Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 52 Jack And Rose



Ku banting pintu kamar hotel serampangan hatiku bergemuruh berkobar membara,bisa bisanya Demas menciumku di depan umum terlebih di depan Agatha.sudah aku katakan jangan menciumku di depan umum.apa yang mau dia tunjukkan ???


"hhhiiiccchhhh....dasar Demas penjahat" geramku


Terdengar pintu kamar terbuka,terlihat Demas masuk dengan wajah cemasnya kesal ku lempari Demas dengan bantal.


"dasar penjahat ngapain kembali ? kenapa tidak sama Agatha sana !"pekikku kesal


"Sayang...."


"aku benci sama kamu,dasar penjahat.sudah aku katakan jangan menciumku di depan umum"teriakku seraya kembali kulempari Demas dengan bantal


Serta merta Demas merengkuh tubuhku erat. aku berusaha berontak namun Demas terus menahanku.


"Sayang dengar,aku lakukan itu agar Agatha bungkam dan tidak mengganggumu lagi" terangnya


"aku ingin tunjukkan pada semua orang bahwa aku memilikimu sekarang,yang akan aku jaga bukan untuk aku permainkan"


Demas memegangi kedua pipiku dan menatap mataku lekat lekat "Sayang lihat aku ! aku dulu memang ******** brengsek suka gonta ganti pasangan,tapi demi kamu aku berusaha berubah percayalah !"bujuknya


"aku tidak mau menyembunyikan hubungan kita,karna aku tulus mencintaimu aku mau hubungan kita lebih dari ini,Sayang"


"Aku sangat mencintaimu dan itu jujur,kamu tau sikapku aku tak harus menjelaskannya"


Aku terdiam,hatiku mulai meluluh aku sadar kata kata Demas kali ini serius.aku akan berusaha percaya padanya.


"aku tidak terpengaruh dengan Agatha,saat aku memutuskan menerimamu aku sudah tau hal hal seperti ini pasti terjadi.dan aku sudah siap dengan resikonya.tapi jangan umbar kemesraan di depan umum"


"maafkan aku Sayang"lirihnya


Aku mengangguk


"kita lanjut jalan jalan kita ? Haris sudah kamu beliin oleh oleh ?"tanya Demas


"sudah semua"


"kalo begitu Sayang ikut aku !"ajak Demas


"kemana ?"


"Sayang ganti gaun yang aku belikan terus kita pergi"


"hem"


Kupandangi tubuhku di cermin,gaun pink fanta setinggi lutut dengan model half shoulder ini begitu membentuk tubuhku sebenarnya aku merasa agak tak nyaman.tapi Demas pasti tak suka kalau aku tak memakainya.



Dengan agak canggung aku keluar menghampiti Demas.aku makin tak nyaman ketika Demas mrlihatku tak berkedip.aku malah makin sslah tingkah.


"Sayang cantik sekali"pujinya


"Sayang suka melihat kekasihmu ini jadi perhatian orang ?"tanyaku


"biar jadi perhatian orang,Sayang hanya milikku seorang"tuturnya


Demas mengulurkan tangannya yang segera ku sambut dengan senyuman.Aku menurut saja Demas mau membawaku kemana.mobil melaju meninggalkan hotel.amu terdiam berada dalam pelukan Demas sambil kumainkan ponselku.sesekali kurasakan Demas menghirup rambutku sambil mengelus lenganku.


"Sayang...."


"iya Sayang Dalem...."sahutku lembut


"Dalem ? apanya yang dalem ?"tanya Demas


Aku tergelak sambil kucubit hidung Demas yang mancung "Dalem itu bahasa jawa yang di gunakan untuk menyahut panggilan orang yang kalo diartikan bahasa indonesia sebagai aku"terangku


"misalnya kita di panggil oleh orang tua kita tidak boleh menyahut dengan apa tapi dalem karna kesannya lebih sopan"imbuhku lagi


Demas manggut manggut sambil mengusap rambutku "Sayaaaaangggg "


"Dalem Sayang"sahutku


"hem...merdu sekali,terasa sejuk di hati"kata Demas


"dasar gombal"


Mobil berhenti aku sedikit heran Benoa Harbour untuk apa Demas membawaku kemari ? Demas membawaku menyusuri dermaga turun untuk naik perahu kecil untuk pergi ke tengah laut.angin kencang beradu dengan suara bising mesin perahu memaksa kami harus berteriak untuk berkomunikasi.


