Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 76 PREWEDDING 2



Ku bawakan air dan obat untuk Freeya yang kini tengah tergolek tak berdaya di kamar hotel kota Zurich,Swiss.kota terakhir yang kita kunjungi selama kami tour kelilinv Eropa.




Mungkin karna cuaca yang terlalu dingin ini yang membuat Freeya tumbang dan jatuh sakit.ku elus wajah Freeya yang amat pucat. terlihat matanya mengerjap dan mulai terbuka.Freeya tersenyum ke arahku.


"are you feel better now ?"tanyaku lembut


Freeya mengangguk


"Sayang minum obat dulu ya"


Freeya bangkit bersandar di gunungsn tempat tidur,meraup obat yang terulur ditznganku dsn mengambil gelas di tangan satunya.aku merutuki diriku senfiri kenapa tidak aku saja yang sakit ?


"Sayang,besok aku juga sembuh jangan sedih gitu dong"ucspnya sambil tersenyum


Ku kecup punggung tsngsnnya,mataku terasa perih dan panas.bola kristal putih sudah berdesakan ingin keluar.


"Sayang sakit karna menuruti keinginanku"sesalku


"Sayang sudah tidak papa"katanya sembari mengelus pipiku


"I Love you so much honey"desisku sambil terisak


Aku rangkul perutnya kurasakan dia mengelus rambutku.ku dongakkan kepalaku menatap wajah Freeya lagi lagi dia mengusap wajahku yang penuh airmata.


"it's okay honey don't be afraid"ujarnya


"I love you more,hem i'm okay,right" bisiknya lembut


"aku akan istirahat biar besok sudah fit" ujarnya


"besok kita pulang Sayang"kataku


"pulang ? bukankah pemotretan kita belum selesai ?"


"nanti kita teruskan di lombok dan raja ampat bagaimana ?"uxulku


"setuju"sahutnya


Aku berbaring di sebelahnya ku selusupkan tanganku ke belakang kepalanya biar jadi bantal untuknya.Freeya terus .apan menempelkan kepalanya di dadaku.hem ! nyaman tak harus selalu dengan merasa puas setelah kita selesai menyalurkan hasrat tapi nyaman juga bisa tercipta dari hal sepele.yah seperti sikap manja Freeya sekarang ini sudah sangat membuatku nyaman.begitu mesra seperti suami istri ? aku pastikan aku akan jauh lebih mesra saat Freeya sudah jadi pasangan halalku.


\=\=\=\=:\=\=


Sepulang dari dari Etopa kami kembali di sibukkan dengan prewed di bunaken dan raja ampat.setelah kelar kami persiapan fiting gaun pengantin.


Hari ini Freeya memintsku untuk berangkat ke butik mama terlebih dulu karna dia masih berkumpul bersama Qalila dan Kinar.


"Freeya mana Sayang ?"tanya mama


"masih sama sahabatnya,ma"jawabku


"Sayang mau sama mama atau Hendrik nyobain tuxedonya ?"tanya mama lagi


"aku cobain sendiri saja,ma"


Aku berjalan menuju ruang ganti dan keluar lagi sesaat berikutnya sudah dengan bertuxedo hitam lengkap.mama menarikku ke depan cermin.


"Sayangku tampan sekali !"seru mama


"bener cintaaaa....udah kayak oppa korea itu loh Doo Kyung So personil EXO"kata Hendrik dengan nada bicara persis bencong


Aku hanya tertawa kecil


"beruntungnya yang jadi istri cinta entar"


"aku yang beruntung dapat dia"kataku sembari mematut diriku di cermin


"eike penasaran seperti apa doi ?"ujarnya


"dia seperti bidadari"jawabku


Aku kembali ke kamar ganti untuk menukar pakaianku.saat keluar lagi aku terkejut melihat Freeya sudah ada di luar bersama mama dan Hendrik.


"cintaaaa......dia cantik sekali mirip Dilraba Dilmurat"seru Hendrik seraya menggelayuti lengan Freeya


"Hendrik....lepaskan tangan Freeya ! jangan sentuh dia !"semprotku


"iya...iya.....eike ngalah"tawa Hendrik


"Sayang,ayo kita coba gaunnya !"ajak mama sembari menggaet lengan Freeya


Aku duduk menunggu sambil membalas chat dari Haris.aku terpana saat melihat Freeya keluar dari ruang ganti diapit oleh mama Celine.demi apa ? Freeya terlihat sangat anggun dan menawan berbalut gaun pengantin berwarna putih.



Sungguh Tuhan melimpahkan segala Keagungannya kepada hambanya yang bernama Freeya Aqila Hasbie Rasyid ini.aku sampai tak mampu berkata kata.


"Sayang cantik sekali"


"kalian bener bener hot couple ever" puji Hendrik


"ini terlalu panjang,ma"ujar Freeya


"nanti kan ada yang bagian ngangkat kain ekornya Sayang"sahut mama


"semua serahkan pada mama dan Bu Seruni" ucap mama lagi


"beruntungnys aku"seru Freeya yang berhamburan memeluk mama


"mama yang beruntung memiliki Sayang"


"uuugghhh...jadi pengen nangis" seru Hendrik


"Sayang sudah lihat cincin nikahnya ?"tanya mama


"memang harus ganti lagi ? Demas tidak cerita ? bukankah cincin tunangan sudah" protes Freeya


Aku mengulum senyum dasar Freeya selalu saja berpikir ekonomis.mama semakin memeluknya erat.


Selesai bergsnti pskaian aku membawa Freeya ke toko cincin yang sudah di pesan mama.lagi pemilik toko mengelu elukan kami.


"kalian pasangan yang serasi"pujinya


"terima kasih"


"cincin indah untuk pasanga. yang sempurna" katanya


Aku dan Freeya hanya tersenyum


Malam tiba,kami baru kembali dari berkeliling.Freeya tampak kelelahan.dia langsung ke kamarnya dan demikian juga aku.kami tinggal menunggu besok.hari dimana kami benar benar dipersatukan.


.


.


.


.


.


.


.


Hai hai Sayangku Readers yang SUPER


Lagi tak bosan aku ingatkan jangan lupa. vote,like and komen kalian ya....


biar author makin semangat up...


terus mampir juga ke karyaku PERNIKAHAN UNTUK CINTA


TERIMA KASIH