
Kuusap wajahku kasar,pikiranku terpecah antara berkas yang ada di depanku dengan Freeya yang ada di seberang sana.sikap diamnya membuatku gila dia tidak menolakku tapi juga tidak menerima ungkapan perasaanku.
Otakku begitu malas untuk berpikir keras,dia bahkan begitu responsif dengan ciumanku. tapi kenapa dia membisu ? membuatku terkatung katung ? ponselku di atas meja berdering ku lirik sesaat.Agatha !!! setelah kejadian kemarin itu untuk apa dia kembali menghubungiku ?sengaja tak kuangkat namun tak berapa lama ada pesan masuk.
Agatha mengirimkan foto yang seketika membuat juniorku di bawah sana meronta-ronta Siiiaall !!! lubang nikmat itu seolah tengah melambaikan tangannya padaku.
Agatha kembali menelepon namun tetap tak ku gubris,aku segera bangkit dan melangkah menghampiri ruangan Freeya.setelah ku ketuk beberapa kali pintu terbuka.
"ikut aku !" ajakku
Freeya .enendorong mouse yang dipegangnya
"kemana ?" tanya Freeya dengan ekspresi bingung
Ku tarik tangannya hingga bangkit dari kursi "ikut saja"
"pekerjaanku masih banyak"
"bisa di urus nanti"sahutku
"lepas aku bisa jalan sendiri" serunya
Ku lepas tangannya dan berjalan menuju lift,Freeya hanya mengekor tanpa bertanya.tiba di bawah kembali kugandeng tangannya agar berjalan sejajar denganku.
"selamat pagi Presdir !" salam semua karyawan yang ku jumpai
"sebenarnya kita mau kemana ? kenapa kita tidak ngajak Haris ?" tanya Freeya saat mobil telah melaju
"duduk dengan baik dan diamlah !" titahku
Dalam perjalanan suasana hening,aku fokus menyetir dan Freeya sibuk dengan ponselnya.
aku mampir sebentar ke distro untuk mengambil pesananku.
Kembali ku lanjutkan perjalanan,setelah beberapa jam perjalanan kami tiba di yayasan Uma Ais,bus pariwisata yang ku pesan sudah bertengger di depan yayasan.kuraih bungkusan di jok belakang dan ku lempar ke pangkuan Freeya.dia menerimanya dengan tatapan bingung.
ku bukakan pintu untuk Freeya "segera ganti pakaianmu !"titahku
"hem"angguknya
Anak anak yayasan menyambut kami dengan wajah sumringah,terlebih lagi Shanum.gadis cilik kesayanganku itu langsung memeluk dan menciumi wajahku.
"kakak tampan !"serunya dengan wajah berseri
"sudah siap piknik?"tanyaku
"piknik ?"ulangnya
Aku ganti mengangguk
"yyeeeaaayy....!"seru Shanum kegirangan
"Shanum akan beritahu yang lain" serunya lagi
Aku segera mengganti pakaianku dengan jeans biru dan kaos lengan panjang warna putih.saat aku keluar Freeya juga sudah berganti dengan jeans pendek dan kaos putih longgar dan sepatu kets putih.Freeya selalu menawan dengan pakaian apapun.
"Mas Demas kita mau kemana ?" tanya Uma Ais
"kita akan piknik ke kebun binatang" jawabku
Anak anak bersorak girang,aku selalu suka dengan kepolosan bocah itu. mereka berbaris naik bus di hitung oleh kakak yayasan yang lebih besar.
"kau mau ikut naik bus atau naik mobil saja ?"tawarku
"aku ikut anak anak saja terserah kalo kau mau naik mobil"ketusnya
Freeya berlari menaiki bus yang segera kuikuti.sku mengambil duduk tepat di sampingnya.Shanum tiba tiba berlonjak dan duduk di pangkuanku.
Freeya tampak menahan senyum.
