Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 53 Konferensi Pers



Selalu begini Demas selalu mengirimkan dress vulgar yang mempertontonkan lekuk tubuhku untuk pergi ke acara penting.ku lempar dress hitam itu ke atas tempat tidur dan ku sambar ponselku yang tergeletak di nakas.dengan tak sabar ku telepon Demas.


"Sayang,sudah siap ? aku masih meeting"sapa Demas di seberang sana


"Sayang aku tidak mau pake dressnya"


"kenapa ?"


"Sayang mau aku masuk angin ? atau mau wartawan cowok berpikiran mesum ? kenapa tak sekalian belikan aku bikini"semburku murka


"Sayang,begini saja,Sayang pilih saja dress yang menurut Sayang nyaman dengan catatan tetap elegan dan jangan njomplang dengan yang ku pakai"saran Demas ringan


"oke,aku bersiap dulu kalo gitu"pamitku


"Sayang...."panggil Demas


"dalem Sayang"sahutku


"tidak ada ciuman good bye gitu ?"goda Demas yang terdengar manja


"iiissshhh,Sayang kan lagi meeting pasti ada banyak orang"tolakku


"memang kenapa ?"


"maluuuuuu"


"ayolah Sayang,sedikit saja"rajuk Demas


"tidak"


"Sayang ayo !"desak Demas manja


"eemm..."


"mana ?"seru Demas


"daaaahhh Sayang eeemmuuuaaaccchhh !" ciumku


Segera kututup sambungan teleponku agar Demas tak merajuk lagi.ku pilih pakaian yang tergantung pada almari.dan pilihanku jatuh pada dress warna green emerald dengan tinggi selutut tanpa lengan.rambut panjangku aku sanggul dan ku pakai perhiasan sederhana saja.



Di luar rumah Haris sudah menunggu,mobil segera meluncur menuju tempat acara.Demas sudah menunggu disana.dalam perjalanan Demas terus menghubungiku.


"iya Sayang,sebentar lagi sampai"


"hati hati Sayang"


"hem"


"Ris"panggilku


"iya,Ay"


"menurutmu dressku tidak malu maluin kan ?"


"enggak Ay,kamu cantik banget"jawab Haris


"entar mereka nanya apa aja ya ?"


"nanti kamu diam aja,serahkan semua sama Presdir"saran Haris


"deg degan,Ris"sambatku


"rilex,Ay"


Sekali turun dari mobil lampu sorot langsung terarah padaku.Demas sudah menantiku di ambang tangga,tangannya terulur dan segera kusambut,tanganku diapit dilengannya puluhan kamera bersamaan menjepret kami.


Kami duduk di kursi di depan meja yang berjejer mikrophone,Demas terus menggenngam tanganku diangkat di samping dadanya.


"selamat malam semuanya !"sapa Demas tegas


"silahkan siapkan perwakilan dari kalian untuk mengajukan pertanyaan" ucap juru bicara Demas


"harap sopan dalam bertanya jangan terlalu menyinggung masslah yang0 private"imbuhnya


"rekan pers sekalian.malam ini saya umumkan saya Demas Fabian CEO F COMPANY resmi berpacaran dengan Freeya Aqila Hasbie Rasyid"ucap Demas sembari menatapku


Aku tersenyum lebar kearah pers lagi lagi kamera tak henti memotret kami,semua bertepuk tangan.perwakilan awak media mengajukan pertanyaan dengan tertib.


"menurut informasi,apa benar mbak Freeya ini cucu tunggal Imran Rasyid pengusaha ternama dari jogja ?"


"iya benar"jawabku


"lalu kenapa cucu seorang Imran Rasyid memilih menjadi karyawan biasa ?"


"mengadu nasib"


"mengadu nasib atau peruntungzn ? belum lama ini anda baru saja putus dari Mikail Machalister yang mana dia ini juga CEO muda yang sukses sama seperti CEO Demas atau memang target anda adalah CEO tampan nan kaya untuk membengkakan pundi pundi anda?"


Aku mengulas senyum sudah kuduga pertanyaan seperti ini akan muncul untuk menyudutkanku.


"itu semua tidak benar,justru aku yang menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka.aku yang mengejar Freeya"kata Demas membelaku


Sungguh sku sedikit tersentak dengan pengakuan Demas.iya selama ini dia memang mengejarku tapi penyebab kandasnya hubunganku dengan Kail adalah penghianatan.


"jadi tolong awak media jangan menyudutkan Freeya lagi.aku sangat mencintai Freeya demikian juga sebaliknya"tandas Demas


"rekan media mohon jangan memberi pertanyaan yang menyudutkan ! bisa kita lanjutkan"sela sang juru bicara


"bisaaaaa"


tanya jawab berakhir dengan salam.Demas mengecup keningku dihadapan awak media kemudian membawaku pergi meninggalkan tempat acara.


"Sayang tidak apa apa ?"tanya Demas saat di dalam mobil


Aku menggeleng


"hem"


Di dalam perjalanan kami tak banyak bicara sepertinya Demas sudah sangat lelah.Demas mengantarku sampai ke depan pintu dia kembali mengecup keningku lembut dan berpamitan.baru selangkah aku memeluknya dari belakang.kusandarkan kepalaku di punggungnya sementara tanganku mengapit dadanya yang bidang.


"I love you"bisikku


Serta merta Demas berbalik dan memegangi wajahku "I love you more Sayang"


Demas mengecup bibirku lembut sekali.kubalas lembut pula.kami berciuman beberapa waktu sampai dia melepasnya dan memelukku.


