Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 36 Kencan



Freeya tampak melenggang keluar dari gedung sambil menenteng paper bag dan 2 tas kecil.dia berjalan melintasi mobilku tanpa menoleh.


"dasar Freeya"desisku


"hampiri dia,Ris !"titahku


Haris membunyikan klakson tepat di samping Freeya yang berdiri di dekat pintu gerbang.


Freeya tak segera menoleh dia malah seakan acuh tak acuh.


"selalu begini "gumamku


Haris kembali membunyikan kakson,kali ini Freeya merespon dengan melotot kearah Haris.ku balas pelototannya lebih mematikan


kontan Freeya celingukan ke kanan da. ke kiri setelah di rasa aman Freeya masuk mobil.meski dia duduk di jok sebelah Haris.


"ada apa Presdir ?"tanya Freeya saat mobil melaju


"kita nonton "sahutku dingin


"nonton ?"


Aku hanya mengangguk


"apa tak ada cara yang lebih lembut untuk mengajak orang ?"sindir Freeya


Mataku memicing "kau ingin aku bicara apa ?"


"lupakan"sembur Freeya


"apa yang salah dengan kata kataku ?" tanyaku


Freeya terlihat menghela napas "belajarlah sama Gerrald"dengusnya


"Freeya,aku bukan Gerrald yang pandai berkata manis dan ngegombal"ujarku lirih


"Presdir masih belum puas ya memberiku masalah ?"semprotnya


"jadilah kekasihku"pintaku seraya kutatap matanya sendu


Haris dan Freeya seperti janjian untuk melongo,namun Freeya yang semula duduk miring kini duduk lurrus menghadap ke depan.


Suasana hening beberapa waktu,Freeya seolah tak berniat membalas ungkapanku.dia sengaja memalingkan wajahnya,sampai kami tiba di depan mall.


Kami berjalan menuju cinema,setiap pasang mata tak melepas pandangan mereka dari kami.secara aku sama sekali tak melepas gandenganku dari Freeya.


Haris memesankan tiket,popcorn dan soft drink untuk kami.aku sedikit mengerutkan dahiku ini film ber genre romantis ? aku melirik Freeya yang datar datar saja.


Di dalam sudah banyak penonton yang nampaknya memang berpasang pasangan.


tak bersuara Freeya duduk di sampingku menikmati film yang sudah di putar.


"sepertinya anda salah ngajak orang,harusnya anda bawa Cristal atau Agatha"celetuk Freeya


"aku sukanya kamu"jawabku yang masih mantengi layar besar di depanku


"aku sudah pernah bilang,meski Kail meninggalkanku aku tak akan lari ke dalam pelukanmu"jawabnya


"itu hanya masalah waktu,"sahutku


"Presdir,bersama itu artinya masalah bertambah"Freeya mendesah kasar


"ada aku,apa yang perlu di takutkan ?"


"jadilah kekasihku Freeya,aku akan melindungimu"ujarku


Kembali Freeya tak menjawab dia menyesap soft drink di tangannya.tatapannya kembali lurus ke depan.


"urusanku dengan Kail masih belum kelar"jawabnya setelah beberapa waktu


"aku akan menunggumu"putusku


Aku kembali menatap layar besar di depanku,Siaall !!! kenapa pas ku tonton pas adegan kissing.aku jadi teringat ciuman panasku dengan Freeya.begitu banyak ciuman yang aku lakoni selalu dengan wanita yang berbeda pula.tapi ciuman Freeya yang tak terlupakan.kulirik Freeya,dia terpejam mungkin dia sama sepertiku yang mencoba men-skip adegan kissing ini.


Sungguh film ini terlalu romantis untuk hubungan kami yang masih datar bak cermin bersolek ini.Aku berharap film segera berakhir.


Aku menarik tangan Freeya keluar meski film


belum berakhir,ku bawa dia ke sebuah resto yang berada dekat dengan cinema.


"mau makan apa Freeya ?"tanysku


"apa saja asal tidak seafood"jawabnya


"alergi ?"


Freeya mengangguk


Seorang waitress menghampiri kami.ku pesan beberapa makanan yang bebas dari sea food.


terlihat Freeya tengah sibuk dengan ponselnya.


"Qalila ada disini juga"ucap Freeya


"ajak saja bergabung"ucapku santai


"boleh ?"tandas Freeya


"kenapa tidak ? bukankah lebih seru ? Haris juga biar punya temen ngobrol"imbuhku


Freeya tersenyum begitu manis.oh Tuhan !!! jangan hilangkan senyum ini dari wajahnya.ku mohon !!!!


Tak lama Qalila terlihat berlari lari kecil dari arah pintu resto menghampiri kami.dia segera mencium pipi Freeya kanan dan kiri.


