
Demas mengantarku sampai ke depan pintu apartemenku.aku masih berdiri tegak di depan pintu tak bergeming,akhirnya setelah 3 bulan aku akan merasai kembali tempat tidurku yang empuk dan nyaman.aku tak lagi harus berbagi dengan tikus dan kecoa yang memusingkanku setiap malam.
Aku terkesiap saat tersadar lembut tangan Demas nenyentuh pipiku.senyumnnya yang hangat menerbitkan getaran-getaran samar di hatiku.sumpah malam ini Demas begitu tenang tak seperti biasanya yang selalu berhasrat untuk bertengkar denganku.
"mikir apa?"tanyanya lembut
aku menurunkan tangannya dari pipiku dan menggeleng cepat "tidak"
"tidurlah sudah malam!besok jangan sampai terlambat"pesan
nya
"iya"anggukku
"have a nice dream"
Aku tersenyum manis dan masuk.
ku sandarkan tubuhku di daun pintu.aku lihat dari monitor Demas masih berdiri di depan pintu setelah beberapa saat dia baru pergi.
Ku nyalakan semua lampu tak ada yang berubah,lelah memaksa ku menggabrukkan tubuhku diatas tempat tidur.wajah tampan Demas membayang di pikiranku. dia begitu menawan dengan tuksedo hitam dan dasi kupu-kupunya sikap tenangnya buatku bungkam.
"itu karena Papa lebih milih kamu"
kalimat itu layaknya baling-baling helikopter yang terus memuutari kepalaku.apa artinya coba ??? tak mungkin kan Komisaris Frans lupa kalau aku ini milik Kail ??? bukan
kah dia pernah bertemu Kail di rumah sakit ???
Aku bangkit dan melangkah ke kamar mandi untuk membersih
kan diri.keluar dari kamar mandi terdengar ponselku bernyanyi.
"iya Sayang"seruku saat tahu itu dari Kail
"sudah pulang?"
"sudah Sayang,ini baru selesai mandi"
"aku lihat berita online tadi.tuh Presdirmu kenapa nolak tunangan coba?"
"entah Sayang,aku males mikir bukan urusanku"jawabku asal
"padahal yang wanita cantik loh"
kuturunkan ponselku yang menempel ditelinga.ini apa-apaan ini ? dia memuji wanita lain tepat ditelingaku ??
"heem...iya cantiiiiiikk"geramku
dengan gigi bergemerutuk
terdengar Kail terkekeh di sebrang sana.aku malah makin dongkol tawanya seolah mengejekku.
"tertawa saja terus tertawa sana"kedumelku dengan bibir manyun
"kenapa tak kau pscari dia kalau cantik"sungutku
"Eemmuuaacchh"Kail mencium
ku via udara
"aku cuma bercanda Sayang.tak ada wanita yang lebih cantik di hati ini dari Sayang"gombalnya
aku tiarap diatas tempat tidur masih hanya memakai handuk.ini kaum adam lagi ngetren kursus ngegombal apa ya ?? tidak Kail,ti
dak Demas terlebih Gerrald lebay tingkat dewa.
"lebay....."
"huek....mo muntah rasanya"se
lorohku cekikikan
"vicall bentar ya Sayang"
"jangan ah lagi gak pake baju" cegahku
"emang kenapa?biar gak pake baju juga gak bisa dinikmati kan?"
celetuk Kail nakal
"bayangin aja dulu nikmatinya nanti"timpalku
"Sayangku nakal"bisiknya
"i want you"bisikku pula
"really ?"
"uuuugghhh..."desahku
"want you more baby"
"want you too baby"balas Kail serak
"i want you to accompany me go to bed"tawaku
"aaagh...Sayang!!"
"bubuk yuk!!ngantuk banget"
ajakku
"I Love You"
"I love you too Sayang"balasku
setelah panggilan diakhiri aku taruh ponsel disamping bantal.ku tarik selimutku meski aku masih belum berganti pakaian MAGER biar saja tidak akan ada yang. ngintip juga kan ?
