itu jadi satu.ku tekan kode sandi untuk membuka pintu rumah.


"kode sandi berhasil,silahkan buka pintu" kata sang operator


Kunyalakan lampu ruang tamu,lagi lagi aku dibuat terkejut oleh kelakuan Demas.dia menyulap rumahku bak taman bunga dengan hiasan prrnak pernik cantik.di lantai tak hanya berserak bunga mawar tetapi juga balon berbentuk hati bertuliskan I LOVE YOU FREEYA.Aku mengulas senyum merasa begitu tersanjung diperlakukan sedemikian istimewa.rasanya aku ingin menangis.


"suka ?"tanya sebuah suara yang memaksaku berbalik


"Demas"


Demas melangkah menghampiriku setelah dekat dia berlutut bertopang sebelah lututnya dengan pasti menghlurkan setangkai mawar merah segar.


"Freeya Aqila Hasbie Rasyid bersediakah dirimu menjadi kekasihku ?"tutur Demas lembut


Aku berdiri mematung memandangi mawar yang terulur di hadapanku.kututup mulutku saking tak percayanya.hatiku berkecamuk tak karuan antara senang dan bingung.apa aku harus menerima mawar itu.tanganku terangkat hendak meraih mawar itu namun urung.


Aku berbalik dan duduk di sofa di antara balon balon berbentuk hati.Demas tak menyerah dia kembali menghampiri dan berlutut dihadapanku.ku tatap wajahnya yang tak mampu ku tafsirkan guratannya.


"Freeya,biarkan aku lebih dekat denganmu aku tak mau berjanji akan membuatmu selalu bahagia,tapi aku akan pastikan tak ada hal buruk yang akan menghampirimu"janjinya


"aku tau,selama ini aku begitu kasar dan terus saja membuatmu menangis,aku akan tebus semua itu.beri aku sedikit kepercayaan Freeya"hibanya


Hatiku terasa teriris iris menatap mata Demas yang memerah.rasanya aku ingin sekali mengingkari sorot mata tulus itu keteguhanku tumbang.


"Aku mencintaimu Freeya Aqila Hasbie Rasyid"katanya yang terdengar begitu mantap


Demas menggenggam tanganku begitu erat, Aku tertunduk tak lagi berani menatap mata itu.


"beri aku jawaban Freeya"pintanya


Kuangkat kepalaku setelah dengan susah payah ku tahan airmataku "aku....aku minta sedikit waktu untuk memikirkannya"


"aku harap kali ini jangan terlalu lama"


"aku akan mempertimbangkannya"


"Freeya,kemarilah !"


Demas menarik tanganku menuju ruang makan,di meja terwaji beraneka jenis makanan di hiasi bunga dan lilin.Demas menarik kursi untukku dengan bergetar aku duduk di kursi itu.Demas bagaimana bisa seromantis ini ?


"Freeya,selama ini aku merasa begitu dekat denganmu,kita sering menghabiskan waktu bersama.banyak hal yang kita lakukan.kau mencemaskanku,merawatku,memarahiku bahkan mau membalas ciumanku.hingga aku berpikir kau juga memiliki perasaan yang sama denganku"tuturnya


"Freeya,aku tanya padamu apa nama hubungan kita ini ?"tanya Demas


"entahlah"


"beri aku sedikit waktu"pintaku lagi


"makanannya sepertinya enak"ucapku mengalihkan perhatian


"kau tau,ini semua aku yang masak"kata Demas


"benarkah ? boleh aku coba ?"tanyaku


Demas mengangguk,segera saja kucicipi masakan Demas yang menggoda lidah.ku lahap makanan itu,kubiarkan Demas mengawasiku yang sedang asyik makan.


"Freeya !"panggilnya


"hem"sahutku sambil terus makan


"aku mencintaimu"


Aku tersenyum mengawasinya dengan wajah memerah.Demas meraih tanganku kemudian di kecupnya lama.lagi lagi aku merasa tersanjung diperlakukan sedemikian lembut oleh orang yang selama ini begitu kasar padaku.


"terima kasih ya,makanannya enak sekali" kataku sumringah


"tenang saja,aku akan masak setiap hari untukmu"janji Demas


"dunia terbalik ini namanya"


Sedang asyik ngobrol tiba tiba ponsel Demas berdering.


"aku angkat telepon dulu"pamitnya


Aku duduk mengawasi Demas yang tengah menerima telepon.aku kembali berpikir ulang haruskah kuterima cinta Demas ?


"Freeya,aku pergi dulu aku mau menemui tamu dari Jepang"pamitnya


"hem"anggukku


Demas melangkah sampai ke pintu saat kupanggil dia,Demas berbalik dan


CUP


Kucium bibirnya sesaat dan tersenyum "hati hati di jalan"pesanku


***