Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 24 Menguak Tabir Masa Lalu 2



Aku terdampar entah dimana?aku hanya tahu sejauh mata memandang hanya kabut putih yang terlihat.inikah negeri antah berantah ? dimana tak ada satupun manusia yang bisa kita jumpai.


Aku seperti mendengar suara kakek memanggilku aku brrlarian kesana kemari tapi tak kutemukan sumber suara itu akupun bisa men


dengar suara ayah.tante Qania dan juga Arsyila tapi dimana mereka ?


"ayah"panggilku yang tak terbit ke permukaan


"Arsyila ! aku ini dimana ? kalian ada dimana ?"teriakku


Sayup kudengar suara monitor pendeteksi detak jantung.lirih kudengar merdu lantunan ayat suci Al-Qur'an.kurasakan gelap menyelimutiku.tapi aku mulai bisa mendengar suara,apa aku masih terpejam ? kukumpulkan tenaga kucoba menggerakkan satu jariku.


berat ! sulit sekali.aku coba untuk membuka mata sama sekali tak bergeming.


"ayah,kakek,tante,syila"


kusebut semua nama orang-orang terdekatku tapi bibir ini begitu kelu.merekat seperti di beri lem.


Aku terus melafalkan doa dalam hati.


"jika Engkau ingin aku disisimu.maka tempatkan aku disisi terindahmu ya rabb"


"aku bersaksi tiada tuhan selain Engkau.dan aku bersaksi nabi Muhammadlah utusanMu"


Aku berusaha menggerakkan jariku lagi.kali ini aku tak henti me


ngagungkan nama Dzat sang peng- genggam semesta alam.


perlahan jariku mulai lumur dan mjulai bergersk.terdengar Arsyila menangis ada sebuah tangan yang memegangi jemariku.


"akhirnya kau gerakkan tanganmu,Bi!ayo buka matamu!" tangisnya


"aku akan panggil dokter"ucap suara yang aku yakini adalah suara tante Qania


Perlahan kubuka mataku.hal pertama yang aku lihat adalah langit-langit kamar rumah sakit serentetan alat medis yang mengelilingiku.dokter yang tengah memeriksaku dan Arsyila yang ada disebelahnya.


"its miracle right ! she is gonna be fine soon!"ucap sang dokter


"thanks doc"sahut Arsyila


"another family can come to see her now "


"okay i will call them now"


"how do you feel now ?"


"what happen with me?"aku ber


tanya lemah


"you have an accident,do you remember?"


aku memejam menahan sakit yang tiba-tiba menghujam kepalaku.


kucoba mengingat apa yang terjadi


aku mengalami kecelakaan ? aku tak begitu ingat.aku hanya melihat percikan api dari kap mobilku dan suara keras.selebihnya aku tidak ingat.


"just a little"


"okay fine.don't think too hard its can hurt you"ucap sang dokter


Terlihat ayah dan kakek masuk.ayah berdiri disisi kiri ranjang sementara kakek berdiri disisi kanan.wajah mereka tampak lelah.berapa lama aku tak sadarkan diri ?


"akhirnya kamu sadar juga Sayang!"ucap ayah dengan mata berkaca-kaca


"ayah,berapa lama aku tertidur ? kenapa badanku lemah sekali?" tanyaku


"3 bulan Sayang,ayah pikir ayah akan kehilangan kamu.ayah hampir putus asa"tangisnya


"beruntung orang yang menabrakmu golongan darahnya cocok denganmu.jadi dokter bisa menolongmu.meski harus koma selama ini"terang kakek


aku mengulas senyum,siapa orang itu ? apa dia pernah menjengukku selama aku koma ?


"apa dia menjengukku,yah?"


"di rumah sakit sebelumnya kata suster dia menunggui kamu operasi dan meninggalkan cek.tapi setelah ayah memindahkanmu kemari mungkin dia kehilangan jejak"


"aku belum berterima kasih padanya"


"untuk apa ? dia yang menabrakmu"potong kakek


"tapi dia juga yang memberiku kehidupan lagi"


Ayah merogoh sakunya dan menyodorkan sebuah jam tangan.


melihat model dan merknya pastilah ini jsm tangan dengan edisi terbatas.


