
Setelah mandi dan berganti dengan pakaian yang bersih.Kakek mendudukkan kami di ruang keluarga.Ayah tampak bingung tak mengerti.beliau duduk tepat di seberang kami sementara kakek terus saja mondar-mandir sambil memegangi kepalanya.
berhenti sejenak memandangi kami,mendengus dan kembali lagi untuk mondar-mandir.
"Kakek.....ini tidak seperti yang kakek dan polisi itu pikirkan?" ucapku mulai jengah
"lantas apa ? cucu kakek pagi buta ditahan polisi atas dugaan tindakan asusila.kalian yang sama- sama dewasa ini sedang main petak umpet,hah?"ucap kakek dengan menekan nada bicaranya
"baru....tiga hari dirumah.kamu sudah bikin heboh.kakek tidak yakin supir itu akan tutup mulut"
"kami tidak melakukan apapun ini salah paham kek"ucapku seraya menatap ayah dan kakek bergantian
"salah paham?yang laki-laki kemejanya ngancinginnya asal yang wanita pakaiannya sexy,tidak pake alas kaki di gendong lagi.siapa yang tidak menyangka kalian pasangan mesum?"
"di hutan kakiku kena duri kek,gak bisa jalan makanya terus di gendong"
"jadi dia ini teman yang kamu temui sampai ninggalin makan malam dengan ayah?"tanya ayah buka suara
"bukan ayah,aku ketemu teman SMAku, ayah,sungguh"belaku
"lalu dia siapa?pria malang yang kamu seret dalam lingkaran kecerobohanmu?"tanya ayah
"dia bilang pada polisi kalau mereka berdua adalah pasangan pengantin Hai,"ucap kakek
"heeh!urus dia ayah! nanti kalo Haidar yang ngomong cucumu ini pasti mutung dan tak mau pulang lagi"ucap ayah pasrah
"kemarin Kail sekarang entah siapa ini"keluhnya
"Freeya kayaknya lebih suka di tahan polisi.daripada dihakimi ayah dan kakek seperti tersangka begini"
"ayah,kakek sungguh semua ter-jadi karena ketidak sengajaan.aku berkata jujur"
"pria ini adalah atasan Freya.aku gak sengaja ketemu di cafe.terus berlanjut bertemu di taksi.taksi kami mogok.kejebak di hutan kehujanan sampai disangka pasangan mesum dan dibawa ke kantor polisi"terangku panjang lebar
"Freeya harus jelasin apa coba?"
"ini Jogja bukan Jakarta apalagi Amerika cah ayu yang kamu bisa bebas bertindak sesukamu"
"Tuan Imran Rasyid saya pastikan berita ini tak akan kemana-mana"ucap Demas yang dari tadi diam seribu bahasa
ayah dan kakek menatap Demas tak yakin
"anak buah saya pasti akan mem boikot semua berita online hari ini tenang saja"
"yang penting tenangkan cucu bawel anda yang suka heboh ini" ucapnya
"saya pamit dulu"ucapnya
"ini semua gara-gara kamu!" teriakku
"tuh kan yah,dia itu nyebelin"
geramku
Ayah hanya tertawa kecil sambil mengacak-acak rambutku mencium rambutku dalam rasanya masih tak tega pulang ke Jakarta hari ini.
Aku kembali ke hotel diantar ayah dan kakek.setelah mem bereskan barangku.aku ke meja re
sepsionis untuk mengembalikan kunci.
"Mbak Freya,ini dompet dan mantel suami Mbak,tadi diantar supir taksi"
aku melongo menerima barang-barang itu.semua masih lengkap
suami darimananya coba ?
"suami Sayang"cibir kakek
"alaaaaahhh kakek"seruku
"kakek masih ingin sama kamu Sayang"
"kakek lihat atasan Freya tadi kan?kalo sampe hari ini Freya gak kerja yang ada besok Freya jadi tukang sapu.kakek mau?"ujarku
"Dia suka sama kamu Sayang"
"kakek dan ayah sama deh"
"kan like father like son"ucap ayah cengengesan
Setengah berlari aku memasuki terminal pemberangkatan. ounter check in tak lagi antri.ini karena pesawat sebentar lagi take off dan aku masih belum menerima boarding passku.
Kumasukkan barangku ke dalam kotak pemeriksaan.kali ini cukup banyak karna mbok nah mem-beriku begitu banyak camilan.