***
Setiap karyawan yang berpapasan denganku pagi ini langsung tersenyun dan memberi salam.aku malah jadi canggung.Qalila dan Kinar langsung menyambutku dengan suara khas mereka yang cempreng ketika aku tiba di Divisi Pengembangan.
"selamat pagi ibu menejer"
auto mataku melotot seraya ku sambit mereka dengan tas.mereka malah terkekeh.
"apaan shi kalian?"seruku
"cie yang baru dapat promosi...
kapan nih kita ditraktir?"celetuk Qalila
Aku mengawasi Kinar yang masih cengengesan sambil merangkul bahu Qalila.sebenarnya aku rada tidak enak hati dengan Kinar.aku merasa tidak pantas menerima posisi ini
"malah bengong"tegur Kinar
"aku ngrasa gak pantes nerima posisi ini,aku gak enak sama kamu
Ki"ungkapku
Kinar memelukku sesaat dan tersenyum
"kamu takut aku cemburu, Ay ?kamu pantes ada di posisi ini,itu berkat kinerjamu"
"justru karna kamu kami jadi makin semangat kerja,kita juga dapat bonus loh"ucap Kinar sumringah
"nanti pas makan siang aku traktir deh"putusku
"tapi kita gak mau makan di kantin.kita mau makan di restoran mewah"usul Qalila
"elo mo minta traktir atatau mo meres gue?"selorohku disambut tawa kedua sahabatku ini
"ya ampun bu menejer gaji lo gak bakalan habis cuma buat nraktir kita doang kali"timpal Qalila
"iya....iya....."
"eh sampe lupa,gue kemari buat jemput ibu menejer mau gue anter ke ruangan yang baru"ujar Qalila
"ruangan baru?"ulangku
"hem"
"gue udah PeWe disini"
"saya cuma menjalankan perintah ibu menejer"
"ngikut aja Ay,entar Presdir marah lagi"
"Kinar aku bakalan miss you"
rajukku sembari memeluknya
"miss you too"
"mari bu menejer"ucap Qalila cengengesan
aku mengekor Qalila menuju ke ru
angan baruku.aku sedikit kaget saat lift naik menuju lantai teratas bukankah dilantai ini hanya ada ruangan Presiden Direktur,ruang rapat,ruangan Qalila dan Haris ter
akhir private room Presdir lalu untuk apa Qalila membawaku kesini ??
Aku tertegun mendapati tempat yang kupijak sekarang benar-benar sudah tersulap menjadi ruangan serba minimalis.Qalila membuka pintu kaca disamping ruangan Presdir.
"Taraaaa...welcome back Freya"
seru Qalila antusias
lagi-lagi aku dibuat takjub oleh design ruangan ini.ada meja kerja ditengah ruangan lengkap dengan perangkat komputer dan kursi empuknya.dibelakang kursi ada lemari rak susun tiga dengan ber
tumpuk arsip.disisi sebelah kanan terdapat sekat yang terbuat dari cermin.sementara sisi kiri terdapat lemari gandeng tiga.
Aku berjalan mengitari ruangan dengan keheranan.tiba-tiba mata ku terpusat pada figura yang ada di sebelah keyboard.untuk apa foto Demas nyasar di meja kerja ku ???
"suka ruangan barumu?"tanya sebuah suara
reflek kuletakkan figura itu dan menoleh.Presdir Demas dan Haris berdiri di ambang pintu dengan senyum hangatnya.
"suka,tapi kenapa ruanganku justru terpisah dari teman-temanku?"
"agar Presdir mudah mengawasi mu Freya"sahut Haris
"ini kenapa ada disini?"tanyaku menunjuk foto Demas
"itu agar kau tak perlu ke ruanganku kalau kau lagi kangen"
aku mendengus sebal.mulai lebay
nya
"kangen Presdir marahi maksud
nya?"candaku
" boleh kau definisikan begitu"
"baiklah,selamat bekerja ibu menejer"ucap Demas
"siap Presdir"
***
"setiap tahun setelah acara ulang tahun perusahaan kita selalu diadakan wisata.nah kita lagi nga
dain voting milih tempat wisata"
"terus?"