"polisi menemukan ini di TKP.ini milikmu?"tanya ayah


"bukan,simpankan untukku ya,yah"


"iya Sayang,yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Sayang"


***


Hari berlalu begitu cepat.aku sudah pulih dan ayah membawaku kembali ke Indonesia.kembali ke kota Yogyakarta tepatnya.ayah memintaku tinggal di Yogya dan melanjutkan kuliahku via transfer.


dengan keadaan yang baru tahap pemulihan tak ada yang bisa kulakukan selain menurut.


"tapi aku tak mau satu rumah dengan dia"ucapku kala itu


"lalu siapa yang merawat Sayang kalau ayah dan kakek kerja?"


"aku bisa mengurus diriku sendiri yah"ucapku ngotot


"tetap saja ayah tak tega"


"Freeya bukan anak kecil lagi yah"


"ayah mohon kali ini saja turuti ayah"hiba ayah melas


"baik,tapi minta dia untuk tidak ikut campur urusanku.jangan coba menegur apa yang aku lakukan.inti nya larang dia bicara padaku" ucapku memberi syarat


"baik,apapun itu"


TARAAAAAA !!!! Wellcome to hari-hari serumah sama istri baru ayah.


anggap saja dia makhluk tak kasat mata.


kusibukkan diriku dengan banyak kegiatan.salah satunya mencari tau siapa tuan dari jam tangan edisi terbatas ini.


"jam tangan merk ini hanya ada 5 di dunia Mbak.dilansir dari produsennya langsung.jam tangan pertama di beli oleh bangsawan polandia,lalu orang swiss,korea,jermsn dan terakhir adalah orang indonesia"terang sang seller


aku tertegun beberaoa saat,nama nama negara itu apa ada kemungkinan tinggal di Amerika ?


siapa kira-kira yang menabrakku ?


orang polandia ? swiss ? korea ? jerman ? atau indonesia ?


"bisa tidak ya kita melacak alamat mereka?"tanyaku


"maaf ya Mbak,biasanya alamat customer di privasi"


Kuamati jam tangan itu dengan seksama kali aja ada inisial atau apa gitu yang bisa jadi petunjuk agar aku bisa menemukan orang itu.


"memang kenapa Mbak sepertinya penting sekali?"


"jam tangan ini milik orang yang memberiku kehidupan baru.dan aku mau berterima kasih padanya"


"bagaimana kalau di share di sosmed ? kali aja ada yang nyantol"


"hemm,kenapa tak terpikir olehku ? tapi kalo ngaku doang gimana?"


"Mbak,yang pake jam tangan ini pasti dari kalangan berada.dilihat dari gelagatnya sudah ketahuan tenang aja gak bakalan bisa bohong"terangnya


"contohnya Mbak,sudah ketahuan pasti dari keluarga terpandang"


"heh,ada-ada aja"


"kan bisa dilihat dari atitudenya"


"salah!emangnya cuma keluarga terpandang yang ber-atitude ? gak semua yang ada kalo kaya belagu"


"hahahaha Mbaknya low profile deh"


"thanks yah aku pulang dulu" pamitku


Kuikuti saran dari seller tadi aku post gambar jam tangan itu dan kuberi caption "Who Are You" tak butuh waktu lama hingga kolom komentarku di banjiri puluhan komentar laki-laki tak jelas.


aduuuhhh !!!! aku nyesel ngepost jam tangan itu.


"Mbak Freeya makan dulu"ucap mbok Nah mengagetkanku


"boleh minta tolong bawakan kemari Mbok Nah?"pintaku yang masih berkutat dengan ponselku


"tentu Mbak,sebentar ya"


Setelah Mbok Nah keluar aku kembali tepekur dengan ponselku.


tak berapa lama pintu kamarku berderit.aku masih tengkurap diatas tempat tidur dengan hanya memakai hot pant dan kaos longgar.


Aku meletakkan ponselku saat kurasakan sebuah tangan besar menyentuh betisku.bukan ! bukan menyentuh tapi ini meraba.ya dia meraba betisku hingga ke paha kontan aku berbalik badan dan betapa terkejutnya aku saat aku tahu orang itu axalah Om Salman.


Dia menyeringai licik membuat aku merasa jijik "singkirkan tanganmu dariku brengsek" pekikku


"tubuh yang mengairahkan" gumamnya


aku duduk dan melempari si brengsek itu dengan bantal.aku berdiri menjauh darinya.


