
Aku berlari kecil memasuki halaman gedung F Company,sial aku terlambat sampai jam 08.30 hhuueehh ini gara gara tidurku yang begitu tak tenang semalam.
hasrat yang terputus sungguh tak mengenakkan bawaannya pengen nelan orang.mood ini benar benar rusak.
Kulihat Ivan memasukkan beberapa kardus ke dalam mobilnya.wajahnya begitu sedih dia bahkan tak mengindahkan panggilanku
"Ivan kenapa?"seruku
"Presdir mecat kamu?"
tak mendapatkan jawaban dari Ivan ,aku segera berlari ke lobi kulempar ID cardku kearah security berharap dia mau mengabsensikan aku.dengan tak sabar kuhampiri Qalila dimejanya.
"mana Presdir Demas?"tanyaku tergesa
"sedang rapat,Ay ada apa?"tanya Qalila penasaran
aku kembali berlari ke lift untuk turun ke lantai 48 tempat rapat Presdir Demas.serta merta kudorong pintu dan mendapati wajah terkejut lelaki itu.
"siapa yang menyuruhmu mecat Ivan?sudah aku bilang itu salahku tak ada hubungannya dengan Ivan.kenapa kau selalu semena mena?"cecarku habis habisan
"kau ini ngomong apa?"tanya Demas tampak kebingungan
"cepat suruh dia embali atau?"ancamku terpotong
"atau apa?kenapa aku harus menurutimu heh?memang siapa kamu?"bentaknya
"dasar Presdir semena mena!dasar batuuuu!"teriakku
"Presdir sebenarnya ada apa ini?"seru sebuah suara
aku benar benar terperanjat saat kubalikkan badan ternyata semua dewan dureksi sedang berkumpul dan semua memandangku dengan aneh.
seketika wajahku menegang aku tidak perlu bercermin untuk memastikan jika saat ini wajahku memerah karna malu.
"maaf telah mengganggu rapat kalian"ucapku sembari sedikit membungkuk
"ikut aku"bentak Demas seraya menarikku keluar dari ruang rapat
Dihempaskannya tubuh kecilku ke inding lift.buru buru kututup wajahku dengan kedua telapak tanganku mengantisipasi hal buruk yang bisa terjadi.ditariknya dengan kasar tanganku dicengkeramnya kuat.
"kau ini,sengaja ya mempermalukanku di depan dewan direksi.sebenarnya apa maumu heh?"bentaknya dengan menggigit giginya sendiri
"aku mau kau tidak memecat Ivan"balasku
"sepenting itu dia bagimu sampai kau rela mempermalukanku?"hardiknya geram
"ya naaf,aku tidak tahu kalau ada dewan direksi"sesalku dengan raut muka sedih
dia terlihat megangkat kedua alisnya"matamu buta ya sampai tak melihat dewan direksi sebanyak itu?"dampratnya yang makin kesal
"aku tidak lihattt!apa aku sengaja melakukannya?aku juga sudah minta maaf"kilahku tak mau kalah
"kau pilih, Ivan kembali dan aku tetap kerja disini atau aku akan resign!"ancamku
"kau ,memang itu yang kamu bisa mengancamku"tukasnya sebal
"terserah,aku resign berarti proyekmu yang sedang berjalan akan terhenti.atau kau panggil Ivan dan semua berjalan seperti biasa"tandasku
"kau hampir mati karena dia dan kau memohon demi dia,kau ini tak tahu terima kasih ya?aku yang menolongmu harusnya kamu turuti semua perintahku"cecar Demas jengkel
"aku kan sudah tidak apa apa Presdir.Ivan itu tulang punggung keluarganya.kalau dia anda pecat keluarganya makan apa?"bujukku seraya mengguncang guncang lengannya
"iya iya,aku memang tak busa menang darimu"bentaknya
Demas merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya dia menggeser layarnya sesaat dan menelepon.
"Ivan,kembali ke kantor segera!"titahnya
"kau dengar kan?puas kau sekarang?"semprotnya mengkal
"aaahh Presdir anda ba...iikkk sekali!kalau baik begini Presdir tampan deh"rayuku cengengesan
"dasar gadis bodoh"serunya seraya melenggang prrgi
***
kuhempaskan tubuhku dikursi samping Kinar yang fokus dengan laptopnya.mataku terpusat pada tasku yang tergeletak disamping keyboard.bukankah ini tasku yang tertinggal di mobil Ivan kemarin? ah pasti tadi Ivan yang mengantarnya.
"itu tas,tadi Presdir Demas yang nganterin.biar kata kamu pelototin itu tas sampe matamu mau copot.dia juga gak bakalan ngejawab.kalau kamu gak nanya ke aku"sindir Kinar
"Presdir?aduuuhh mati aku"seruku panik
"kemarin gimana ceritanya?kamu ditemuin Presdir?dia sudah kayak orang gila mencemaskanmu semua orang dimarahi"cerita Kinar
"kamu masih bilang kalian gak ada apa apa"imbuhnya
"memang kita gak ada apa apa kok swear!aku juga kaget dia nyusulin aku.tapi sumpah aku gak ngapa ngapain"kataku membela diri
"trus kenapa. sampai kesiangan?"