"kita mau ke pulau Sayang ?"teriakku


"tidak,Sayang nanti akan tau"bslas Demas


Tak lama terlihat dari kejauhan sebuah kapal pesiar yang sangat besar bertengger di tengah laut dengan perkasanya.di badan kapal bertuliskan nama Demas Fabian disana.


"kapal pesiar inipun milik Demas"batinku


perahu merapat di badan kapal pesiar itu.lagi lagi Demas membantuku naik ke atas kapal.


di dalam kapal aku di buat kagum oleh dekorasi,ornamen dan fasilitas kapal yang bak hotel berbintang lima.


Kami langsung di sambut oleh beberapa orang pelayan yang memandu kami menuju dek teratas dimana terdapat restiran dan tempat karaoke.lagi lagi aku dimanjakan dengan segala kemewahan.hatiku berdesir apa wanita wanita Demas sebelum ini juga dimanjakan dengan kemewahan seperti ini ?


"Sayang tau ? Sayang adalah wanita pertama yang aku bawa kemari"kata Demas sambil makan


"benarkah ?"


"Sayang.boleh tidak percaya dengan ucapanku.tapi aku selalu berusaha jujur padamu"


"aku bisa memberi kepercayaan kepada seseorang dengan mudah tapi sekali kepercayaanku dilanggar aku akan sangat sulit untuk mempercayai orang itu lagi" terangku


"kata kakek aku ini tipe pendendam akut,jika baik aku bisa sangat baik tapi sekalinya jahat aku bisa jadi makhluk terjahat di bumi ini" ceritaku


"apalagi kalau aku merasa benar maka dunia akan aku lawan"imbuhku


"itu yang aku suka darimu,berkarakter"ucap Demas sambil tersenyum


"Sayang....aku mau cerita tentang masa laluku padamu"lanjutku berikutnya


"Sayang,setiap orang punya masa lalu,tidak terkecuali aku dan kamu.sekarang kita tatap masa depan kita yang lebih panjang kita tinggalkan masa lalu"tutur Demas pasti


"Sayang,aku takut masa lalu ini hadir dan menghambat masa depan kita"kataku cemas


"dengar Sayang,apapun itu aku percaya padamu dan aku janji akan melindungimu apapun yang terjadi"hibur Demas pasti


Aku menghembuskan nafas lega,mungkin bukan saat ini waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya.


Selesai makan Demas mengajakku mencari udara segar,kami berdiri diujung kapal berdiri merentangkan tangan layaknya Jack dan Rose di film Titanic yang terkenal itu.


dalam pelukan Demas jujur aku merasa damai.walau masih ada sedikit kecemasan aku tau siapa Demas ? lelaki tampan,tajir melintir,CEO muda bertabur prestasi sudah tentu akan dikelilingi oleh wanita wanita cantik.dan aku sudah prediksi resiko itu.aku sudah siapkan mental untuk hal terburuk yang akan terjadi.


Angin laut yang teramat kencang membuatku sedikit menggigil ,Demas melepas jasnya dan dia gunakan untuk menutupi tubuhku yang terbuka.Demas kembali merengkuh tubuhku dari belakang.dia mencium tenggukku menjalarkan rasa hangat di sekujur tubuhku.


Aku mulai memejamkan mata dan kupegangi tangannya yang melingkar di perutku. bibirnya mulai menjelajah ke leherku,kini tubuh kami saling berhadapan.tanganku bergayut di lehernya.sementara bibirnya kini memagut bibirku lembut.kami berciuman cukup dalam.terus saling memagut dan bergantian mengambil napas.


