
Hampir 15 menit aku berdiri menunggu Presdir Demas selesai memeriksa berkas yang kuajukan.
kakiku ini sudah mulai kesemutan si batu ini bahkan tak berniat mempersilahkan aku duduk.
aku berinisiatif untuk duduk namun urung demi melihat mata sipitnya melotot seolah mau lepas.
"siapa yang menyuruhmu duduk?"bentaknya
"Presdir kakiku kesemutan kenapa lama sekali?"rengekku
"sengaja"jawabnya seraya melempar berkas ke atas meja
"sengaja?Presdir tau aku berdiri seperti orang bodoh karena ini.kenapa anda suka sekali mempermainkan aku?"seruku kesal
dia tampak menyeringai licik.dia bangkit dan melangkah mendekatiku jarak kami mungkin hanya beberapa senti saja sekarang.
kurasakan napasnya yang lembut menerpa rambutku.aku mundur dua langkah kudongakkan kepalaku.mata kami saling beradu sekarang tak ada kata yang terucap hanya tatapannya yang bagiku seolah membuatku makin kerdil karena gugup.
Mata yang indah bak aurora di sungai Siene Paris ini kembali membiusku.tanpa sadar salivaku tertelan bersamaan dengan rasa takjubku
"apa?"itu kata yang keluar setelah keberanianku terkumpul
"apa yang terlintas diotak kotormu itu?pikiran jorok hem?" tudingnya seraya mencengkeram lenganku
"tidakkkk"elakku cepat cepat
"munafik"desisnya
"cuma panas aja"sambungku seraya kukibas kibaskan tanganku
"panas?ruangan ini AC nonstop loh.kamu sakit?"tuturnya seraya menempelkan punggung tangannya di dahiku
"dasar pembohong,kau masih amatir untuk bisa membohongiku pasti mikir mesum" tudingnya lagi
"itu kamu bukan aku!lepaskan tanganmu! " berontakku
"aku bisa membaca jalan pikiran gadis munafik sepertimu.sok jual mahal tapi sebenarnya murahan"cemoohnya pedas
"tutup mulutmu!aku phobia berdekatan dengan pria menjijikkan sepertimu menjauhlah!"ku coba dorong tubuhnya dariku
sekonyong konyong ditariknya tubuhku dalam dekapannya"maksudmu dekat seperti ini?"lirihnya tepat diwajahku
"lepaskan aku!"sentakku
tangan kanannya mencengkeram daguku hingga menimbulkan rasa nyeri "kenapa tak kau akui kalau sebenarnya kau selalu ingin berdekatan denganku seperti ini"cibirnya
"kau pasti sudah tidak waras,kau menyakitiku"ucapku dengan nada kesakitan
"katakan kau menyukai ini"paksanya
"tidakkkk"desisku
"ehem"deham suara di belakangku
Spontan Demas melepaskanku dan bersikap santai sementara kepanikan tak dapat kusembunyikan dari wajahku mengetahui pemilik suara itu adalah gadis yang bersama Demas di apartmen.
"Cristal bukankah kita tidak ada janji?"tegur Demas
"aku mau mengajakmu makan siang, Sayang"ucap Cristal seraya melirikku
"Presdir saya permisi"pamitku
"Tunggu!"pekiknya menahanku
"kami tadi juga berencana untuk makan siang.kalau begitu sekalian saja"ucap Demas menggenggam tanganku
"Sayang,yang benar saja masa kau ngajak karyawanmu ini makan bersama kita?" protesnya kesal
"kalau kau tidak mau berarti tidak ada makan siang"putus Demas
"Presdir saya masih banyak tugas,saya boleh tidak ikut?"rayuku
"ikut aku!"tariknya
Akhirnya aku terjebak diantara dua insan yang begitu menyebalkan.aku duduk didepan sebelah Haris sementara Cristal dibelakang bersama Demas.sesekali kulirik mereka dari cermin.iillfeel lihat Cristal ngelendot di bahu Demas dengan tangan bergerilya kemana mana.
tak tahu kenapa perasaan ini seperti diaduk aduk.sakit sekali rasanya.
Direstoran aku duduk di seberang Demas.tak tahu kenapa aku menangkap wajah tak suka diwajahnya.tak tahu entah kepadaku atau Cristal.sungguh bahkan aku tak mau memikirkannya.