"jangan mendekat ! aku akan membunuhmu kau dengar itu?" teriakku


"aku sudah menunggu lama untuk ini Sayang"ucapnya seraya merangsek mendekatiku


aku sudah pasang kuda-kuda bersiap menyerang saat dia makin dekat


sejurus tendangan kulayangkan ke perutnya saat dia menunduk me-


megangi perutnya,aku sikut punggungnya sekuat tenaga dan berlari keluar.


"ada apa Mbak Freya?"tanya mbok Nah


"apa tante tidak memberi jatah pada suami brengsek tante itu sampsi belingsatan kalo liat paha mulus?"ucapku saat tante hendak keluar


"Bi,enggak usah halu suamiku sudi godain kamu"


"tante....tante...kapan pintarnya coba ? polos bsnget mau aja dibodohi sama si brengsek itu"


"tutup mulutmu!kau iri dengan kebahagiaanku kan ?"cibirnya


"kebahagiaan?kebahagiaan yang mana?bahagia itu kalo hidup tanpa tekanan"aku duduk diatas meja


"tante aja hidup dibawah ketek suami cabul.gitu kok bahagia"


"diam!suamiku tak seperti itu" teriaknya


"bodo ah!percuma ngomong sama otak bebal"cibirku


"sirik"


Mbok Nah menyiapkan makanan untukku.aku duduk menunggu sambil kuteguk jus sawi plus susu yang dibuat olehnya.


sebenarnya aku kasihan sama tante Qania.tapi dia tak sekalipun msu mendengarkan aku.tiap kali aku peringatkan tentang suaminya ujung-ujungnys aku malah yang jadi yang dipersalahkan.


"Mbak Freeya tadi katanya minta dianter ke kamar makanannya?kok malah keluar?digoda lagi sama Den Salman ya?"tanya mbok Nah hati-hati


aku menghela napas panjang "itu sebabnya aku gak betah dirumah"


"kasihan Mbak Qania"


"bebal shi mbok,dikasih tau malah aku yang disalahin.mata dan hatinya sudah tertutup oleh rasa cinta entah cinta apa **** tuh tanteku"kedumelku


"nih makanan sudah siap Mbak"


mbok nah menyodorkan sepiring nasi goreng spesial


"makasih mbok"


***


Kulirik jam ditangan kananku wuuiihh !!! jam 2 dini hari.aku pelankan langkahku agar tak mengganggu penghuni rumah lain.


Aku berjalan melewati ruang tamu dan tiba-tiba lampu menyala ayah duduk di sofa dengan tangan bersilang dada.tatapan matanya yang tajam bukanlah pertanda yang baik.


"ayah"sapaku cengengesan


kuobat-abitkan tasku mengikuti gerakan pinggulku.ayah tak bergeming.


"kau tau ini jam berapa,hem?" bentaknya


"baru jam 2,yah"


"jam 2 kamu bilang baru?kamu mau pulang pagi,hah?"


"Freeya bosan tiap hari dirumah"


"kalau kamu bosan kamu bisa bantu ayah di perusahaan"


"kan ayah tau properti bukan bidang Freya"bantahku


"kenapa tak kamu contoh Anggit


selesai kuliah langsung bantu ayah di perusahaan"


"kok jadi bawa-bawa dia shi?ini pasti dia juga yang ngadu sama ayah kan?"solotku geram


"dia ingin kamu jadi gadis yang baik Sayang.berhenti keluyuran dan klabing tiap malam,hur-hura tidak jelas"


"oh,jadi gadis baik itu yang diam dirumah?yang gak keluyuran?baik ya,yah sampai ngaddu domba ayah sama Freya?"ucapku dengan suara meninggi


"kau bahkan tak bisa nerima niat baik orang lain.ayah gagal mendidik kamu"


"bukankah sejak ada dia Freya tak pernah benar dimata ayah?aku ini bukan anak ayah tapi dia"


"kamu ngomong apa ?"


"ayah berubah,ayah tak sayang lagi sama Freeya"teriakku


aku berlari ke kamar dan kumasukkan semua pakaianku ke dalam koper.kakek mengawasiku diambang pintu.


"Sayang mau kemana?"


"minggat!ayah sudah tak sayang sama Freya"ucapku bersungut-sungut


"Sayang,ayah cuma mau kamu jadi gadis yang nurut"rayu kakek


"kakek sama aja kayak ayah" dengusku


koper besar itu aku seret dengan susah payah.ayah berdiri meng-


hadangku diikuti idtri barunya.aku berjalan serong melewatinya.