****


Berita layaknya angin yang mampu berhembus kesegala penjuru hanya dalam tempo yang teramat singkat.sekalinya kembali ke Jakarta kami langsung di berondong oleh puluhan kuli tinta yang mau mengkonfirmasi berita tentang hubungsnku dengan Demas.


Demas menggenggam tanganku erat di hadaoan sekian banyak awak media.jepretan kamera yang menyilaukan mata membuatku tak nyaman.


"Presdir Demas apa benar anda berpacaran dengan karyawan anda sendiri?"cecar salah seorang wartawsn


"apa kali ini anda serius ,? mengingat snda sangat suka berganti pasangan ?"


"Presdir tolong beri kami jawabannya"


"maaf teman teman semua,nanti saya akan mengadakan konferensi pers dan kalian akan tahu jawabannya"jawabku tegas


"satu saja Presdir apa anda serius ?"


"tolong beri Presdir jalan,kita akan bertemu di acara konferensi pers nanti"srla Haris berusaha membuka jalan


Demas merangkulku dan mrmbawaku pergi dari kepungan awak media.setelah hari ini sudah tentu hari hariku akan dipenuhi oleh drama seperti ini.


"maaf membuat Sayang tak nyaman" kata Demas saat di dalam mobil


"heemm...sepertinya aku harus beradaptasi dengan hal semscam ini setiap harinya"kataku


Haris melirik kami dan berdeham "duh...yang lagi kasmaran"godanya cengengesan


Demas menarikku dalam pelukannya kemudian mengecup keningku,sontak kucubit dadanya "dasar bandel"


"lepas tidak ?"seruku


"tidak"


"kalian ini,pacaran masih saja berantem" tegur Haris


Sampai di rumah Qalila dan Kinar sudah menungguku.sekalinya turun kedua sahabayku itu langsung menyeretku terpisah dari Demas.


"selamat ya bebz,akhirnys kita bertiga nggak ada yang jomblo,"ujar Qalila cengengesan


"aoa kalian nih ?"elakku


"heh,kapan jadiannya ? tau tau di proklamirkan pake acara ciuman gitu"ledek Qalila


"kepo deh"


"hheemm...gitu ya sama sahabat sendiri"setu Qalila dan Kinar bersamaan


"Qal,kita bakalan dapat traktiran nih" goda Kinar lagi


kalian pikir jadian kayak dapat lotre gitu ? terus minta traktiran ?"semburku


"secara pacar elo CEO,bebz"bela Qalila


"minta traktir dia sana"solotku


Kedua sahabatku itu tergelak dan memeluk kami bersamaan.ku awasi Demas dan Haris yang mengeluarkan barang barang dari mobil dan membawanya ke rumahku.


"yuk masuk !!! aku ada oleh oleh untuk kalian"ajakku


Kinar dan Qalila histeris melihat barang barang branded yang diberikan untuknya.tas dan baju juga sepati di hamburkan dengan girang.


"kalian pilih mana yang kalian sukai.itu semua Presdir yang belikan"kataku


"terima kasih Presdir !"pekik keduanya bersamaan


"waahhh...bahagianya punya sahabat yang pacarnya tajir melintir "seloroh Kinar terkekeh


"maunyaaaaa"cibir Qalila


"Presdir kapan nih kita di traktir ?"sela Kinar


"kalian pesan saja makanan yang kalian suka"ucap Demas seraya menyodorkan sebuah kartu


"iyeeesssss !!!"


"kalian ini,kalian pikir Presdir kalian ini voucher mskan gratis seumur hidup apa ?"candaku sembari kugelayuti lengan Demas


"Sayang,sudah tidak apa apa"sergah Demas


"cie....cieeeee....Sayang,so sweetnya"goda Qalila


Demas mengendus rambutku sontak menyulut tawa mereka lagi.kami bercanda tidak jelas.aku senang karena Demas bisa menerima sahabatku.


****