"rekan-rekan shi milih ke puncak aja ,Ay.biar gak terlalu membebani perusahaan"kata Qalila
"kalo lo juga setuju tinggal minta ACC sama Presdir.terus kita perginya bertahap mulai minggu ini"terangnya
"oke,aku setuju aja"
"eh,biasanya Presdir juga ikut?"
tanyaku yang membuat langkah Qalila terhenti
"enggak,Presdir mana mau ikut acara karyawannya"
"ehmm...."sahutku manggut- manggut
"sudah sana kerja lagi!"usirku cengengesan
"hem,gitu ya mentang-mentang ibu M E N E J E R"oloknya
"becanda bebz"seruku
"tau bebz.aku balik ke ruangan ku dulu ya"
Ku raih foto Demas kupandangi beberapa saat kuusap lembut wajahnya.satu lagi kejutan Demas yang membuat jantungku kembali berdebar.setelah ini kejutan apa lagi ??? ternyata begitu banyak yang tak ku ketahui darinya.samar kusunggingkan sudut bibirku.
Ponselku berdenting malas ku raih ponsel yang tergeletak diantara tumpukan arsip.senyum ku kembali terbit seolah feeling kami saling terkait.aku sedang mikirin dia eehhh dianya nongol di chat.
Mr Moody :
aku tebak pasti lagi pandangin
fotoku ^_^
"eh,gimana dia bisa tau?"batin ku
setengah kulempar figura itu kembali ke atas meja.kuedarkan penglihatanku ke sekeliling ruangan apa si batu itu memasang kamera cctv ?? awas saja kalau sampai ku temukan akan kuhabisi dia !!
Aku :
kamu ngawasin aku ?
iya ?
kamu pasang cctv ?
Mr Moody :
hati kita kan saling terkait
Aku :
hueeekkk...
Mr Moody :
ini kantorku terserah aku lah
Aku :
melanggar HAM
Kuhentikan chatinganku saat ku lihat ada e-mail yang masuk di komputerku.Freeya time to work!!!
fokus dan fokus,ada pesan whatsaap masuk pasti dari Demas biarlah aku read nanti.
***
Karena seharian padat aku jadi baru bisa nraktir Qalila dan Kinar sepulang kantor.sesuai permintaan
kedua sahabatku ku bawa mereka ke restoran recomended.biar kata umurku lebih muda beberapa tahun dari mereka tapi tetap tak mengurangi keseruan kami.
"makanannya enak banget bu menejer"ucap Qalila dengan mulut penuh dengan makanan
"gak usah bikin gue tersinggung sama sebutan lo,bebz"selaku
"lah kan emang benar ibu menejer"bantah Qalila
"nie anak gak pernah ngrasain kerasnya piring kali ya"solotku
"iya...iya...."
"gak usah macem-macem bebz,
kalo sampe Aya' marah kita akan berakhir ditempat cucian piring"
seloroh Kinar
"paling buruk kita kehilangan sebulan gaji kita"timpal Qalila
kami bertiga tertawa kompak sampai ku hentikan tawaku demi melihat tiga orang pria memasuki restoran,yaaahhh,Demas,Gerrald dan Haris.
Seperti biasa Demas selalu cool dengan wajah datarnya.sementara Gerrald lebih santai dengan senyum diwajah blesterannya kalau Haris yah gitu deh selslu berwajah serius.
Mereka mengambil duduk agak jauh dari meja kami.segera kualih
kan pandanganku agar pandangan kami tak saling beradu.
"yuk selesaiin makannya!!kita pindah ke tempat lain!"ajakku
"kemana?disini suasananya enak banget"tutur Kinar
"kita nonton"ucapku
"boleh"
"aku bayar nill dulu"ujarku
"waiter!"panggil Qalila dengan suara cemprengnya
Sontak Gerrald yang asyik makan pun menoleh aku hanya bisa tertunduk seraya menyodorkan kartu debitku pada sang waiter.
Gerrald keburu melangkah meng-
hampiri meja kami.
Kedua sahabatku saling senggol sementara aku buru-buru bsngkit
aku tak mau menjadi bahsn gosip para pengunjung restoran.gara- gara suara cempreng Qalila saja semua pasang mata langsung menoleh.
