Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 46 Paris In Love 1



Pukul 07.00 pagi aku terbangun oleh alarm ponselku juga oleh suara deburan air entah darimana.perlahan aku bangkit dan mencari asal suara itu.aku membuka pintu kamar agak enggan.


Mataku yang semula sipit seketika membelalak demi melihat sosok di dalam kolam yang begitu menggoda.Freeya tengah berenang.tubuh molek itu bergerak dengan indah di dalam air.terlebih saat tubuh molek itu muncul ke permukaan.dadanya yang padat berisi,disusul perutnya yang rata berlanjut lagi turun ke pinggulnya yang bak gitar spanyol di sempurnakan oleh tungkai indahnya.sungguh tubuh berbalut bikini warna navy ini menyulut birahi yang bersarang di dadaku hingga berkobar meronta ronta.


Freeya mengibas ngibaskan rambutnya yang basah,sepertinya dia tak menyadari keberadaanku yang berdiri di dekat taman tak jauh dari kolam.Freeya berjalan mengambil handuk yang tergeletak di jacuzzi di gunakan handuk itu untuk mengikis air di rambutnya.


"E...heemm !"aku berdeham


Kontan Freeya menoleh bola matanya mencembung bulat pepat saat melihatku, segera dia menutupi tubuhnya dengan handuk meski tak sempurna.


"Kaaauuuu.....sedang apa disini ?"teriaknya


"cuci mata"jawabku enteng


"dasar batu mesum ! balik badan tidak"seru Freeya dengan tangan masih memegangi handuk


"tidak,siapa suruh pagi pagi menggodaku dengan bikini"godaku sambil nyengir


"lah apa,kau mau aku berenang pake gamis,hah ?"solotnya


Aku terkekeh benar kata si Om Freeya itu saat marah Freeya semakin cantik.aku kulum bibirku sendiri.


"mikir apa ? ngalamun jorok mesti,balik badan atau aku akan memukulmu" geramnya


Tak mau memperpanas perdebatan,aku tidak hanya balik badan tapi segera kembali ke kamar aku segera mandi dan bersiap.


Pukul 08.00 Joe mengantar sarapan untuk kami.Freeya sudah cantik dengan hot pant putih dan atasan pinknya.aku selalu suka melihat rambutnya yang di kuncir dan poninya yang sebagian jatuh di dahinya.dia semakin terlihat imut dan menggemaskan


Pagi ini Joe aku minta untuk membelikan kami makanan Indonesia.aku segera menyajikannya di piring.Freeya duduk dan langsung melahap makanan di hadapannya.


"dasar Freeya"


Baru setengah jalan Pieter dan Helena datang.


pasangan ini tampak manis dengan baju couple yang mereka kenakan.


"hei...hot couple "sapa Helena dengan senyum manis


"Demas,kenapa semalam pulang tanpa pamit ?"tanya Pieter


"Ee..mmm Freeya mendadak sakit jadi tidak sempat berpamitan.maaf"kataku beralasan


Freeya hanya tersenyum sanbil melirikku


"tapi sekarang sudah baik kan ?"tanya Pieter


"sudah"angguk Freeya


"aku kesini mau mengajak kalian jalan jalan"kata Pieter lagi


"kemana ?"


"Eiffel"jawab Helena


"that's good idea"sambung Freeya


"kami segera bersiap "kataku


Mobil Mustang yang di kendarai Pieter melaju membelah kota Paris.tujuan pertama yak lain adalah menara Eiffel.menara yang menjadi ikon kota Paris.



Tak butuh waktu lama untuk kami tiba disana


Pieter dan Helena mengajak kami naik ke lantaii dua menara.kami dapat melihat keindahan kota Paris dari atas sini.


"how about lunch?" tawar Helena


"benar,di restoran ada steak dan wine yang bagus"timpal Pieter


"kami baru saja makan ,mungkin sebentar lagi"jawabku


"oke,kita bisa lihat lihat lagi"


Champs de Mars



Pieter mengajak kami turun menuju taman terbuka hijau yang berada tepat di bawah menara Eiffel.taman yang berjuluk Champs de Mars ini sangat cantik di lengkapi berbagai wahana dan fasilitas olahraga juga taman bermain.


"ayo kita bersepeda!"ajak Pieter


"ayo"


Kami berkeliling mengayuh sepeda sambil bersenda gurau.Pieter dan Helena tak henti mempertontonkan kemesraan mereka.tak jarang mereka berciuman di depanku dan juga Freeya.bikin iri saja.


"mau lolipop ?"tawarku sembari duduk disebelahnya


Freeya menoleh dan meraih lolipop yang kuulurkan padanya dia tersenyum manis mungkin lebih manis dari lolipop yang dia pegang saat ini.


"Pieter. dan Helena mana ?"tanya Freeya berikutnya


Sejenak ku edarkan pandanganku mencoba menemukan keberadaan Pieter.tak lama aku temukan mereka sedang asyik berciuman di dekat kolam.ku pegang pipi Freeya dan kuarahkan ke tempat Pieter dan Helena.