Kuawasi setiap nomor yang tertera di kursi penumpng aku ter
senyum saat kutemukan kursiku.
ada seseorang yang sudah duluan duduk dikursi sebelahku.
"maaf permisi!"seruku saat melewatinya
aku memang paling suka duduk didekat jendela.kupakai sabuk pe
ngamanku.terdengar sang pramugari menerangkan prosedur penerbangan.
Pesawatpun take off seorang pra
mugari menawarkan minuman kepada penumpang.pramugari berhenti tepat disebelah orang yang dari tadi menutupi wajahnya dengan topi dan kacamata hitam.
"minum Tuan?"
"air mineral saja"
lelaki itu membuka topi dan kaca matanya.sumpah ! kali ini aku tak mau kaget.batu mesum ini sudah pasti sengaja mengikuti aku lagi.
"Oh god!dunia ini luas kan ya? tapi kenapa kamu lagi kamu lagi"
"are you stalking me hah?"seruku
"bawel dengar!aku bahkan bisa beli pesawat ini kalo aku mau ngapain nguntit kamu?"
"alesan"
"mau minum Mister?"tawar pramugari itu lagi
"mineral saja,sekalian beri dia tuh biar dingin otaknya"solotnya
Pramugari itu hanya tersenyum manis dan menyodorkan sebotol air mineral kepadaku.
"are you married couple?"
"ha ha"
"are you kidding?i hate him very very hate him"dengusku dengan menggigit gigi
"maaf atas perkataan istri saya ya"ucap Demas
"hem"
"kamu itu benar-benar tak tau malu ya,berhenti mengakui aku ini istrimu" semprotku
"aku hanya nerusin omonganmu tadi pagi.kita ini pengantin baru.mau bulan madu kemana kita Sayang?"tanya Demas yang menoleh ke arahku
Lagi-lagi aku bertemu dengan sepasang mata yang selalu menghipnotisku.yang selalu membuat ku luluh di perlakukan seperti apapun.Tuhan selamatkan aku dari mata ini !!!
"ke neraka"sahutku dengan gigi bergemerutuk
"sepertinya kau ini orang yang amnesia dalam semalam.kemarin kau begitu panas dan liar.sampai aku merasa kau memiliki perasaan yang sama denganku"ucapnya
"he'em iya,sama-sama bernafsunya" anggukku sambil melengos
"bernafsu?"
"iya cuma itu,memang apalagi"
"jadi menurutmu tanpa harus memiliki perasaan yang sama seseorang bisa bercinta dengan orang lain asal sama-sama nafsu?"
geleng Demas tak mengerti
"bukankah itu juga yang kau lakukan dengan gadis-gadismu?apa kau pernah berkelanjutan setelah meniduri mereka?anggap saja yang terjadi diantara kita ya seperti itu.tak perlu ditanyakan lagi"tukasku kesal
"kau ingin aku berbuat begitu padamu?aku menidurimu dan meninggalkanmu?"tandas Demas
Sungguh Demas itu selalu memojokkanku dengan pertanyaan gila.aku merasa dia begitu dekat denganku hingga aku bisa merasakan desah napasnya yang teratur.aku menoleh ke arahnya dan.......
CUP
Hidung dan bibirnya menempel di pipiku.segera kuundurkan kepalaku ini darinya.kucubit dada kekarnya gemas.
"dasar"makiku
"beri aku lebih Freeya"bisiknya
"kau....kau janji tidak akan meng
gangguku lagi kan?"ucapku gugup
"janji dipending.aku terlanjur tergiur dengan dada indahmu" bisiknya lagi
"tutup mulutmu"seruku seraya membungkam mulutnya
Kurasakan Demas mengecup telapak tanganku,auto kulepas bungkamanku dan melotot kearahnya.dia mendekatkan wajahnya hendak menciumku namun segera kutahan kedua pipinya dengan tangabku.
"jangan gila! ini pesawat"
"memang kenapa ? ini bukan tempat umum"bantahnya seraya memegangi tanganku
"sumpah aku akan membunuh mu setelah ini"geramku yang sudah terhimpit
Pramugari mengumumkan kalau pesawat akan landing dan para penumpang di harap mengencang
ksn sabuk pengaman.
hhuuuffttt !!! aku bernapas lega akhirnya aku akan segera lepas dari batu mesum ini.
