Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 18 Penolakan



Lagi dan lagi aku terjebak oleh kungkungan nafsuku yang menggunung.Aku menoleh ke arah pemilik punggung putih yang tertidur di sebelahku.Agatha Dinar Iswandi tak berbeda dengan gadis-gadisku sebelumnya yang kesombongannya tumbang setelah kutiduri.gayanya saja yang sok jual mahal.sekali kuhentak malah minta lagi.dasar ja**ng.


Kuraup wajahku seraya ku hembuskan napas sebal sungguh aku tak berminat meniduri Agatha malam ini kalau bukan karena kemarahanku pada Freeya.


Gadis itu telah membuatku gila dengan sifat tarik ulurnya.kadang aku dibuat sakit karena penolakannya.tapi kadang aku juga di buat terbang karena kepasrahannya.pasrah ketika ku peluk pasrah ketika kucumbu.I'm so crazy about this !!


Goddamit !!!! kenapa dia masih berat Mikail Machalister itu.ingin ku bunuh pria brengsek itu.Kurasakan sebuah tangan kecil melingkari perutku.


Agatha menciumi lenganku bertubi-tubi kutarik tubuhnya ke dalam pelukanku dan ku daratkan ciumanku di bibir sensualnya beberapa saat.


"I want you more beiby"bisik Agatha


"again?"tandasku


"uumm...you are so hot beiby"


Serta merta kubalikkan badannya ku tindih tubuh sintal itu. kembali ku serang wajah dan lehernya dengan ciuman penuh nafsu.


ku tinggalkan kissmark di leher dan dadanya yang putih.gila !!! dadanya hampir merah merata.Agatha mengerang menikmati cumbuanku di sekujur tubuhnya.


sementara bibirku masih berada dipuncak dadanya tangan kananku menelusuri kain segitiga yang menjadi pengaman inti bawah tubuhnya.jari tengahku mencoba menemukan sentral kenikmatan itu.dengan berirama kumainkan jari tengahku disentral itu.


Sesekali Agatha tampak mengangkat panggulnya diserang kenikmatan atas bawah.ku buat sentral itu banjir sampai sang empunya tersengal-sengal karena terbakar gairah.


Kini setelah ku sapu bersih bagian dari lembar kanvas putih itu,bibirku tiba di bagian hamparan lautan syurgawi miliknya.kunikmati bagian itu layaknya tengah ku lahap cone es krim cornetto yang lezat.Agatha melenguh panjang dijambaknya rambutku dan dijepitnya kepalaku layaknya penjepit kuku.sungguh liar.


Ku biarkan Agatha mengatur napas beberapa saat sebelum kembali kusodori dengan kesayanganku.dilahapnya kesayanganku dengan rakus aku mengerang sambil terus memainkan jariku.gerakan up down tangannya pada batang kesayanganku membuat gairahku menggila.kuakhiri posisi 69 kami dan ku balikkan badannya.


Agatha menjerit keras ketika ku benamkan kesayanganku ke dalam hamparan lautan syurgawi miliknya.


uugghh rasa hangat menjalar keseluruh tubuhku.kuserang dia dalam berbagai gaya.Agatha ini sungguh liar membuatku menyerangnya dengan membabi buta.


"aaaarrrggghhh"


dia melenguh menuntaskan pelepasannya kedua tangannya mencengkerampunggungku


kuciumi bibirnya dengan kuberi gigitan kecil.


Ku jatuhkan tubuhku setelah pelepasanku tuntas di sebelah Agatha dan terpejam.gadis itu menciumi wajahku.


DAMN !!! wajah Freeya kembali membayang di pikiranku.menari-nari dan tersenyum sinis mengejekku.


"Freeya Sayangku biarkan aku terpejam sejenak"


"Freeya?"


"Forget it"sahutku


Aku terbangun oleh pekikan ponselku yang berulang menggema di telingaku.


malas kubuka mataku kucari asal pekikan itu.


