
Aku duduk mengawasi Freeya yang tengah mengepak pakaian kami ke dalam koper. ku awasi tangan mungil yang bergerak gemulai melipat pakaianku.aku berdecak kagum bagaimana bisa tangan mungil itu menangkis pukulan dari tangan preman yang kekar.aku masih tidak percaya.istri mungilku bela dirinya keren.
"Sayang !"panggilku
"Dalem Sayang "sahutnya seraya menoleh
"Sayang bisa main anggar ?" tanyaku
Freeya menarik resleting koper dan menyandarkannya di almari "bisa Sayang"
Aku menatapnya takjub "kapan kapan kita main anggar" kataku
"oke Sayang"
"Sayang "panggilku lagi
"Dalem Maaaassss"
"sejak kapan Sayang bisa beladiri ?"
"sejak umur 10 tahun,aku kan anak semata wayang tidak punya saudara laki laki aku jadi harus melindungi diriku sendiri Sayang" ceritanya
"dari usia 10 tahun aku sudah mengikuti turnamen dan dapat sabuk hitam."
"bisa split ?" tanyaku lagi
Freeya tersenyum dia masih sibuk mengepak oleh - oleh yang kami beli kemarin dalam 2 koper besar, "Sayang dengar ! istrimu ini sebenarnya banyak bisanya,olahraga aku bisa semua cuma masak yang masih amatir" kata Freeya terkekeh
Huuhh !!! rasanya lagi ingin kumakan istri mungilku ini,semua polah tingkahnya selalu menggemaskan.selesai mengepak koper Freeya melakukan gerakan split dengan sangat sempurna,aku lupa Freeya mahir menari balet tentu split zdalah gerakan yang mudah baginya yang membuatku terkejut sdalah dia bisa teknik Dol' Chagi itu adalah tendangan mencangkul ke atas kepala menggunakan tumit dan itu sangat sulit bagi wanita.tapi Freeya begitu mudah sepertinya kaki kecilnya itu begitu lentur.
Kupeluk pinggang istriku dari belakang ku endus - endus punggungnya yang membuat dia tertawa geli.
"setiap hari istriku ini memberiku kejutan yang luar biasa" seruku senang
"kejutan luar biasa untuk suami yang luar biasa" ujarnya seraya berbalik dan mengecup keningku
Aku tersenyum dan kembali memeluknya "ayo kita siap siap !" ajakku
Hari ini sebelum pulang ke indonesia kami mampir ke kolam permohonan,kami melempar koin dan berdoa.aku sama sekali tak percaya dengan hal hal seperti ini tapi aku menuruti setiap keinginan istri mungilku ini.di dalam doaku aku meminta kepada Tuhan agar segera mempercayakan karuniaNya kepada kami.Freeya terpejam cukup lama entah apa yang dia minta.
"apa yang Sayang minta ?" tanyaku
"rahasia"
"Sayang apa ?"desakku
Freeya hanya tersenyum dan melangkah lebih dulu.dasar Freeya senang sekali membuatku kesal.
Pesawat jet pribadi keluarga Huang membawa kami kembali ke Indonesia.seperti biasanya Freeya akan langsung tertidur saat pesawat mulai mengudara.
\=\=\=\=\=\=
Mobil Haris sudah menjemput kami,Jakarta masih sore ketika kami sampai.Haris segera memasukkan koper ke dalam bagasi kemudian melajukan mobilnya.Haris terlihat senyam senyum melihatku memeluk Freeya dari cermin.
"makanya Ris,cepat nikah biar bisa seperti kami "ucapku seraya mencium kening Freeya
"doakan saja Presdir"
"jangan katakan kau hanya main main dengan Qalila" plgong Freeya
"enggak lah,Ay.usia kami tak mengharuskan kami untuk main main"sahut Haris
"baguslah"
"jujur aku senang sekali melihat kalian berdua seperti ini.Presdir tak harus sembunyi sembunyi bila ingin melihatmu,Ay."
