Me Vs My CEO

Me Vs My CEO
Bab 71 Genderang Perang



Aku berlari menyusul Anggita yang muntah muntah di washtafel.wajah Anggita begitu pucat pasi.aku pijat pijat lehernya lembut hatiku bergemuruh Anggita pasti hamil.aku papah dia kembali ke meja makan.tante Qania melirik sinis.


"kamu kenapa ? hamil ?"celetuk Tante Qania sinis


"hhhuukkk....."


Lagi lagi Salman tersedak xementara Ayah,Kakek dan Ibu Setuni saling pandang segera Bu Seruni menghampiri Anggita.


"kita pergi ke dokter sekarang,Sayang" ajak Bu Seruni gugup


"ndak Bu,aku cuma masuk angin"tolak Anggita


;masuk angin kok setiap hari" cemooh tante Qania


"turuti Ibumu,Nduk pergi periksa sana"ujar Kakek


"biar aku yang antar"putusku


Aku naik ke kamar untuk mengambil tas,saat kembali Salman lagi lagi menghalangi jalanku dengan tampang tanpa berdozanya dia tersenyum padaku.aku melipat tanganku di depan dada dan tersenyum.


"selamat ya,Om Salman ! sebentar lagi Om akan jadi daddy"


Salman melotot kearahku


"kenapa Om ? nggak kaget kan ? secara kalo suka main anak anakan jatohnya anak beneran loh ya" cibirku menahan senyum


"heh,masih belum pasti itu bayiku" elak Salman


Dengan geram kucengkeram kerah kemeja Salman.gigiku bergemerutuk,telingaku panas mendengar ucapan si brengsek itu.


"seoranv pecundang,setiap kalimat yang keluar dari mulutnya pun sampah"


"dengar brengssek ! kau tanggung jawab atas bayi Anggita atau kau akan berakhir di penjara"ancamku murka


"aku bersumpah itu bukan bayiku,aku cuma sekali melakukannya dengan dia itu...itu...pasti bayi pria lain" elaknya


Dengan tak sabar ku hantam pipinya dengan tinju berkekuatan penuh.Salman terhuyung kembali kutarik kerahnya dan kuberi satu pukulan lagi.


"tutup mulutmu brengsek ! kau limpahkan kelakuan bejadmu pada orang lain,hah ?" teriakku


Aku kembali menyerang Salman dan Salman berusaha menangkis pukulanku.seisi rumah langsung berlari melerai kami.tante Qania langsung memeluk Salman yang babak belur.


"hentikan ! apa yang kamu lakukan pada suamiku ?"pekik tante Qania histeris


"tanyakan sama suami brengsekmu itu" hardikku murka


"Sayang,ini ada apa ?"tanya ayah bingung


"Salman brengsek ini telah menghamili Anggita,Yah"pekikku


Bbbrruukkk...


Seketika Bu Seruni terjatuh,Ayah segera membopong wanita paruh bsya itu diikuti oleh Anggita.sementara tante Qania menangis terguguk.aku masih berdiri terpaku dipegangi oleh Kakek.


"Sayang,itu tidak benar,itu fitnah" bujuk Salman merangkul tante Qania


"kau masih mau mengelak brengsek"


Kakek memegangiku kuat kust sampai aku tsk bisa bergerak.


"suruh suamimu itu tanggung jawab atau aku akan menjebloskan dia ke dalam penjara" bentakku


"diam kau ! jangan fitnah suamiku lagi,Bie ! dari dulu kau iri dengan kebahagiaan kami bukan ?" semprotnya berurai airmata


"haha....sungguh menyedihkan ! bagaimana bisa cinta membuat orang jadi bodoh ? buka matamu tante si brengsek ini tuh garangan," pekikku


"apa buktinya kalau Salman yang menghamili Anggita ? bukankah Anggita itu memang nakal"sindir tante Qania


"aku tak harus tunjukkan buktinya,kalau tetap tidak bertanggung jawab jangan salahkan aku jika suamimu aku buat mendekam di penjara"ucapku sambil lalu


Aku bergegas menghampiri Bu Seruni yang terbaring di atas tempat tidur,Anggita menggosokkan minyak angin ke telapak kaki dan tangan Bu Seruni.


