Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 101 Pertunangan Haris & Qalila



Aku melangkah memasuki salon diiringi oleh 2 orang pengawal yang wajahnya datar sudah seperti jalan tol.semenjak insiden Queenara dulu Demas jadi paranoid tak mengijinkanku untuk pergi sendiri.akan ada 2 wajah datar itu yang selalu mengawalku.


Salon nampak penuh terpaksa aku harus rela menunggu antrian.mau pindah ? Aku sudah terlanjur janji dengan dokter kecantikannya.di depan tempatku duduk ada 2 orang wanita yang tengah menipedi.


Tekanan suaranya yang tanpa peredam menjadikanku bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.apa emak emak memang hobi mrmbicarakan suami mereka ? pengawalku sampai ikut mesam mesem.


"Aku Jeng,nggak di sentuh suamiku sebulan pun nggak ngaruh,biasa aja" kata wanita berbaju merah


"eh Jeng,hati-hati loh jangan sampai suamimu punya wanita idaman lain" tukas wanita berbaju biru


Wanita berbaju merah itu mendengus "suamiku berani selingkuh dariku ? aku pastikan dia akan keluar dari rumahku dengan tangan hampa"


"dia bisa sesukses sekarang ini berkat harta warisan orang tuaku" imbuhnya


"tapi ingat loh Jeng,hartamu tak bisa menjamin suamimu tetap di sisimu" tutur wanita berbaju biru


Aku membenarkan kata kata wanita berbaju biru itu.seorang suami juga butuh di hargai juga di perhatikan.diakui peran juga keberadaannya.terkadang kaum istri karna terlalu banyak menuntut mereka jadi lupa menghargai suaminya.terlebih jika sang istri lebih unggul atau di atas suami. istri jadi melupakan kewajibannya untuk menghargai suaminya.


"kamu tidak mau kan Jeng ? hartamu dipakai suamimu untuk bersenang senang dengan wanita lain ?" ujar wanita berbaju biru


"aku akan membunuhnya"


"lihat aku Jeng ! aku ssudah 42 tahun tapi aku tetap merawat diri hasilnya suamiku lengket padaku perjalanan dinas ke.anapun dia selalu membawaku serta" cerita wanita berbaju biru lagi


"jika hubungan biologismu hambar,percayalah ada yang perlu di benahi"


"hangatkan kembali,rayu dia,goda dia kalau perlu tawarkan dirimu tak perlu malu atau kamu akan kehilangan dia" nasehatnya


"atau kamu sidah bosan dengan suamimu ?"


Wanita berbaju merah itu menghela napas panjang "kami sudah punya dua orang anak" desahnya


"pergilah bulan madu .make a quality time with him" saran wanita berbaju biru itu


"aku bahkan jarang bicara dengannya"


"hubungan kalian sudah tak sehat"


Aku tertegun pola pikir wanita berbaju biru ini persis denganku. Aku menahan diri dengan Demas satu bulan ? semalam saja Demas cuek padaku aku sudah kelimpungan.


Seorang karyawan salon menghampiriku dan tersenyum " Nyonya Freeya mari ikut saya"


"em...ya"


"Nyonya Freeya Aqila Hasbie Rasyid istri Presdir Demas Fabian" ujar wanita berbaju biru


Aku menoleh,wanita itu menghampiriku dan mengulurkan tangannya "aku Xena istri Ramon kolega suamimu" ucapnya memperkenalkan diri


Aku sambut uluran tangannya "oh...iya"


"senang sekali bisa bertemu langsung dengan anda,ternyata aslinya jauh lebih cantik" puji Xena


Aku tersipu mendapat pujin itu " snda juga cantik


"oh iya,dia Jiya sahabatku" sambung Xena


"oh hai Jiya"


"boleh minta nomer WA biar aku masukkan ke grup sosialita kit" ucap Xena seraya menyodorkan Iphone miliknya


Aku ketik nomer yang biasa aku berikan untuk temanku lalu ku berikan kembali kepada Xena.


"kalau begitu saya permisi dulu" pamitku


"aku follow sosmedmu tolonv colback ya"kata Xena


Aku mengangguk dan berlalu mengikuti karyawan salon menuju ruang perawatan.


Selama perawatan Aku berpikir omongan Xena tadi ada benarnya.Aku jadi ingat soal cerita Demas mengenai koleganya yang selingkuh dengan sekertarisnya.ah aku kenapa jadi memikirkan urusan orang lain.fokusku sekarang adalah acara pertu.angan Haris dan Qalila malam ini.


\=\=\=\=\=\=


Acara pertunangan Haris dan Qalila berkonsep garden party yang bertempat di halaman rumah Qalila yang di sulap bak taman kerajaan.



Qa



"bebz,apa ini semua rencana kalian ?" tanya Qalila dalam keterharuannya


"em...enggak kok" kilahku


"dasar lo bebz,lo tuh nggak jago bohong" tukas Qalila


Aku hanya nyengir


"itu semua untuk sahabat terbaikku" kataku sembari memeluk Qalila


Acara segera dimulai semua tamu undangan sudah berkumpul ads Xena dan suaminya juga Jiya.Aku mengekor Demas yang menyapa mereka.


"selamat malam Pak Ramon" sapa Demas


"malam Presdir Demas"


"bolehkah saya memuji istri anda Presdir" tutur Pak Ramon sambil nyengir


Aku malah tersipu,Demas terkekeh sambil merangkul.


"silahkan,nanti kalau istri saya terbang karna pujian anda saya sudah siap merangkulnya" seloroh Demas yang menyulut tawa mereka


"Saya tidak menyangka imej dingin anda menghilang setelah anda menikah" celetuk Xena


"kan sudah dihangatkan oleh istri saya setiap malam" kata Demas lagi


Sontak ku cubit lengan Demas kesal usil sekali mulutnya membuatku mati gaya.Xena menatapku genit seolah ikut meledekku.


"Istri anda memang cantik Presdir,serasi @ tingg nunggu momongan biar lengkap" kata Xena


"doakan saja"


"Sayang Kendra dan Jiya mana ?" tanya Ramon kepada Xena


Xena terlihat menebar pandang dan menunjuk satu sudut " itu Jiya,nggak tau Kendranya kemana" jawab Xena


"Sayang,itu istri dari kolega yang aku ceritakan kemarin" bisik Demas


"oh....kami sempat berkenalan pas di salon tadi"balasku


"benarkah ?"


"em...."anggukku


"Sayang,aku ke toilett sebentar ya !" pamitku


"perlu aku antar ?" tawar Demas


"tidak Sayang,"


Seorang pelayan mengarahkanku masuk rumah dari pintu samping menuju toilet dapur.huh ! sebel kenapa Aku jadi beser mulu ? Aku berjalan keluar lewat jalan yang sama.namun langkahku terhenti saat sayup aku mendengar suara aneh dari arah taman samping.


Aku mrlangkah perlahan mendekati asal suara itu.taman kenapa gelap begini ? semakin dekat suara itu kian jelas.Aku tertegun berdiri menatapi pemandangan di depanku dari balik daun bunga bugenfil.


.


.


.


.


HAPPY READING SEMOGA SUKA


JANGAN LUPA LIKE KOMEN N VOTE KALIAN


TERIMA KASIH