"Sayang mau makan apa?"tanya Cristal
"terserah kamu"sahut Demas datar
"aku tidak tahu yang kamu suka"keluh Cristal
"aku suka yang kamu suka"balas Demas lagi
Huueeekkk !! rasanya aku pengen muntah dengar dialog mereka.
pilih menu aja pake acara debat gak jelas.ku raih I-pad yang berisi menu ku klik beberapa menu kesukaan Demas.hheee biasa dapat info dari Haris.
Tak berselang lama waitress datang membawa pesanan makanan kami.keduanya menatap kearahku terlebih Demas.
"tidak perlu banyak debat kan?ayo makan!aku masih banyak pekerjaan"ucapku sembari memulai makan
"lancang sekali!"pekik Cristal
"kalau tidak suka tidak usah dimakan.lebay"gerutuku sebal
"kamu cuma karyawan biasa tak usah berlagak disini.kamu mau cari perhatian sama Demas.kamu kalah level denganku"sinisnya
"kamu ngaca dong,lihat gaya berpakaianmu norak,sepatumu gak meching,tatanan rambutmu kampungan.gak ada satupun yang berkelas.ya ampuunn !! tas aja beli online murahan"cibirnya
aku tak segera menyahut masih kunikmati suapan terakhirku sambil melirik Demas yang enak makan seakan tak peduli.dasar sejoli menjijikkan ini sama sama kompak suka menindasku.
Memang sih dari atas sampai bawah.dari tatanan rambut hingga sepatunya Cristal ini sangat Fashionable.semua yang melekat ditubuhnya serba mewah dan branded.berbanding terbalik denganku yang berpenampilan sederhana.
"level?aku bahkan tak perlu memodali tubuhku dengan barang branded untuk menarik perhatian pria"ucapku seraya menyeka sudut bibirku dengan sapu tangan
"levelmu itu bukan standar seseorang bisa mengambil hati seseorang.tapi ini"ucapku menunjuk pelipisku "dan juga ini"lanjutku menunjuk dada sebelah kiriku
"percuma saja badanmu bertabur barang branded kalo otak dan hatimu zonk.maka yang berharga bukanlah dirimu tapi barang yang melekat ditubuhmu.mengenaskan sekali"balasku seraya bangkit
"aku tidak merasa mengenaskan. tubuhku adalah aset berhargaku memang kenapa?"dalihnya tak kalah
"ya ya ya !!! yang kau tukar dengan materi."sindirku
"bisa diam tidak?tak bisakah aku makan dengan tenang?"bentak Demas angkat bicara
Tanpa pamit aku bergegas ke toilet kubasuh wajahku untuk mendinginkan otakku yang mulai mendidih.
Freeya! Freeya ! bukankah kau sama buruknya dengan Cristal ? menyerahkan dirimu demi Kail karena embel embel kekasih.
Aku merutuki diriku dendiri.ku tepuk tepuk pipiku seraya ku kerucutkan bibirku dengan kesal.
PPPLLLLAAAAKKKKK
Sebuah tamparan mendarat dipipi kiriku.ku pegangi pipiku yang begitu perih.Cristal terlihat begitu murka kebencian tergambar di sorot matanya yang mengerikan.
"jauhi Demas!kau dengar aku !"teriaknya dengan gigi bergemerutuk
"jangan coba dekati dia dengan trik murahanmu"pekiknya
"atau aku akan...."ucapan Cristal terhenti ksrena tanganku keburu menahan tangannya yang siap melayangkan tamparan
"atau apa?aku tidak takut padamu.lakukan apapun untuk mempertahankan dia di sisimu.aku tidak peduli"ucapku dengan nada sedikit tinggi
kuhempaskan tangannya hingga membuatnya terjatuh.
"ketakutanmu hari ini terlalu berlebihan Nona.menindas wanita lain di depan matanya justru akan membuat Demas illfeel.aku tak yakin dia masih mau bersamamu"
kulangkahkan kakiku sampai diambang pintu dan menoleh.
"hati pria mudah tersentuh oleh sifat lemah wanita.jiwa melindunginya langsung muncul seketika.sepertinya kau lupa akan hal itu"tuturku sambil lalu
"SIIIAAALLAAANNNN"
Aku masih bisa mendengar teriakan Cristal meski aku sudah cukup jauh dari toilet.
ku sambar tasku tak ku pedulikan Haris dan Demas yang hanya begong.
