
Senja kemerahan menggantung di bentang langit pantai Parang Kusumo.angin berhembus begitu kencang membawa hawa yang panas.kuawasi sekawanan burung camar yang nampak mulai terbang rendah berarak kembali ke sarang.
menukik tajam kemudian raib di antara gundukan bukit tepi pantai.
Deburan ombak pantai yang menggulung setinggi orang bule dengan perkasa menyapu bibir pantai disusul oleh gulungan ombak berikutnya seolah tengah kejar - kejaran.
nampak anak-anak kecil bermain di bawah pengawasan orang tua mereka ada yang bermain air,ada yang membangun istana pasir,ada yang mrncari hewan laut dan ada yang sedang menerbangkan layang
-layang.
Mereka terlihat begitu riang,tak tergambar guratan kesedihan dari wajah polos mereka.tawa lepas mereka itu mencerminkan betapa bahagianya masa kecil mereka. masa yang aku kecap manisnya hanya sesaat karena ibuku keburu meninggal.
Aku duduk di pasir pantai.lemah kusandarkan tubuhku pada tubuh Kail yang kekar.kusibak rambut panjangku yang diobrak\-abrik oleh sang bayu.anganku melayang memutar mundur menuju beberapa tahun yang silam.tahun dimana aku masih kuliah di salah satu kampus top di Manhattan City Amerika.19 tahun umurku kala itu.kata orang itu adalah fase termolek dari tubuh seorang gadis.itu memang benar adanya.dengan postur tubuh 169 cm aku memang tidaklah terlalu tinggi.tapi cukup proporsional dan menggiurkan dimata pria.
Haidar Rasyid ayahku melempar berlembar-lembar kertas ke wajah lelahku.aku terkesiap sungguh tak menyangka ayah yang selama ini tak sekalipun bicara lantang apa lagi kasar kepadaku.kini dengan tatapan yang begitu mengerikan berdiri di hadapanku.
ku lirik kertas yang berserakan di lantai.Oh God !!! itu adalah salah satu pose sensualku dari sebuah majalah dewasa yang aku jadi modelnya.majalah dewasa yang hanya bisa dimiliki oleh kalangan elit terbatas.dari mana ayah mendapatkan foto-fotoku itu ? sgency sangat melindungi privasi modelnya.
"apa yang akan kau jelaskan untuk ini ? Freeya Aqila Hasbie Rasyid"
"aku tidak perlu menjelaskan apapun"jawabku santai
ayah memicing menatapku seolah mencari kesalahan kalimat yang terlontar dari mulutku barusan.
"Freeya Aqila Hasbie Rasyid ! aku tidak membesarkanmu untuk mempermalukan nama keluarga seperti ini ! apa uang yang ayah kirim setiap bulan masih kurang?" sentaknya penuh amarah
terlihat tangan ayah mengepal tatapan tajamnya bak belati yang menusuk-nusuk tepat di jantung ini begitu mematikan !
kupunguti lembar foto itu dengan tenang.aku berdiri tepat di hadapannya mata kami saling beradu.
"entah apa yang telah dia adukan padamu.aku bahkan tak sudi memikirkannya.yang jelas selama disini,tak pernah kuterima satu sen kiriman darimu" ucapku tegas
"omong kosong ! ayah mengirim kebutuhanmu setiap bulan.jangan coba mengkambing hitamkan orang lain untuk menutupi kesalah
anmu sendiri"tudingnya
aku mendengus sebal ingin rasanya aku mengumpat ini pasti ulah istri baru ayah bersama anak manjanya itu.aku tak ingin terlihat lemah dengan menangis.
"heh ! percuma biar ku jelaskan sampai mulut ini berbusa kau akan lebih percaya kepada istri dan anak barumu itu"sinisku
"dia ibu dan saudara kamu Freeya,hormati mereka!"sentak ayah
"jangan bermimpi aku akan melakukannya"
"ayah akan bekukan kartu kreditmu kalau kau tak mau berhenti jadi model majalah laknat itu"ancam ayah tak main-main
Aku tersenyum getir,membekukan kartu kreditku ? kartu kredit yang mana ? bahkan aku tak memiliki itu setibanya aku di Manhattan ini.
wanita itu sengaja membuangku disini agar aku mati kelaparan tanpa uang ayahku.
tapi Alloh bersamaku kuasanya mempertemukanku dengan agency majalah dewasa itu.
"bekukan saja ! aku bahkan tak membutuhkan uangmu"tantangku
PPLLLAAAAKKK
Sebuah tamparan keras mendarat di pipiku.meninggalkan rasa ngilu dan perih dirahang bawahku.mata penuh amarah itu bak kilat yang menyambar keangkuhanku.
"dasar anak tak tahu diuntung" makinya
Kupegangi pipiku yang terasa perih "ayah telah berubah ! ayah tak lagi sayang padaku"pekikku histeris
"kau yang memaksa ayah untuk berbuat kasar padamu.berhenti jadi model kataku ! dan minta maaf pada keluarga basar kita !ayah malu Freya"teriaknya
"untuk apa aku harus minta maaf ? aku tidak salah"bantahku
"menjadi model dewasa tidak menjadikan seseorang jadi rendah.aku tidak menjual tubuhku pada pria hidung belang.aku lebih menghargai uangku sebagai model.daripada uang yang aku peroleh dari menjilat dan merebut hak orang lain"ucapku berapi-api
"kauuuuu !!! jangan harap akan ada sepeser uang dari ayah kalau kau masih keras kepala!"ancam ayah sebelum pergi
Ini kali pertama pertengkaranku dengan ayah.otakku berpikir keras ini pasti Anggit yang melapor pada ayah.SIALAN !!!
