
Aku duduk memainkan ponsel mengawasi Freeya yang mondar mandir mengemas pakaianku ke dalam ranselnya.terdengar ponsel Freeya yang tergeletak diatas tempat tidurku berdering.
"Sayang,Kakek video call"seruku
"angkat saja Sayang"sahutnya
"Sayang ngabarin Kakek kalau kita mau ke Jogja ?"
"iya Sayang"jawab Freeya yang masih mondar mandir
"hallo selamat siang,Kek !"sapaku setelah ku angkat
Terlihat Kakek dan Aysh Freeya duduk bersebelahan.ku ganti kamera ponsel Freeya jadi kamera belakang kemudian kuarahkan kamera kepada Freeys yang tak jauh dariku.
"benar Sayang mau ke Jogja ?"tanya Kakek
"iya Kek,ini lagi beres beres"
"berangkat jam berapa ? biar kang Kirno nanti yang jemput"kata Kakek
"nanti jam 1 Kek"Freeya berdiri menatap kamera
"ya sudah hati hati ya Sayang"pamit Ayah Freeya
Baru saja kumatikan tiba tiba ada pesan masuk,hatiku berdesir sekilas ku baca dari "My Beiby" Freeya bahkan tidak menghapus kontak Kail dari ponselnya.
"Sayang,ada pesan dari My Beiby"kataku seraya kusodorkan ponselnya
Freeya meraih ponselnya dan duduk di sebelahku.dia membuka pesannya tepat di hadapanku.
"Kail adalah donatur tetap yayasan sama sepertimu.dan aku jadi penanggung jawab yayasan jadi kami masih berhubungan.tapi cuma sebatas itu"terang Freeya
Aku menghela napas panjang "Sayang tak berniat merubah nama kontaknya ? apa namaku di kontakmu juga masih Mr Moody ?" tanyaku lesu
Freeya menoleh ke arahku dia menatapku sambil tersenyum "Sayang cemburu ?"tanya Freeya penuh selidik
"iya"jawabku tanpa berpikir
Freeya mengutak atik ponselnya beberapa saat,kemudian dia mengarahkan ponselnya padaku terlihat foto profile kontak whatsappku kini bertuliskan "Cintaku"
"jangan marah lagi Cintaku"rayunya seraya menyandarkan kepalanya di bahuku
"aku tidak marah Sayang,biar ada pembeda saja antara aku dan dia"jelasku
"Sayang boleh cek chattinganku kalo kurang yakin"titah Freeya
"aku percaya sama Sayang"
"auo kita berangkat !"ajakku
Pesawat mendarat di bandara Yogyakarta dengan lancar.Kang Kirno sudah menunggu kami di terminal kedatangan.
Mobil yang di kemudikan Kang Kirno melesat membelah kepadatan jalanan kota Yogyakarta.Kang Kirno sesekali terlihat tertangkap sedang melirikku.
"kenapa Kang ?"
"mbak Freeya malah cantikan aslinya daripada di foto atau di televisi"pujinya sambil cengar cengir
"makasih ya Kang,aku lagi nggak ada uang tunai nantilah tak bonusi buat pujiannya" kelakar Freeya
Kan Kirno tertawa barengan dengan Freeya,sementara aku hanya jadi penonton mengawasi kekasihku yang begitu akrab bercanda dengan supir keluarganya.
"Bie cucu Kakek "seru Kakek Freeya
Aku mengikuti Freeya yang menyalami Ayah dan Kakeknya bergantian.Freeya menggenggam tanganku memasuki rumah mewah bergaya timur tengah itu.di dalam rumah seorang wanita paro baya segera menggantikanku membawa ransel yang ku bawa menuju lantai atas.Kakek mempersilahkan kami duduk di ruang tamu.
disana sudah ada 2 wanita muda dan satu wsnita paro baya namun masih terlihat sangat cantik.wanita paro baya itu melempar senyum manis ke arahku.
Lagi lagi aku mengikuti Freeya yang menyalami mereka.Freeya memperkenalkan ketiga wanita itu.
"Sayang beliau adalah Ibu Seruni dan putrinya Anggita"
"dan yang ini tanteku yang paling cantik Qania"ucap Freeya sumringah
Aku tersenyum ke arah mereka,Kakek menarik tanganku untuk duduk di sebelahnya
Freeya hanya menahan senyum saat aku diapit oleh Ayah dan Kakeknya.