"berhenti kataku!diam disana!"titahnya lantang
terpaksa aku berhenti dan menoleh.tampak.dia berlari kecil kearahku kali ini diaenatapku dengan tatapan yang tak ku pahami.bibirnya bergetar tangannya terangkat mendekati wajahku namun urung.
"dia menamparmu? katakan padaku dia menamparmu?"tanya Demas dengan suara menggema
"kau puaskan?tak puas menindasku seorang diri kau dorong kekasihmu untuk menindasku.kau adalah pria pengecut yang pernah aku kenal"tudingku dengan dada sesak
"katakan apa masalahmu denganku?apa kesalahan di masa laluku hingga kau berlaku buruk padaku sekarang?"teriakku histeris
"apa kau merekrutku untuk ini?untuk menyakitiku,hah?lakukan sesukamu"
"Demas Fabian kamu jahaaaatttt !!! aku membencimu"teriakku seraya berlari meninggalkannya
"Freya dengarkan aku dulu !"teriaknya
Tak lagi ku pedulikan teriakkannya saat ini aku hanya ingin berlari sejauh mungkin.
ingin kubuang segala amarah yang membuncah diubun ubun ini.
Ponselku berdering berkali kali tapi ku abaikan.aku duduk ditepian jembatan layang.ku amati kendaraan yang lalu lalang dengan pandangan kosong.
ada begitu bsnyak panggilsn dari Haris.tapi yang membuatku tertarik adalah pesan Queen.
Tercetak di layar ponselku wajah cantik Quern dengan rambut panjangnya.
"kenapa Kail harus berbohong?untuk apa?"gumamku lirih
***
Ku sesap jus alpukat yang kupesan hampir satu jam yang lalu.sudah hampir habis tapi orang yang aku tunggu belum juga datang.
Aku sengaja memakai dress pendek warna navy kembaran dengan Arsyila hari ini.aku yang tak biasa berhias.kupantas diriku secantik mungkin.
Terus saja ku pandangi pintu masuk restoran.hingga mataku mendapati sosok yang membuatku penasaran beberapa hari ini.Mikail Machalister
"maaf Sayang menunggu lama.biasa macet" ucapnya sembari duduk
"Sayang cantik sekali"pujinya setelah tampak tertegun beberapa lama
"benarkah ? aku merasa akan lebih cantik lagi kalau rambutku sebahu.akan terlihat lebih fresh kan Sayan?"ujarku"bagaimana menurutmu Sayang?"tanyaku seraya mengelus rambut panjangku
"emm...aku lebih suka rambutmu yang panjang Sayang"jawabnya terlihat gugup
"oh,begitu ya?ehh Sayang mau pesan apa?kita pesan dulu sambil nunggu Arsyila datang"ucapku sembari menyodorkan path berisi pilihan menu.
Sontak Kail terbatuk batuk kusoddorkan gelas. berisi jus alpukat milikku.
"minumlah Sayang!ada apa?kaget gitu?"tanyaku serya kutepuk tepuk punggungnya
"tidak tahu Sayang"sahutnya
"kalau begitu biar aku pesankan makanan kesukaan kalian.aku hafal makanan kesukaan kalian"ucapku santai
"terserah Sayang saja"
Kutangkap keresahan di mata kekasihku ini.tak lama Arsyila datang memakai dress yang sama denganku.
keterkejutannya begitu kentara saat melihat Aku bersama Kail.dia pasti tiak menyangka karena tak kujelaskan dalam chatku.
"ayo ayo duduk beb"seruku mencoba mencairkan suasana
"lu gak bilang kalo ada Kail,Bi"ujar Aryila seraya mencium kedua pipiku
"surprise!!"
"ini makan malam pertama dari gaji pertamaku kerja di F Company.spesial buat kekasih dan sahabatku"ucapku yang kupaksa sumringah
"keren lah"sahut Arsyila
Aku tahu keduanya begitu gugup tapi aku masih bersikap cuek.
pesanan kami datang.aku mulai menyantap hidangan pembukanya meski sumpah. sulit tertelan.
"kita selfi dulu yuk!jarang kan kita couplean kayak gini"ucapku tiba tiba
difoto ekspresi Arsyila begitu kaku dan kagok.matanya terlihat jelas tak menatap kamera justru melirik ke arah Kail.