"Haris"batinku


"apa Ris ? tak bisakah kau tak meneleponku sepagi ini" semprotku


"Pagi ? ini sudah jam 10 dan kau tau ?? 2 jam sudah Pak Hirar menunggumu"balas suara lantang di seberang telepon


Freeya meneleponku pakai nomor Haris ? untung tidak vicall kalau iya aku tak akan tahu reaksinya saat melihatku di kamar hotel dengan Agatha masih dalam keadaan *****.


"sepertinya kau lebih berat dokter genitmu itu daripada perusahaanmu"bentaknya


"diam kau bawel ! setengah jam aku sampai"ucapku


Kupakai pakaianku sekenanya kukecup bibir Agatha yang masih terlelap.tak lupa kutinggalkan selembar cek untuknya.


***


Freeya menyodorkan setelan jas hitam untukku.wajahnya datar tanpa ekspresi.matanya terus menghindari pandanganku.terus kuperhatikan bibirnya yang komat-kamit entah merapal apa.


"mandilah dulu ! Pak Hirar sudah di handle Haris dan Qalila,anda tinggal tanda tangan"ucap Freya datar


"bagus"


"saya keluar dulu"


"tolong cek e-mail di laptopku dulu sementara aku mandi" tahanku


"baik"


15 menit aku keluar dari kamar mandi ruang kerjaku Freya masih duduk disofa menghadap laptop.


dia bangkit dan mendekatiku berdiri tepat di depanku.pelan dia menarik dasiku dia merapikan kerahku yang nyelip dan dasiku yang panjang pendek.itu pun tanpa suara.aku terus mengawasi jemarinya yang lentik.


apa dia tak sadar perhatiannya ini membuatku gila.


Dia mendongak dan tersenyum menatapku "sudah rapi,mari Presdir!"


Aku melangkah sambil merutuki Freya.apa dia tidak ingat pernyataanku kemarin malam ? dia seolah tak peduli.bibirnya terus menolakku tapi aku tahu tubuhnya menerima dan menginginkan perlakuan nakalku padanya.


"selamat siang Pak Hirar maaf terlambat"ucapku seraya menjabat tangan Pak Hirar


"tak masalah.Freya sudah menghandle semuanya.katanya anda sedang meeting dengan klien spesial"ucap Pak Hirar


Aku menatap Freya yang duduk di samping Qalila "klien spesial" batinku


"bisa kita mulai penanda tanganannya ?"


"tentu saja"sahut Pak Hirar


Qalila bangkit dengan membawa map berwarna biru.dia menyodor


kan pulpen kepadaku yang masih bengong menatap Freya.


"Presdir"tegur Qalila


Aku tersentak tak lama ku bubuhkan tanda tanganku diikuti Pak Hirar.penandatanganan selesai.Qalila kembali ke tempat duduknya.


"ini kerja sama kita yang ke sekian kali dan saya selalu puas Pak Demas"


"terima kasih"sahutku


"kapan kita bisa merayakan ini?"tanya Pak Hirar seraya melirik Freya


"Bapak atur saja waktunya saya menyesuaikan"jawabku


"boleh saya minta sesuatu Pak Demas?"ucap Pak Hirar yang lagi-lagi melirik Freya


"boleh,asal jangan Freeya saja karna saya bisa di bunuh oleh tunangannya"jawabku sembari ku tatap Freya tajam


"ini hanya makan malam biasa.saya jamin saya akan memperpanjang kontrak kita"


"Saya terima undangan makan malam anda Presdir"ucap Freya tegas


"bagus.waktu dan tempatnya saya kirim menyusul"


"tentu"balas Freya


"saya pamit Pak Demas"


"mari saya antar!"ucap Haris


Qalila mengekor Haris yang keluar bersama Pak Hirar dan asistennya.


di ruang meeting ini kami hanya berdua sekarang.Freeya tengah sibuk membereskan berkas dan mackbook miliknya.


"aku tak percaya kau menerima undangan makan malam si bandot tua itu"seruku saat dia hendak keluar.


Freeya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah tempatku duduk "demi kamu"


Aku mendengus sebal ku dekati tempat Freya berdiri.sengaja tak ku beri jarak gadis itu agar ruang geraknya terbatas.sedikit ku bungkukkan badanku supaya wajahku bisa sejajar dengan wajah Freya.bola mata indah itu menggambar gurat keresahan.