"omongan Kakek terbukti bukan ? akhirnya kau berjodoh dengan atasanmu"celetuk Kakek yang langsung membuat wajah Freeya memerah
"Ayah,jangan permalukan cucumu di depan kekasihnya"sela Ayah Freeya
"teruslah menggodaku nggak papa"keluh Freeya manyun
"kami menonton konferensi pers kalian beberapa hari yang lalu.tak di sangka kalian akan kemati secepat ini"kata Ayah
"itu karna saya serius ingin mempersunting putri anda Tuan Haidar"ucapku mantap
Freeya terlihat begitu terkejut tatapan mata keterkejutannya begitu kentara.aku kembali menatapnya mencoba untuk meyakinkannya.
"secepat ini ?"tanya Kakek
"tak ada keraguan apapun atas putri anda untuk saya menunda niat baik saya ini Tuan Haidar,Kakek"terangku
"saya sungguh merasa tersanjung"ucap Ayah
"untuk beberapa hari kedepan saya bersama keluarga besar saya akan melamar putri anda secara resmi"tuturku
"akan kami terima dengan senang hati"sahut Ayah
Wanita yang tadi membawakan ranselku kini keluar membawa makanan dan minuman bersama wanita yang lebih muda.menyajikan makanan itu di atas meja.
"terima kasih mbok Nah"seru Freeya
"ayo nak Demas dicicipi"kata Kakrk
Freeya mengambil sepotong kue dan meletakkan kue itu di sebuah piring kecil dan menyodorkannya padaku.aku makan segigit rasanya lumayan.Freeya membersihkan jariku dengan tisu.perhatian kecil ini membuatku melambung ke atas awan.
"pasti nak Demas kecapean mbok Nah antar den Demas ke kamar"titah Ayah
"biar aku aja yang ngantar,Ayah"sela Freeya
"tidak boleh,nanti kalian ngapa ngapain lagi"sergah Kakek
"nanti malam kau tidur di lantai atas denganku biar Demas tidur di lantai dua" saran Ayah
Aku hanya tersenyum mendengar perdebatan keduanya.tenang saja Ayah....Kakek....putri kesayangan kalian ini akan aman bersamaku.
kami memang sering tidur bersama tapi tak pernah sekalipun aku melanggar palang batas.
****
Freeya mengambilkan makanan untukku dan kembali duduk di sampingku.aku merasa hubungannya dengan ketiga wanita ini tidak terlalu baik.terbukti mereka tak saling bertegur sapa setelah memperkenalkan aku tadi.aku juga tidak melihat Salman suami tante Qania.
"Salman tidak pulang lagi,Nduk ?"tanya Kakek
Aku mendengus kasar,Salman brengsek ini benar benar lihai dia bisa memanipulasi kepolisian Perancis hingga lolos dari pengadilan.di rumahnya dia berwajah malaikat sok tanpa dosa.dasar ********.
"harusnya dia menyempatkan wsktu untuk bertemu calon keponakannya"kata Kakek
"nanti akan aku beritahu.kapan Freeya kembali ?"
"besok siang,tan"jawab Freeya santai
"Kek,ini hanya penglihatanku atau memang cucumu Anggita sekarang menjadi gemuk" celetuk Freeya yang membuat Anggita langsung terbatuk batuk
Ibu Seruni menepuk punggung Anggita perlahan "jangan tergesa gesa kalau makan sayang"
"minumlah "kata Freeya seraya menyodorkan segelas air
Anggita menerimsnya dengan ragu "terima kasih"
"maaf kalau aku salah bicara"sesal Freeya
Anggita menggeleng
Makan malam selesai,Freeya membantu mbok Nah dan pembantu lain membereskan meja makan.aku masih duduk menunggu Freeya yang masih sibuk.kulihat mbok Nah dan 2 pembantu lainnya keluar dari dapur.
"berarti Freeya sendirian di dapur"ucapku bermonolog
Aku segera melangkah ke dapur,benar saja Freeya sedang mencuci piring.dasar Freeya sudah ada pembantu masih saja suka mengerjakan semua sendiri.
