Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 58 Rencana Masa Depan



Mobil Demas berhenti di sebuah pekarangan kosong yang cukup luas.di tengah pekarangan itu ada sebuah pohon tabebuya yang cukup besar dan agak rindang.aku jadi berpikir negativ untuk apa Demas mengajakku ketempat seperti ini ? dia tidak akan berbuat yang macam macam bukan ? Aku turun dari mobil sambil celingukan kanan kiri.


sudah ada beberapa villa tapi jaraknya berjauhan karna terpisah oleh pekarangan yang luas.sedikit ragu ku gandeng tangan Demas yang berjalan menuju pekarangan itu.


"Sayang,ini tempat apa ?"selidikku


Demas tak menjawab dia menggelar karpet yang dia bawa.Aku meloncat duduk di karpet Demas hanya geleng geleng.


"adem banget disini Sayang.sepoi sepoi" seruku


Demas duduk di sebelahku sambil menyodorkan sebotol minuman ringan padaku.dia menenggak minuman itu dan kembali menatap lurus ke depan.


"ini nanti akan jadi rumah impian kita Sayang"ceritanya


Aku terkesiap kutatap dia dengan rasa tak percaya "rumah impian kita ?"


"hem.....sekarang ceritakan Sayang ingin rumah yang seperti apa ?"


"Sayang,tunangan aja belum mikir rumah"


"kenapa tidak Sayang ? aku serius ingin menjadikanmu ibu dari anak anakku" Demas merangkul bahuku,


Aku bangkit dan berjalan memutari pekarangan itu sambil sedikit berjalan berjinjit.


"aku ingin rumah yang kecil dengan taman yang luas"kataku memulai cerita


Aku menunjuk spot spot yang aku inginkan untuk di bangun rumah.Demas hanya diam mengikutiku yang terus berputar.Aku duduk di bawah pohon tabebuya.



"aku ingin,disini nanti di bangun sebuah paviliun dengan taman dan kolam ikan mengelilinginya"


"akan ada jembatan penghubung antara kolam dan paviliun"terangku


"disini nanti,kita akan bermain dengan anak anak kita.pohonnya jangan di tebang ya Sayang"


"tidak,kenapa Sayang ingin rumah yang kecil "tanya Demas


"karna aku mau di rumah kita nanti hanya ada aku,kamu dan anak kita"


"lalu siapa yang akan beres beres rumah ?" tanya Demas lagi


"aku"


Demas mencubit pipiku "aku mau memperistrimu Sayang,bukan mau menjadikanmu pembantu"tukasnya


"loh,jangan salah pembantu itu juga istri orang juga"sergahku


"itu pilihan Sayang"


"aku menikahimu untuk menghalalkan segala urusan.Sayang akan merawatku memperhatikanku menyayangiku serta merawat dan mendidik anak kita kelak. soal kebersihan rumah itu urusan simbok" terang Demas


"aku tidak mau karena alasan membersihkan runah capeeek,Sayang menolak melayaniku" imbuhnya


Aku terkekeh dengan sebal kucubit pahanya "Sayang mikirnya kejauhan"sergahku


"sakit Sayang"ringisnya


"Sayang ingin konsep rumah seperti apa ?"


"chinesse klasik yang membawa ketenangan dan kesejukan,ada unsur air dan kayu"terangku


Demas menarik tubuhku hingga terduduk di pangkuannya.dia menatapku sayu,disibaknya poni yang menutupi sebagian wajahku.aku tersenyum tipis.Demas menyentuh sudut bibirku dengan ibu jarinya sementara empat lainnya menempel di pipiku.


"ketenangan seperti ini ?"bisiknya


Aku berinisiatif merengkuh punggungnya dan mulai memagut bibirnya yang merah sensual. matanya terpejam namun tangannya yang semula di pipiku kini beralih di leherku.heh ! selalu ciumannya ini membuatku melambung ciuman ini bak candu yang membuatku ketagihan.


"kita kembali Sayang" bisiknya dengan bibir masih di wajahku


Aku mengangguk lemah


Demas membopongku sampai ke mobil meninggalkan karpet dan botol yang masih tergetak.


"aku akan minta arsitek men design rumah sesuai keinginanmu Sayang,kalo sudah klik pembangunan akan segera di mulai"kata Demas saat mobil melaju


"kenapa Sayang begitu yakin ingin menikah denganku ?"tanyaku


"agar Sayang tidak di ambil orang"


"begitukah ?"


"aku sudah menunggu ini lama,sudah waktunya aku mengakhiri petualanganku karna aku sudah menemukan persinggahan yang tepat"


"mama....papa .....juga sudah sangat merestui.besok mereka akan pulang untuk melamarmu"


Aku hanya diam dengan wajah tersipu Allob zeolah melancarkan,memudahkan semua jalanku dan Drmas menuju jenjang yang lebih serius.


Demas menggenngam tsnganku kemudian di kecupnya lembut "Sayang mikir apa ?"


"saking senengnya aku sampai tak bisa berkata kata"


Demas tersenyum


"aku akan jadi Nyonya Demas Fabian ?"ejaku


"Queen Bie di dalam istana hatiku" lagi Demas nengecup punggung tsnganku


Mobil Demas berhenti di depan rumah,aku bergegas masuk karna hari sudah petang. malamnya aku sengaja memasak khusus untuk DEemas.