"Sayang tau gak?dress ini tuh limited edition loh.Syila cuman design 2.satu untukku dan satu untuk dia sendiri"terangku
"wow hebat sekali"seru Kail dengan senyum terpaksa
"kita sahabatan dari SMA ya beb,gak pernah berantem,saling percaya banget"ceriteraku
"dari SMA Arsyila banyakan ngalah dariku.dia rela melepas apapun demi aku,Sayang" aku tertawa lepas mengingatnya
"gak bakalan ada yang bisa merusak persahabatan kita apalagi cuma cowok.iya kan beb?persahabatan kita kuat kok ya?"kata kataku ini membuat Arsyilaa tersedak.
Kail spontan menyodorkan segelas air putih kepada Arsyila.gadis itu tampak ragu menerima gelas itu dia menatapku.aku hanya tersenyum getir.secara aku yang lebih dekat dengan Arsyila tapi Kail yang begitu panik.
"pelan aja makannya beb"
"jadi ingat masa SMA ya beb,kita sering hangout gini"
Kami bercanda tertawa lepas penuh kepalsuan.penuh kesandiwaraan dan ke pura puraan.tanpa mereka jelaskan.aku bisa menyimpulkan seberapa dekat hubungan mereka.
Dalam perjalanan ke apartmen aku hanya diam mencoba untuk terpejam.ku coba tafsirkan semua yang terjadi.biar aku terluka tapi jangan Kail ataupun Arsyila.kali ini biar aku yang mengalah.
dari SMA Arsyila yang selalu mengalah dalam segala hal.
Sayup sayup terdengar Kail memutar lagu favoritku dari band WALI.
"Sayang hari ini berbeda sekali,ada apa?"tanya Kail yang tetap fokus dengan kemudinya
"memang ada yang aneh?aku biasa saja"elakku
"Sayang seperti orang lain.orang yang tidak aku kenal"ucapnya menatapku sesaat
"boleh aku katakkan?kalau aku sedang cemburu?"lirihku
"cemburu?"ulangnya
Kail menepikan mobilnyakini dia menatapku penuh arti kubalas tatapannya dengan kusodorkan foto Arsyila yang sudah aku edit jadi satu.Kail tampak terbelalak dia menatapku resah.
"Qjueen tidak potong rambut,Sayang"ucapku getir
"Queen juga tidak ikut kamu bertemu klien kemarin"
"aku bisa menjelaskannya Sayang"ucap Kail seraya memelukku
tubuhku membeku aku hampir tak bisa berpikir jernih.kugigit bibir bawahku untuk menahan tangis.
"kenapa cemburu begitu sakit?" keluhku lagi
"Sayang,ini tak seperti yang kamu pikirkan.dengarkan aku!aku hanya mencintaimu Sayang"bujuk KailDipeganginya kedua pipiku dengan lembut.pikiranku kacau kembali kuingat foto Arsyila.rasa sakit itu membuncah.
"dulu kita sudah komit bukan?jika diantara kita ada yang menyerah.we must rause our hand and say give up.setelah itu diantar kita tidak akan bertanya alasannya"tuturku dengan mata berkaca kaca
"tidak!tidak!jangan katakan itu.aku tidak akan menyerah dalam hubungan kita.aku tidak mau hubungan kita berakhir.aku tidak mau"tolak Kail seraya menciumi wajahku
"maafkan aku,aku khilaf,sungguh aku hanya mencintaimu"rayunya
"aku...aku ikhlas kalau kamu sama Syila.selama ini dia terlalu banyak ngalah demi aku"sesalku
"kamu ngomong apa?aku maunya sama kamu"tangis Kail pecah
"aku tidak mau menyakiti Syila.aku...aku tak mau berada diantara kalian"tangisku
"itu tidak benar Sayang,kami yang menyakitimu.kami yang bersalah"swsalnya
"maki aku,kutuk aku tapi jangan akhiri hubungan kita"hibanya seraya memelukku erat
"aku mau pulang"pintaku
"jangan bicara apapun lagi.aku ingin menenangkan diri"
Kail menurunkan aku di depan gedung apartmen.langkahku gontai baru melihat foto seperti itu saja hatiku sudah hancur.aku mengutuk Kail dan Arsyila seolah aku ini suci tanpa dosa.
***