Haris dengan sigap membawabarang bawaanku sementara Demas terus saja merangkulku membuat setiap pasang mata memperhatikan kami.
"pengantin baru ya?"tanya mereka
"hentikan bersikap konyol begini!"seruku
"we are married ouple baby"
"gilaaa"umpatku
"Haris,kemarikan barangku!aku gak mau pulang sama dia!"teriakku
Sekonyong-konyong tanpa ba bi bu Demas membopong tubuhku dan disampirkannya di bahu layak nya selendang.aku meronta-ronta dan memukuli punggungnya tapi dia tak bergeming.
"turunkan aku!turunkan aku!"
"diam kau!"
"aku tidak mau pergi denganmu"
"tutup mulutmu!"
Dengan kasar Demas menghempas kan tubuhku ini ke kursi belakang mobil dan menutup pintu.Haris melajukan mobilnya.aku duduk terdiam ditepian sambil kulirik Demas yang sedang sibuk dengan PATHnya.
"seorang Rasyid bekerja menjadi karyawan biasa di perusahaan orang lain"gumamnya seraya menoleh ke arahku
ku balas tatapannya "ada yang salah?" tanyaku
"apa motivasimu?"
"yang jelas bukan untuk menggoda atasanku"sahutku sekenanya
"wanita lain bukankah akan lebih memilih hura-hura mengingat kau adalah cucu tunggal Imran Rasyid"
Aku mengulas senyum dan membuang jauh pandanganku keluar jendela.
"lalu kapan kita akan mengerti makna berjuang kalau kita hidup mengandalkan harta orang tua?"
"ini bukan apa-apa,aku banyak di bantu Kail.saat pertama pergi dari rumah 3 hari aku tidak makan.hatiku jadi lebih peka dengan penderitaan orang lain setelah itu"ceritaku seraya menoleh
"itu sebabnya kau tak bisa melepas Kail?"tanya Demas tajam menatapku
Aku kembali membuang pandang "itu salah satunya,yang utama aku memang sangat mencintainya"
"hentikan!jangan bahas dia lagi" tukas Demas terdengar kesal
"aku hanya tak ingin memberimu harapan"
"cukup ! aku bilang hentikan!"
Haris mengantarku sampai ke depan gerbang kosanku.aku dan Demas kembali tak bertegur sapa.bahkan untuk sekedar mengucapkan selamat tinggal.
***
Kunikmati rutinitas harianku di toko.kini aku lebih bersemangat karena ada dukungan ayah dan kakek.
Aku bersiap-siap untuk pulang saat Egi memanggilku.malas kuputar badanku menoleh kearahnya.
"tunggu ,Ya,aku antar!"serunya
aku menggedikkan bahu sebal.ini apaan shi Bu Hanum pake suruh orang ngantar segala ? padahal jarak toko ke kosan paling cuma 200 meter.
"aku pulang sendiri aja ah,Gi"
tolakku
"jangan Ya,entar big boss marah lagi"
"oke boss"solotku
Ponselku bernyanyi saat aku baru memasuki sebuah warung tenda yang menjual beraneka panganan aku lihat ternyata dari Haris.
Haris :
esan Presdir tidak boleh
makan junk food,pasta apalagi
mie instan
Aku celingukan ke kanan dan kiri bagaimana Haris tau aku mau makan ? tapi tak ku temukan sesuatu yang mencurigakan.
Aku :
bilang bosmu berhenti memata
matai aku :>,
Haris :
aku gak sudi kau minta gendong
kalo sampai badanmu melar
Aku :
bodo amat :>
tak ku gubris chat dari Haris segera kupesan makanan kesukaanku.namun tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara klakson yang memekik.aku menoleh keluar tenda.mobil Demas.pria itu tampak bergegas turun dan menghampiri tempatku duduk.dia menarik tanganku dengan kasar.
"lepaskan!"teriakku
"tutup mulutmu"
Demas membawaku masuk ke sebuah restoran yang tak jauh dari kosanku.memesan begitu banyak makanan.sumpah lah ya ni orang atu bener-bener ngeselin.
"bisakah kau tak memaksakan kehendakmu?"bentakku
"tidak bisa"
"kau ini menyebalkan"gerutuku
"sudah aku bilang jangan makan junk food,mengurus dirimu sendiri saja tidak bisa"
"junk food gak bikin mati kan?"
