
Berkali kali kutelepon Demas bahkan mulai dari pagi sampai siang tapi tak kunjung memperoleh jawaban.aku hubungi Haris juga sama tidak diangkat.
Aku terus mondar mandir di dalam ruanganku dengan tidak tenang.Agatha ini benar benar tak membiarkan aku hidup damai.Aku tentu tidak mau mengalah dan berrada di bawah tekanannya seperti ini.
Ponselku berdenting hatiku bersorak mungkin itu dari Demas,hah ! dari Agatha lagi kubuka pesannya dengan kesal.
No Name :
Sudah kau pikirkan ?
Aku :
jawabanku tetap sama
Aku tidak akan meninggalkan dia
No Name :
Aku anggap it's your last answer
Dan pantengi saja berita online nanti
maka esok hari say good bye to Demas
Aku :
lakukanlah sesukamu
Tak lagi kubalas pesan dari Agatha,ku sent semua fotoku dari Agatha dan ku tuliskan semua alasanku panjang lebar.aku tak peduli
apa reaksi Demas setelah ini yang terpenting aku sudah berusaha untuk berkata jujur.
"elo kenapa bebz murung gitu ? Presdir pasti pulang kok" ledek Qalila
Kusodorkan amplop coklat ke arah Qalila segera Qalila membukanya seketika matanya melotot kearahku seakan tak percaya.
"ini.......ini...elo bebz ?"tanya Qalila gelagapan
Aku mengangguk lemah
"Agatha,minta gue ninggalin Demas kalo enggak foto foto itu bakalan dia sebarin ke media online bebz"jelasku
"kelewatan tuh cewek uler,pake cara murahan buat ngejatuhin elo"umpat Qalila
"sekarang gue harus gimana coba ?"keluhku
"elo ceritain semua aja sama Presdir" saran Qalila
"dari kemare. gue hubungin gagal mulu.udah gue kirim pesan tapi nggak di read"
"Haris,telepon Haris aja"kata Qalila sambil meraih ponselnya
Sama sepertiku telepon Qalila juga tidak mendapat respon.Qalila ganti yang mondar mandir di depanku bikin pusing.
"sebenarnya mereka ngapain aja sih"kedumel Qalila
"habis gue"keluhku
"gimana kalo kita datengin aja tuh uler terus kita curi ponselnya"usul Qalila
"jangan gila lo bebz"
"gue nggak kepikiran cara lain bebz,cuman departemen teknologi yang bisa membantu kita.tapi kita nggak ada koneksi kesana"ujar Qalila
"bebz,gue nggak takut reputasi gue hancur tapi gue nggak mau kalo gara gara masa lalu gue reputasi Demas hancur"terangku
"ulu...ulu...ulu....so sweetnya"goda Qalila
Ponselku berdering kulihat ID Callernya No Name,hah ! malas sekali rasanya harus mendengar suara Agatha yang menyebalkan ini.
"hallo"
"sepertinya kau tidak ada niatan untuk menyerah"sindir Agatha
"lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan"ucapku tenang
"kau sudah siap kehilangan Demas ?"
"aku yakin dia tidak akan meninggalkan aku"ucapku tegas
"Queen Bie kau terlalu percaya diri"cemooh Agatha
"karna aku mencintainya dan dia mencintaiku"balasku
"kita lihat ! apa setelah ini kalimatmu itu akan berlaku"tantangnya
"jangan lupa nanti malam di hotel sundhine jangan sampai tak datang"pesan Agatha yang langsung mematikan sambungan teleponnya
"shiiittt !!"umpatku
"cewek ular itu ngomong apa ?"tanya Qalila
"dia benar benar menepati ancamannya,dia akan sebarkan foto gue ke media online dan akan ada konferensi pers malam ini"teeangku
"dasar uler"umpat Qalila
"nanti malam jangan pergi sendiri,gue sama Kinar akan nemenin lo"ujar Qalila
Kupeluk tubuh Qalila erat,beruntungnya aku punya sahabat yang di masa paling terpurukpun dia tetap percaya dan mendukungku tanpa menaruh sedikitpun keraguan terhadapku.
