
Kututup mata Freeya dengan selendang kecil kupapah dia memasuki mobil.Freeya terus menggenggam tanganku,terpancar kecemasan di wajahnya.Haris mulai melajukan mobilnya.
"Sayang,kita mau kemana ?"tanya Freeya
"nanti Sayang juga tau"jawabku
"Sayang,gelap sekali aku buka ya"pinta Freeya
"tidak boleh"cegahku
"Sayang ,kepalaku sakit ini ikatannya terlalu kencang"keluh Freeya manja
Sedikit ku kendurkan ikatan penutup mata Freeya "sabar sebentar lagi Sayang"
Kurengkuh Freeya dalam pelukanku,kuelus elus lengannya sementara jemarinya bermain manja di dadaku.sesekali jari itu menyelusup ke balik kemejaku mencubit cubit ke il disana yang menimbulkan getaran getaran dahsyat di bawah tubuhku.
"Sayang jangan begini"desisku
"kenapa ?"
"nanti kalau ada yang mengamuk,aku tidak bisa jamin aku akan bisa mengendalikan diriku lagi"kataku sembari kusibak poni yang jatuh di dahinya
Freeya mengangkat wajahnya seolah ingin melihatku,sekarang jarinya ganti meraba wajahku dan kini bersemayam di bibirku.ku gigit kecil ujung jarinya.Freeya segera mengalihkan tangannya ke perutku.aku tidak menyangka Freeya bisa semanja ini dan aku sangat menyukainya.
Haris menghentikan mobilnya tepat di area landas pacu pesawat pribadi milik keluargaku kali ini kubopong Freeya menaiki pesawat aku tak mau dia sampai terjatuh.
Ketika pesawat mulai bergerak Freeya kembali memelukku "ini kenapa ? kita naik apa ?"serunya histeris
Kubuka penutup matanya Freeya langsung menengok kanan kiri.wajahnya terlihat begitu terkejut.
"surprise !!!"
"kita mau kemana ?"
"kita akan ke Bali,Sayang"jawabku santai
"Bali ? berdua saja ?"
Aku hanya mengulum senyum,ekspresi kepanikan inilah yang membuatku semakin gemas dan suka menggoda Freeya.
"iya,di Bali nanti kita akan benar benar berdua saja,bahkan aku sudah boking hotel untuk pasangan honey moon"terangku
"ah tidak ! tidak ! aku tidak mau satu ranjang denganmu,"tolaknya
"kenapa ? kita kan pasangan kekasih"godaku
Kontan Freeya melotot bola matanya yang bulat pepat seolah hendak meloncat keluar "bukan berarti kita pasangan kekasih lalu kau bisa berbuat semaumu,no way"semburnya dengan bibir manyun
"kamu pikir untuk apa aku memacarimu hem ?"
Freeya semakin melotot
"agar aku bisa berbuat sesukaku"
lagi lagi kumainkan kedua pipinya yang memaksa bibir sexy itu makin mengerucut.tak peduli dia berteriak teriak,langsung saja ku cium bibir itu.serta merta Freeya memukuli bahu dan dadaku namun tetap kuteruskan ciumanku.
Aku berhenti saat Freeya mencubit perutku.wajahnya begitu memerah sepertinya dia hampir kehabisan nafas.
"Sayang kasar sekali"serunya seraya kembali memukulku
Freeya mengusap bibirnya dengan lengan bagian dalamnya,semakin marah Freeya terlihat semakin cantik.Freeya memalingkan wajahnya sepertinya dia mulai ngambek.
"Sayang"panggilku
Freeya tidak menjawab,kusentuh bahunya kemudian kubalikkan badannya.
HHUUPP
Bibirnya menutup dan ******* bibirku dengan sempurna,kurasakan bibir itu bergerak indah bermain dengan bringas dan rakus.Freeya membalas ciumanku tanpa memberiku ampun.tangan kanannya menekan tenggukku mengunci krpalaku agar tak polah.kami saling beradu napas dan saling bergantian mengambil peran.nikmat sekali.
"I love you"bisikku setelah kulepas ciumanku
Freeya menyeka sudut bibirku yang basah,tatapannya penuh gairah untung kami sama sama bisa mengendalikan diri.Freeya mengecup bibirku sesaat.