"yaelah,udah pasti keenakan molor lah.kamu gak mikir aku tidur sama dia kan?dia pagi udah dikantor"semprotku
"kali aja,dia gak tega ngebangunin kamu"ledek Kinar cengengesan
"hadich,iya kali ,niat banget tidur sama batu mesum itu"cibirku menggedikkan bahu
"mana ID Card kamu?ntar kalo inspeksi dadakan kena lagi kamu"celetuk Kinar
"aku minta security absensi tadi aku panik liat Ivan bawa barang barangnya ke mobil"terangku
"terus kamu bikin ulah lagi?apa lagi sekarang ?"tanya Kinar penasaran
"enggak kok"elakku
"eh,mana berkas proyek Bogor biar aku pelajari?"tanyaku mengalihkan perhatian
"gitu deh kalo kepojok terus ngeles"cemooh Kinar
Tak kupedulikan ocehan Kinar,aku fokus di layar komputer dan ponselku.aku tersenyum kecut membaca pesan Kail.
My Beiby :
tak sabar menunggu hari sabtu
Aku :
kenapa?
My Beiby :
kangen liat ekspresi nikmatmu juga desahanmu
aku tak segera membalas ku kernyitkan dahiku
Aku:
emang kelihatan yah ?
My Beiby :
sexy sekali
ampuuuunnn aku malu sekali kenapa aku bisa segila itu?kembali kutatap layar ponselku
My Beiby :
dia sudah kangen ingin kamu manjakan
aku tertegun beberapa saat lama lama aku jadi ngikutin kata orang nih.bercinta lewat udara alias phonesex gara gara membahas kemarin itu inti bawahku terasa memanas.
GILAAAAAAAAAAA!!!!!!
mood buruk membuatku tak berselera makan.hanya kuacak acak saja makananku.Kinar heran dengan kelakuanku.
"kenapa?kamu sakit?"tanya Kinar
"Kinar,berapa lama kamu pacaran sama Rendra?"tanyaku setelah beberapa detik
"2 tahun,kenapa emang?"
"selama ini kalian ngaoain aja?"tanyaku lagi
"kenapa nanya begitu?"Kinar balik nanya
"kamu malah udah 3 tahun sama pancingan ikan"ledeknya
aku tak menjawab hanya kulebarksn mataku menatapnya
"kita saling cinta kan ya?ya udah ngapain aja pokoknya"jawab Kinar sekenanya
"ML?"tanyaku ragu
"yah kamu Ay,orang udah cinta itu.biar kata apaan aja dikasih"sahutnya
"gila aja kamu ini.enakan cowok kamu dong"seruku
"ya ampun Ay,ya sama enaknya lah.jangan bilang kamu sama Kail pancingsn cuma sebatas pegangan tangan sama cipika cipiki doang.emang acara temu kangen"cemooh Kinsr tergelak
"haduh...ini pasti udah menjurus ke hal yang jorok nih,stop it!"putusku
"by the way,Kail pancingan kan bule tuh yah.otomatis kan biasa gaya hidupnya bebas.dia gak ngeluh apa sama gaya pacaran kalian yang lempeng kayak rel kereta?monoton kayak gak gerak gitu?"celetuk Kinar sambil menikmati makanannya
"gak segitunya juga kali Nar, kita fun aja kok.kadang manis,tapi ada pahitnya juga"sahutku
"eh,artis artis pada memburu bule karna terpikat sama their big **** bener gak sih?"tanya Kinar yang membuatku langsung menghentikan makanku
tiba tiba perutku terasa mual mengingat benda membengkak itu menyumpal mulutku sampai tak muat.kegilaan yang membuatku jadi tak enak makan karena kebayang terus benda itu menohok kerongkonganku.
"hei,malah bengong.kesambet ya?"pekik Kinar
"males ah makin ngelantur.aku balik ke kantor dulu"ucapku buru buru
"heh Ay,tungguin aku dong!"pekik Kinar
***
Pukul 23.00 aku baru kembali dari hangout bersama Kinar dan yang lain.suasana apartment tampak lengang aku melenggang santai keluar dari lift.
mataku membelalak lebar saat ku dapati seseorang yang kuyakini adalah Presdir Demas sedang mencumbu seorang gadis di depan pintu apartmentnya.entah Dhillara atau Andara aku tak tahu karena wajahnya tertutup oleh kepala Presdir mesum itu.
"dasar mesum,tak ada tempat lsin apa sampai melakukannya ditempat terbuka.dasar tak tahu malu"makiku dalam hati
aku melangkah perlahan melewati mereka.tangan gadis itu dikalungkan ke leher Demas,aku jadi tak bisa melihat wajahnya.sementara tangan Demas asyik meremas pantat gadis itu hingga membuat dress yang dipakainya sedikit terangkat.
tepat didepan pintu apartment kembali kulirik gadis itu.bukan Dhillara bukan juga Andara.ini baru lagi.aku benar benar mau muntah melihat mereka yang tak tahu malu.bahkan mereka tetap berlanjut meskipun tahu ada aku.