****
Agatha benar benar melancarkan ancamannya,tidak butuh waktu lama untuk menjadikan foto vulgarku sebagai trending topik di semua laman media berita online juga media sosial.yang lebih miris ada tambahan foto telanjang seorang wanita yang sedang berhubungan intim dengan seorang pria yang wajahnya di edit menjadi wajahku. padahal tak sekalipun aku melakukan hal tak senonoh seperti itu.
Hidupku menjadi tak tenang sekali nongol ke tempat umum aku langsung diserbu wartawan,setiap pasang mata yang melihatku selalu menatapku dengan tatapan melecehkan.
Sungguh aku bisa menghadapi masalah ini tapi karna ini reputasi Demas akan tercoreng.ini juga menyangkut kredibilitas F Company.bagaimana Demas akan mempertanggung jawabkan semua ini kepada keluarganya.
"mbak Freeya tolong jelaskan tentang foto ini sebentar saja"
"benar yang di dalam foto ini anda ?"
Para wartawan terus mencecarku dengan berbagai pertanyaan.aku terus melenggang memasuki taksi yang ku pesan.
"maaf ya,benar atau tidaknya akan saya jawab nanti malam"jawabku
"anda yakin akan hadir ke konferensi pers nanti malam ?"
"saya pasti datang,saya akan meluruskan semuanya"jawabku
Aku segera menutup kaca jendela dan taksipun melaju.baru 2 hari jadi pacar seorang Demas Fabian.aku sudah dirundung masalah seperti ini.bagaimana kalau jadi pasangan seumur hidupnya coba ? bisa mati berdiri aku ini.
Aku pergi ke kantor ahli telematika untuk mengadukan persoalanku.berharap aku akan mendapatkan solusi.
"orang ini hampir sempurna mengedit wajah anda,tapi mereka tidak menyadari perbedaan kontur wajah dan kulit anda"ucap pak Awan ahli telematikanya
"mbak Freeya tenang saja,kami akan mengumpulkan buktinya"kata pak Awan lagi
"mbak Freeya datangi konferensinya saja" saran Pak Awan
"siap Pak,terima kasih ya Pak,saya permisi dulu" pamitku
Aku sedikit lega karna satu masalah sudah kelar.sekarang tinggal menghadapi Agatha. hah ! aku tak perlu takut dengan Agatha aku tidak salah.aku bukan pelaku pornografi.
Aku mengenakan dress warna merah menyala,akan aku tunjukkan pada semua yang mencemoohku aku akan menghadapi masalahku dengan berani.
Qalila dan Kinar menemaniku menghadiri konferensi pers.mungkin ada ratusan awak media yang telah menungguku.aku melangkah menuju kursi yang sudah di sediakan.dengan percaya diri kutatap kamera media yang menjepretku.
Agatha datang mengenakan gaun yang begitu glamour.dia pasti merasa tengah diatas angin sekarang.tak masalah menarilah diatas penderitaanku sekarang.kita lihat siapa yang akan tertawa paling akhir.
"sudah siap Queen Bie ?"tanya Agatha
"silahkan"sahutku
Tepat di belakangku berdiri sekarang terpampang sebuah layar besar yang memoertontonkan foto fotoku,sial ! tubuh molekku jadi konsumsi publik.
awak media kembali mencecarku dengan berbagai pertanyaan yang menyudutkanku.
"bagaimana anda menjelaskan semua ini mbak Freeya"
"apa anda tidak mikir kalau ini akan berimbas pada F Company"
"apa tidak lebih baik anda putus saja agar tidak mempengaruhi kelangsungan F Company ?"
"teman media sekalian.foto di belakang memang benar beberapa adalah foto saya tapi foto ***** itu bukan saya"terangku
"bagaimana anda membuktikannya"
Namun perhatian tersita oleh kehadiran Pak Awan bersama seorang pria.hatiku berdesir "Demas" wajahnya tampak begitu lelah dia berdiri disebelah kananku sementara Pak Awan berdiri di sebelah kiriku.
Demas menatap lurus kedepan tanpa melirikku.aku semakin gelisah sepertinya aku dan Demas memang harus berakhir malam ini.
"kertas kertas ini akan menjelaskan semuanya"kata Pak Awan buka suara
Pak Awan membuka laptopnya dan menjelaskan semuanya.mulai dari si wanita dalam foto itu perbedaannya denganku dan sebagainya.entah apa saja aku kurang paham.