****


Aku melirik jam tanganku baru pukul 11.45 kembali kubaca pesan Agatha.wanita itu ingin aku menemuinya di cafe star nanti jam 12.30.


apa yang hendak dia bicarakan denganku ? sh sudah pasti hubunganku dengan Demas.


sepertinya aku tidak perlu cerita kepada Demas aku bisa mengatasinya sendiri.


Tepat pukul 12.30 aku tiba di cafe star.kulihat Agatha sudah duduk menunggu dengan wajah sumringahnya.dengan canggung aku duduk di hadapannya.


"ada apa tiba tiba ingin bertemu denganku" tanyaku


"aku tidak suka berbasa basi dengan rivalku"


"tinggalkan Demas"lanjutnya


Aku tersenyum kecut "kenapa aku harus menurutimu ?"cibirku


"karna aku punya sesuatu yang akan memaksamu untuk menurutiku"ujarnya dengan senyum liciknya


"kau mungkin bisa membuatku meninggalkan Demas tapi apa kau bisa menahannya untuk tidak mengejarku lagi ?" tukasku penuh percaya diri


Agatha dengan santai menyodorkan sebuah amplop coklat kearahku,aku menatap Agatha penuh tanda tanya.namun matanya mengarahkanku untuk membuka amplop itu.


Dengan ragu kubuka amplop itu,bagai disambar petir disiang bolong saat aku tau isi amplop itu adalah foto foto erotisku saat masih menjadi model majalah dewasa saat aku kuliah di Amerika dulu.memang tidak ada yang telanjang tapi ini cukup vulgar.darimana Agatha mendapatkan semua ini ? padahal agencyku sangat melindungi privasi modelnya.apakah ini juga masih berkaitan dengan Salman ?


"darimana kau mendapatkan ini semua ?"tanyaku berusaha tenang


"tidak penting,Queen Bie menurutmu apa reaksi Demas saat melihat semua ini ?"


"aku tidak perlu susah payah menahannya untuk mengejarmu karna secara otomatis dia akan meninggalkanmu dengan sendirinya" imbuhnya


"tapi mengingat kita sesama wanita aku masih memberimu peringatan.tinggalkan dia maka aku tak akan menyebarkan foto ini" ancam Agatha halus


Aku menghela .apas panjang aku tak mau terlihat takut dan kalah di depan wanita ular ini.aku tidak disetting untuk menjadi lemah.


"lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan karna aku juga akan melakukan apa yang harus ku lakukan"tegasku pasti


"Aku pastikan kau akan menyesal,aku beri waktu 2 hari untuk memikirkannya"pesan Agatha sembari bangkit


"di Jakarta ini lelaki banyak bukan ? kenapa harus Demas ?"sindirku


"kau juga kenapa harus Demas ? seoertinya aku tak harus menjawabnya karna kau tau jawabannya"jawab Agatha sambil lalu


Aku masih terduduk di dalam cafe beberaoa saat,kugembungkan pipiku lalu kuhembuskan kuulangi hal itu beberapa kali.haruskah aku ceritakan masa laluku ini pada Demas ? apa nanti dia akan bisa menerimanya ? atau kemunkinan terburuknya dia akan mengakhiri hubungan kami dan meninggalkan aku


"Freeya jujur adalah solusi terbaik"nasehatku pada diriku sendiri


Kumasukkan amplop coklat itu ke dalam tas aku yakin Agatha punya banyak salinannya.aku segera menghubungi pihak sgencyku dulu.mereka berdalih telah mengarsipkan file fotoku tak ada yang bisa membobolnya.


Aku hanya berpikir tentang satu orang,Salman ! si brengsek itu benar benar ingin membuatku hancur.aku harus melakukan sesuatu.


Aku kembali ke kantor dengan langkah cepat kutemui Qalila di meja sekertaris.


"Presdir ada di ruangannya bebz ?"


"Presdir sedang meeting keluar bebz,ada apa ?"ucap Qalila


"ya sudah,gue balik ke ruangan gue dulu bebz"pamitku


"lo keliatan tegang gitu bebz ?"tegur Qalila penasaran


"enggak"elakku


"heleh,kangen ya ?"ledek Qalila sambil nyengir


"ngaco lo"semburku sambil lalu


Sampai di ruanganku aku segera menghubungi Demas tapi yidak di angkat.aku chat juga tidak di balas.aku semakin gusar aku tak mau bom waktu ini meledak sebelum masanya.


Malamnya Demas baru memberiku kabar kalau dia sedang berada di Jambi untuk urusan pembangunan hotel kemarin dulu.dia baru kembali besok lusa.


Tak sabar segera ku video call Demas.terlihat dia tengah duduk di ranjang besar.


"Sayang,apa tak bisa pulang besok ?"tanyaku manyun


"tidak bisa Sayang,kenapa ? apa sudah kangen ?"ledeknya


"apaan sih Sayang"tukasku


"percaya,kekasihmu ini emang kan ngangenin"seloroh Demas


"narsis amat"cibirku


"berarti Sayang tidak kangen nih ? padahal aku kangen banget"ucap Demas yang pasang wajah melas


"Aku kangen banget Sayang,tapi ada hal penting yang mau aku omongin"kataku


"apa Sayang?"tanya Demas


DDDEEPPP


Video call terputus karena ponselku tiba tiba mati,hah sial ! baterai ponselku ludes.aku celingukan mencari laptop tapi tak kunjung ku temukan.kesialan apa ini ? karna gugup laptoppun ketinggalan di kantor.aku segera mencharge ponselku.terpaksa besok pagi aku baru bisa menghubungi Demas lagi.semoga semua belum terlambat aku harus jujur pada Demas.


****