"uugghh...seneng ya kamu dapat cuci mata gratis"sembur Freeya yang langsung memalingkan wajahnya


"seneng apanya ? konak iya lihat doang nggak bisa ngrasain"kedumelku


Freeya memukul lenganku "dasar batu mesum"cemoohnya


"jangan katakan tidak terjadi kontak disini"kataku seraya menunjuk dadaku


"kalo tidak,berarti kau tidak normal" cibirku


"sembarangan"


lagi Freeya memukul lenganku,kali ini sedikit keras,aku hanya terkekeh.ingin rasanya kucium Freeya saat itu juga.


Aku duduk di kap mobil mengawasi Freeya dan Helena yang sedang bersua foto setelah puas berbelanja.


"aku dan Helena akan mencari perhiasan sebentar,kalian tunggu disini"pamit Pieter


"ingat,daerah ini terkadang ada Premannya jadi kalian lebih baik ke cafe saja"kata Pieter yang berbalik setelah melangkah


Aku dan Freeya mengangguk bersamaan.


benar saja baru di tinggal beberapa memit oleh Pieter,datang sekelompok brandalan yang menggoda Freeya.


"don't touch her !"cegahkudengan gigi bergemerutuk


"who are you ?"tanya salah satu dari mereka


"she's my girlfriend"jawabku seraya ku genggam tangan Freeya


"i love your girlfriend men"seringainya


"shut up !"makiku


Perkelahian tak dapat duelakkan lagi.terjadi baku haantam yang begitu sengit.aku benar benar di buat terkejut oleh Freeya,dia bisa bela diri ? dia membantuku melawan mereka.


Mereka hampir kami kalahkan,namun tiba tiba datang bala bantuan.aku menoleh kearah Freeya untuk memberinya kode agar segera berlari.


Freeya menangkap kode dariku,dengan langkah seribu kami kabur dari kepungan mereka.kami berlari sambil terus bergandengan.brandalan itu terus mengejar.


"kita kesana !"ajakku


"hem"angguk Freeya


Kulepas long coat yang ku pakai dan ku lempar kearah Freeya "pakailah"


Mereka masih terus mengejar,kami menyusup diantara kerumunan orang yang lalu lalang.


"over there !"seru mereka


Tiba tiba Freeya menarik tanganku dan menghempaskan badanku ke dinding,rasa keterkejutanku belum hilang Freeya sudah menyambar bibirku,dia memegangi kedua pipiku.aku baru sadar ini trik yang di lakukan Freeya untuk mengecoh berandalan itu.tangannya yang berada di pipiku dia gunakan untuk menutupi wajahku.


"cerdas Freeya"batinku


Semula bibir Freeya hanya menempel di bibirku segera kumanfaatkan moment ini untuk segera ku kulum manisnya bibir sensual itu.Freeya mulai menyadari dia lantas menginjak sepatuku.aku tak peduli,terus ku lahap bibirnya.akhirnya Freeya memaksa melepas pagutanku dan langsung meninju perutku.


"aaaauuuwwwhhh"aku mengaduh seraya kupegangi perutku


"sialan ! malah.cari kesempatan"makinya


Aku menoleh ke sekeliling sepertinya berandalan itu telah pergi.aku bernapas lega.


ku gandeng tangan Freeya dan berjalan ke tempat Pieter.


Terlihat Pieter terlihat mondar mandir di depan mobilnya,wajahnya begitu tegang.


"kalian darimana ?"tanya Pieter saar kami mendekat


"kami habis jalan jalan"jawab Freeya yang menatapku


"kami mencemaskan kalian"tutur Pieter


"sorry"


"I'm scared you have trouble"kata Helena


"I'm okay"


Kita lanjut ?"seru Pieter bersemangat


Musee du Louvre



destinasi kami berikutnya sebuah museum dan monumen bersejarah yang terkenal di Paris.museum ini terletak di sisi kanan Sungai Siene yang terkenal dengan auroranya yang menakjubkan.



Disini,Freeya kembali bersua foto bersama Pieter dan Helena.di Paris saat ini sedang musim semi jadi cuacanya sedikit panas dan siang hari berlangsung lebih lama.


"kalian puas ?"tanya Pieter


"puas sekali"jawabku sambil ku pandangi air Dungai Siene yang tenang


"selama kalian disini.aku akan menjadi tour guide kalian"katanya


"thanks,tidak di sangka selain rekan bisnis kita bisa sedekat ini"tuturku


Kupandangi Freeya dan Helena yang asyik bermain air.wajah Freeya jtu begitu bahagia.


"kapan kalian akan menikah ?"


Pertanyaan Pieter ini mengejutkanku hingga aku hampir tersedak minumanku.ku coba atur napasku.


"Freeya wanita yang luar biasa,jangan sia siakan dia"ujarnya


"tentu saja"aku mengulum senyum


"honey,i'm so tired now"rengek Helena


"Helena,kelelahan kita pulang !"ajak Pieter


"oke"


Pieter mengantar kami kembali ke rumah peristirahatan.terlihat Freeya sepertinya juga sangat kelelahan.


***