"I love you too"
"Freeya Sayangku"seruku sembari kurangkul dadanya
Pesawat yang membawa kami telah sampai di Bali.dibawah sana mobil pajero telah menunggu kami.dengan manja Freeya bergelayut di lenganku.kami di bawa melaju meninggalkan landas pacu.aku sengaja menyiapkan tour guide selama kami di Bali selama 2 hari ini.
"kita mau kemana Sayang ?"tanya Freeya
"beritahu kita mau kemana Bli ?"
"kita mau ke Dream land beach lihat sunset" jawab sang supir
"uwooww...."seru Freeya girang
"dua hari ini hanya milik kita Sayang"ujarku
"tapi aku tidak membawa baju Sayang"
"memangnya di Bali tidak ada baju ? semua sudah aku planing dengan rapi"tuturku
Selama dalam perjalanan Freeya tak berhenti berteriak sambil sesekali melongok keluar jendela.setiap kali kutarik masuk dia akan seperti itu lagi.semenjak kenal Freeya sepertinya duniaku ini terbalik.aku ysng dingin,kaku dan arogan yang tak menyukai hal hal receh.
tapi Freeya semua kesederhanaannya,tingkah kekanakan dan kekonyolannya juga kepolosannya yang mengalihkan duniaku.
Dream Land Beach
terletak di daerah Pecatu lokasinya lumayan terpencil karna di kelilingi oleh tebing karang yang menjulang tinggi.tapi jangan salah pantai ini tak kalah indah dari pantai terkenal di Bali lainnya.
sekali masuk kami langsung disuguhi hamparan pasir putih dan ombak besar yang menggulung garis pantai.
"indah sekali Sayang"seru Freeya
"Sayang ingat jangan terlalu dekat bibir pantai ombaknya besar"pesanku
Freeya mengangguk seperti bocah yang di nasehati orang tuanya.kurekam setiap tingkah polah Freeya dengan handycam.kuabadikan momen kami mengagumi sunset.betapa agung goresan Tuhan diatas bentang langit berwarna oranye kemerahan.
Setelah sang surya terbenam sempurna menghilang diantara luasnya lautan kami kembali.Bli Gede begitu tour guide kami memperkenalkan diri.Bli Gede membawa kami ke resort terdekat
"terima kasih Bli Gede,besok pagi pagi sekali jemput kami lagi.karna kami mau melihat sunrise"pesanku
"siap Bli Demas,saya permisi dulu"pamitnya
Aku merangkul Freeya memasuki resort, seorang pegawai resort langsung menyambut kami dengan ramah.mengantar kami ke kamar.
"nggak ada kamar lain apa ? beneran kita harus satu kamar ?"protes Freeya yang menyulut senyum pegawai resort
"tidak Sayang"
"kita cari resort lain aja"
Dengan tak sabar kutarik Freeya masuk kamar meninggalkan pegawai resort yang kebingungan.wangi mawar menyeruak ke seluruh ruangan.kamar ini memang hanya ada satu ranjang tapi ranjangnya bisa muat 5 orang di lengkapi dengan fasilitas mewah.
"Sayang mandi dulu,setelah itu kita makan malam,"
"bajuku"
"mandi saja dulu"
Tak lama berselang pintu kamar diketuk.saat kubuka ternyata kurir yang datang membawa pesananku.kuberi tip kepada kurir itu sebelum pergi.
Kulempar bungkusan itu ke tempat tidur.dan kembali kulihat ponselku Haris mengirimkan beberapa file penting.
"Sayang,mana bajuku ?"
mataku terbelalak melihat Freeya yang baru keluar dari kamar mandi hanya membebat tubuhnya dengan handuk putih.hhuufftt !!! membuat jantungku ser seran tak karuan.
"itu...itu di ranjang Sayang"jawabku gelagapan
Freeya meraih bungkusan itu dan kembali ke kamar mandi.aku menghela napas panjang sementara ini lolos.dasar Freeya selalu saja menggodaku dengan sikap sembrononya.
Freeya celingukan saat tiba di restoran di hadapannya diatas meja penuh dengan seafood.aku mengulum senyum aku ingin tau bagaimana reaksinya ? apakah akan meledak seperti tadi siang ?
"Sayang,tidak ada makanan lain ?"
