
"Ay,ini ada beberapa rekomendasi rumah yang kamu minta"ucap Qalila seraya menyodorkan selembar brosur
Aku tersenyum manis "thanks ya bebz,entar gue lihat"
kuletakkan brosur itu di bawah ponselku dan kembali kupantengi layar laptopku.hingga tak ku sadari Qalila masih fuduk mengawasiku kalau dia tak bersuara.
"bebz"panggilnya
"hem"sahutku tanpa menoleh
"Presdir punya gebetan baru"kata Qalila
Ku hela napas panjang sambil kuselipkan pulpen ke telingaku "heh...bukannya si batu emang gitu,bentar juga ganti lagi" komentarku
"yang ini cantik banget,Ay.mirip Wendy Red Velvet"ceritanya
"cantikan juga gue"sambungku sekenanya
"narsis lo"cibir Qalila
"it's fact,bebz"
"what ever"
"gitu ya,nggak mau ngakuin kalo sahabatnya ini cantik"sindirku
"iyaaaa. ....cantik...cantik"solot Qalila
"makasih kalo nggak ikhlas nggak usah"sambungku
"bebz,sebenernya hubungan kalian itu sampai mana ?" selidik Qalila
"ya kemana mana"jawabku sekenanya
"apaan shi lo,Ay"sembur Qalila
Terpaksa aku kembali menoleh ke arah Qalila "sekarang gue tanya ? lo rela sahabat lo ini jadi korban batu mesum itu,hah"
Qalila terkekeh
"nggak usah ngurat juga kali"cibir Qalila
"udah sana balik kerja !"usirku
"lo ngusir gue"solot Qalila
"udah deh,gue seret nih"ancamku
"nggak seru lo,Ay"gerutu Qalila sambil melangkah keluar
Setelah Qalila pergi aku tepekur beberapa saat,GEBETAN baru ??? sebegitu getolnya Demas menyatakan CINTA secepat ini pula dia sudah dapat gebetan baru ???
"si batu mesum ini memang tak perlu di pertimbangkan"gumamku dalam hati
Aku keluar ruanganku membarengi sepasang laki laki dan perempuan keluar dari ruangan Demas.
"Queenara"batinku
Aku segera berbalik ke ruanganku,Aku ambil kumpulan file berukuran besar dan ku bawa dengan sedikit kepayahan.aku ikuti Queenara sampai masuk lift.
"maaf ya"ucapku dengan bertumpuk file di tanganku yang membuat wajahku nyaris tak terlihat
"kenapa bawanya nggak sedikit sedikit aja mbak"tegur Queenara
"nanti saya bisa kena marah mbak.ini semua aja harus kelar hari ini"ucapku mengada ada
"kena marah sama siapa ?"tanya Queenara
"Presdir Demas"
Queenara sama lelaki disampingnya saling pandang
"Presdir Demas ?"ulangnya
"iya mbak,kami biasa di marahi.di hukum,gaji kami di potong kalo kami nglakuin kesalahan"ceritaku
lagi lagi mereka ternganga
"Presdir Demas sediktaktor itu ?" tanya Queenara
"nggak cuma itu aja mbak,Presdir itu Psycho terhadap wanita" imbuhku
"maksudnya ?"
"ya psikopat mbak,kayak menyimpang gitu"
Queenara terlihat begitu ketakutan sementara aku tersenyum licik
"Pah,Nara takut Pah"rengek Queenara
"tenang Sayang"hibur sang papa
Pintu lift terbuka di lantai dasar,Queenara dan papanya segera keluar ,aku kembali naik ke atas dengan senyum kemenangan.Aku tak akan biarkan Demas bersenang srnang dengan wanita lain.
Aku kembali ke ruanganku dengan percaya diri.aku berjoget joget ria di depan cermin.sambil sesekali mengagumi tubuhku.
"tak ada yang bisa mengalahkan Freeya Aqila Hasbie Rasyid"kataku bermonolog
"Queenara tak sebanding denganku"
Kutatap wajahku di cermin sambil kuarahkan jari jempol dan telunjukku ke bayanganku di cermin.aku tersenyum sinis.
***
Pukul 17.00 Aku ditemani Kinar dan Qalila melihat rumah yang alamatnya tertera di brosur.setelah kami datangi ternyata rumah itu berada di kawasan elite.rumah mewah berlantai tiga dengan halamannya yang luas itu mana muat di kantongku.
Gajiku setahun pun mana cukup walau untuk sekedar menyewanya.Aku.bisa saja memintanya dari kakek.terus aku kapan mandirinya ???
