Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 68 Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas



\=\=\=\=\=\=


Di dirimu aku menemukan


Yang mencintaiku


Yang menyayangiku


Di dirimu aku ketakutan


Kau biarkanku


Kau tinggalkanku


Bila kamu tak lagi denganku


Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku


Bila memang kau pergi dariku


Ku tak ada lagi di dunia ini


Mengertikah kau siang malamku


Dan tangis tawaku


Kau semua hidupku


Pandang aku pandanglah hatiku


Aku tak mampu melangkah tanpamu


Bila kamu tak lagi denganku


Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku


Bila memang kau pergi dariku


Ku tak ada lagi di dunia ini


Bukan ku tak punya harga diri


Tapi dirimu begitu berarti


Kaulah nafasku engkau harga diriku


Mengerti aku...


Bila kamu tak lagi denganku


Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku


Bila memang kau pergi dariku


Ku tak ada lagi di dunia ini


\=\=\=\=\=\=


Aku di buat speechless oleh Demas yang secara khusus memetik gitar dan bernyanyi untukku.suaranya yang merdu membuatku hanyut.


Suasana restoran yang sengaja di setting untuk kami berdua menjadi biru,terlebih selesai bernyanyi Demas mengulurkan tangannya mengajakku berdansa.


Dengan mesra ku gayutkan kedua tanganku di leher Demas.kami saling pandang,kini mata itu telah kembali berbinar penuh cinta.Demas dengan mantap merengkuh pinggangku.hati ini berdesir setelah semua kesalahpahaman lenyap kami harus terpiszh oleh waktu dan tak tau kapan akan bertemu lagi.aku pasti akan segera menyelesaikannya dan kembali.


Lembut sekali kureguk bibir Demas yang manis,kupejamkan mataku kunikmati sesapan demi sesaoan bibir indah itu yang membuatku bagai di awang awang.kurasakan tangan Demasmeremas punggungku gemas aku justru semakin terbakar gairah yang membara.kulepas tanganku yang sesari tadi menekan tengguk Demas.kutatap Demas teduh dan tersenyum.ku kecup bibir Demas lembut.


"I love you"bisikku


"I love you too"


"jangan pergi Sayang"rajuk Demas yang kembali memelukku


"keluargaku membutuhkanku Sayang" ujarku


"bagaimana aku lalui hariku tanpamu?"rengeknya


"lebay ah Sayang,dulu sebelum ada aku Sayang baik baik saja,nih bisa bertemu aku sekarang"cibirku


"Sayang,aku janji akan segera kembali"


"aku akan minta detektif untuk membantumu meringkus Salman"


"Sayang,taruhannya tanteku,aku harus hati hati"kataku


"Sayang janji,Sayang harus jaga diri baik baik"


Aku mengangguk sambil tersenyum


Selesai makan malam Demas membawaku pulang,Demas menggendongku dari garasi sampai ke kamarnya.perlahan Demas merebahkan tubuhku diatas tempat tidur Demas menatapku lama kemudian mengecup bibirku sesaat.


Demas bangkit berdiri dan mulai melepas jas dasi juga 2 kancing atas kemejanya.jantungku berdegub kencang hatiku mulai gusar keringat dingin mulai menghiasi wajah dan tubuhku.apa Demas akan melakukannya malam ini ? terbit rasa takut di hatiku.aku yakin dia akan jadi milikku kelak.tapi kita belum halal.


Kutatap Demas dengan gelisah,Demas membungkukkan badannya di atasku dengan kedua tangan bertumpu di kanan dan kiri lenganku.Demas mulai menciumi wajahku mulai dari pipi,dahi,mata hidung,bibir dagu leher dan dada.tubuhku meremang saat bibir itu begitu lama menikmati dadaku.desahan lembut menghiasi kamar Demas yang temaram.


Aku memegangi lengan Demas dengan gemetar,ketika dengan bibirnya Demas hendak menurunkan cup dressku.ketakutan membuncah di dadaku.aku menginginkan ini jujur tapi tidak sekarang.Demas menatapku dengan tatapan penuh nafsu.lagi Demas meraup bibirku,di lepas dan di kecup lagi berulang ulang.aku tertawa kecil mendapati perlakuan Demas yang memanjakanku


"geli Sayang;"seruku saat Demas menggesek gesek pipiku dengan hidungnya


"Sayang takut tadi,hem.?"


Aku tersenyum sambil kukecup bibirnya


"aku akan minta jatahku nanti kalau aku sudah kau nilai aku pantas untukmu"


"terima kasih,Sayang"


"Sayangku genit"kataku seraya menggelitik pinggang Demas


Demas tertawa terpingkal dan menjatuhkan tubuhnya disampingku.Demas menindihku dan balas menggelitikku.


"hahaha....geli ! ampun Sayang !"teriakku


Demas berhenti menggelitikku dan kembali menghujaniku dengan kecupan kecupan basahnya.aku terus tertawa merasakan antara nikmat dan geli.


\=\=\=\=\=\=


Demas mengantarku samoai ke terminal keberangkatan.lembut Demas mengecup keningku,kedua mataku hidung dan bibirku sesaat.


"aku akan menunggumu,Sayang"bisiknya


Aku tersenyum


Meski berat aku memang harus pergi,Demas seolah enggan melepas genggamannya di tanganku tapi kami terpisah oleh bording pas room.aku pasti kuat,aku pasti bisa.


Pesawat mendarat di bandara Adi Sucipto beberapa saat berikutnya.Pak Kirno terlihat sudah menungguku.sigap dia menggantikanku menggeret koper.mobil melaju dengan kecepatan sedang.Ayah,Kakek tante Qania aku kembali.


"selamat datang kembali Sayang"ucap Kakek memelukku


"ayah senang kamu kembali Sayang"sambung ayah


"Kakek akan mencarikan jodoh yang jauh lebih baik dari Demas"hibur Kakek


Aku tersenyum.aku memang cerita kalau Demas memutuskan pertunangan kami.tapi aku belum cerita kalau kami telah berbaikan.biar saja dulu.


"tante Qania mana ?"tanyaku


"lagi pergi nyslon"jawab Ayah


Aku tak harus menanyakan Anggita dan Salman karna dia pasti di kantor.Kakek menarik tanganku memasuki rumah.mbok Nah langsung menyodoriku minuman khas jogja kedukaanku.


"bawa ke kamar saja mbok,aku mau istirahat"ujarku


"baik"


"Ayah,Kakek,Bie istirahat dulu ya !"pamitku


"iya Sayang"


Kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur yang selama bertahun tahun aku tinggalkan. semua masih sama tak ada yang berubah.aku menatap lurus ke atas langit langit.rasa kantuk menderaku.ku kirim pesan kepada Demas bahwa aku telah sampai.


\=\=\=\=\=\=\=