"daerah pesisir semua menunya seafood Sayang"kataku santai
Freeya terduduk lesu malah hampir menangis.ku tarik tangan Freeya pindah ke meja lain.seorang waiter membawakan hidangan baru untuk kami.
"selamat menikmati"
"terima kasih"
wajah Freeya yang semula lesu berubah ceria hah ! aku pikir dia akan marah malah menunjukkan wajah melas.
"Sayang nge-prank orang"serunya
"aku kalo lapar nggak bisa marah"
jawaban Freeya membuatku terkekeh wajahnya yang polos bak bocah begitu menggemaskan.
"makan yang banyak,biar pipimu chuby terus enak kalau aku mainkan"selorohku
"awas saja,aku cubit nanti"ancamnya
Freeya melahap makanan di hadapannya tanpa ragu.selesai makan malam kami kembali ke kamar.Freeya sudah berganti pakaian dengan baju tidur.kususul dia yang sudah dulu berbaring diatas ranjang.
"kita tidur,besok kita akan melihat sunrise di Mertasari"kataku sambil kurangkul tubuhnya
"jangan begini,aku nggak bisa napas" keluhnya
Kubiarkan Freeya merebahkan kepalanya di dadaku,dia melingkarkan tangannya diperutku.rasanya begitu damai bersamanya berada dalam pelukannya.Tuhan !! tak pernah ku dapatkan rasa ini dari semua wanita yang pernah bersamaku.
****
Pantai Mertasari
pukul 05.00 kami sudah tiba di Mertasari menikmati sunrise sambil duduk ditepi pantai.sungguh indah lukisan Tuhan ini.
Selesai sarapan di cafe kami bermain wahana air.naik kano,standup paddle sampai paralayang.untung saja Fredya ini tipe petualang jadi tak punya rasa takut.
"kita kasih makan hiu,berani ?"tanyaku
"berani,siapa takut ?"jawabnya
"oke,lets go !"ajakku
Kubantu Freeya menaiki perahu yang akan membawa kami ke tengah laut.Aku tak melepas tangan Freeya sedikitpun aku tak mau terjadi sesuatu padanya.selesai memberi makan ikan hiu aku ganti mengajak Freeya naik jet ski.sungguh hariku berasa berwarna karna Freeya.
Sore hari kami tiba di Pantai Kedonganan pantai ketiga yang kami kunjungi.kami duduk di pasir putih menunggu sunset.kuawasi Freeya yang sibuk bermain air dan pasir seperti anak kecil.
"Sayang"panggilku
"iya Sayang"
"coba menarilah untukku seperti kemarin !"titahku
"malu ah Sayang"tolaknya
"sebentar saja Sayang"bujukku
"tapi jangan di rekam"ujar Freeya memberi syarat
"tidak Sayang"
ku geletakkan handycam yang sedari tadi kugunakan untuk merekam Freeya diatas pasir masih dalam posisi on hanya lampunya yang aku matikan.
aku yakin handycam ini sudah mulai merekam Freeya yang mulai bergerak indah.di tengah tariannya aku berdiri mengawasi.sigap Freeya menarikku untuk ikut menari salsa.
kami menari dan bercanda sambil menikmati indahnya sunset Kadonganan.
Kami kembali ke resort dan bersiap untuk ke Denpasar,karna hari terakhir akan kami habiskan disana untuk berkeliling.sekali mobil melaju Freeya langsung terlelap di pangkuanku.Freeya pasti kelelahan karna seharian terus berkeliling.
Kuelus wajah lelah Freeya dengan lembut. kekasihku ini meski terpapar oanas matahari seharian dia tetap cantik.
****
Aku terbangun saat kurasakan sebuah bibir hangat menempel di pipiku.ku kerjao kerjapkan mataku,Freeya tersenyum menatapku dia masih dalam pelukanku.
"selamat pagi Sayang !"sapa Freeya lembut
"pagi Sayang"balasku sembari makin ku pererat pelukanku di bahunya
Freeya juga begitu semakin mendekap perutku erat.kucium pucuk kepalanya lama.
"senang rasanya bila setiap pertama kali membuka mata aku bisa melihatmu Sayang" ucapku lembut
"tidak bosan ?"tanya Freeya sambil memainkan jarinya di bibirku
"tidak sama sekali"
"gombal"cibirnya
"I love you Sayang"bisikku sambil ku kecup keningnya
Freeya membalas ciumanku kemudian bangkit menuju kamar mandi.kuawasi punggung kekasihku yang menghilang di balik pintu.Freeya tak ubahnya candu bagiku. yang selalu ingin ku reguk lagi dan lagi setiap saat.