"not bad"katanya setelah menyeruput sup iga buatanku


"apa sudah masuk kriteria menantu idaman ?"tanyaku penasaran


Demas tersenyum menatapku ,"aku bahkan tak ingat seperti apa rasa masakan mamaku aku lupa apakah dia bisa masak atau tidak" ujar Demas


Setiap kali membahas keluarganya wajah Demas langsung berubah murung.aku menyesali kalimat yang baru kulontarkan baarusan.


"Sayang....saat jadi istrimu nanti.aku akan memberimu banyak anak.agar kita tidak kesepian dan rumah kita akan dipemuhi tawa keceriiaan anak anak kita.tak akan kubiarkan kau merasa sendiri"hiburku lembut


"aku mau punya 11 orang anak,Sayang sanggup ?"


"sanggup"jawabku enteng


"ayo habiskan supnya keburu dingin" ujarku


"aku siap bila harus memasak setiap hari untukmu Sayang"


"aku yang malu Sayang"


Aku menyuapi kekasihku ini dengan telaten. Aku berharap hubungan kami akan tetap seperti ini selamanya.aku sudah berjanji untuk selalu bersama Demas apapun yang terjadi.


*****


Hari ini Demas tidak dapat menjemput orang tuanya dikarenakan ada meeting yang tidak dapat dia tinggalkan.hatiku nok nik ini bukan kali pertama aku ketemu mama Celine tapi ini kali pertama pertemuan kami setelah hubunganku dan Demas di resmikan.


"jangan takut Freeya,every thing is gone be okay"


Aku menunggu mereka di terminal kedatangan.terbit rasa nervous di hatiku ketika mama Celine tampak melenggang dari kejauhan.


"Arsyila"


Aku menyalami Papa dan mama Demas bergantian dan memandu mereka memasuki mobil.Arsyila duduk di sebelahku sementara mama dan papa Demas duduk di belakang. ku lajukan mobil sambil erus berpikir.Arsyila dan mama Celine ini bukan kebetulan kan ? kemarin di Paris karna kalut aku tak bisa berpikir.tapi sekarang aku jadi PARNO.


Arsyila di Paris,Kail di Jerman ada apa ini ?


"Demas itu ya,lebih berat meeting daripada orang tuanya"kedumel mama Celine


"kan sudah ada Freeya,ma"sambungku


"beruntung dia punya kamu Sayang"celetuk mama Celine


Aku tersenyum sambil melirik papanya Demas dari cermin atas mobil.beliau membalas senyumku.


"Demas tuh kalau punya kemauan.nggak pernah bisa di tolak.apa apanya mendadak.kemarin ngomongnya sekarang sudah di suruh pulang"kata mamaCeline


"Freeya sendiri kaget,ma ! Demas minta restu kakek tanpa bertanya sama Freeya dulu" timpalku


"mama seneng Sayang,akhirnya anak mama yang kaku dan dingin itu ada yang mau" ujarnya


Aku sedikit menahan tawa "sekarang Demas sudah sangat hangat,ma"belaku


"syukurlah,dia tidak kasar sama kamu kan ?"


Aku menggeleng cepat.


Mobil kuparkir di dalam garasi rumah Demas. mama Celine mengajak papa Fransnaik menuju kamar tamu.di ruang tamu hanya ada aku dan Arsyila.kami jadi kikuk dan kaku.


"apa kabar ?"tanyaku canggung


"baik"sahut Arsyila


"kau....kau bekerja dengan mama Celine ?"


"hem...aku asisten merangkap main designer beliau"jawabnya


"kenapa semua serba kebetulan ya ? kita berada di dalam lingkaran orang orang yang saling terkait"celetukku


Arsyila terdiam


"hubunganmu dan Kail apa kabar?"


Wajah Arsyila berubah tegang dia begitu gugup. "baik"


"ini gimsna ceritanya ? kamu di Paris dan Kail di Jerman kalian LDR gitu ?"selidikku


Aku sampai melupakan bahasa elo gue dengan sahabat dari kecilku ini.Arsyila menatapku dengan sorot mata yang tak bisa ku artikan.


"Kemarin pas transfer uang ke yayasan dia bilang lagi di Madrid ada acara apa ?"


"Madrid ?"


"kamu nggak tau ? gimana sih...pacar kok nggak tau posisi kekasihnya"


Arsyila terdiam "kan aku nggak harus tau semua tentangnya"elak Syila


"emmm..."


"kamu tidak istirahat ? aku antar ke kamar"tawarku


"tidak perlu"


Saat Arsyila pergi aku kembali berpikir,ada yang janggal dengan semua ini.ponselku berdenting ternyata pesan dari Demas.


Cintaku :


sudah sampai ?


Aku :


sudah


sekarang mama dan papa sedang istirahat


Cintaku :


terima kasih telah memperhatikan mama dan papa Sayang


Aku :


kembali kasih Sayang


cepat pulang


Cintaku :


iya Sayang


miss you so much


Aku :


miss you too


Aku ke dapur untuk menyiapkan makan malam.aku sudah siapkan ponselku yang sku sandarkan di kabinet.biasa masak sambil googling.yah daripada pesen deli. dan aku akui masakanku sendiri.lebih baik nonton tutorial di youtube sudah barang tentu hasil karya sendiri.wkwkwkwk


******