"maafkan Anggit,Bu"tangis Anggita


"kenapa bisa begini,Nduk ?"isak Bu Seruni


"benar,Salman yang menghamilimu,Nduk ?"tanya Ayah


Anggita tertunduk semakin dalam


"Astaghfirulloh Nduk...Nduk" sambat Ayah


Melihat ayah yang begitu hancur hatiku terasa begitu sakit.nama baik keluarga ayah berada di ujung tanduk sekarang.


"kenapa tidak cerita sama ayah,Nduk ?"


"Anggit,ndak berani....Anggit sudah mencoreng nama keluarga"ucapnya serak


"ikut aku !"


Aku menarik Anggita keluar kamar dan terus berjalan menuju mobil.kulajukan mobil dengan kecepatan tinggi.Anggita masih terus menangis membuatku makin geram.


"kau pikir menangis akan menyelesaikan masalah ? diam !" bentakku geram


"kamu mau apa ?"tanya Anggita


"nyalon !"sentakku lagi


Kuhentikan mobilku di depan parkiran kantor polisi,tak ku pedulikan Anggita yang mogok tidak mau masuk kantor polisi.aku terpaksa menyeretnya.


Setelah di sambut oleh pak polisi aku segera menyodorkan bukti dan menandatangani berita acara.polisi segera memproses pengaduanku.


"baik saya akan segera memprosesnya"kata pak polisi


"saya mau secepatnya dia di tangkap"kataku


"siap"


"boleh saya mengajukan beberapa pertanyaan mbak Anggita ?"tanya pak polisi


Anggita kembali menangis


"maaf pak dia masih sangat shok"ujarku


"baiklah,saya akan bertanya jika kondisi mbak Anggita sudah stabil"


"baik pak,kami permisi dulu !" pamitku


Di dalam mobil Anggita masih saja menangis.sungguh tangisan Anggita membuatku gerah.ini anak kenapa bisanya menangis dan menangis.


"sumpah Nggit ! aku muak tau nggak"seruku


"Bie,kalau kamu memenjarakan Salman.anakku ini akan tidak ada bapaknya" tangisnya


aku mendengus sebal "hheeerrrmmhh"


"kamu mau anak kamu punya ayah bejad seperti Salman"semprotku


"otak kamu sudah kebalik ya ? atau kamu mulai suka sama Salman ?" tudingku


Anggita menggeleng


"gugurkan bayi itu"


"enggak...aku nggak akan membunuh bayi tidak berdosa ini.kamu jahat Bie"teriaknya


Huh,aku sesali perkataanku barusan.kenapa aku justru mengorbankan bayi yang tak berdosa karna kelakuan bejad orang tuanya. aku melirik Anggita yang masih menangis.


\=\=\=\=\=\=


"saudara Salman Permana anda kami tahan atas tuduhan pemerkosaan terhadap saudari Anggita Pangestuti"ucap pak polisi


"ini Fitnah,Pak"elak Salman


"Pak,suami saya di fitnah lepaskan dia"teriak tante Qania


"kami sudah memiliki bukti untuk membawa saudara Salman ke kantor polisi"


"sersan tangkap dia !"perintah polisi lainnya


"Saya tidak akan berkata apapun biar pengacara saya yang bicara" kata Salman


"mari saudara Salman"


Aku dan Kakek tersenyum puas melihat Salman di ciduk polisi.tante Qania sepertinya masih tak terima,dia menatapku dengan bengis.


"kamu jahat Freeya ! apa salahku padamu ?" pekiknya histeris


"dia memang salah tante,kami mencoba melindungimu dari manusia bejad itu" ujarku


"melindungi ? kau memang mau aku hancur Freeya aku membencimu,"teriaknya


"aku tak mau tunjukkan buktinya karna takut tante hancur,tapi sepertinya tante harus tau"kataku


Kunyalakan laptopku dan ku setel adegan Salman dan Anggita kemarin.tante Qania semakin histeris.tubuhnya langsung terjatuh.wanita cantik itu jatuh pingsan.


"Qania !"pekik Kakek


"ayo bantu kakek mengangkat tantemu,Sayang"ujar Kakek


Aku dan Bu Seruni bergantian menjaga tante Qania yang belum juga siuman padahal sudah di periksa dokter.


.


.


.


.


.


.