"ck...demi aku?klise sekali"


bisikku


"bukankah aku disini untuk meng-goalkan semua tendermu?"


"aku cemburu"


bola matanya yang besar makin mencembung seolah ingin menelanku seutuhnya.


"cemburu ? kata itu keluar dari mulut seorang pria yang baru saja menghabiskan malamnya dengan wanita lain ? kau pikir aku akan percaya ?" hardiknya


"penolakanmu yang membuatku melakukannya."balasku


Ku pegangi wajahnya kedua ibu jariku berada di di pipi dekat telinganya sementara jariku yang lain berada di lehernya.


lembut ku pagut bibirnya namun Freeya mengatupkan bibirnya rapat sekali.masih terus ku desak bibirnya yang mengatup sementara kian ku himpit tangan di dadanya yang membekap mackbook.


"kau !!"


"aku menyukaimu Freeya"lirihku


"kau menjijikkan ! apa kau pikir aku sudi menerima pria yang menciumku setelah terlebih dulu mencium wanita lain?"geramnya dengan mata memerah


"tolong lepaskan aku ! aku sudah punya tunangan.aku mohon padamu !"pintanya


Perlahan aku bergerak mundur ku kepalkan tanganku penuh amarah.kata-katanya bak belati yang menghujam tepat di ulu hatiku.


"Keluar !"teriakku


"mulai saat ini.berdirilah di tempat yang tak bisa kulihat ! menjauhlah dariku ! jika melihatku segeralah menyingkir"


"baik"sahutnya sambil lalu


"dia bahkan tak protes?"keluhku


***


Aku terjaga setelah entah berapa lama aku tertidur menelungkup bertopang tanganku di atas meja.Haris tampak berdiri tegak di sebelahku.


"berapa lama aku tertidur?" ku usap wajahku pelan


"hampir setengah hari"


"huufftt...tak ada yang mencariku ?"


"Nona Agatha hampir 2 jam ini menelepon anda tanpa henti"


"blokir saja kontaknya"titahku


"baik Presdir"


"Haris"panggilku


"iya Presdir"sahut Hariz yang masih berkutat dengan ponselku


"aku ingin kau cari informasi lengkap tentang Mikail Machalister,segera!"titahku datar


"bukankah dia kekasih Freya,Presdir ?"tanya Haris


"kau lakukan saja perintahku" sentakku


"saya akan hubungi departemen tekhnologi"ucap Haris gugup


"dia menolakku lagi Haris"


"kenapa Presdir tidak menceritakan semuanya pada Freya?"saran Haris


"aku ingin dia menyukaiku dari hatinya sendiri"


"tapi...tapi kalau dengan sifat anda sekarang saya rasa....."Haris tak melanjutkan kalimatnya


"dia terlalu angkuh"


Kugembungkan pipiku kemudian kuhembuskan.anganku melayang mengingat kejadian malam naas 4 tahun yang lalu.


"Sayang kau tak bisa memutuskan hubungan kita secara sepihak.aku sangat mencintaimu" hibaku seraya memegangi pergelangan tangan Queenara


"lepaskan aku Demas.aku tidak bisa jadi gembel bersamamu.kalo papamu mencoret namamu dari ahli warisnya maka apa bedanya kamu dengan KERE di luar sana"tuding Queenara menunjuk wajahku


"Sayang,kita bisa berjuang bersama.aku yakin tanpa warisan papa aku tetap bisa sukses"bujukku


Queenara menghempaskan tanganku dan menjinjing kopernya


"maaf Demas.kamu tau aku tak bisa hidup susah.aku akan mencari pria lain yang bisa menjamin kenyamanan hidupku"sinisnya


Kuratapi kepergian Queenara dengan pilu.kami sudah 3 tahun hidup bersama dalam satu apartmen.sudah banyak impian indah yang kami rajut.namun setelah aku diusir orang tuaku dengan mudahnya dia mengatakan tidak mau hidup susah bersamaku.


jadi selama ini dia bersamaku hanya karna harta.mengenaskan sekali.


Ku kemudikan mobilku menyusuri jalanan kota manhattan city.pikiranku kalut memikirkan Queenara yang dengan teganya mengkhisnati cinta kami.