Didalam kamar aku teruz sana mondar mandir memikirkan pasangan hot itu.meraka dimana sekarang?apa masih diluar atau sudah ada dikamar?ku gigit bibir bawahku sambil terus bergumam"dasar mesum tak tahu malu"
"kenapa juga aku harus memikirkannya.gak ada hubunfannya denganku.bodo amat" kedumelku
Kuputuskan untuk mengguyur kepalaku yang panas dengan air dingin dari dhower.di tengsh tengah guyuran air mucul otak jahat dikepalaku.kutekan tombol warm and cool digagang shower berulang kali.terus sampai tombol kendor dan membuat air muncrat kemana mana
aku tunggu beberapa saat sampai air mulai menggenang dipelataran kamar mandi.
segera kupakai bathdrobe dan berlari ke apartment Demas.bel kupencet berkali kali tapi belum ada tanda pintu akan dibuka.
aku masih mondar mandir didepan pintu sampai ku dengar suara dari dalam.kutengadahkan wajahku ke depan kamera cctv diatasku.
"ada apa malam malam begini mengganggu orang?kau tak punya sopan santun hah?"semprotnys
"Presdir,shoeerku tak mau aku matikan.airnys muncrat kemana mana.sampai menggenangi kamar mandiku.tolong periksa"ucapku berakting
"panggil tukang ledeng kan bisa"sahutnya
"mana ada jam segini,Presdir"rengekku
"ya sudah tunggu sampai besok pagi"suruhnya
"besok pagi?yang ada apartment kita akan kebanjiran Presdir"rajukku lagi
Pintu berderit Demas keluar memakai bathdrobe sepertiku.ku giring dia menuju kamar mandiku.air sudah menggenang kemana mana.yah tentu saja karna saluran airnya aku sumbat tadi.senyum jahat terlukis diwajahku.
Demas sibuk memeriksa showerku
dia jadi ikut basah kuyup dia berusaha mematikannya tapi tak bisa.
"kenapa bisa begini?ini sengaja kamu rusak ya?"bentaknya
"ah yang benar saja,aku tidak tahu"kilahku cepat
"untuk apa kau mandi malam malam begini hah?"semprotnya
"badanku lengket semua"sanggahku
"ambil kursi biar aku periksa yang atas,matikan dulu sekringnya"titahnya
ku lakukan apa titahnya ku letakkan kursi di bawah shower setelah dia naik kusenteri dia pakai lampu ponsel.tak berapa lama dia turun mata kami saling bersitatap.wajah basahnya yang ditempa lampu ponsrl terlihat begitu menawan.aku terhipnotis beberapa saat sampai suara beratnya membuyarkan lamunanku.
"nyalakan lagi.besok baru panggil tukang ledeng.yang terpenting sekarang airnya sudah berhenti"terangnya
Aku bergegas menyalakan lagi sekringnya.maksud hati hendak kembali menghampiri Demas tapi.....
BBBRRRUUUUKKKK
Aku menabrak Demas yang entah sejak kapan berada dibelakangku
tubuhku tepat menindih diatasnya.hingga dapat kurasakan inti bawah tubuhku menempel di bagian tengah selangkangannya.
berdenyut dan menggeliat membuatku buru buru mengangkat tubuhku tapi ditahan olehnya.
"aku merasa ini semua adalah tencana busukmu yang ingin berlama lam denganku"ocehnya
"iiihhh apaan?kau sangat menjijikkan.lepaskan aku!"pekikku yang berusaha menyembunyikan kegugupanku
"kau ingin kupeluk seperti ini kan?"cecarnya
"kau terlalu percaya diri tuan Narsis"solotku sembari bangkit
kami sama sama bangkit dan membenahi bathdrobe kami.kulrmpar handuk kearahnya yang langsung dia tangkap.dia ke kamar mandi dan keluar hanya dengan berbalut handuk.aku buru buru mengalihkan perhatianku agar tak tergoda.
"bagaimana dengan segelas coklat panas untuk menghangatkan tubuhmu?"tawarku sejurus kemudian
"tidak perlu,aku akan kembali saja.kasihan gadisku menunggu lama"ucapnya
"terima kasih banyak"seruku saat dia sudah mendekati pintu
dia menoleh dan tersenyu. simpul.aku melangkah melewatinya untuk membuka pintu.setelah pintu terbuka dia tak lantas keluar malah kembali menatapku dengan aneh.
"aku masih menunggumu menawariku sesuatu yang lebih menarik"bisiknya lirih"pelukan hangatmu misalnya.mungkin sku akan mempertimbangkan untuk tinggal"imbuhnya penuh godaan
"apa kau merasa otak mesummu itu perlu aku sapu?"cibirku seraya kugigit bibir bawahku dengsn kesal
"atau pergilah ke psikiater sana" pekikku membanting pintu
"Batu mesum......!"teriakku
Aku masih tak habis pikir dengan apa yang aku lakukan barusan.bukankah ini sangat konyol.bukankah Demas bisa berpikir aku sedang cemburu.cemburu ? tidak tidak apa ini ? ini tidak benar.
***