
Aku duduk menunggu Demas dengan tak tenang,ini sudah hampir satu jam dari kepergiannya.Demas memintaku menunggunya tapi ini sudah terlalu lama.hari sudah semakin gelap.Aku mulai gusar ku awasi setiap orang yang lewat tapi Demas sama sekali tak nampak.
"Sayang kamu kemana ?"desisku
Ku coba hubungi ponselnya tapi tidak aktiv aku coba sekali lagi tetap tak ada jawaban. aku semakin gelisah,aku bangkit mulai menyusuri jalan,aku segera kembali ke hotel tapi Demas tetap tidak ada.Aku coba bertanya pada resepsionis tapi tak ada yang tau.
Aku hampir menangis tak menemukan suamiku dimana mana.aku hampir putus asa ponselku berdering.aku gugup menerimanya. sampai tak ku baca ID Callernya.
"Hallo....."
"ada apa,Ay ?"tanya Haris dari seberang sana
"Demas hilang" tangisku pecah
"apa ? bagaimana bisa ?" tanya Haris yang terdengar bergetar
Aku ceritakan kronologi kejadian Demas menghilang secara runtut sambil terus menangis.
"coba hubungi ponselnya !"saran Haris
"nggak aktiv Ris" jawabku
"oke...kau tenang dulu,sudah berapa jam Presdir menghilang ?" tanya Haris
"3 jam "
"eemm....belum bisa lapor polisi kalau belum ada 24 jam"ujar Haris bingung
"kenapa harus menunggu 24 jam ? menunggu Demas celaka dulu ?" semprotku
"prosedurnya seperti itu,Ay"
"sekarang bagaimana ?" tanyaku
"beritahu aku tempat terakhir kalian !" titah Haris
"Namsan Park"
"oke...kau tenang dulu,Ay ! aku akan hubungi pihak Departemen Tekhnologi untuk melacak keberadaan Presdir" ucap Haris menenangkanku
Sambungan telepon Haris terputus aku memutuskan untuk kembali mencari ke tempat tempat yang kami singgahi tadi.aku mencoba bertanya kepada setiap orang yang ku jumpai sambil ku tunjukkan foto Demas di ponselku
"Do you see this man ? he's my husband " tanyaku
"No !"
"thank you " sahutku
Aku kembali bertanya kepada orang yang lewat tapi jawabannya tetap sama tidak tau. aku semakin putus asa.aku mencari kantor polisi tapi mereka malah menyarankan aku untuk melapor ke kedutaan.
"I'm sorry i can't help you miss" katanya
"wait until 24 hours"
"I can't wait any longer,Sir ! I'm afraid something happened with my husband" tangisku
Sungguh aku tak mau terjadi sesuatu pada suamiku jika aku harus menunggu lebih lama lagi.kenapa tak ada yang mengerti ? aku kembali menelepon Haris dan mengadukan semuanya.
"aku akan telepon kedutaan ! biar nanti pihak kedutaan yang akan memaksa polisi setempat untuk membantumu"
"terima kasih Haris" kataku
"dengar aku,Ay ! berhenti menangis temukan suamimu " pesan Haris
"iyaaaa"
Aku masih di luar kantor polisi ketika seorang polisi menghampiriku.aku menatapnya tak mengerti.
"Miss Freeya I'll help you,come with me !" ajaknya
Aku masuk ke dalam mobil patroli dan bersama beberapa orang polisi menelusuri tempat dimana aku dan Demas singgah.polisi itu menyebar ikut mencari Demas berbekal foto yang ku bagikan.
Aku benar benar putus asa pergi kemana Demas ? aku terduduk di rerumputan seraya memegangi kedua lututku.airmataku rasanya sudah mengering tak bisa keluar lagi.
Aku tersentak oleh suara dentuman di udara. yang begitu keras "petasan" pikirku suara dentuman itu di susul oleh dentuman yang lain.sepertinya itu berasal dari Namsan Park aku kembali tepekur dengan lututku.
Aku menoleh dan mendongak keatas saat orang orang di sekelilingku terdengar heboh.
kontan mataku membelalak saat di atas langit malam Namsan Park entah berapa ratus petasan dan kembang api yang meluncur ke udara itu merangkai sebuah kalimat yang membuatku histeris seketika.
FREEYA I LOVE YOU
"Demasssss....!"tangisku
Aku berlari pontang panting kembali ke Namsan Park.ku songsong semua yang mdnghalangiku.aku tak peduli apapun.yang aku pikirkan saat ini aku ingin segera menemui suamiku dan memukulnya karna telah membuatku ketakutan setengah mati.
Aku menunduk sambil memegangi lututku merasakan nafasku yang hampir putus karna berlari tanpa berhenti.mataku mulai berkunang kunang tapi aku tahan demi melihat Demas berdiri di dekat dimana kami memasang gembok cinta kami siang tadi. dengan langkah gemetar aku menghampiri Demas yang berdiri sambil memasukkan satu tangannya di saku long coatnya.dia tersenyum penuh arti.