Pengaruh alkohol yang mengungkungku menjadikanku gagal fokus hingga tak terlalu ku perhatikan jalan.tak tahu dalam kecepatan berapa kukemudikan mobilku.


Kubanting setir mobilku ke arah kanan untuk menghindari seorang pejalan kaki yang hendak menyebrang.namun aku tak tahu di sisi kanan ada sebush mobil sedan yang melaju dari arah berlawanan.tabrakanpun tak dapat terhindarkan.


BBBBRRRRAAAAKKKKK


Aku masih dalam posisi sadar ketika tersembur percikan api dari dek mobil yang kutabrak.dengan susah payah aku keluar dari mobil.kudobrak pintu mobil yang tampak tergeletak seorang gadis cantik yang berlumuran darah.


Kutarik tubuh gadis itu keluar menjauh dari mobil.kurebahkan tubuhnya di trotoar tak lama setelahnya mobil itu meledak.ku lindungi gadis itu dengan tubuhku.


mobil polisi datang menghampiri kami.membawa gadis itu dengan ambulan.setelah memberi keterangan kepada polisi aku menyusul gadis itu ke ru.ah sakit.


"we need Rhesus blood to save her"ucap sang dokter


"i'm rhesus doc.please save her"


"ok"


Aku mondar-mandir di depan pintu ruang operasi dengan cemas.


aku akan menyesal seumur hidup kalau sampai terjadi hal buruk pada gadis itu.


Ponselku berdering terlihat nama Mamaku disana.dengan malas kuangkat panggilan itu.


"Sayang.papa anfal segeralah pulang!"tangis mama celine


"papa kenapa ?"


"papa anfal kondisinya kritis Sayang"


"tapi ma,aku nabrak orang dan kondisinya juga kritis"ucapku


"Sayang,apa kau lebih berat orang lain daripada papamu?"seru mama


"baik aku pulang ms.kirimi aku uang untuk biaya orang yang aku tabrak"


"iya Sayang"


Setelah beberapa waktu aku kembali ke rumah sakit.berharap gadis itu masih dirawat disana.tapi suster mengatakan gadis itu diambil keluarganya esok harinya.


Yah, gadis itu adalah Freya Aqila Hasbie Rasyid yang akhirnya ku temukan setelah bertahun aku mencarinya.gadis yang ku ikrari dalam hati akan ku nikahi apabila dia selamat.


Namun apa mau dikata ? takdir berkata lain.memang aku menemukannya tapi ternyata dia sudah milik Mikail Machalister.


"Presdir!"panggilan Haris membuyarkan lamunanku


"hem"


"ini informasi yang anda minta" Haris menyodorkan selembar kertas padaku yang langsung ku terima


"hubungan mereka hampir tak ada cela.nyaris sempurna"baca Haris


"Mikail Machalister sangat bersih dalam bisnis dan kehidupan pribadinya.saya rasa akan sedikit sulit menjatuhkannya;


"Haris,kau bahkan bisa membaca jalan pikiranku"ujarku seraya memainkan papan nama akrilikku


"Saya ikut presdir sudah lama.apa yang tidak saya ketahui dari Presdir"ujar Haris


Aku menyeringai tipis "pasti ada cara"


"saya juga mencari informasi tentang Arsyilla Diaz Pramudya"


"siapa dia ?"


"dia seoarang designer yang punya beberapa butik di Bandung dan kota lainnya.Arsyila ini sahabat Freya juga Mikail"terang Haris


"mungkin Arsyila ini anda bisa jadikan alat untuk rencana anda"


"kau benar sekali.cari kelemahan Arsyila ini !"titahku


"baik,beri saya sedikit waktu Presdir"pinta Haris


"kau boleh keluar"ucapku


"permisi Presdir"


Kembali ku benamkan diriku dalam lamunan penolakan Freya sungguh melukaiku.seorang Demas Fabian ditolak oleh seorang wanita.okay masalah Arsyila bisa ku pending.aku akan fokus kspada Freya.


"lihat apa yang bisa ku lakukan untukmu bawel"batinku


***