"haduh Sayang kamu datang di waktu yang tidak tepat"batinku
"kakak tampan,Shanum duduk sini ya" ucapnya dengan manja
"iya Sayang"sahutku
Bus pariwisata melaju menuju kebun binatang,di dalam perjalanan anak anak bernyanyi dengan gembira.
Aku terus memandangi Freeya yang berdiri bernyanyi bersama Shanum di dekat pak supir menggunakan microphone.
Dulu aku sangat menghindari aktivitas membosankan seperti ini.namun sejak Freeya mengenalkanku dengan anak anak yayasannya.aku jadi begitu merindukannya kalau lama tidak bertemu.terlebih lagi Shanum gadis kecil itu sangat melekat di hatiku.
Tak terlalu lama bus pariwisata yang membawa kami tiba di kebun binatang.Freeya menkoordinasi anak anak di bantu Uma Ais.sementara Shanum lengket di gendonganku.
"anak anak kalian harus tetep gandengan tidak boleh pisah,kalian mengerti ?"seru Freeya
"mengerti" anak anak menjawab kompak
"satu lagi yang harus kalian ingat,apa.....?"seru Freeya lagi
"jaga kebersihan"jawab mereka
"pintaaaaaarrrr...."
"yuk, kita come on !"teriak Freeya dengan wajah berseri seri
Kami terbagi dalam beberapa kelompok.setiap 10 anak akan ada 2 orang dewasa yang menjaga mereka.Aku sengaja meminta Uma Ais untuk tidak memberi jatah pada Freeya agar aku bisa jalan berdua saja dengan Freeya.
"Shanum sama siapa ?" tanya Freeya saat kami sudah berjalan
"sama Shela"jawabku
"kenapa ?"
"biar kamu ada bodyguard kayak tadi di bus" semburku sebal
Freeya terkekeh sambil memukul lenganku. langsung kupeluk tubuhnya dari belakang dan ku bawa berputar putar,Freeya berteriak teriak sambil tertawa terbahak bahak.
"aaaahhhh....turunin !"teriaknya
"kenapa ? nggak ada yang bakalan nglindungin kamu"pekikku
Freeya memukuli tanganku yang melingkar di perutnya.kuturunkan dia dan kuajak berjalan memutari kebun binatang.
"aku mau naik gajah itu"rengek Freeya
"berani"
"oke"
Pawang gajah membantu kami naik gajah. mantap kurengkuh pinggang Freeya.kami berkeliling naik gajah,Aku senang sekali Freeya begitu penurut,ku sandarkan daguku di bahunya.pipiku menempel di ipinya yang mulus.lagi lagi juniorku meronta di bawah sana.
"hem...udaranya sejuk"imbuhnya
"rasanya aku pingin begini terus sama kamu"bisikku
Freeya terdiam
Semakin kudekap erat tubuh mungil itu.ku bantu Freeya turun dari gajah.kami berkumpul kembali dengan yang lain.
Pukul 12.00
Uma Ais mengajak anak anak menggelar tikar untuk makan siang,anak anak menata makanan yang mereka beli di luar kebun binatang.
"Kak Bi,ayo makan !"ajak Shanum
"iya Sayang"
"Bi,itu Mas Demas nya di ambilin makanannya"tegur Uma Ais
"mau yang mana ? aku ambilin ya"tawar Freeya lembut
Aku hanya menggeleng,aku tak terbiasa makan street food seperti itu.sepertinya Freeya menangkap keganjilan itu.dia segera menyodorkan makanan yang di pegangnya.
"ayo,hhhaakkk..."serunya
Aku menggeleng cepat
"ini itu nggak bakalan bikin kamu keracunan"ucap Freeya lagi
"aku tak terbiasa makan makanan seperti ini Freeya"tolakku
"terus mau makan apa ?"
"nanti kalo kita ke taman bunga biar aku cari makan"ujarku
"taman bunga ?"ulangnya
Freeya menatapku sambil makan
"iya,setelah dari sini kita ke taman bunga" aku bangkit
"biar mereka sholat dulu baru melanjutkan perjalanan"ujar Freeya
"oke"
Bus melaju menuju tempat wisata berikutnya anak anak belum patah semangat mereka bernyanyi ria.