"dasar gadis bodoh,tidak bikin mati kamu.tapi bikin mati yang gendong kamu karena badanmu melar"semprotnya
"ini nih,kalau kebanyakan punya pacar model.semua orang dituntut punya body model"sinisku
"akuuuuu jugaaaaaa"sambatku
"nurut saja"
Makanan datang aku hanya mlongo melihat meja berisi penuh dengan makanan.iya kali ,aku harus menghabiskan ini semua.
"makanlah!"titahnya
aku meraih steak mulai ku potong dengan hati-hati tapi ini agak sedikit susah.Demas tersenyum kecil lalu mengambil piringku dan memotong steak itu menjadi bagian yang lebih kecil.
Aku tersenyum samar,aku ingat ini mirip adegan drama korea Park Seo joon saat makan malam dengan ceweknya.Park Seo Joon memotong steak buat ceweknya.
apa si batu mesum mengadaptasi adegan ini ya ? tapi apa dia sempat nonton begituan ? apa iya dia hobi drakor ?
Aku sampai tak sadar kalo piringku sudah kembali dihadapanku.
"terima kasih"
"lanjutkan makanmu"
"mulai besok aku akan minta restoran ini untuk mengirim kotak makanan untuk kalian"
"ini berlebihan"tukasku
"aku ingin seperti Kail yang berguna untukmu"celetuknya
Aku hampir saja tersedak daging yang baru saja ku kunyah.matanya menggambarkan sesuatu yang sulit untuk aku terima.TULUS di sodorkannya segelas air untukku
dengan gamang aku menerimanya.
"dasar bodoh ! pelan-pelan kalau makan"
"gara-gara kamu"
",salahkan saja terus"
seorang wanita setengah baya menghampiri meja kami membawa senampan makanan.
"spesial untuk pasangan pengantin baru supaya cepat diberi momongan"ucapnya sambil tersenyum
Aku dan Demas saling pandang
lagi-lagi kami ini disebut sebagai pasangan pengantin baru ? dilihat dari mana coba ?
"kalian sangat serasi,yang satu cantik yang satu ganteng.yang satu manja yang satu perhatian"
"semoga langgeng ya,selamat menikmati!"ucapnya sambil lalu
"apa?"semprotku saat Demas tak berkedip menatapku
"kau dengar itu.semua orang mendoakan kita menjadi pasangan pengantin baru yang langgeng dan kata mereka kita serasi"
"baru beberapa bukan semua orang"ralatku
"kamu pernah dengar?majas sinekdok pars pro toto?menyebut sebagian untuk menyatakan keseluruhan"
"yang pasti tidak lebih enak dari makanan ini"ucapku mengalihkan perhatian
"ini enak sekali,cobalah"
Demas ikut saja ketika kusuapi.ku usap sudut bibirnya dengan sapu tangan.ampun ah aku terjebak lagi dengan suasana berbau-bau roman beginian.
"maaf"ucapku
"nothing"
"Gerrald masih nyamperin kamu?"tanya Demas tiba-tiba
Gerrald ? aku malah baru ingat hari ini dia ngajakin aku dating aku terima shi tapi aku suruh Yesha menggantikanku.aku jadi senyum-senyum sendiri.mereka lagi apa ya ? aku tidak bisa membayangkan reaksi Gerrald besok
"are you okay Freeya?"
"hem"
"dia ngajakin aku dating" tuturku
"what?"
"kamu memenuhi undangannya?"tanya Demas penasaran
Aku tersenyum dan menggeleng "enggak"
"aku suruh teman kerjaku Yesha untuk menggantikanku.tak tau deh reaksi mereka berdua besok"ucapku cengengesan
Demas tersenyum dan menggeleng "dasar Freeya"
"Gerrald itu jago nggombal cocok sama Yesha yang playgirl"
"syukurlah"
"kenapa ?"
"aku cuma punya satu saingan"
"males ah bahas itu lagi"sinisku
"bagaimana kerjamu?"
"seru"
"dulu aku pikir dengan mengirimmu kemari kau akan menyerah dan memohon padaku.
nyatanya memangg aku yang butuh kamu"
"coba deh daging ini"
lagi-lagi kualihkan pembicaraan ke hal lain.selesai makan Demas mengantarku kembali ke kosan tak kuijinkan Demas masuk agar tidak memancing kecurigaan Mpok Lis.
****