"hai bidadari- bidadari cantik!kalian disini juga?"sapanya tersenyum manis
kupaksakan untuk tersenyum "iya tapi kami sudah selesai"
Sang waiter mengembalikan kartu debitku "kami duluan ya bapak direktur"pamitku buru-buru
"yah...padahal aku baru berniat untuk bergabung dengan kalian"
sesal Gerrald
"sebenarnya kami...."
kata-kata Kinar terpotong karna demi membuatnya bungkam kuinjak kakinya
"aaaauuuwwww!"pekiknya
"mungkin lain kali"ucapku dengan senyun terpaksa
"sayang sekali"
"kami permisi dulu bapak direktur"pamitku yang langsung diikuti Kinar dan Qalila
Saat melangkah keluar sempat kulirik Demas yang sepertinya juga melirikku.apa-apaan ini terus saling lirik ???? tapi tak terajut seutas kalimat pun.
"kenapa shi Ay ? kenapa kita harus buru-buru coba ?kan seru kalo mereka ikut gabung kita" protes Kinar saat jalan
"terus lo seneng besok di kantor heboh karyawan lain bergosip tentang kita ? Qalila sekertaris nya,lah kita ? habis kita dikupas sama mereka"ocehku
"emang kenapa kalo kita di gosipin ? kan kita malah tenar dj gosipin sama Presdir"kelakar Kinar cengengesan
kupukul lengan Kinar dengan kesal aku tak habis pikir dengan jalan pikiran Kinar.
"lo tuh kalo ngomong asal nyablak aja,gak lo pikir pake otak.
elo enak kalo Aya' ? pasti habis dicecar media"semprot Qalila geram
"ampun ah sohib kagak ada yang bisa diajak becanda"seru Kinar
"tapi sumpah ! direktur Gerrald ganteng banget"ujar Kinar seraya menggigit tali tasnya
"dasar garangan wati lo,Rendra mau lo selipin mana ? saku celana hem?"berangku
"yaelah Ay,temen kuliah gue dulu pacarnya 3"ujar Kinar
"satu aja gak keurus mau nambah"cemoohku
"kalo dianya mau so what gitu loch?"
"garangan wati lo"seruku dan Qalila bersamaan
"jadi nonton gak?"tanyaku
",jadi dong"jawab mereka kompak
Kami memutuskan untuk nonton film Thailand,kata Qakila shi seru and romantis abis.aktornya juga lumayan tampan sekilas mirip aktor Indonesia.tiba-tiba aku tertegun menemukan sebuah scene yang mengingatkan aku ten
tang momen pas di hutan wisata Kalibiru bersama Demas kemarin.
hhaahh !! apa shi ini ? kenapa shi bayangan dia lagi yang nongol ???
aku bahkan melihatnya berada di film itu.hentikan tolong sudah ! ini sudah cukup jangan lagi.kucoba tepis bayangnya dengan kugeleng- gelengkan kepalaku.
***
Aku berjalan cepat mungkin setengah berlari menyusul Qalila dan Kinar yang sudah lebih dulu naik ke dalam bus pariwisata yang akan membawa kami ke Puncak.
sedikit tertatih karena ransel yang kuseret menaiki bus,kulayangkan pengawasanku sampai ke kursi pe- numpang paling belakang.terlihat cuma tersisa dua kursi saja yang kosong disisi sebelah kiri kemudi.
aku terpisah dari dua sahabatku itu.aku mengambil duduk dikursi dekat jendela.sang supirpun naik dan mengawasi penumpangnya.
"masih ada yang belum naik pak supir",seru Qalila
"siapa shi karet banget"seru yang lain
Sebuah mobil berhenti disamping bus yang kunaiki.aku yakin tidak hanya aku yang menoleh tapi pasti semua penumpang bus.
Seorang pria keluar dari mobil itu
dengan dandanan casualnya dan berkacamata hitam menarik perhatian kami.langkah panjangnya diikuti oleh pria muda yang tampak menenteng ransel tanggung .long coat warna navy yang dikenakannya menari indah diterpa angin.sang supir bergegas membukakan pintu.
***