Ketika langkahku mencapai dirinya ku pukul dadanya berkali kali dan kugabrukkan tubuhku dalam pelukannya dan terguguk.
"sudah aku katakan jangan kemana mana " bisiknya sambil mengelus rambutku
"Sayang kemana ? kenapa meninggalkanku sendiri ? aku takut sekali"tangisku
Aku menggeleng kuat "aku tidak butuh kejutan ini,nggak mau ! kalau Sayang akhirnya membuatku ketakutan setengah mati" ucapku dengan terisak
Demas mengangkat wajahku dan memegangi pipiku kuat kuat "maafkan aku Sayang,aku pikir kau akan menyukainya" ucapnya seraya menatapku dengan mata berkaca kaca
"aku lebih suka Sayang bersamaku"tuturku
"untuk apa kejutan kalau Sayang harus meninggalkanku" ujarku lagi
Demas mengecupi keningku,mataku lalu hidungku,juga pipi dan bibirku berulang ulang.kemudian memelukku erat.
"maafkan aku Sayang,tidak akan aku ulangi lagi,aku janji" bisiknya lembut
"aku sangat mencintaimu suamiku dan aku tak mau kehilangan kamu"tangisku
"tidak akan Sayang"
"sekarang hapus airmatamu dan kita nikmati keindahan petasan ini bersama,"
Demas mengajakku duduk di sebuah bangku panjang menyaksikan ratusan kembang api membendar di langit dengan indah.Demas tak melepas rangkulannya di bahuku,sesekali dia menciumi keningku.
"indah sekali Sayang"bisikku
"hem"
"aku lupa ! aku belum mengabari Haris " ucapku tiba tiba
Segera ku lakukan panggilan video kepada Haris.tak lama Haris mengangkatnya,dia tersenyum saat melihatku sudah bersama Demas.
"Presdir kemana aja ? Nyonya ketakutan setengah mati takut anda kenapa napa ?" tanya Haris cengengesan
"aku sengaja ngetes seberapa besar rasa cintanya padaku,Ris" kata Demas seraya mengecup telingaku
"oh....jadi begitu ?" seruku sembari ku toyor lengannya
"awas jangan harap mendapatkan apapun malam ini" ancamku seraya ku matikan sambungan panggilanku dan berlalu.
"Sayang !"panggil Demas
Aku tak menggubris panggilan Demas,aku merasa kesal padanya bagaimana bisa setelah sejauh ini Demas masih meragukan rasa cintaku dan ingin mengetesnya ? ini keterlaluan sekali dan aku tak bisa menerimanya.
Ku banting pintu dengan kasar lalu kulempar long coatku serampangan arah.hatiku bergemuruh apa selama ini aku yang sangat percaya diri merasa begitu di cintai,di puja dan diinginkan padahal pada kenyataannya justru Demas bahkan meragukan cintaku.sedang aku begitu mempercayainya sialan !
Demas masuk kamar dan langsung menghampiri Aku yang tengah duduk di sofa. lembut dia mengecup keningku kemudian tanganku.aku membeku.
"maaf Sayang,aku tadi hanya bercanda" bujuknya
"bercanda katamu ? dengan membuatku ketakutan setengah mati dan berkata ingin mengetesku itu bercanda ? kamu keterlaluan Mas,aku nggak mau bicara sama kamu" semburku geram
"Sayang......"
"come on it's only jokes oke ?? just kidding"
"meragukan cinta bukan kalimat becandaan" tukasku geram
"aku tak meragukanmu sedikitpun.aku beri Sayang kejutan tadi justru itu pembuktian cintaku.agar Sayang tau betapa besar cintaku padamu"
"dan maaf kata kataku tadi dengan Haris itu salah.aku khilaf Sayang,maaf" kata Demas seraya memegangi kedua telinganya
"Sayang,aku tak mau berlama lama marahan denganmu,maaf Sayang"bujuknya
Aku diam menatapnya.sungguh aku selalu kalah bila sudah di tatap seperti ini.Demas mengangkat wajahku dan mulai memagut lembut bibirku.seperti Demas aku juga tak bisa berlama lama marahan dengannya.aku akan sangat merindukan cumbuannya ini dan aku tak sanggup bila aku harus melewatkannya.
Malam ini Demas kembali membawaku ke lautan nikmat.membawaku ke dalam zona pelepasan berkali kali hingga membuat hatiku berikrar suamiku sangatlah perkasa dan aku sangat menyukai permainannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.SEMOGA SUKA....
LAGI DAN LAGI TINGGALKAN LIKE KOMEN DAN VOTE KALIAN
JANGAN JADI SILENT READER YA...
BIAR AUTHOR BISA MENGAPRESIASI KONTRIBUSI KALIAN DENGAN UCAPAN
TERIMA KASIH