Ku datangi Anggit yang masih di kelasnya.serta merta ku jambak rambut Anggit yang di kuncir satu.
Anggit bergerak kearah tanganku menarik rambutnya dan mengaduh memegangi kepalanya.
"heh ! bocah sialan lo mengadu apa sama ayah ?" semprotku geram
tak kupedulikan semua teman sekelas Anggit begitu ketakutan memperhatikanku.tak ada yang berani melerai.toh mereka juga tak tahu apa yang aku bicarakan.
"ada apa Kak ? aku mengadu apa?"tanya Anggit bingung
"gak usah berlagak pilon ! lo yang ngasih foto-foto gue ke ayah kan ?"kucengkeram pipinya kuat
"foto apa Kak ? aku gak ngerti?"
"gak usah sok polos ! belum cukup lo ambil ayah dari gue.sekarang lo mau hancurin hidup gue.gue bersumpah lo gak bakal hidup tenang"ancamku sambil lalu
"Demi Alloh Kak ! aku gak sejahat itu" pekiknya
Arsyila duduk di kursi seberang kursiku sambil mengamati foto- foto yang aku sodorkan padanya.sesekali dia berdecak dan kembali menatapku.
"bebz,hanya ada dua klu.ini kalo bukan si Anggit ya Om Salman" ucap Arsyila
aku terdiam sejenak "waktu gue labrak tadi dia gak gugup bela diri.
dia malah kebingungan"
"trus apa rencana lo ?"tanya Arsyila memangku tangannya
"rencana apa ? gue kan emang model majalah itu.orang di foto itu emang gue.lo mau gue nangis-nangis bombay terus minta maaf sama keluarga gue ?"tuturku
"yang ada tuh cruella devil kegirangan"
"lo cuek aja gitu ?"
"bebz,gue gak nyolong,gue gak jual diri,gak zina.cuman jadi alat pria mesum berfantasi doank" tawaku renyah
"gila lo bebz!"cibir Arsyila
"foto itu wadah gue untuk mengeksplor jiwa seni gue yang terpendam"selorohku
"hasil jepretan yang penuh karya seni.toh pose gue gak ada yang *****.paling banter masih pake lingerie"
"iya kali,di pantai pake bikini masa mau pake gamis"selorohku
"yah hasil karya seni mesum"
kutoyor kepala Arsyila sekenanya "sialan lo bebz!"makiku
"lo nikmatin karya seni mesum gue loh bebz.ini makanan yang elo kunyah semua dari duit mesum" kelakarku
"cabut yuk !"ajakku
***
Aku melenggang menuju ke ruang ganti setelah melakukan pemotretan selama hampir 3 jam tanpa berhenti.ku tutupi peplum pendekku dengan kardigan hitam selutut.
"see you tomorrow baby!"seru Alonso photograferku
"bye baby"sahutku
Kuhampiri mobilku yang bertengger di parkiran studio photo.tiba-tiba ponselku berdering baru kubaca idcallernya langsung kumatikan saat tahu itu adalah Om Salman.
mungkin karena panggilannya tak kuindahkan dia lantas kirim pesan.aku terbelalak saat terpampang foto erotikku dilayar ponsel.langsung kuangkat ketika dia kembali memanggil.
"sialan lo ! dapat darimana foto itu hah ?"semprotku geram
"calm down baby ! sumpah aku tak percaya punya keponakan se-sexy ini"ucapnya dari seberang sana
"jadi elo yang ngasih foto gue ke ayah ? licik ! lo mau meras gue hah ? gue gak takut"dampratku
"weeisshh.kau tau tidak?makin galak kau makin sexy cantik" celotehnya
"tutup mulut lo!gue bersumpah
gue gak bakal nglepasi. lo"
"gak usah ngancam cantik.kamu gak bakalan bisa menang dariku"
"gak usah mimpi"
aku segera masuk mobil dan mengakhiri panggilannya.kupukul kemudi dengan marah.ternyata bed**ah itu yang telah membeber
kan foto sensualku pada ayah.
TINGGGG
Ponselku berdenting.kulihat pesan dari si bed**ah itu.
Salman :
bersiaplah cantik aku akan
menikmatimu
Aku :
berfantasilah sesukamu
kau sebar luaskan fotoku justru
akan membuatku popoler
thanks malah
kulempar ponselku ke kursi sebelah kemudi.keluar dari area parkir ternyata hujan mulai turun.
wisper menyapu air hujsn yang mengalir di kaca mobil bergerak dari kanan ke kiri.mobil melaju dengan kecepatan sedang.
Aku bergidik teringat akan Om Salman suami tante Qania yang cabul.berkali-kali pria itu hampir memperkosaku untung aku selalu bisa menyelamatkan diri.
Tapi tiap kuadukan pada tante Qania justru aku yang disalahkan.
tante malah menuduh kalau aku yang genit dan kegatelan telah menggoda Om cabul itu dasar Qania bodoh kapan pinter coba ?
Hujan berhenti saat mobil memasuki tol Manhattan city.aku menambah kecepatan mobilku rasanya aku sudah rindu sama tempat tidurku yang nyaman.dari kejauhan nampak mobil sport hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi.kupeambat laju mobilku.mobil sport itu tampak oleng terlihat mobil itu banting setir entah menghindari apa.aku menginjak rem tapi sia-sia mobil sport itu keburu menabrak mobilku.
BBBRRRRRAAAAKKKKKKK
Aku bahkan tak sempat berteriak terakhir aku hanya mendengar dentuman dan percikan api keluar dari kap mobilku.setelahnya duniaku hanyalah gelap dan aku tak mengingat apa-apa lagi.yah hanya kegelapan dan kesunyian.
***