"dulu pas di Cawang,hampir setiap malam Presdir memandang ke arah jendela kamar kosan kamu,kalau lsmpu kamarmu padam Presdir baru memintaku pulang" ceritera Haris
Sontak Freeya langsung menatapku dengan kesan mengejek "huh ! sok sokan ngusir nyatanya juga kangen" cibirnys
"yang salah siapa ? aku cium nggak mau,aku jadiin pacar nggak mau,ya sudah aku jadikan pelayan" selorohku
Sebenarnya bila mengingat perlakuanku pada Freeya dulu aku sangat malu.aku sangat jahat padanya.kasar dan suka menindasnya karna terbakar kecemburuanku.
"toh pelayan ini yang mencuri hatimu " timpalnya sambil nyengir
"sudah sejak awal Nyonya Demas Fabian" sambungku sembari ku cubit hidungnya
Freeya bangkit dari pelukanku dan melongok keluar jendela sepertinya dia agak bingung "kita tidak pulang ke rumah utama Sayang ?" tanya Freeya
Aku menggeleng
Aku dan Haris tertawa geli melihat tingkah Freeya.Haris membelokkan mobil ke sebuah pekarangan yang cukup luas,sekali masuk kami langsung di sambut oleh taman yang sangat cantik.rumah minimalis dengan taman bunga beraneka rupa.
Freeya terlihat sangat terpukau dia berlarian mengham0iri bunga bunga yang tertata apik.semakin masuk ke dalam Freeya makin dikejutkan dengan suguhan pavilliun yang di kelilingi taman dan kolam ikan persis seperti impiannya.
Seperti anak kecil Freeya memutari taman dan kolam sambil teriak dan berlonjak kegirangan.aku dan Haris hanya terus mengekor tanpa berkomentar.aku senang melihat senyum puas istriku.tak sia sia aku mengumpulkan arsitek terbaik di negeri ini untuk menyulap rumah impian istriku tercinta.
Aku mengikutinya ke taman belakang lagi lagi Freeya berteriak melihat banyak pohon tabebuya mempercantik taman belakang kami.
"Sayang ini cantik sekali " serunya dengan mata berkaca kaca
"ini adalah refleksi rumah impian Sayang" jawabku sambil merangkulnya
"rumahnya kecil tapi tamannya sangat luas,dengan pavilliun dan kolam ikan" terangku
"bagaimana aku bisa berterima kasih pada Sayang" ucapnya serak
"tak ada kata terima kasih untuk hubungan suami istri"
"kita mssuk ke dalam yuk !" ajakku
"ayuk !"
Kubawa Freeya memasuki rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu dan kaca. interiornya ku datangkan khusus dari Korea dan China.kali ini Freeya tidak hanya berteriak tapi sudah menangis memelukku. ku elus rambutnya lembut.
"Aku sangat mencintaimu Sayang keinginanmu adalah misi hidupku,tujuan yang harus kucapai" ucapku lembut
"Kenapa Sayang begitu memanjakanku ?"
"Karna Sayang adalah hidup dan juga matiku" jaeabku
"Aku juga sangat menyayangi Sayang" lirihnya
"ayo kita lihat kamar kita !" ajakku
Aku mengajak Freeya melihat ksmar kami yang ada di lantai dua.Kamar tidur yang didominasi oleh interior kayu bahkan juga lantainya di tutup oleh karpet merah yang soft.
"Sayang suka ?"
Freeya mengangguk dengan mata masih basah
"ini cantik sekali,sudah sesuai dengan impianku" kstanya
"syukurlah"
ku tarik Freeya menuju ksmar di seberang kamar kami,ku buka kamar itu perlahan.boneka tedy bear menyambut kami. ini Aku persiapkan untuk baby kami kelak.semua perlengkapan dan permainan bayi sudah ada di dalam sini.
Freeya berlarian memeluk boneka boneka itu bergantian "ini akan jadi kamar bayi kita nanti ?"
Aku tersenyum dan kembali memeluknya " iya Sayang,aku ingin segera punya anak darimu"bisikku
"semoga"
Setelah berkeliling di lsntai dua kami kembali ke bawah.Hatis sudah menyiapka. makanan untuk kami.hati ini kami akan istirahat total baru besok kami akan kembsli bekerja....
\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING SEMOGA SUKA
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
VOTE YG BANYAK
TERIMA KASIH