Aku seorang Demas Fabian yang dulu selalu dengan angkuh menghancurkan kehormatan wanita,sekarang takluk oleh seorang Freeya Aqila Hasbie Rasyid jangankan untuk merenggut kehormatan mencumbu lebih dari berciuman aku sangat sayang.aku ingin selalu menjaga dan melindunginya selamanya.
Pukul 09.00 waktu setempat kami sudah berkeliling di Kuta.membeli ini itu kedua tanganku sampai penuh oleh tas belanjaan.
setiap pasang mata tak mau melepas pandangannya dari kami.
"Sayang,sudah ini kebanyakan lihat Sayang sampai kerepotan"kata Freeya
"tak masalah Sayang,beli saja yang kamu suka"
"ini lebih dari cukup"
"belikan juga untuk Kinar dan Qalila,eh Haris jangan lupa"pesanku
Freeya menatapku dengan tatapan yang tak bisa kumengerti,Freeya seperti ingin menangis.kurangkul bahunya kembali ku ajak jalan.
"biar aman tanpa seafood kita makan disini saja Sayang"ucapku menunjuk KFC
"hem"
langkah Freeya terhenti saat baru memasuki KFC kulirik kearah Freeya,matanya tertuju pada satu sudut,aku menoleh ke arah sudut itu.
"Agatha"desir hatiku
Aku tau pasti ada kecemasan di hati Freeya , dia tau siapa Agatha sebelum ini.dengan mantap dan percaya diri aku menggenggam tangan Freeya masuk dan duduk di meja seberang Agatha.
"I love you Sayang,jangan ragukan itu"kataku sambil ku kecup punggung tangannya
Freeya tersenyum
Kuawasi Agatha yang berjalan menghampiri meja kami.
"hai....Sayang disini juga"sapa Agatha yang hendak menciumku tapi ku hindari
"sama dia juga ? Sayang ada bisnis di Bali ?" tanya Agatha yang terlihat melirik Freeya
"tidak,kami sedang berlibur"jawabku santai
Agatha setengah tak percaya dia ganti menatap Freeya yang cuek menikmati makanannya.
"berlibur ? sama dia ? lalu kamu anggap apa aku Sayang ?"pekik Agatha
Sontak semua pengunjung lain menoleh dan memperhatikan kami.muak rasanya menghadapi wanita seperti ini.
"kita bahkan tidak punya ikatan apapun" ujarku
"tapi yang telah kita lakukan selama ini telah melampaui ikatan apapun"cecar Agatha sengit
"Agatha bukankah sudah tertulis jelas berapa nominalmu ? dan kau menyetujuinya"kataku mulai geram
"kau membuangku setelah kau dapatkan dia ? dia bahkan tak lebih cantik dariku"cemooh Agatha menunjuk Freeya
"mungkin dia tak lebih cantik darimu tapi yang pasti dia lebih baik dan lebih segalanya darimu"belaku
"bagaimana kau bandingkan aku dengan karyawan rendahan seperti dia"cemooh Agatha lagi
"Sayang berhenti ["cegahku saat Freeya bangkit
Kuraih tangannya dan langsung kucium bibirnya sontak Agatha dan pengunjung lain terbelalak.Freeya mendorong tubuhku begitu kuat hingga memaksa bibirku terlepas dari pagutannya.Freeya hendak pergi namun ku tahan tangannya.
"Freeya Aqila Hasbie Rasyid resmi menjadi kekasihku dan sebentar lagi kami akan bertunangan"ucapku lantang
"ini tidak adil,kau tidak boleh bertunangan dengan orang lain"seru Agatha histeris
sekonyong konyong Agatha menyerang Freeya dengan bertubi tubi namun segera di tahan olehku dan pengunjung lain.Freeya berlari keluar aku berusaha mengejarnya tapi Freeya keburu menghilang di balik kerumunan orang.
"Freeya !"teriakku
Aku begitu mencemaskan Freeya karna dia tak kenal daerah ini aku takut dia tersesat.
***
As Agatha Dinar Iswandi