"kulit orang eropa dan asia tentu saja berbeda.sang pengedit kurang jeli.hanya menghubungkan saja pas waktu itu mbak Freeya kuliah di Amerika.tapi dia lupa kalau mbak Freeya ini darah campuran tiongkok dan turki dimana punya warna kulit yang khas"terang Pak Awan panjang kali lebar
"satu lagi,agency yang menaungi Freeya Aqila Hasbie Rasyid alias Queen Bie adalah agency resmi.yang sangat melindungi privasi modelnya.jadi pihak agency dan Freeya sendiri bisa melaporkan anda Agatha Dinar Iswandi atas pencemaran nama baik"terang Demas tegas
Seisi ruangan menjadi gempar awak media saling pandang dan menyerbu Agatha.Demas menggenggam tanganku.tangannya terasa dingin sekali sama sepertiku.
"tolong awak media,apapun itu tidak akan bisa menggoyahkan F Company ataupun hubunganku dengan Freeya"tegas Demas
Sungguh aku tak mampu membendung air mataku,serta merta kupeluk kekasihku itu erat erat,aku bahkan tak peduli walau saat ini kami berada di hadapan awak media.
Demas mengusap air mataku dengan kedua ibu jarinya.Aku hanya mematung saat Demas mencium bibirku ********** beberapa saat dan kembali memelukku.
"Queen Bie"bisik Demas
"kamu tidak membenciku ? kamu tidak jijik sama aku ?"tanyaku yang masih terisak
"kenapa aku harus membencimu ? tidak ada alasan untuk aku jijik sama kamu,Sayang"
"Aku sudah katakan aku akan melindungimu,Sayang"imbuhnya
Aku semakin terisak,dengan lembut Demas mengelus kepalaku,dikecupnya keningku lama.
Demas menarikku keluar dari ball room hotel sunshine,dia membawaku duduk di kursi taman.Demas merangkulku sambil menikmati indahnya rembulan.
"dari kemarin aku panik banget,Sayang tidak bisa di hubungi"ucapku mengawali cerita
"aku takut Sayang tidak membaca pesanku"
"aku takut Sayang tidak percaya padaku"
"aku takut......"ucapku terpotong
"aku takut kehilangan kamu Sayang"sela Demas
"aku juga,aku takut Sayang ninggalin aku" tangisku
"tidak akan Sayang"kata Demas sambil mengusap usap lenganku
"Sayang bagaimana bisa tau masalah agencyku ?"tanyaku
"saat oertama Salman memanggilmu Queen Bie,aku berpikir aku seperti pernah dengar nama itu.karna penasaran aku coba cari tau.dan ternyata tidak sembarang orang bisa memperoleh majalah itu"terang Demas
"aku sudah bekerja sama dengan pihak agency untuk melaporkan Agatha biar jera"
"kasihan dia"
"dia sudah mempermalukanmu Sayang"ujar Demas
Aku menghela napas panjang,kulepas pelukanku dan bangkit aku berdiri di hadapan Demas.
"waktu kuliah dulu aku sangat bandel dan sombong.aku selalu berselisih dengan ayah sampai uang bulananku tak pernah sampai ke tanganku"ceritaku
"suatu ketika ada temanku yang menawariku untuk jadi model,semula aku menolak saat tau aku akan jadi model majalah dewasa,tapi karna saat itu sangat urgent sku menerimanya" imbuhku
"karna foto ini juga ayah sangat murka dan tidak mengakui aku jadi anaknya,dulu aku sangat arogan"
Demas hanya diam sambil terus mengawasiku yang mondar mandir seperti setrika.aku kembali duduk di sampingnya.
"Sayang tau tidak ?"tanya Demas tiba tiba
"apa ?"
"Sayang sangat sexy di foto itu"katanya sambil mencolek hidungku
Dengan kasar kupukul bahunya "awas kalau Sayang menyimpannya,hapus tidak !" bentakku
"tidak"
"hapus kataku"seruku sambil kucubit lengannya
"foto itu sudah di ponselku jadi terserah mau aku apakan"
"dasar penjahat"makiku manyun
CUP
Demas mencium pipiku dan berlari segera aku mengejarnya,Demas malah sengaja berputar putar mengerjaiku.napasku ini hampir saja putus.
****