"sekali kau melangkahkan kakimu keluar pintu keluarga Rasyid,percayalah kau bukanlah Rasyid lagi"ancam ayah


aku terus berjalan tak menggubris ancaman ayah.biar saja dia nikmati rumah ini bersama keluarga barunya.


"Freeya Aqila Hasbie Rasyid kau dengar aku?"teriaknya


"kau tak akan bisa hidup tanpa uang Rasyid diluar sana.apa kau dengar itu!"


"bodo amat"batinku


Itulah hari dimana sang pembangkang ini hengkang dari rumah keluarga besar Rasyid.ber-


taruh nasib dikota besar dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri.


Alloh selalu bersamaku,selalu membuka jalan rejeki untukku.mempertemukanku dengan Uma Aisyah dan Presdir Antoni yang baik hati.Alloh bahkan memberiku anugerah besar sesosok malaikat tampan yang bernama Mikail Machalister.


***


Kail mengecup ubun-ubunku lembut.aku tersadar dari lamunan panjangku.long coat milik Kail telah berganti ditubuhku.aku terkejut semua sudah berubah gelap berapa lama aku termenung hem?


"hawanya makin dingin,kita balik yuk Sayang!"ajak Kail lembut


Aku segera bangkit,uuuggghh !!! kakiku sakit sekali.ku pegangi lututku sambil meringis.


"Sayang,kakiku kram"sambatku


Kail tak merespon apa-apa tapi langsung membopong tubuhku.ku gelayutkan tanganku di lehernya manja.sementara kepalaku lemah kusandarkan dibahunya.


"Sayangku makin berat"celetuk Kail nyengir


"berat?masa aku gendut Sayang"


pekikku


"gendut sekali"ledeknya


"aaaaahhhh tidaaak!!!"teriakku sambil kupukul kecil dada Kail yang bidang


Kail menurunkan aku didepan pintu mobil.aku berpegangan pada lpintu mobil dan dengan tertatih duduk di dalam mobil.Kail memasangkan sabuk pengamanku dan menyetel kursi menjadi rebah agar aku bisa selonjoran.


"Sayang,gak nyaman.aku di belakang aja ya"keluhku


"sini aku bantu"tawar Kail


"gak usah Sayang"tolakku


mobil melaju aku memejamkan mata.kulepas semua beban yang bergelayut di hati dan pikiranku.


Aku terjaga saat kurasakan bibir hangat menempel dipipiku.aku membuka mata dengan lemah Kail menyibak rambutku yang menutupi mataku.kembali di daratkan ciumannya dihidungku.


"ehm.,,Sayang"geliatku malas


"kita sudah sampai Sayang"bisik Kail lembut


"gendoooongggg"rajukku manja


Kail menggendongku memasuki rumah sakit.paramedis mengawasi kami tanpa berkedip.aku mah cuek aja.malah semakin kueratkan rangkulanku dileher Kail.


"ha ha ha ha cucu kakek manja amat"tawa kakek


"kakiku kram"


"sini kakek pijitin"


"jangan kakek,biar saya saja" ucap Kail


"kalian darimana?"tanya ayah


"jalan-jalan,yah"


"kakek tadi beli makanan,ayo kita makan!"ajak kakek


Kail mengambil rantang makanan dari istri ayah.dibukanya dengan semangat masakan itu dan dibawanya di sampingku.


"ini enak sekali Sayang"


"makan sendiri"dengusku


"Sayang,kau tahu tidak ? apa yang membuatku jatuh cinta pada Sayang?"


aku terdiam menatapnya "apa?"


"karna sifat lemah lembut dan penyayang yang Sayang miliki.coba Sayang berdamailah dengan kebencian yang Sayang pendam selama ini"


"tak perlu menerima ibu Seruni sebagai ibumu.tapi bersikaplah lemah lembut anggap dia orang lain"rayu Kail


"orang lain yang selalu kau perlakukan baik.toh setelah menikah nanti.kita juga tidak akan tinggal bersama dia"


"baiklah"


"benar Sayang?"tandas ayah


"sedang ku pikirkan"sahutku


"itu baru kekasihku"ucap Kail seraya mencubit pipiku


Kami berempat makan dan bercanda bersama hingga larut Kail membawaku kembali ke kamar hotel.hatiku terasa lebih plong hari ini.ada perasaan lega menyapaku.Ya Rabb !! terima kasih karena telah Engkau kirimkan dia untukku.


***