"kayaknya kita salah alamat deh bebz"ujarku
"enggaklah,orang gue lihat di brosur bener kok"bantah Qalila
"iya shi,atau gini aja,sementara lo nginep aja di rumah gue"tawar Kinar
Aku menggeleng sambil tersenyum "enggak bebz,gue nggak mau ngerepotin lo"tolakku
"kita lihat rumah yang lain"ajakku
Baru saja kami hendak hengkang dari tempat kami berdiri,tiba tiba ada seorang pria muda yang menghampiri kami.
"permisi,mbak mbak ini mau sewa rumah ya ?"sapanya ramah
Kami bertiga mengangguk bersamaan
"perkenalkan saya Iman agen properti"ucapnya memperkenalkan diri
Iman menyalami kami satu persatu dengan senyum ramahnya
"tapi maaf ya Mas,kami nggak jadi sewa kayaknya kemahalan deh" ujarku
"loh,semua itu masih bisa kita nego.mari saya antar mbaknya lihat lihat dulu"katanya
Kinar menatap kearahku dan aku hanya mengangguk.kami berjalan mengikuti Iman.sambil jalan Iman menjelaskan seluk beluk rumah mewah ini.
Sekali masuk Aku langsung di buat terpukau dengan isi rumah ini.sebuah rumah pintar dengan segala fasilitasnya yang super.mulai dari lift, kolam renang,tempat gym,mini bar sampai kamar yang extraordinary room.
"bebz,lihat tirainya aja elektrik,pake remot" bisik Kinar
"bagaimana mbak suka ?" tanya Iman
"suka shi,tapi ini pasti mahal"
"tidak kok mbak"
Iman memberitahukan nilai sewa setahun rumah ini yang membuat kami bertiga tercengang.
"semurah itu ?"seru kami
"iya,hanya pemilik memberi syarat untuk bayar di muka,jika belum setahun mbaknya tidak betah.uang tidak kembali"terangnya
"satu lagi pemilik rumah ini sangat menjaga kebersihan jadi jangan sampai rumah ini kotor"imbuhnya
"kamu tidak sedang menjebak kami kan ?"todong Kinar
"kami agen resmi mbak,ada keluhan mbak bisa komplain ke kantor saya"ucapnya
"bagaimana jika mbaknya setuju kita bisa bertemu untuk mengurus surat suratnya"ucap Iman lagi
"baik,save wechat saya ya"ujarku
"oke,kita deal !"putus Iman kembali menjabat tanganku
"besok share tempat ketemuannya"pesanku
"baik"
"mari mbak"ajak Iman
Kami keluar dari rumah itu dan terpisah menuju tujuan masing masing.
***
Esok hari
Pukul 09.30 aku.baru kembali ke F Company karna aku harus meeting di luar kantor.
tanpa sengaja saat masuk lift menuju ruanganku aku berbarengan dengan Agatha.
dokter genit ini sudah lama tidak muncul setelah kejadian memalukan itu.kenapa sekarang nongol lagi ?
Aku berdiri tegak sama sekali tak berniat untuk meliriknya.
"Freeya Aqila Hasbie Rasyid" katanya
Aku sedikit tersentak bagaimana dia tau namaku ? namun aku segera tersadar pasti dia membaca kartu pegawai yang menggantung di dadaku.
"jadi kau lah Freeya ?"ucapan Agatha itu bernada bertanya tapi dia tak menatapku
"orang ketiga yang selalu hadir diantara aku dan Demas"ketusnya
Kini tak main main kutatap matanya tajam. dia bilang orang ketiga ??? apa urusannya denganku ?
"anda pasti salah paham"ucapku datar
"bagaimana bisa salah paham kalau itu terjadi berulang kali"kali ini nada suara Agatha terdengar sedikit tinggi
"itu masalahmu dengannya" sahutku acuh
"aku adalah kekasih resmi Demas jadi tinggalkan dia"ancam Agatha
Aku mengulum senyum
"apa yang perlu kau takutkan dariku ? aku bukan ancamanmu" aku masih berkata datar
Lift terbuka,kami tiba di lantai dimana ruangan Demas dan ruanganku berada.disana di kursi tempat biasa para tamu menunggu Demas.duduk Queenara yang sedang berkutat memainkan ponselnya.
lagi lagi aku mengulas senyum,Qalila tampak mengerlingkan mata dari mejanya.
"itu dia ancamanmu"bisikku
wajah Agatha yang putih mulus itu kini memerah,kuambil berkas yang ada di meja Qalila tanpa sepatah katapun.sambil jalan aku terus berpikir.bagaimana bisa aku menyerahkan hatiku pada seorang FAKMAN yang sama sekali tak mau dan tak berniat
menjaga hati siapapuun.
Orang yang hanya suka menjadikan hati wanita seperti maInan.
TIDAK AKAN !!!!
***