Kurengkuh pinggangnya dari belakang,dia terperanjat tapi tidak menolak.Freeya malah bersandar di dadaku.
"miss you Sayang"bisikku sambil kuendus lehernya
"Sayang,jangan gini nanti kalau ada orang"desisnya
"sebentar saja,aku sangat merindukanmu Sayang"bisikku
Aku terus mengecupi leher,telinga dan pipinya bergantian.Freeya hanya mendesah pelan sambil memegangi kepalaku yang berpindah dari kanan ke kiri.
"eemmmhhh...Saaayyaaangg"desah Freeya dengan bibir bergetar
"stop....hentikan Sayang"pintanya dengan napas yang memburu
"eemmhh..."
Kubungkam mulut Freeya dengan bibirku kupagut lembut bibir basah itu.kurasakan tubuh Freeya menggelinjang sepertinya dia tengah dirundung gairah yang memuncak.kurasakan itu dari kerakusannya menghisap lidahku tak seperti biasanya.
"oooooohhhhh"
giliranku yang mendesah saat bibir Freeya bergerilya diarea wajah dan leherku.terlebih saat Freeya menarik narik lembut rambutku.
Tuhan !!! kenapa kau ciptakan makhluk liar yang begitu memanjakanku ? bibir itu kembali memagut bibirku memberikan hisapan hisapan dahsyat yang meloloskan seluruh tulang persendianku.
"Sssaaayyyaaaannnggggg"lolongku panjang
Kurengkuh tubuh mungil itu begitu erat Freeya membalas rengkuhanku.kami berpelukan cukup lama setelah ciuman kami yang sangat dalam.
"Sayang kembalilah ke kamar sebelum ada mbok Nah"kata Freeya setelah melepas pelukannya
"I love you"kataku
Freeya hanya tersenyum
Pagi pagi sekali aku sudah di bangunkan Freeya,Aku diajaknya joging mengelilingi rumahnya.terlihat Ayah dan Kakek juga sedang joging.
"Salman tidak pulang Sayang ?"tanyaku
Freeya duduk selonjoran diatas rumput jepang yang tergelar rapi diantara beraneka warna bunga cantik.
"si brengsek itu tidak akan berani pulang kalau aku di rumah Sayang"jawabnya sambil menenggak air dalam botol
"Sayang"panggilku
"dalem"
Freeya menoleh kearahku yang menyusul duduk di sebelahnya.Aku menghela napas panjang
"apa hubungsnmu dengan ketiga wanita itu kurang baik ?"tanyaku hati hati
"tidak baik"
Freeya menjawab pertanyaanku tanpa menoleh.pandangannya lurus menatap langit pagi yang belum terlalu panas.
"tante Qania selalu berprasangka buruk mengira aku menggoda suaminya,sementara dua orang ibu anak itu rivalku dalam mendapat perhatian Ayah dan Kakek" ceritanya
"Sayang aku benci hal hal yang membebani pikiranku.jadi aku putuskan untuk hidup sendiri"imbuhnya
Dalam hal ini sifat Freeya sangat mirip denganku.tegas dan berkarakter dalam mengambil sikap.kurangkul bahunya sambil ku elus lengsnnya.kekasihku ini sangat berjiwa besar.
"Sayang"panggilnya
"iya Sayang"
"apa menurutmu Znggita gemuk ?"
"aku mana tau Sayang,kan aku baru pertama kali melihatnya"jawabku
"aku sedikit janggal,lihat itu !"tunjuk Freeya kearah Anggita yang sedang joging juga
"pantatnya besar dan payudaranya montok seperti ibu hsmil"
Aku hanya tertawa
"dia punya pacar ?"
"nggak tau"jawabnya
"ya sudah,itu urusan dia.kita jangan ikut campur"pesanku
,"yang terpenting sekarang adalah kita.masa depan kita"lanjutku
"Sayang kenapa buru buru ?"
"Sayang tak mau menikah denganku?"tanyaku
"maaaauuuuu"jawsbnya manja
Waktu di Jogja berjalan begitu cepat.tau tau sudah siang saja dan kami harus berpamitan untuk kembali ke Jakarta.senang rasanya bisa berkumpul dengan keluarga Freeya yang begitu hangat.
****
As Anggita Pangestuti