Kebun binatang dan taman bunga jaraknya tidak terlalu jauh,jadi tidak butuh waktu lama untuk tiba disana.
Aku segera menarik tangan Freeya menuju kereta gantung.pelan kereta gantung mulai bergerak,Freeya duduk terdiam entah apa yang dia pikirkan.mungkin dia kelelahan.
"bersiaplah lihat ke arah sana" tunjukku
"ada apa ?"dia terlihat bingung
Dari kereta gantung ini kami bisa melihat pemandangan di bawah sana.hamparan bunga warna warni yang tertata dengan apik.
"Freeya lihat !"seruku
Freeya menatap kearah yang ku tunjuk.aku berharap kali ini dia tidak akan menolak.
Di bawah sana diantara bunga bunga yang tertata rapi itu ada sebuah kalimat yang terselip,
FREEYA I LOVE YOU
Kulirik Freeya yang duduk mematung di sebelahku.wajah ayunya memerah dengan mulut ditutup dengan telapak tangannya.
mata indah itu tampak berbinar.
"I Love You Freeya"bisikku
kurengkuh dadanya penuh kasih ku hirup wangi tubuhnya berkali kali.lagi lagi dia hanya diam.
Turun dari kereta gantung kami kembali di sambut oleh anak anak yayasan yang membawa karangan bunga.anak yang berjajar itu membawa bunga yang membentuk sebuah huruf.jika di rangkai huruf itu akan membentuk kata.
I L O V E Y O U F R E E Y A
Freeya kembali terpukau sampai matanya berkaca kaca.Shanum berlari menghampiri Freeya dan menciumnya.diselipkannya setangkai bunga mawar ke telinga Freeya
"terima"seru Shanum
"terima....terima....terima..."susul yang lain
Freeya hanya tersenyum
"Kak Bi,mau mikir dulu"jawabnya
"mau mikir apalagi shi,Bi ,?"tanya Uma Ais
"Kail aja yang aku pikir gak doyan perempuan bisa selingkuh apalagi...."
Freeya tak melanjutkan kalimatnya dia kembali melirikku.oh !!! jadi itu ysng ada di pikirannya ???Freeya tidak tau demi bisa mewujudkan semua ini aku tinggalkan tender penting bernilai milyaran.aku buang waktu berhargaku dan cuma seperti ini tanggapannya.Aku Demas Fabian tak pernah sekalipun bertindak konyol seperti orang bodoh seperti ini.
Aku Demas Fabian biasa di kejar wanita bukan merendahkan diri di depan wanita seperti ini.
***
Pukul 21.00 Aku membawa Freeya kembali dari Bandung.Aku melirik Freeya yang tertidur di sampingku.aku berkali kali di tolak tapi aku justru semakin menyukainya.terlebih melihat kedekatannya dengan anak anak.aku makin yakin aku tidak salah pilih.
Kucoba bangunkan dia dengan menyentuh wajahnya lembut.Freeya menggeliat dan mengerjap ngerjapkan matanya,senyum terkembang di bibirnya.
"kita sudah sampai ?" tanya Freeya dengan suara bangun tidurnya
"sudah"jawabku
"aku ngantuk sekali"keluhnya
Aku turun dari mobil dan ku bopong Freeya naik menuju apartment kami.tangannya bergelayut manja di leherku sementara kepalanya disandarkan di dadaku.
Tiba di depan apartment aku segera menurunkan Freeya.lama dia menatapku dengan tatapan yang tak ku mengerti.
CUP
Freeya mengecup bibirku sesaat dan tersenyum
"terima kasih banyak untuk hari ini,aku senang sekali"katanya
Setelah berkata seperti itu Freeya masuk apartmentnya meninggalkan aku yang masih di buat terbengong bengong oleh tingkah Freeya yang mengejutkan.tapi aku suka.
***