"Presdir,gitu ya kencan nggak ngajak ajak"seloroh Qalila


"tutup mulutmu"bentakku


"kalian gabung sekalian aja"ujarku


"kita nggak ganggu nih ?"ledek Qalila cengengesan


"Qalila apaan ?"seru Freeya


"jangan bilang kalian jadian nggak bilang bilang"selotoh Qalila


"makanlah jangan ngoceh mulu"tegur Freeya


Kami bercanda sambil menikmati makanan.Haris hanya senyam senyum jadi bahan bullian Qalila dan Freeya.


tak lama terdengar suara alunan musik menggaung di seisi resto.lagu dari pasangan romantis Judika da Duma Riris


Kasih ku berjanji selalu menemani


Saat kau bersedih


Saat kau menangis


Aaaa....kan ku jaga


untukmu


Selama nafasku masih berdesah


Dan jantungku trris memanggil indah namamu


Tak akan pernah hati ini mendua


Sampai akhir hidup ini


Kasih ku berjanji selalu menemani


Saat kau bersedih


Saat kau menangis


Aaaa....kan ku jaga


Aaaa....percayalah


Aaaa....satu cintaku untukmu


Selama nafasku masih mendesah


Dan jantungku terus memanggil indah namamu


Tak kan pernah hati ini mendua


Sampai akhir hidup ini


Lagu berakhir terlihat wajah Freeya berubah mendung.aku tak tau apa sebabnya,dia seperti ingin menangis


"kenapa ?"tanyaku


Freeya menggeleng lemah


"aku ke toilet sebentar"pamitnya


Freeya baru pergi beberapa saat tiba tiba Kail datang dan langsung memukulku.ku balas pukulannya.


"brengsek kau Demas Fabian"umpat Kail seraya mencengkeram kerahku


"ini semua rencanamu kan ?"semburnya


Kembali bogem mentah Kail melayang terarah ke wajahku untung segera ku hindari.


seisi resto histeris,Haris kewalahan melerai kami.Kail benar benar seperti orang kesetanan.


"sudah Presdir"pekik Qalila


"kau sungguh hina memakai cara kotor untuk memisahkan aku dan Freeya"pekiknya


"hadapi aku secara jantan brengsek"teriak Kail


Perkelahian sengit tak dapat di elakkan,meja,kursi,makanan dan minuman tumpah ruah di lantai.tinju Kail lagi lagi terarah padaku.namun sebuah tngan menahannya,aku menoleh.


"Freeya"batinku


"hentikan !"teriaknya dengan tangan masih di depan wajahku


"kalian apa apaan ? seperti anak kecil tau nggak"tegurnya


"Sayang,dia sengaja ingin memisahkan kita" ucap Kail membela diri


"Kail pergilah !"usirnya


"Sayang,percaya padaku,dia sengaja menjebakku"ucap Kail meyakinkan


"Aku bilang Kail pergilah"Ucap Freeya lagi


"Sayang,dia mau kita hancur"hiba Kail


"Kau tidak mau pergi,aku yang pergi"putus Freeya


Freeya berlari keluar resto,dengan tertatih aku mengejarnya.Freeya menghilang diantara kerumunan orang yang ada di mall.


***


Aku,Haris dan Qalila hampir putus asa memutari hampir setiap tempat yang mungkin dia singgahi.tapi hasilnya nihil.


Haris men-drop Qalila di depan rumahnya dan kembali melajukan mobilnya.ku buang napas kasar.ku pukul pukul kursi di depanku.


"kira kira dia kemana ?"tanyaku pada Haris


"apa mungkin dia kembali ke apartment ?" ucap Haris


"kita pulang"ujarku


"baik"


Aku dengan tak sabar berlari memasuki lift menuju ke apartmentku.aku awasi sekeliling.kosong.kubunyikan bel pintu apartment Freeya tapi tak kunjung di buka.aku kembali ke bawah menghampiri security.


"pak lihat Freeya ?"tanyaku


"tadi naik ke apartmentnya Presdir"jawab security itu


"tapi dia tidak ada"


"setahu saya dia tidak keluar lagi.kalau keluar kan pasti lewat sini"jelasnya


"kemana dia ?"desisku


"terima kasih,Pak"ucapku


security itu tersenyum dan mengangguk


Aku kembali ke dalam lift menuju lantai teratas gedung ini.lantai kosong dimana kadang di pakai untuk menjemur pakaian.bagi mereka yang tidak ke loundry.


tempat ini cukup gelap.karna hari memang sudah malam.aku berjalan perlahan.di depanku duduk di bibir gedung sosok yang begitu ku kenal meski dari belakang.


dia duduk menghadap langit,aku duduk di sebelahnya.sepertinya dia kaget.dia menoleh sebentar ke arahku dan kembali menatap langit


****


As Mikail Machalister